Cara Memilih Asuransi Jiwa Terbaik

cara memilih asuransi jiwa

Sebagai sesuatu yang cukup kompleks, cara memilih asuransi jiwa terdengar sedikit eksistensial mengenai kehidupan walaupun memang itu kenyataannya. Mereka yang akan kita tinggalkan – dan juga kita sendiri – harus siap menghadapi kemungkinan terburuk yaitu kematian. Selama beberapa dekade terakhir ini para pemegang polis menurun hingga 9% sehingga pada tahun 2020 hanya ada 54% orang dewasa yang memiliki asuransi jiwa.

Frasa ‘asuransi jiwa’ sendiri tidak terdengar asing namun pada kenyataannya banyak sekali orang yang kurang memahami seluk beluk hal ini. Maka, untuk memahami pentingnya hal ini, artikel ini akan mencoba membahas lebih jauh mengenai asuransi jiwa sehingga kita bisa memahami setidaknya dasar-dasarnya dan cara memilihnya.

Definisi Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa adalah sebuah kontrak antara nasabah dengan perusahaan asuransi dimana nasabah bersedia membayar premi asuransi sebagai bentuk imbalan atas komitmen perusahaan asuransi untuk membayar sejumlah uang – yang disebut tunjangan kematian – kepada orang-orang yang telah dipilih nasabah setelah nasabah meninggal. Orang-orang yang menerima tunjangan tersebut disebut juga penerima manfaat uang pertanggungan atau mungkin ahli waris.

Fungsi Asuransi Jiwa

Perlindungan finansial melalui asuransi jiwa ini dapat menjadi modal hidup bagi keluarga atau para penerima manfaat ketika nasabah meninggal dunia namun selain itu, ada beberapa fungsi lain dari asuransi jiwa yaitu:

  1. Menanggung biaya pemakaman, biaya pengobatan yang belum dibayar, hutang pendidikan, atau utang lainnya yang belum terselesaikan semasa hidup sehingga para penerima manfaat tidak perlu menanggung beban tersebut.
  2. Meninggalkan kekayaan dan warisan untuk keluarga atau pasangan dalam rangka mempertahankan gaya hidup mereka seperti biasanya.
  3. Membayar pajak tanah sehingga para penerima manfaat tidak perlu menggunakan warisan untuk membayar pajak tersebut.
  4. Para penerima manfaat diringankan pajaknya saat menerima tunjangan kematian –  bahkan bisa mendapatkan keuntungan bebas pajak.
  5. Mengamankan hipotek dan hutang lain saat pemberi pinjaman membutuhkannya.

Jenis-Jenis Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu berjangka dan permanen. Asuransi jiwa berjangka memiliki pilihan sesuai dengan jangka waktu tertentu yang telah disediakan oleh perusahaan asuransi. Sedangkan untuk asuransi jiwa permanen, jangka waktunya adalah seumur hidup. Meski begitu, beberapa perusahaan yang menawarkan asuransi seumur hidup hanya menerapkan rencana asuransi hingga nasabah berumur 65.

Sebagai nasabah, kita hanya dapat memilih satu jenis polis saja. Berikut adalah jenis-jenisnya:

  1. Asuransi jiwa berjangka – sesuai namanya “berjangka” asuransi ini hanya dibeli untuk jangka waktu tertentu. Biasanya jangka waktunya untuk 10 hingga 30 tahun, setelah itu berakhirlah masa asuransi. Namun, kita juga bisa mengkonversi asuransi jiwa ini menjadi permanen sehingga dapat dilanjutkan sampai kejadian yang tak diinginkan – kematian – menghampiri kita. Asuransi berjangka ini termasuk pilihan termurah dibanding dengan jenis lainnya.
  2. Asuransi jiwa seumur hidup – disebut seumur hidup karena akan berlaku selama nasabah hidup biasanya batas maksimalnya adalah 100 tahun. Nasabah akan membayar premi selama asuransi ini berlaku. Ketika nasabah berhenti membayar premi, biasanya uang yang diasuransikan dapat dikembalikan. Asuransi ini termasuk permanen.
  3. Asuransi jiwa universal – asuransi ini memiliki konsep pembagian yang mana nasabah dapat menggunakan uang untuk tabungannya dan asuransi jiwa. Singkatnya, uang premi yang dibayarkan untuk asuransi jiwa dan juga tabungan. Tabungan yang ada di dalam asuransi ini biasanya diinvestasikan sehingga menghasilkan bunga dan nasabah dapat menarik uang ini. Asuransi ini termasuk asuransi jiwa permanen.

Selain 3 jenis di atas, terdapat juga perbedaan asuransi syariah dan konvensional. Dua tipe tersebut berbeda dari cara pengelolaan dan benefit yang diberikan.

Dengan pilihan-pilihan tersebut, sebelum mengambil keputusan tentu kita perlu memikirkannya matang-matang. Menimbang apakah biaya yang dikeluarkan untuk asuransi tersebut sesuai dengan keadaan finansial kita.

Seiring bertambahnya usia mungkin kita bisa mengkombinasikan asuransi jiwa permanen dan berjangka dalam satu waktu namun tetap pilihan terbaik adalah dengan menyesuaikan keadaan finansial dan kesanggupan kita dalam membayar asuransi tersebut.

Konversi atau Kombinasi Asuransi Jiwa

Seperti yang sudah disebutkan pada paragraf sebelumnya, mungkin kita dapat memilih asuransi jiwa yang dikombinasikan. Ya, asuransi ini memberikan banyak pilihan untuk mendapatkan pembayaran selain tunjangan kematian. Karena kepopuleran jenis asuransi ini, banyak masyarakat yang menyatukannya dengan polis lainnya seperti menyatukan asuransi jiwa dengan asuransi perawatan jangka panjang (kesehatan). Life Happens membuat sebuah penelitian di tahun 2019 dan menemukan satu dari lima orang Amerika menyatakan bahwa mereka lebih tertarik membeli produk asuransi kombinasi.

Asuransi jiwa yang dapat dikonversi memungkinkan kita sebagai nasabah mengubah jenisnya dari asuransi jiwa berjangka menjadi permanen atau seumur hidup alih-alih kehilangan asuransi jiwa berjangka – karena apabila masa yang ditentukan sudah habis uang pun raib – sehingga para nasabah yang ingin mengkonversi asuransi jiwa tak perlu lagi melakukan cek kesehatan seperti yang dilakukan saat pertama kali melakukan pembelian asuransi jiwa.

Pro Kontra Asuransi Jiwa

Seperti layaknya semua hal yang ada di dunia ini, asuransi jiwa memiliki pro kontra sebagai berikut:

Pro

  • Mengamankan kekayaan atau finansial sehingga nasabah akan merasa tenang apabila di suatu waktu ia meninggalkan keluarganya
  • Penggunaan dana yang merupakan hasil tunjangan kematian oleh para penerima manfaat dapat digunakan secara fleksibel – tidak diatur oleh perusahaan asuransi –
  • Premi yang tetap sehingga nasabah dapat mengetahui anggarannya
  • Asuransi jiwa permanen yang membantu nasabah memiliki tabungan melalui investasi memungkinkan nasabah mudah untuk meminjam dana dari uang tersebut di kemudian hari apabila sangat diperlukan

Kontra

  • Asuransi jiwa berjangka memungkinkan kerugian yang cukup rentan karena apabila jangka waktu habis dan nasabah masih hidup, uang premi yang dibayarkan tidak dapat diambil kembali.
  • Asuransi jiwa universal yang memungkinkan nasabah membayarkan premi ke dalam tabungan sekaligus asuransi jiwa tidak akan memberikan pilihan investasi dengan hasil yang tinggi.
  • Ketika nasabah tidak bersedia membayar premi, polis asuransi jiwa akan dibatalkan kemudian nasabah harus mengambil lagi polis asuransi jiwa yang baru sesuai dengan nasabah saat ini dan melakukan pemeriksaan kesehatan baru – yang tentunya cukup rumit.

Asuransi Jiwa Yang Dibutuhkan

mengapa asuransi jiwa

Sebelum memutuskan mengeluarkan uang untuk asuransi jiwa, kita perlu menimbang dan meninjau lebih lanjut selain alasan “mengamankan kekayaan untuk mereka yang ditinggalkan saat meninggal” karena tentunya hal ini memiliki risiko yang sangat tinggi juga begitu kompleks. Alih-alih hal tersebut, faktor pribadi dan kemampuan finansial jauh lebih penting untuk dipertimbangkan saat akan mengambil asuransi ini.

Contohnya ketika menimbang kemampuan finansial, kita perlu menghitung kembali berapa biaya pengeluaran yang dibutuhkan keluarga pertahun ketika kita tak lagi memiliki pendapatan. Hal lain seperti jumlah pendapatan kita, akankah pendapatan itu sepenuhnya cukup digunakan untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri? Jumlah premi – yang berasal dari sebagian pendapatan kita – juga perlu dipikirkan kembali apakah cukup untuk menutupi hipotek yang kelak dibayarkan saat kematian tiba.

Semua hal ini benar-benar perlu dipikirkan matang-matang karena pada faktanya premi yang dibayarkan mengurangi pendapatan yang – pada saat ini – digunakan untuk memenuhi kebutuhan kita. Simak pertanyaan berikut untuk mempermudah kita dalam menimbang keputusan membeli asuransi jiwa:

  • Berapa lamakah kita perlu mengeluarkan penghasilan?
  • Tabungan dan investasi apa yang saat ini dimiliki? Berapa jumlahnya?
  • Berapa perkiraan biaya pengeluaran – seperti biaya pemakaman, biaya sewa rumah, biaya tanah, dan lainnya – yang diperlukan keluarga saat kita meninggal?
  • Jika memiliki pasangan, apakah pasangan kita bekerja setelah kita meninggal dan berapa pendapatan yang dihasilkannya untuk biaya keluarga? Berapa lama ia akan bekerja?
  • Berapa banyak hutang – seperti hipotek dan tagihan medis – yang dimiliki kita dan keluarga yang perlu diselesaikan? Apakah kita ingin menanggungnya dalam bentuk asuransi jiwa?
  • Apakah kita perlu menyediakan dana pendidikan untuk anak-anak kelak nanti?

Biaya Asuransi Jiwa

Sampailah pada akhir yang akan ditentukan yaitu biaya yang akan dikeluarkan sebagai faktor penting dalam cara memilih asuransi jiwa. Dua bisa menjadi murah ketika kita menemukan yang terbaik sesuai dengan kemampuan finansial kita. Sebagian besar perusahaan asuransi menawarkan berbagai macam pilihan dengan biaya yang cukup terjangkau.

Sayangnya, saat ini sekitar 44% generasi milenial terlalu memperkirakan harga asuransi jiwa yang cukup tinggi sehingga meningkatkan keraguan dan enggan menggunakannya.

Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi biaya asuransi jiwa:

  • Umur
  • Kondisi kesehatan dalam catatan medis, biasanya untuk dapat mengikuti asuransi ini calon peserta asuransi harus lulus ujian kesehatan asuransi jiwa untuk memenuhi syarat.
  • Besarnya tunjangan kematian
  • Jangka waktu asuransi: asuransi jiwa permanen memiliki harga yang cukup mahal daripada asuransi berjangka
  • Apakah polis asuransi jiwa tersebut menghasilkan tabungan uang tunai atau tidak

Sebagai ringkasannya, semakin sehat dan muda, kita mengambil asuransi ini maka biaya yang dikeluarkan pun semakin rendah dan cukup terjangkau.

Poin Penting

  • Asuransi jiwa memiliki beragam jenis pilihan yang kita butuhkan. Kemampuan finansial, kondisi dan usia kita akan menentukan jenis asuransi jiwa yang paling dibutuhkan
  • Asuransi jiwa berjangka hanya berlaku di jangka waktu yang telah disepakati. Kita perlu menimbang untuk mengkombinasikan asuransi jiwa tersebut untuk kebutuhan jangka pendek atau mengkonversinya menjadi permanen sebagai salah satu strategi menghemat uang.
  • Baca artikel tips memilih asuransi kesehatan jika Anda ingin mengombinasikannya.
  • Pertimbangkan kembali asuransi jiwa yang telah dipilih setiap beberapa tahun atau pada jangka waktu tertentu saat kondisi kehidupan berubah (baik keluarga maupun diri sendiri) termasuk jumlah tunjangan kematian dan siapa saja penerima manfaatnya.
  • Mintalah pendapat tentang asuransi jiwa kepada penasihat keuangan agar dapat membantu kita memilih jenis asuransi yang tepat dan memastikan kita tenang dalam melakukan pembayarannya karena disesuaikan dengan kemampuan finansial kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *