10 Tips Kuliah Sambil Kerja

Kuliah sambil kerja

Anggapan bahwa kuliah hanyalah proses perlahan selama kira-kira empat tahun dimana mahasiswa hanya memikirkan tentang tugas dan hal-hal menyenangkan yang akan dilakukan di akhir pekan mulai berubah. Meskipun anggapan tersebut memang dapat menggambarkan pengalaman berbagai mahasiswa, faktanya adalah banyak mahasiswa yang harus kuliah sambil bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup.

Batasan ekonomi menjadi faktor besar yang membuat calon mahasiswa akhirnya enggan kuliah – terutama calon mahasiswa yang harus membantu keluarga atau memiliki pekerjaan. Tetapi, ketika halangan antara Anda dan karir impian Anda adalah sebuah gelar, banyak orang yang mencari cara untuk tetap berhasil meskipun banyak faktor yang menghambat keberhasilan tersebut, dengan cara kuliah sambil kerja.

Jika Anda ingin terus maju melewati rintangan yang menghalangi tujuan karir dan pendidikan Anda, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah belajar dari pengalaman orang-orang yang sudah terlebih dahulu melakukan apa yang Anda akan lakukan. Karenanya, kami memilih beberapa tips untuk Anda yang mengalami tekanan kuliah sembari kerja. Inilah beberapa tips yang Anda tidak bisa lewatkan.

10 Cara Menaklukkan Kuliah Sambil Kerja

Membagi perhatian Anda diantara pekerjaan dan perkuliahan memang tidak ideal. Tetapi, bukan berarti tidak bisa dilakukan. Satu hal yang kami pelajari setelah berbicara dengan para ahli adalah bekerja penuh waktu sambil kuliah memang mungkin jika Anda mempersiapkan diri Anda. Mari kita lihat 10 tips yang para ahli yakin akan dapat membantu Anda.

1. Buat tempat khusus untuk belajar

Salah satu cara memastikan Anda tetap produktif di lingkungan perkuliahan adalah dengan membuat tempat khusus di tempat tinggal Anda yang dapat membantu kualitas belajar yang optimal.

“Tempat khusus untuk belajar sebaiknya bersih dan rapi, memiliki dekorasi dengan cat berwarna hangat dan tempat duduk yang nyaman,” ujar Elizabeth Malson. “Sebuah meja belajar (atau meja makan) dan kursi harus ada untuk mendukung posisi duduk yang sehat ketika menulis dan bekerja dengan komputer.”

Malson juga menyarankan menggunakan elemen seperti papan buletin yang bisa menampung tenggat waktu penting, foto yang menginspirasi, dan kutipan penyemangat yang dapat membantu menciptakan lingkungan yang cocok dengan tujuan dan motivasi pribadi Anda.

2. Prioritaskan tata letak

Jika Anda memiliki banyak peran, mudah rasanya untuk terseret banyaknya tanggung jawab yang Anda miliki. Di sini lah tata letak memiliki peran penting, seperti yang Candess Zona-Mendola katakan. “Anda harus mengetahui dimana saja barang Anda terletak,” ujarnya. “Letakkan barang di tempat yang seharusnya. Isi ulang daya laptop dan ponsel Anda setiap malam. Pastikan kebutuhan Anda selalu terpenuhi, sehingga Anda tidak perlu berhenti tiba-tiba untuk mengisi kebutuhan tersebut.”

Jika Anda belum pernah menggunakan jurnal perencana (planner), sekarang adalah waktu yang tepat untuk memilikinya. “Jurnal perencana sangat berguna, tetapi jarang digunakan–terutama untuk mengatur pekerjaan dan perkuliahan,” Amanda Raimondi, ahli gaya hidup dan penulis berpendapat. “Sebagian besar jurnal perencana memiliki kolom bagian per jam tiap harinya, yang memudahkan Anda membagi waktu untuk belajar.”

3. Atur waktu Anda

Waktu adalah uang, terutama ketika Anda menyeimbangkan kewajiban pekerjaan dengan perkuliahan. “Ketika Anda memilih untuk kuliah dan bekerja, Anda akan dihadapi banyak rintangan, dan waktu Anda menjadi benar-benar berharga,” ucap Scott Vail.

Untuk mencapai sukses pada waktu yang penuh stress ini, Vail menyarankan mahasiswa untuk mengatur waktunya dengan baik. “Anda harus menjadwalkan segalanya – waktu kelas, waktu belajar, waktu istirahat–jika Anda ingin sukses kedepannya,” tambahnya. Jika Anda sedang menjalankan pekerjaan sampingan untuk mahasiswa, buat perencanaan waktu yang baik agar tetap ada waktu belajar.

Jika Anda seringkali menunda-nunda, Zona-Mendola menyarankan untuk menghindari hal tersebut sebisa mungkin jika Anda kuliah sambil bekerja. “Lakukan segala sesuatu secara tepat waktu. Jika Anda punya satu semester penuh untuk tugas menulis, mulai lah menulis ketika Anda sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang subjeknya, baik di minggu pertama maupun di pertengahan semester. Segera kumpulkan. Dosen Anda tentu akan senang,” ujarnya.

4.  Manfaatkan kebiasaan Anda

Malson percaya bahwa salah satu hal terbaik yang seorang mahasiswa bisa lakukan untuk dirinya sendiri adalah mengetahui kebiasaannya ketika belajar dan menggunakannya sebagai keuntungan.

“Jika Anda suka merencakan sesuatu, pastikan Anda jadwalkan tugas Anda di hari Anda bisa menyelesaikan tugas tersebut,” Malson sarankan sebagai contoh. “Jika Anda sering begadang atau bangun pagi, gunakan hal ini sebagai keuntungan, dan ketahui kapan Anda paling produktif.” Belajar pada pukul sembilan hingga sebelas malam setelah bekerja seharian mungkin bisa dilakukan oleh beberapa orang, Malson menambahkan, tetapi belum tentu demikian untuk orang lainnya.

5. Jaga kondisi diri Anda

Zona-Mendola bekerja sebagai paralegal sambil kuliah untuk mendapat gelar sarjana dan gelar paralegal secara bersamaan, dan dia mengalami kesulitan memprioritaskan kondisi diri di tengah-tengah segala kesibukannya. “Saya sering tidak tidur dan minum minuman energi. Saya juga sering lupa makan,” ujarnya. “Jangan ikuti yang seperti itu. Pada akhirnya saya kelelahan dan sering sakit.”

Bahkan sesuatu yang sederhana seperti tidur di malam hari pun sudah cukup untuk membantu Anda menghadapi kesibukan esok harinya. “Meskipun Anda memiliki banyak hal yang Anda harus lakukan, Anda tetap butuh tidur,” ujar Raimondi. “Ketika tidur, tubuh Anda memperbaiki dirinya dan mempersiapkan Anda untuk hari esok. Jika tidak tidur, Anda akan sulit fokus dan produktif.” Raimondi juga menyarankan setidaknya satu jam tiap hari untuk istirahat dengan membaca buku atau menonton satu episode serial kesukaan Anda di Netflix.

“Anda mungkin mengira hal tersebut buang-buang waktu, tetapi istirahat justru akan membuat Anda lebih efisien dalam menjalani kewajiban sehari-hari,” ujar Alayna Pehrson, spesialis manajemen konten untuk Best Company. “Anda akan punya gaya hidup dan pemikiran yang lebih sehat ketika Anda akan bekerja dan kuliah. Tanpa waktu istirahat, Anda akan merasa kelelahan.”

6. Selalu ingat komunikasi

Kemampuan berkomunikasi yang kompeten sepertinya berada di tingkat terasa berbagai tips menjadi sukses di bidang apapun. Tetapi, dalam hal menyeimbangkan perkuliahan dan pekerjaan, komunikasi adalah kunci. “Memiliki metode komunikasi yang terbuka dengan manajer dan dosen Anda akan membantu Anda,” ucap Pehrson. “Pastikan Anda dengan dosen dan manajer Anda tidak berbeda pendapat. Seringkali, mereka akan turut membantu Anda jika Anda memiliki beban kerja yang berlebih.”

Komunikasi secara efektif akan membantu Anda nantinya. “Kemampuan komunikasi Anda akan sangat berguna ketika Anda bekerja dan kuliah,” ujar Vail, mengutamakan komunikasi dengan manajer dan dosen serta dengan anggota keluarga dan teman dekat yang interaksinya dengan Anda akan terkena dampak kesibukan Anda.

7. Jangan takut meminta bantuan

Penasegat, pembicara, dan penulis Masudi Stolard membutuhkan 16 tahun dan tiga universitas berbeda untuk mendapatkan gelar. Setelah mengubah pemikirannya, memfokuskan tujuannya, dan mengetahui cara belajar yang benar, Stolard bisa mendapat gelar MBA nya dalam waktu dua tahun.

Salah satu perubahan terpenting yang dia lakukan adalah belajar untuk meminta bantuan ketika Stolard mulai mengalami kesulitan di bidang akademik. “Sudah berkali-kali saya harus menelan ego dan rasa gengsi untuk meminta bantuan dari pengajar atau tempat belajar,” ucap Stolard.

Layanan pengajar dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk mahasiswa. Melalui pengajar, Stolard bisa mengerti berbagai konsep yang diajarkan dosennya di kelas, dan dia bahkan menemukan jalan pintas seputar subjek yang dia pelajari yang dia tidak akan temukan tanpa bantuan.

Jika Anda mengalami kesulitan keuangan, minta juga bantuan dari orang lain. Pelajari juga cara berhemat di masa kuliah untuk menekan pengeluaran.

8. Percaya pada kemampuan Anda

Salah satu elemen lain yang Stolard anggap penting untuk kesuksesan kuliah sambil bekerja adalah memilih untuk percaya pada diri Anda sendiri. Jika Anda meragukan kemampuan Anda, ujarnya, Anda akan lebih mudah merasa lelah.

“Percaya pada kemampuan Anda untuk menyeimbangkan pekerjaan dengan perkuliahaan,” Stolard menyarankan. “Percaya bahwa Anda sadar keduanya sama penting. Percaya pada pilihan Anda untuk maju ke depan dengan dua kewajiban kuliah dan kerja adalah pilihan yang benar.” Stolard menambahkan bahwa menjaga hubungan dengan keluarga dan teman dekat juga merupakan manfaat yang membantu Anda meraih kelulusan.

9. Rayakan kemenangan kecil

Bahkan jika Anda berfokus pada tujuan utama yang akan Anda raih setelah mendapat gelar, jangan lupa untuk merayakan semua pencapaian kecil yang Anda dapat di sepanjang perjalanan. “Mendapatkan gelar dapat menjadi pencapaian yang luar biasa (dan memakan banyak waktu). Berhenti fokus pada kemenangan yang besar, seperti melewati satu semester, dan mulai lah rangkai kemenangan-kemenangan kecil, seperti mendapat nilai ‘A’ pada sebuah ujian,” ucap Vail.

“Rayakan mengumpulkan tugas tepat waktu. Rayakan melalui minggu atau bulan yang sulit dan melelahkan,” tambahnya, dan menjelaskan bahwa ketika kita memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi, kita cenderung akan menyerah ketika kita mulai menghadapi kesulitan.

10. Ingat tujuan jangka panjang Anda

“Ini juga akan berakhir,” Zona-Mendola menegaskan bahwa insting kita pada umumnya akan menyerah ketika rasanya masa-masa sulit di hidup Anda tidak kunjung berakhir.

“Pada saat dimana Anda merasa ingin menyerah, ingat bahwa saat ini tidak akan berlangsung selamanya,” tambahnya. Zona-Mendola mengingat bahwa dulu, di masa kuliah sambil kerjanya, dia merasa lelah dan terbebani oleh pengorbanan yang dia harus lakukan saat itu. Tetapi apa yang dia paling ingat adalah kerja kerasnya demi mencapai tujuannya–yang sangat penting untuk perjuangan menuju kesuksesan pribadinya.

Berjuanglah sekarang dan Anda akan meraih manfaatnya nanti, ujar Zona-Mendola.

Bisakah Anda Menyeimbangkan Kerja Penuh Waktu Dengan Kuliah?

Memiliki pekerjaan penuh waktu sambil meluangkan waktu untuk kuliah terasa menakutkan bagi kebanyakan orang. Meskipun memang sulit, hal ini seringkali tidak terhindarkan bagi mereka yang ingin memajukan karirnya melalui ilmu dari pendidikan yang lebih tinggi.

Ikuti nasehat tentang cara kuliah sambil kerja dari mereka yang profesional dan sukses yang telah melalui perjalanan panjang sebelum Anda mulai beradaptasi sebagai mahasiswa yang juga bekerja, dan menyeimbangkan segalanya akan terasa lebih mudah.

Sembari Anda mulai memilih jurusan, Anda ingin memastikan bahwa Anda memilih jurusan yang sesuai dengan kebutuhan dan jadwal Anda. Ambil langkah pertama dengan mempersempit pilihan Anda dengan menentukan jurusan apa yang Anda cari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *