Analisis Fundamental dan Teknikal, Mana Yang Lebih Baik?

  • Saham
fundamental vs teknikal

Dalam melakukan investasi saham, tentunya kita memerlukan analisis tertentu agar dapat memperkirakan keuntungan yang dapat diraup juga risiko akan kerugian dan ketidakpastian. Kebanyakan investor pemula mengikuti teknik yang dilakukan oleh beberapa investor sukses. Misalnya menggunakan analisis fundamental seperti Warren Buffett dan Ralph Seger. Selain itu, analisis fundamental juga dapat dibilang mudah dipahami karena didasari oleh kinerja perusahaan dan berfokus pada performa jangka panjang.

Meski begitu, analisis teknikal juga memiliki keunggulannya tersendiri sehingga banyak investor yang menghasilkan berjuta-juta dengan menggunakan analisis teknikal. Menurut CNBC, sekitar 80% transaksi jual beli saham dikontrol oleh mesin sehingga hal tersebut yang menjadi faktor utama analisis teknikal lebih mudah dipercaya. Analisis teknikal cenderung melihat pergerakan pasar sesuai pola yang ada atau sejarah pergerakan harga sebagai acuan dalam menentukan prediksi naik turunnya harga di masa yang akan datang. Analisis ini mencari pola dalam grafik saham sebelumnya dan diaplikasikan untuk grafik saham saat ini maupun masa depan.

Singkatnya, baik analisis fundamental maupun teknikal memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hal yang perlu kita pastikan adalah memilih analisis yang sesuai dengan tujuan kita dan juga risiko yang dapat ditoleransi oleh kita sebagai investor. Artikel ini lebih lanjut akan membahas dua analisis yang sering digunakan oleh para investor yaitu analisis fundamental vs analisis teknikal.

Analisis Fundamental

fundamental

Sesuai namanya ‘fundamental’, analisis ini menggunakan faktor yang menjadi fundamental perusahaan. Analisis ini mempertimbangkan kinerja keuangan, tingkat persaingan usaha, potensi industri, ekonomi makro maupun mikro, dan analisis pasar sebagai faktor penggerak harga saham. Dengan faktor tersebut, analisis ini lebih cocok digunakan oleh investor yang ingin berfokus pada performa jangka panjang. Berikut faktor-faktor yang digunakan dalam analisis fundamental.

Neraca Keuangan

Sebagai laporan keuangan yang memperlihatkan jumlah harta dan kewajiban dan secara sistematis memperlihatkan ekuitas pemilik usaha, neraca keuangan dapat menganalisis pengaruh perubahan kondisi keuangan secara periodik baik di masa depan maupun masa lalu. Laporan ini memberi investor gambaran secara jelas mengenai berapa banyak kas yang dimiliki perusahaan dan membandingkannya dengan hutangnya. Selain kas, investor juga dapat mengetahui aset yang dimiliki perusahan di luar kas perusahaan. Berikut adalah hal-hal yang perlu dipertimbangkan oleh para investor saat melihat neraca keuangan:

  • Book Value Per Share (BVPS). Dikenal juga sebagai Nilai Buku per Lembar Saham merupakan nilai ekuitas per saham. Investor dapat menentukan premi nilai buku atau mendapatkan potongan harga saat membeli saham apabila membandingkan nilai buku per saham dengan harga saham saat ini. Untuk mendapatkan nilai buku per saham kita perlu tahu berapa modal bersih suatu perusahaan dan jumlah saham yang diedarkannya. Modal bersih perusahaan kemudian dibagi oleh jumlah saham yang diedarkannya kemudian muncul hasilnya yang merupakan nilai buku per saham.
  • Current Ratio. Rasio Lancar atau Current Ratio adalah perhitungan rasio likuiditas untuk mengetahui tingkat kemampuan sebuah perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya dengan aktiva lancar – jenis aktiva ini dapat ditukar dengan kas dalam periode setahun – sehingga investor bisa melihat kesanggupan perusahaan membayar semua hutang lancarnya. Untuk menemukan nilai ini kita perlu membagi total aset lancar perusahaan dengan kewajiban lancarnya. Jika rasio lancarnya berada di bawah 1,5 maka investor dapat mengetahui bahwa perusahaan tersebut likuiditas nya bermasalah.
  • Debt-to-Equity Ratio (DER). DER dikenal juga sebagai Rasio Leverage sebagai cara untuk mengkalkulasikan seberapa baik struktur investasi perusahaan. Dalam bahasa Indonesia DER disebut juga sebagai Rasio Hutang terhadap Ekuitas atau modal. DER ini merupakan rasio keuangan yang menunjukkan proporsi ekuitas dan hutang yang digunakan untuk membiayai aset perusahaan. Untuk menemukan nilai ini investor perlu membagi hutang perusahaan dengan modal bersihnya. Dengan begitu, apabila kita melihat DER nya tinggi maka investor tidak dianjurkan untuk berinvestasi karena perusahaan tersebut masih berjuang secara finansial dan buka peluang investasi yang cukup baik.
  • Cash and Cash Equivalents Per Share (CEPS). CEPS ini acap kali disebut sebagai kas dan setara kas per saham. Investor dapat melihat rasio kas dan setara kas per saham untuk mengetahui likuiditas perusahaan tersebut. Biasanya CEPS berisikan laporan untuk jangka pendek di mana dalam jumlah tertentu dapat dijadikan kas perusahaan tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan. Untuk mengetahui nilainya, kita perlu membagi jumlah total kas dan setara kas di neraca dengan saham yang beredar. Suatu perusahaan dapat dikatakan sehat secara finansial apabila tingkat kas dan setara kasnya per sahamnya tinggi.
  • Free Cash Flow (FCF). Dalam bahasa Indonesia dikenal juga sebagai Arus Kas Bebas merupakan perhitungan kas yang tersisa dari aktivitas operasional bisnis yang digunakan untuk membayar pengeluarannya seperti dividen, pelunasan hutang, atau ekspansi. Arus Kas Bebas ini secara tidak langsung memperlihatkan kestabilan finansial sebuah perusahaan. Untuk menemukan FCF, jumlahkan laba bersih dan pengeluaran non tunai – seperti depresiasi dan amortisasi- kemudian tambahkan perubahan modal kerja yang ada di neraca utama. Setelah hasil penjumlahan tadi didapat sekarang dikurangi pengeluaran modal perusahaan kemudian hasil dari pengurangan tersebut adalah nilai Arus Kas Bebas.

Pendapatan Triwulan

Jumlah uang yang dihasilkan sebuah perusahaan melalui penjualan atau cara lain selama kuartal fiskal merupakan definisi Pendapatan Triwulan. Investor dapat membandingkan satu laporan pendapatan triwulan dengan minimal tiga laporan lainnya. Dengan membandingkan laporan tersebut, investor akan mendapatkan pola pendapatan perusahaan, pertumbuhan pendapatan, stagnasi, dan penurunan pendapatan. Sebelum membuat keputusan investasi, investor dianjurkan untuk menghitung pendapatan kuartal ini dengan baik agar bisa memperkirakan apakah sebuah perusahaan dapat menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang konsisten atau tidak.

Laba Per Saham Triwulan

Dikenal juga sebagai Earning Per Share (EPS), Laba per saham merupakan angka rasio yang mengkalkulasikan jumlah laba bersih yang diperoleh per lembar saham yang beredar. Angka ini merepresentasikan jumlah uang yang akan diterima para investor setiap saham yang dimilikinya saat melakukan pembagian keuntungan saham yang beredar pada akhir tahun atau waktu tertentu. Untuk mendapatkan angka ini, jumlah laba bersih perusahaan pada kuartal atau jangka waktu tertentu dibagi dengan jumlah saham yang beredar. Berikut alasan mengapa angka ini cukup penting untuk diketahui:

  • Laba dan Rugi. Investor dapat mengetahui laba atau rugi yang akan didapatkan melalui angka ini setiap tiga bulan. Seringkali banyak yang berinvestasi kepada beberapa perusahaan yang memiliki banyak kerugian karena dinilai menguntungkan, namun hal tersebut sebaiknya dihindari dan tetap berpegang pada perusahaan yang sudah jelas menghasilkan keuntungan.
  • Pertumbuhan. Angka laba per saham dapat menunjukkan pertumbuhan yang dialami oleh perusahaan. Dengan melihat minimal empat laporan pendapatan perusahaan terbaru, investor dapat melihat pasang surutnya keuangan di perusahaan tersebut.
  • Efektivitas Strategi. Meskipun pendapatan menurun, angka laba per saham dapat tetap tumbuh. Hal ini disebabkan oleh perubahan fokus perusahaan akan peluang yang lebih memberikan keuntungan baginya.Hal ini juga bisa terjadi ketika perusahaan fokus mengurangi biaya untuk meningkatkan keuntungan. Jadi, meskipun pendapatan turun, laba per saham atau EPS ini dapat memberikan sinyal daya beli yang kuat karena perusahaan menggunakan strategi pengalihan fokus atau dengan mengurangi biaya.

Kekayaan Intelektual

Kekayaan intelektual yang dikenal juga sebagai Intellectual Property (IP) adalah sebuah istilah kepemilikan secara legal akan sebuah ide atau gagasan atau kreativitas intelektual. Ruang lingkup kekayaan intelektual mulai dari Hak Cipta dan Hak Kekayaan Industri seperti hak paten, merek, desain industri, dan lain sebagainya.

Ketika sebuah perusahaan memiliki portofolio kekayaan intelektual yang kuat artinya pesaing tidak dapat memberikan produk yang sama dengan yang dapat diberikan perusahaan karena hak tersebut paten juga dilindungi hukum. Misalnya, kita tahu bahwa obat-obatan hanya tersedia dengan merek tertentu. Hal ini disebabkan oleh perusahaan yang memegang paten sudah memberi jangka waktu eksklusif  untuk penggunaan merek tersebut sesuai dengan kesepakatan. Selama hak paten tersebut aktif secara hukum, tidak ada pesaing yang dapat menjualnya dengan nama merk yang sama.

Manajemen

Secara umum, tim manajemen terdiri dari kepala eksekutif, presiden, manajer keuangan, manajer operasional, ketua dan dewan direksi. Investor yang menggunakan analisis fundamental akan melihat pengalaman setiap anggota tim manajemen yang mengelola perusahaan investasi mereka. Dengan begitu, investor dapat memperkirakan kesuksesan tim melalui riwayat setiap anggota yang memiliki jabatan tersebut.

Produk

Saat menggunakan analisis fundamental, melihat produk atau layanan yang ditawarkan oleh perusahaan yang akan kita investasikan sangatlah penting. Kita perlu menganalisis apakah produk dan layanan yang ditawarkan mempunyai ulasan yang baik dan permintaan jangka panjangnya cukup banyak. Dengan mengobservasi hal itu, kita bisa menentukan apakah kita bisa mendapat keuntungan melalui perusahaan tersebut dengan produk yang mereka jual. Bahkan pada faktanya, produk terbaik di pasar dengan kisaran keuntungan 10 miliar per tahun pun tak dapat serta merta membuat perusahaannya bernilai miliaran dolar.

Potensi Pasar

Sebagai investor, kita perlu memastikan kekonsistenan produk yang dimilikinya, akankah produk mereka tetap memiliki potensi yang baik dalam nilai jualnya. Meskipun tampaknya jika ada produk yang sangat populer saat ini, hal itu tidak dapat dipastikan apakah di masa depan masih tetap bernilai atau tidak. Kekonsistenan potensi produk tersebut tentunya akan mempengaruhi nilai investasi kita pada perusahaan tersebut. Contohnya Blackberry, pada awal tahun 2000-an merupakan produk unggul, terbaru, dan berpotensi yang sangat besar. Namun, kegagalan perusahaan Blackberry akan kemajuan teknologi, iPhone menjadi tren besar secara konsisten dari tahun ke tahun hingga sekarang. Dapat dilihat bahwa produk tersebut bisa saja populer pada masanya namun tidak konsisten potensi pasarnya sehingga investasi kita pada perusahaan tersebut akan jauh dari kata untung.

Investor Institusional

Kepentingan institusi menjadi tolak ukur besaran saham yang dimiliki perusahaan. Biasanya investor institusional memiliki beberapa professional yang menganalisis pasar dan mencari peluang besar. Kepemilikannya akan hedge fund, dan saham di beberapa bank terbesar di dunia, membuat tolak ukur bagusnya sebuah perusahaan untuk diinvestasikan. Misal sebuah perusahaan memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki investor institusional maka pertanda perusahaan tersebut tidak bagus untuk diinvestasikan sedangkan apabila memiliki investor institusional yang cukup banyak maka perusahaan tersebut memiliki peluang akan keuntungan saham yang kita investasikan.

Analisis Teknikal

grafik saham teknikal

Dikenal juga sebagai analisis teknis, sesuai namanya analisis ini didasari oleh metode teknisnya. Analisis teknikal lebih berfokus pada pola kenaikan dan penurunan harga dibandingkan kondisi ekonomi secara makro yang dilakukan oleh analisis fundamental. Analisis ini tidak memedulikan produk yang dijual, pendapatan yang dihasilkan atau pun tim manajemen yang menjalankan perusahaan yang kita investasikan, Analisis ini akan merujuk data historikal pergerakan saham dan volumenya yang biasanya disajikan secara grafik. Kesimpulannya, analisis teknikal sangat cocok diaplikasikan dalam jangka waktu yang pendek. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam analisis teknikal.

Support atau Batas Terendah

Pada grafik pergerakan saham garis yang lurus horizontal atau agak miring menunjukkan batas harga saham ketika tidak bisa turun lebih rendah lagi. Garis support atau dikenal juga sebagai batas terendah harga saham, biasa digunakan oleh para investor untuk memulai membeli saham yang menyentuh harga tersebut. Keputusan beli tersebut didasari keyakinan bahwa harga saham tidak akan turun lebih rendah lagi dan akan naik kembali.

Untuk menemukan garis support ini kita perlu membuka data grafik perdagangan minimal dalam 30 hari. Saat saham berada di dalam tren bullish maka garis ini – garis lurus yang menghubungkan titik-titik rendah pada grafik- ini akan naik ke atas. Namun apabila saham berada di dalam tren bearish maka garis tren justru akan mengarah ke bawah. Sedangkan saham yang diperdagangkan biasanya relatif datar sehingga garisnya juga akan datar.

Resistance atau Batas Tertinggi

Kebalikannya dari support, pada grafik pergerakan harga pada suatu titik yang diyakini sebagai batas tertinggi harga saham. Biasanya titik ini menjadi tolak ukur penjualan biasanya terjadi transaksi penjualan yang cukup besar dan menghambat harga bergerak naik. Selain itu, resistance juga memicu para investor untuk tidak membeli saham namun justru menjualnya untuk ambil untung. Untuk menemukan grais ini pada grafik sama seperti menemukan garis support. Buka kembali grafik pergerakan harga minimal 30 hari lalu hubungkan titik-titik tertinggi pada grafik menjadi garis. Itulah garis resistance atau batas tertinggi harga saham.

Breakout

Breakout adalah pergerakan harga di atas garis resistance atau di bawah garis support. Pergerakan yang menembus ke atas garis resistance biasanya menunjukkan pergerakan yang kuat sehingga membentuk puncak dikenal sebagai bullish breakout. Namun, pergerakan yang menembus ke bawah garis support artinya telah terjadi penurunan harga yang sangat jatuh dan dikenal sebagai bearish breakout.

Moving Average

Moving Average yang dapat disingkat MA adalah garis yang didapatkan dari hasil kalkulasi harga sebelum hari ini, yaitu perhitungan pergerakan harga rat-rata saham dalam jangka waktu tertentu. Biasanya jangka waktu yang digunakan adalah 30 hari dan 50 hari. Garis ini digunakan untuk melihat fluktuasi jangka pendek akan harga saham perusahaan tersebut. Rata-rata ini diambil dari total saham yang dibagi dengan jumlah hari pada jangka waktu yang diinginkan.

Crossover

Ketika garis rata-rata jangka pendek bersinggungan dengan garis rata-rata jangka panjang maka persinggungan ini akan menjadi indikator perubahan tren harga. Pergerakan yang dibandingkan biasanya pergerakan 50 hari sebagai garis tren jangka panjang dan 30 hari sebagai garis tren jangka pendek. Ketika garis tren jangka pendek dapat melintasi garis tren jangka panjang dari bawah ke atas disebut juga dengan bullish crossover. Hal tersebut mengindikasikan bahwa harga saham sedang naik. Namun sebaliknya, apabila garis tren jangka pendek menembus garis tren jangka panjang dari atas ke bawah disebut juga bearish crossover. Hal tersebut mengindikasikan bahwa harga saham sedang turun.

Perlu diingat bahwa analisis teknikal masih jauh dari ilmu pasti seperti analisis fundamental. Apa yang terjadi di pasar itu benar-benar terjadi secara alami dan tak terduga. Meskipun teknis yang digunakan tadi dapat memperkirakan hal buruk atau baik, tidak berarti perhitungan ini akan 100% menjamin terjadinya hal-hal yang telah diperkirakan tersebut. Sebaiknya ketika menggunakan analisis teknikal, memiliki screener dan charting tool adalah sebuah keharusan.

Fundamental vs Teknikal, Mana Yang Lebih Baik?

Seperti yang kita tahu untuk menentukan yang terbaik adalah menyesuaikannya dengan tujuan dan kesiapan kita untuk menghadapi risiko yang dimiliki masing-masing analisis.

Memilih Analisis Fundamental

Sesuai dengan apa yang telah dibahas di bagian awal, analisis fundamental sangat cocok untuk digunakan dalam jangka waktu panjang. Apabila kita ingin memilih analisis fundamental maka kita juga harus siap untuk resikonya dan menahan saham yang diinvestasikan dalam jangka waktu yang cukup lama dalam upaya mengamankan pertumbuhan harga daripada sering melakukan transaksi jual beli saham demi mendapatkan keuntungan yang lebih cepat. Karena keuntungan yang akan diambil masih cukup lama, sebagai investor fundamental, tentunya kita perlu meluangkan banyak waktu untuk melakukan penelitian dan menganalisis peluang investasi karena komponen yang dihitungnya pun cukup kompleks. Para investor pemula juga cocok menggunakan analisis fundamental dengan cara berikut:

  • Memahami pasar. Sesuai dengan perhitungan analisisnya, pemahaman mendalam tentang pasar saham membuat investor lebih cepat tanggap akan sinyal pergerakan harga. Analisis ini menggunakan dasar logika yang didasari ilmu pasti. Seperti kecukupan uang yang dimiliki perusahaan untuk bertahan, produk perusahaan yang populer, produk baru yang dikembangkan, kemampuan perusahaan untuk melindungi perusahaannya secara hukum, dan pertanyaan logika lainnya yang dapat dijawab dengan melakukan observasi atau riset.
  • Meluangkan waktu. Investor pemula tentu perlu meluangkan waktu untuk mengobservasi perusahaan yang dipertimbangkan untuk diinvestasikan. Sebelum membuat keputusan, tentunya melakukan penelitian untuk memastikan investasi yang dilakukan akan menghasilkan keuntungan atau kerugian adalah sebuah hal yang sangat penting. Transaksi jual beli yang didasari analisis teknikal yang dikenal juga sebagai trading teknis merupakan proses cepat yang membutuhkan sedikit waktu untuk mengobservasi dan memahami aset yang mendasarinya. Analisis fundamental cenderung membutuhkan waktu yang sedikit lama dibandingkan analisis teknikal.
  • Siap dengan resiko. Walaupun dengan kemungkinan terjadinya kerugian menggunakan analisis fundamental jauh lebih rendah daripada analisis teknis, investor pemula tetap harus berada dalam posisi aman terlebih dahulu dengan tidak mengambil banyak risiko sampai pemahaman mereka tentang pasar dan risiko moneter sudah matang dan siap mempertimbangkan untuk menerima semua resiko yang terkait.

Investor yang menggunakan analisis fundamental harus terus mempertimbangkan sinyal-sinyal teknis. Maksudnya, ada beberapa saham yang secara fundamental baik telah dibeli dengan jumlah yang berlebihan oleh komunitas investor sehingga mengarah harganya pun ditaksir sangat tinggi.

Memilih Analisis Teknikal

Waktu adalah segalanya dalam berinvestasi dan analisis teknikal adalah semua tentang waktu. Bagi investor yang berpengalaman – sehingga sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih lama dalam melihat grafik saham dan cepat tanggap akan pergerakan harga- analisis teknikal cocok untuk digunakan. Risiko dari analisis teknikal jauh lebih tinggi sehingga investor harus siap dengan hal tersebut.

Dalam perhitungan analisisnya, kita sudah tahu bahwa tidak ada ilmu pasti yang dapat menghitung pergerakan harga. Maksudnya, tidak ada rumus maupun algoritma yang 100% menjamin kebenaran prediksi aktivitas pasar. Jikalau ada, maka siapapun yang menggunakannya akan memiliki kekayaan yang tak terbatas. Dapat disimpulkan bahwa kerugian lebih rentan terjadi pada analisis ini dan hal ini menjadi lumrah di dunia trading dengan analisis teknis.

Kebanyakan investor yang memiliki minat tinggi menggunakan analisis ini melihat adanya indikator-indikator yang dapat menghasilkan keuntungan besar sehingga mereka berani mengambil risiko yang ada. Tak jarang saham dijalankan dengan persentase dua bahkan tiga digit. Para investor tersebut menganut keyakinan “dengan resiko tinggi maka keuntungan yang diraup juga akan tinggi”. Jika sebagai pemula memutuskan untuk menggunakan analisis teknis, lakukan beberapa hal berikut sebelum memulai:

Lakukan penelitian. Pelajari analisis teknikal dan cara kerja pasar saham setiap harinya. Dibutuhkan pemahaman yang sangat matang untuk mengerti analisis ini dan siap dengan risiko yang akan diambil sebelum membuat keputusan.

Membatasi diri. Jangan langsung mengeluarkan uang kita untuk berinvestasi dengan analisis teknikal. Gunakanlah sekitar 10% dari investasi yang dimiliki untuk berinvestasi secara teknis. Analisis fundamental lebih aman untuk digunakan oleh 90% lainnya. Dengan begitu, sebagian dana investasi yang dipertaruhkan tidak mengambil cukup banyak resiko.

Gunakan uang virtual. Menggunakan uang virtual untuk strategi ini agar tidak mempertaruhkan uang tunai yang dimiliki kita. Banyak platform yang menyediakan akun virtual seperti paperMoney dari TD Ameritrade. Platform ini dapat diakses secara gratis.

Akhir Kata

Kesimpulannya, analisis fundamental adalah analisis yang didasari oleh kondisi perusahaan dan cocok digunakan untuk jangka waktu yang panjang. Sedangkan, analisis teknikal adalah analisis yang didasari pola data-data historis yang terjadi di pasar saham yang cocok digunakan untuk jangka waktu pendek.

Artikel ini secara jelas menunjukkan bahwa analisis fundamental jauh lebih baik untuk kita gunakan. Dengan asumsi kita belum menjadi investor yang cukup berpengalaman untuk menggunakan analisis teknikal yang memiliki banyak risiko. Investor yang berpengalaman sudah tahu strategi mana yang paling cocok untuk mereka. Meski begitu, bukan berarti kita tidak bisa meraup keuntungan dengan analisis teknikal.

Terlepas dari analisis fundamental vs analisis teknikal, sebelum membeli saham apapun alangkah lebih baiknya untuk meluangkan waktu dan melihat grafik saham jangka panjang dan riwayat kinerja perusahaan yang akan diinvestasikan. Pastikan juga bahwa kita tidak membelinya pada saat terjadi resistance untuk menghindari kerugian setelah melakukan pembelian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *