Berapa Lama Agar Mendapatkan Keuntungan di Saham?

Berapa Lama Agar Cuan Saham

Bagi pelaku pasar modal seperti investor dan trader, memantau keuntungan saham adalah hal yang lumrah dilakukan. Bahkan sebelum Anda terjun menggeluti bisnis ini, pengetahuan mengenai seluk beluk saham (termasuk keuntungannya) penting untuk Anda kuasai.

Pertanyaan mengenai berapa lama keuntungan saham bisa menghasilkan cuan kerap terlontar dari orang yang baru belajar menjadi trader saham. Karena sebagaimana bisnis yang lain, pegiat saham juga ingin memastikan kapan modal yang ditanamnya bisa berbuah keuntungan.

Berikut ini akan kita diskusikan mengenai keuntungan saham dan berapa lama keuntungan saham bisa dihasilkan.

Kenali Jenis-Jenis Keuntungan Saham

Saham merupakan produk investasi pasar modal yang sering menjadi pilihan investasi jangka panjang. Saham bersifat likuid atau cair, artinya mudah diperjualbelikan. Jika membutuhkan, investor dapat menjual atau membeli saham sewaktu-waktu.

Karena diperdagangkan tiap hari, harga saham mengalami fluktuasi atau naik turun sepanjang waktu. Pembentukan harga saham bergantung pada hukum ekonomi dasar yaitu permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Permintaan dan penawaran sendiri dipengaruhi oleh banyak hal, misalnya saja citra perusahaan, kinerja industri, suku bunga, inflasi, nilai tukar mata uang, serta hal-hal non ekonomi.

Secara umum dikenal dua jenis keuntungan saham, yaitu capital gain dan dividen.

Capital gain

Capital gain merupakan keuntungan saham yang didapat dari selisih harga jual saham dan harga beli saham, tentunya dengan catatan harga jual saham lebih tinggi ketimbang harga belinya. Sederhananya, capital gain adalah laba tunai dari saham Anda.

Investor membeli saham dalam satuan lot, atau per 100 lembar saham. Harga saham yang beredar di pasar adalah harga per lembar, sehingga jika kita ingin menghitung capital gain, kalikan terlebih dahulu harga tersebut dengan 100.

Ilustrasinya seperti ini:

Anda membeli saham seharga Rp 2.000 per lembar sebanyak 5 lot. Maka hitungannya:

Harga beli 1 lot = Rp 2.000 x 100 lembar = Rp 200.000

Harga beli 5 lot = Rp 200.000 x 5 = Rp 1.000.000

Beberapa waktu kemudian, saham ini Anda jual ketika harga saham berada di angka Rp 2.300 per lembar. Maka hitungannya:

Harga jual 1 lot = Rp 2.300 x 100 lembar = Rp 230.000

Harga jual 5 lot = Rp 230.000 x 5 = Rp 1.150.000

Dengan demikian, keuntungan saham yang Anda dapat adalah = Rp 1.150.000 – Rp 1.000.000 = Rp 150.000, atau setara dengan 13,04%.

Dividen

Dividen adalah pendapatan yang diberikan perusahaan kepada investor atau pemegang saham reguler. Dividen boleh disebut sebagai pembagian laba perusahaan. Besarnya dividen tergantung jumlah saham yang ditanam di perusahaan tersebut.

Investor yang kebagian dividen umumnya adalah mereka yang memiliki saham di sebuah perusahaan dan tidak diperjualbelikan dalam jangka waktu tertentu, atau memiliki saham sebelum cumulative date (cum date), yaitu tanggal penentuan tentang siapa saja investor yang berhak mendapat dividen dari perusahaan.

Durasi pembagian dividen sangat bergantung pada kebijakan perusahaan. Ada yang membagi dividen dalam 6 bulan, ada pula yang dibagi dalam 1 tahun. Anda bisa mendapat passive income dari dividen saham jika memilih emiten yang sering membagi keuntungan.

Jangka Waktu Keuntungan Saham

Seperti dibahas di artikel cara membeli saham online, berfokus pada keuntungan jangka panjang merupakan objektif utama seorang investor. Namun, untung ternyata bisa datang dalam jangka waktu pendek dan menengah juga.

Dalam hal ini, kita akan fokus membahas keuntungan saham yang bersifat capital gain, karena penghitungan dividen melibatkan pihak yang berada di luar kendali kita, yakni perusahaan tempat kita menanam saham.

Ada tiga jangka waktu (time frame) yang dapat Anda pertimbangkan untuk memperoleh keuntungan dari saham. Tiga time frame ini adalah:

Time frame pendek

Anda bisa saja mendapatkan keuntungan saham dalam 1 jam atau 1 hari. Keuntungan dari investasi jangka pendek ini bisa didapatkan dalam dua kondisi, yaitu trial and error (coba-coba atau untung-untungan) dan jual beli cepat.

Try dan error terjadi ketika Anda membeli saham saat pasar modal sedang lesu. Harga saham umumnya akan rendah dalam situasi seperti ini. Lalu, beberapa jam kemudian, terjadi lonjakan yang menyebabkan pasar modal bergairah. Saham yang Anda beli dengan harga murah tadi kini dihargai berkali-kali lipat, kemudian Anda jual saat itu juga.

Selisih antara penjualan dan pembelian dalam beberapa jam membuat Anda untung besar. Namun, perlu dipahami bahwa try dan error bergantung sepenuhnya pada faktor luck atau keberuntungan.

Yang kedua, jual beli cepat. Seorang trader (orang yang bertransaksi saham dalam durasi singkat) bisa saja mendapat untung besar jika membeli dan menjual saham dalam timing yang tepat. Namun, menjadi trader membutuhkan jam terbang yang panjang di pasar modal. Anda wajib jeli membaca pergerakan saham, menguasai teknikal, dan mengambil keputusan di saat yang krusial.

Yang perlu dipahami adalah, keinginan mendapat keuntungan saham dalam waktu singkat akan membuat seseorang menjadi penjudi, alih-alih investor. Selain itu, jika Anda tidak menggunakan sekuritas dengan fee rendah, maka biaya transaksi jual beli saham puluhan kali sehari bisa menggerus keuntungan.

Time frame menengah

Jangka waktu menengah untuk mendapatkan keuntungan saham adalah dalam satu atau beberapa bulan. Jika Anda menanam saham pada perusahaan dengan fundamental bagus dan dibarengi dengan analisis waktu yang tepat, kemungkinan besar Anda akan dapat keuntungan dalam satu atau beberapa bulan.

Misalnya, Anda memahami tren bahwa sepanjang bulan puasa, konsumsi masyarakat akan barang-barang kebutuhan pokok cenderung meningkat, baik itu melalui supermarket, marketplace online, maupun pasar-pasar tradisional.

Maka beberapa bulan sebelum Ramadhan, Anda membeli saham pada salah satu perusahaan tersebut, misalnya brand minyak goreng. Dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan minyak goreng selama bulan puasa, kemungkinan besar harga saham Anda akan berfluktuasi naik, dan Anda dapat menjualnya dengan selisih keuntungan lumayan.

Time frame panjang

Bagi Anda yang berencana menjadikan saham sebagai investasi jangka panjang, Anda bisa memilih time frame panjang dengan kemungkinan memetik untung dalam beberapa tahun. Ini sangat cocok bagi Anda investor pasif yang tidak mau terlalu dipusingkan dengan pergerakan saham tiap hari.

Menurut Ketua Dewan Pelaksana Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSPPM), Haryajid Ramelan, waktu ideal investasi saham memang antara 3 sampai 5 tahun.

Menanam saham pada perusahaan dengan fundamental bagus menjanjikan Anda keuntungan pelan namun pasti. Misalnya, beberapa tahun lalu Bank Central Asia (BCA) pernah membuka saham di angka Rp 1.725 per lembar atau Rp 172.500 per lot. Kini, harga saham BCA adalah sekitar Rp 7.300 per lembar atau Rp 730.000 per lot.

Analisa Teknikal Vs Analisa Fundamental

Selain memperhatikan time frame, keuntungan saham juga dapat diprediksi dengan analisa teknikal dan analisa fundamental.

Analisa teknikal adalah analisa yang berdasar pada data-data saham secara historis. Artinya, Anda bisa memantau pergerakan saham dari hari ke hari, dari sini akan terbaca tren saham yang akan Anda beli, apakah cenderung naik, turun, atau tetap.

Analisa teknikal wajib dikombinasikan dengan timing (pemilihan waktu) yang tepat, dan membutuhkan pengalaman di bidang pasar modal. Analisa ini bisa Anda terapkan jika Anda berencana menanam saham dengan time frame pendek dan menengah.

Sedangkan analisa fundamental melihat pergerakan saham dalam skala yang lebih besar, dengan melihat kondisi ekonomi makro dan mikro serta kinerja industri. Hal ini membutuhkan pengetahuan, serta kesabaran untuk tidak terburu-buru ingin memanen keuntungan. Analisa ini sesuai untuk time frame panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *