Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan Dengan Usaha Sampingan

Penghasilan Tambahan Tanpa Modal

Setiap kali kamu mencari cara untuk mendapat uang tambahan di Google, hasilnya selalu sama dan tidak ada tips yang benar-benar bisa membantu. Membaca artikel ini merupakan pilihan yang tepat untuk kamu. Di sini, kamu bisa menemukan alternatif yang dapat membantumu mendapat uang secara sungguhan, bukan Cuma omong kosong belaka. Berikut adalah beberapa tips terbaik untuk mendapatkan uang tambahan.

3 Cara Terbaik Mendapatkan Penghasilan Tambahan Tanpa Modal

1. Memanfaatkan pendapatan tersembunyi

Pendapatan tersembunyi adalah uang yang bisa kamu hemat sekarang tanpa modal asal kamu bisa bernegosiasi dengan tagihan pembayaranmu. Kamu bisa menyimpan cukup banyak uang per bulannya, cukup dengan menelepon selama kurang lebih 5 menit kepada beberapa pihak perusaaan seperti berikut:

Kamu cukup melakukan tiga hal untuk bernegosiasi dengan tarif dan biaya yang ditarik oleh perusahan-perusahaan tersebut:

  1. Telepon perusahaan tersebut.
  2. Katakan kepada mereka, “Saya senang menggunakan jasa perusahaan ini dan sudah lama juga berlangganan di sini.. sebenarnya saya tidak ingin berhenti berlangganan hanya karena masalah finansial.”
  3. Tanyakan kepada mereka, “Apa ada saran untuk saya supaya saya bisa mendapatkan tarif lebih rendah?”

Tidak perlu benar-benar kaku dan menanyakannya dengan cara persis seperti di atas. Pastikan saat kamu mencocokkan pertanyaan tersebut sesuai dengan pihak perusahaan yang kamu telepon.

2. Negosiasi naik gaji

Negosiasi naik gaji membuahkan hasil yang menakjubkan. Hanya dengan satu kali percakapan, kamu bisa mendapat ratusan bahkan jutaan rupiah lebih banyak daripada sebelumnya, tentu saja tanpa modal. Bahkan ada kemungkinan gajimu bisa naik setiap tahunnya. Lihat estimasi penghasilan yang bisa kamu dapatkan setelah 40 tahun hanya melalui naik gaji:

grafik gaji penghasilan tambahan

Bernegosiasi dengan atasan memang sedikit menakutkan, terlebih bila kamu belum pernah bernegosiasi sebelumnya. Tapi jangan takut—kamu bisa mulai dengan mengikuti metode negosiasi di bawah ini.

Tiga bulan sebelum negosiasi

Sebelum menemui bosmu, kamu harus memantau kembali pekerjaanmu sampai saat ini dan sudah sebaik apa hasilnya. Misalnya: jika tim kamu berhasil menjual 50.000 produk, cari tahu apa kontribusimu terhadap keberhasilan itu. Dengan meninjau kembali pencapaian yang telah kamu raih, kamu dapat membuktikan bahwa 1) kamu adalah pegawai yang sangat diperlukan oleh atasanmu serta 2) kamu berhak mendapat kenaikan gaji.

Kamu dapat memanfaatkan kurun waktu kurang dari tiga bulan ini untuk menemui bosmu, mengajaknya berdiskusi, sekaligus meminta saran mengenai apa yang harus kamu lakukan supaya kamu bisa meningkatkan kualitas kerjamu di kantor. Pastikan kamu menyampaikan kepada bosmu bahwa kamu hendak melampaui ekspetasi yang ada dan tanyakan apa saja yang kamu perlukan untuk mencapai target itu.

Dua bulan sebelum negosiasi

Sekarang saatnya kamu menemui bosmu kembali sekaligus menunjukkan hasil pencapaian kerjamu. Kemudian, minta kritik dan saran kepada bosmu supaya kamu bisa bekerja lebih baik lagi.

Kamu datang dengan niat ingin memastikan bahwa pekerjaanmu tidak keluar jalur. Yang lebih penting lagi, kamu harus melaporkan hasil pekerjaan kepada bosmu. Hal tersebut akan menunjukkan inisiatif yang kamu miliki terhadap pekerjaan guna meningkatkan performa perusahaan.

Di masa ini, kamu harus menggunakan “The Briefcase Technique”. Dengan menggunakan teknik ini, kamu bisa menaikkan gajimu ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Caranya adalah kamu harus membuat satu sampai lima halaman dokumen proposal yang menampilkan beberapa area tertentu di perusahaan yang ingin kamu tingkatkan kinerjanya. Kemudian, bawa proposal itu saat kamu hendak negosiasi kenaikan gajimu. Jika topik terkait biaya kompensasi mulai dibahas, tunjukkan proposal yang telah kamu buat dan jelaskan secara ringkas bagaimana kamu hendak menyelesaikan persoalan yang ada di perusahaan.

Satu bulan sebelum negosiasi

Bila topik kompensasi belum disinggung di bulan sebelumnya, maka ini adalah waktu yang tepat untuk memberitahu bosmu bahwa kamu ingin membahas terkait kompensasi pada rapat bulan depan. Tanyakan apa yang harus kamu persiapkan demi diskusi yang membuahkan hasil dan perhatikan apa yang atasanmu katakan. Sekarang adalah waktu yang tepat untukmu melakukan beberapa riset dan latihan.

Walau tidak punya nominal kenaikan gaji secara spesifik dalam negosiasi, kamu harus berupaya untuk mengontrol jalannya diskusi. Kamu bisa menggunakan sumber-sumber berikut sebagai referensi:

  • Indeed.com: situs ini bagus untuk mencari perbandingan biaya kompensasi pegawai sesuai dengan pekerjaannya dan mengacu pada berbagai macam perusahaan.
  • Job-like.com: melalui situs ini, kamu dapat melihat rata-rata gaji pegawai secara nasional berdasarkan pekerjaanmu sekaligus rata-rata biaya kompensasi di kotamu.
  • PayScale.com: situs ini berfungsi untuk memberikan laporan gaji personalmu berdasakan kuisioner yang kamu isi terkait riwayat kariermu. Situs ini cocok untuk bagi para pencari kerja yang baru lulus kuliah.
  • Tanyakan kepada teman: Apakah kamu mengenal seseorang yang pernah bekerja di industri yang sama sebelumnya? Bila ada, tanya seberapa banyak mereka dibayar—serta minta lah wejangan kepada mereka yang berpengalaman kira-kira apa saja yang harus kamu tanya kepada atasan atau yang harus kamu persiapkan sebelumnya.

Bila sudah melakukan banyak riset, yang perlu kamu lakukan tinggal berlatih, berlatih, dan terus berlatih. Perlu diingat bahwa riset saja tidak cukup—kamu akan berada di dalam tekanan saat bernegosiasi secara langsung. Supaya bisa berlatih efektif, kamu harus melakukan brainstorming terlebih dahulu dengan cara menciptakan beragam skenario berbeda yang mungkin akan berlangsung bersama bosmu. Coba berlatih bersama teman.

Contohnya:

  • Atasan kamu terkejut atau merasa kesal saat kamu menyinggung soal kenaikan gaji
  • Atasan kamu meminta nominal kenaikan gaji yang spesifik
  • Atasan kamu memberikan beribu alasan seperti “Menyesuaikan dengan keadaan ekonomi” atau “Seluruh rekan kerjamu mendapatkan hak yang sama.”

Lalu, minta temanmu mengobservasi dan mengomentari terkait:

  • Perbendaharaan katamu. Kamu harus menyampaikan maksudmu dengan jelas dan menarik.
  • Bahasa tubuhmu. Kamu harus duduk dengan rapi, terlihat memerhatikan, sopan, namun tidak kaku.
  • Intonasimu. Nada bicaramu harus terdengar profesional, positif, dan penuh antusias.

Terus berlatih sampai hari negosiasi tiba supaya kamu bisa benar-benar siap dalam memerjuangkan kenaikan gajimu.

3. Kerja sampingan

Negosiasi naik gaji memang menguntungkan, tetapi salah satu cara menambah penghasilan tanpa modal adalah dengan mempunyai kerja sampingan. Kerja sampingan adalah pekerjaan freelance maupun bisnis sampingan yang dapat menghasilkan uang di luar jam kerjamu, seperti:

  • Desain grafis
  • Jasa editor
  • Warung kopi
  • Dan masih banyak lagi!

Bagian terbaik dari pekerjaan freelance adalah kamu dapat menyesuaikan waktu kerja sesuai kemauan dan waktu senggangmu. Artinya, mudah bagimu mendapatkan uang banyak asalkan kamu memiliki tekad kuat dan mau mencurahkan waktu lebih untuk pekerjaan itu. Atau bila terlalu sibuk, kamu bisa mengalihkan kesibukan dalam pekerjaan freelance-mu ke kesibukan lain.

Penghasilan Tambahan Lewat Pekerjaan Sampingan (Freelance)

penghasilan dari freelance

Langkah 1: Cari ide bisnis yang menguntungkan

Mencari ide bisnis itu sama mudahnya dengan mencari kelebihan yang ada dalam dirimu. Cukup dengan menjawab empat pertanyaan berikut, kamu dapat menemukan pekerjaan sampingan yang cocok untukmu. (Jika kamu masih berkuliah, baca 15 pekerjaan sampingan untuk mahasiswa)

  1. Jasa apa saja yang selama ini sudah pernah kamu beli? Kita sering membayar orang lain untuk melakukan jasa tertentu. Seperti jasa membersihkan rumah, jasa mengantar makanan, jasa penitipan hewan, dll. Bisakah kamu menjadikan salah satunya sebagai ide bisnismu sendiri?
  2. Skill apa yang kamu miliki? Apakah kamu memiliki keahlian tertentu yang diperlukan oleh banyak orang? Kamu bisa menjadikan salah satu skill yang kamu miliki sebagai sumber penghasilan tambahan. Contohnya: kemampuan berbahasa asing, keahlian programming, keahlian memasak, dll.
  3. Menurut teman-temanmu, apa kelebihan yang kamu miliki? Selain dapat meningkatkan kepercayaan diri, kamu bisa mendapatkan beragam ide baru yang mungkin belum pernah terpikir olehmu. Contohnya: rutin berolahraga, pandai memberikan nasihat, memiliki selera fashion yang bagus, dll.
  4. Apa yang biasanya kamu lakukan setiap pagi pada akhir pekan? Apa yang biasanya kamu lakukan di hari libur? Pertanyaan ini dapat mengungkapkan apa hasrat terbesarmu, serta kegiatan apa yang paling sering kamu gandrungi. Contohnya: browsing di situs fashion, membaca artikel olahraga, membetulkan mobil, dll.

Temukan jawaban dari tiap pertanyaan di atas untuk mendapatkan ide pekerjaan yang cemerlang.

Langkah 2: Buat dirimu mencolok

Ada banyak situs pencarian kerja freelance di internet yang memudahkanmu mendapat peluang sebagai cara mendapatkan penghasilan tambahan. Satu hal yang perlu kamu ingat: ada banyak pula pencari klien untuk bisnis sampingan mereka, atau pencari kerja freelance yang melamar di internet. Itu artinya, kamu harus mencari cara supaya bisa mendapat kesempatan di antara sekian banyak pesaing yang kamu miliki. Pencari kerja atau pencari klien di internet memiliki beragam kualitas; bisa jadi mereka lebih unggul daripada kamu atau malah sebaliknya. Bila kamu dapat menulis surat lamaran atau portofolio yang bagus, hal itu dapat meningkatkan probabilitasmu. Cek setiap iklan yang relevan dengan pekerjaan atau ide usahamu. Luangkan waktumu untuk mengirim email yang bagus ke perusahaan-perusahaan pengiklan tersebut. Karena kebanyakan pekerja mendaftar dengan menulis email yang biasa saja, manfaatkan kesempatan ini untuk membuat dirimu mencolok ketimbang pendaftar lainnya—pastikan kamu menulis email yang cemerlang.

Berikut adalah beberapa situs bagus untuk para freelancer:

  • Penulis: Fastwork.com, Upwork.com, FreelanceWritingGigs.com
  • Ilustrator/desainer: Fiverr.com, Freelancer.co.id
  • Programer: Sribulancer.com, Gun.io

Langkah 3: Gunakan strategi “5 Baris” ini supaya emailmu mencolok

Jika kamu sudah menentukan calon klien yang akan menjadi targetmu, kamu harus menulis email yang dapat menarik minat dan kebutuhan mereka sebagai pembeli.

Pertama, kamu harus menekankan KEUNTUNGAN yang akan mereka dapat bila bekerja bersamamu—tanpa membocorkan terlalu banyak informasi tentang cara kerjamu. Untuk menulis email yang memikat, kamu dapat menulis dengan menggunakan panduan 5 baris email berikut:

  1. Perkenalan. Kamu harus membangun hubungan antara kamu dan calon klienmu, dimulai dengan memperkenalkan dirimu dan dilanjutkan dengan menjelaskan bagaimana kamu bisa mengetahui klienmu.
  2. Penawaran. Beritahukan apa yang ingin kamu tawarkan kepada mereka dan mengapa kamu adalah orang yang tepat untuk pekerjaan itu. Kamu harus melakukan riset tentang perusahaan tersebut untuk mencari tahu apa yang mereka butuhkan saat ini.
  3. Keuntungan. Beri gambaran bagaimana jasa atau produk yang kamu tawarkan dapat memberikan keuntungan untuk perusahaan mereka.
  4. Memancing komitmen di awal. Ini merupakan teknik klasik menggunakan trik psikologi, dengan cara mengajak klien untuk menyetujui perjanjian kecil di awal, supaya kamu bisa membujuk mereka untuk menyetujui perjanjian yang lebih besar nantinya.
  5. Tanda sepakat. Utarakan niatmu dengan jelas, pastikan apakah klienmu sepakat untuk melangsungkan kerjasama denganmu atau tidak. Ini adalah bagian paling penting dari strategi ini.

 Berikut adalah contoh email menggunakan strategi di atas:

Dengan hormat,

[Perkenalan] Saya membaca artikel Anda tentang X dan saya perhatikan bahwa belakangan ini Anda mulai menggunakan video dalam situs Anda.

[Penawaran] Saya sudah berkutat dalam dunia video editing selama tiga tahun dan ingin menawarkan kemampuan saya untuk mengoptimalkan video yang ada dalam situs Anda.

[Keuntungan] Setelah saya perhatikan, hal yang paling Anda perlukan saat ini adalah tampilan video yang lebih profesional serta loading video yang lebih cepat guna kenyamanan pengunjung situs Anda. Dengan menggunakan jasa saya, Anda tidak perlu repot-repot memikirkan solusi perihal urusan tersebut dan dapat fokus pada konten situs Anda.

[Memancing komitmen di awal] Tentu saja kita dapat mendiskusikan hal ini secara detail. Sebelumnya, saya hendak memastikan apakah Anda tertarik dengan penawaran yang saya berikan.

[Tanda sepakat] Jika Anda berminat, apakah Anda berkenan bila saya memberikan beberapa gagasan perihal masalah di atas?

Hormat saya,

[Nama kamu]

Langkah 4: “The Tuner Strategy”; strategi untuk menentukan biaya ideal

Kebanyakan orang kebingungan dalam menentukan harga jual yang tepat. Sering kali pertanyaan seperti ini muncul:

  • Berapa harga yang harus saya tentukan?
  • Harga ini terlalu mahal atau terlalu murah, ya?
  • Lebih baik mematok tarif per jam atau per order, ya?

Pertanyaan di atas adalah yang paling sering ditanyakan oleh pemula. Meski tidak ada aturan baku dalam menentukan harga, ada beberapa metode yang dapat membantumu menentukan harga yang pas:

  1. Metode menghilangkan tiga angka nol dari belakang. Metode ini bisa kamu pakai untuk mematok tarif per jam. Caranya, jumlah pendapatan impianmu dibagi dua, lalu hapus tiga angka nol dari belakang. Misalnya, kamu punya target menghasilkan setidaknya Rp200.000.000. Hapus tiga angka nol dari belakang, bagi dua, dan tarif yang bisa kamu patok adalah: Rp100.000/jam.
  2. Kali dua tarif terendah yang kamu perkirakan. Coba pikir: berapa tarif terendah yang dapat kamu perkirakan—saking rendahnya kamu sampai jadi tidak bersemangat untuk bekerja? Misalnya, tarif terendah yang berani kamu patok adalah Rp40.000/jam. Kalikan dua, maka tarif yang harus kamu patok adalah Rp80.000/jam.
  3. Ikuti orang lain. Metode ini cukup mudah: cari di internet rata-rata tarif yang dipatok orang lain pada model usaha yang mirip atau mungkin sama dengan model usahamu. Metode ini akan memberikan gambaran tarif yang bisa kamu tentukan untuk usahamu nanti.

Setelah usahamu mulai menghasilkan, kamu dapat menyesuaikan pekerjaanmu sampai target pendapatanmu tercapai. Misalnya, setelah kamu mendapat Rp1.000.000, kamu dapat menaikkan tarif dari sebelumnya. Mulai lah “menyesuaikan” tarif setelah berhasil mendapat beberapa klien di awal. Kalau kamu awalnya mematok tarif Rp100.000/jam, naikkan menjadi Rp125.000/jam, atau bahkan Rp150.000/jam. Tidak ada peraturan baku dalam penentuan tarif kepada klien. Terus lakukan penyesuaian harga sampai menemukan jumlah yang memuaskan.

Langkah 5: Gunakan aturan 85% untuk berinvestasi terhadap diri sendiri

Saat memulai bisnis, kebanyakan orang akan merasa terburu-buru untuk menjadi sukses secara instan. Banyak pemula yang baru memulai bisnis malah menghabiskan waktunya untuk melakukan hal-hal seperti ini:

  • Menulis blog
  • Mempromosikan akun jualan di media sosial
  • Memasang iklan di Google
  • Menyewa baliho besar-besaran untuk memasang iklan
  • Dan lainnya

Hal-hal tersebut merupakan cara instan untuk membuang tenaga di awal, yang pada akhirnya tidak akan membawa keuntungan untuk kita. Tujuan utamamu bukan untuk membuat akun medsos dengan jutaan followers—tujuan utamamu adalah untuk mencari KONSUMEN YANG MAU MEMBAYAR.

Karena itu lah, cara termudah untuk memulai usaha freelance adalah dengan tidak terburu-buru dan melangkah secara perlahan tapi pasti—tanpa ada tekanan untuk langsung menjadi sukses dan sempurna. Kamu harus menanamkan dalam benakmu bahwa “Lebih baik melakukan 85% usaha yang benar daripada tidak melakukan apa-apa sama sekali.” Perlu kamu ingat: membuat kesalahan bukan lah suatu masalah. Yang penting adalah kamu harus belajar dari segala kesalahan yang kamu perbuat.

Hal terbaik saat mulai berbisnis adalah dengan berinvestasi terhadap dirimu sendiri.

Kebanyakan orang-orang yang tidak berinvestasi terhadap diri sendiri jatuh ke dalam kesalahan yang sama, yakni berakhir dengan melakukan sesuatu yang abstrak. Ketimbang fokus terhadap tujuan yang hendak diraih, mereka malah fokus terhadap hal-hal lain. Misalnya dengan mempromosikan akun Facebook atau blog mereka—yang membuat mereka merasa puas sesaat, karena tidak perlu kerja keras untuk melakukan hal tersebut. Orang-orang seperti ini akan menghabiskan waktu selama berbulan-bulan hanya untuk promosi, promosi dan promosi saja ketimbang menginvestasikan keterampilan berbisnis yang baik dalam diri mereka. Selagi memulai berbisnis, kamu harus mengasah pengetahuan berbisnismu pula dengan cara membeli buku yang bagus dan mengikuti seminar; ini lah yang disebut dengan berinvestasi terhadap diri sendiri.

Hambatan Mental Yang Kerap Dirasakan Saat Memulai Usaha Sampingan

Ada beribu alasan yang kerap menjadi hambatan bagi seseorang yang baru saja memulai usaha sampingan mereka padahal sudah mengetahui cara mendapatkan penghasilan tambahan. Padahal, kalau diperhatikan, alasan-alasan tersebut hanya hambatan yang ada dalam kepala mereka saja. Padahal Anda sudah menguasai berbagai ide bisnis tanpa modal. Berikut adalah cara untuk mengatasi 3 hambatan mental yang paling sering dirasakan oleh pemula.

Hambatan Mental #1: Saya tidak punya waktu untuk memulai usaha!

Lucu rasanya bila ada orang yang mengeluh tidak punya waktu karena pekerjaan tetap yang mereka miliki, apalagi waktu untuk membuka usaha sampingan. Faktanya, kita semua punya waktu dan kesempatan untuk memulai bisnis freelance sendiri—asal punya kemauan dan keterampilan dalam mengatur waktu secara efisien. Memang, mengelola bisnis freelance akan memakan waktu—namun tidak akan sebanyak yang kamu pikirkan.

Bisa kah kamu meluangkan satu jam sehari untuk mengurus usahamu? Bagaimana kalau menyempatkan beberapa jam selama akhir pekan?

Tentu saja bisa. Daripada menghabiskan waktu sehabis bekerja untuk menonton Netflix atau bermain medsos, kamu bisa mengorbankan sedikit waktu santaimu untuk memulai usaha yang bisa menghasilkan jutaan rupiah hanya dalam setahun. Untuk ibu-ibu, baca 15 pekerjaan sampingan untuk ibu rumah tangga.

Mengeluh “saya tidak punya waktu” sama saja seperti berkata “ini bukan prioritas saya.” Coba bandingkan antara “Mendapat uang bukan prioritas saya” dengan “Bermain medsos bukan prioritas saya.” Mana yang lebih tepat?

Hambatan Mental #2: Saya terlalu lelah sepulang kerja!

Sebenarnya, wajar bila kamu memiliki keluhan seperti ini. Terlebih buat kamu yang bekerja seharian non stop—satu-satunya hal yang kamu inginkan sepulang kerja pasti rebahan sambil nonton film favorit, bukannya malah bekerja lagi di rumah. Mungkin kelihatannya sulit, tapi kamu bisa kok, menyisihkan sedikit saja waktu istirahatmu untuk mengurus usaha sampinganmu saat punya waktu luang di rumah. Kamu bisa mengatasi rasa malas seperti itu dengan membayangan analogi simpel seperti berikut:

Bayangkan ada seorang perokok, yang tahu bahwa merokok itu berbahaya untuk kesehatan, tapi tetap saja merokok karena adanya disonansi kognitif. Para perokok tersebut akan berkilah dengan alasan, “Saya tahu merokok itu berbahaya, tetapi saya sudah bekerja sangat keras dan berhak untuk membayar hasil jerih payah saya.”

Disonansi kognitif sendiri mengacu pada situasi yang bertentangan dengan sikap, keyakinan, atau perilaku diri. Keadaan ini menimbulkan ketidaknyamanan mental yang mengarah pada perubahan sikap, keyakinan atau perilaku yang dimiliki untuk mengurangi perasaan ketidaknyamanan tersebut.

Analogi tersebut sama dengan perasaan yang muncul saat kamu tengah merintis bisnis baru. Pada akhirnya, kamu akan mencari alasan seperti, “Saya sudah bekerja sepanjang hari, menghadapi atasan yang menyebalkan, bla bla bla… saya berhak “balas dendam” lewat Netflix!”

Daripada menjadi korban disonansi kognitif, coba tanamkan pertanyaan ini dalam diri kamu:

Mau jadi apa saya satu tahun dari sekarang?

Kamu harus mengkritisi pertanyaan ini matang-matang. Mau jadi apa kamu satu tahun dari sekarang? Langkah apa yang harus kamu ambil supaya bisa mencapai impian itu? Sudahkah mengetahui cara mendapatkan penghasilan tambahan?

usaha sampingan

Saat melihat seorang freelancer yang sukses, menghasilkan jutaan rupiah dalam hitungan jam, kebanyakan orang merasa minder dan berpikir, “Mana mungkin saya bisa menghasilkan uang sebanyak itu!”

Jawabannya, tentu saja kamu BISA, asal kamu mau memulai hari ini. Kamu akan menghasilkan lebih banyak uang bila kamu memulai dari sekarang, daripada tidak memulai sama sekali.

Hambatan Mental #3: Saya tidak punya ide bisnis yang cemerlang!

Hambatan ini menjadi salah satu penghalang yang paling sering merintangi orang-orang untuk mendapat penghasilan tambahan lewat freelancing: tidak tahu apa yang harus mereka jual.

Seperti yang sudah dipaparkan di atas, tidak akan sulit bagi kamu untuk mendapatkan penghasilan tambahan, asalkan kamu mau mengkritisi 4 pertanyaan ini:

  1. Jasa apa saja yang selama ini sudah pernah kamu beli?
  2. Skill apa yang kamu miliki?
  3. Menurut teman-temanmu, apa kelebihan yang kamu miliki?
  4. Apa yang biasanya kamu lakukan setiap pagi pada akhir pekan?

Dan jawaban dari hambatan mental yang satu ini akan menjadi langkah pertamamu dalam merintis usaha sampingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *