Kapan Harga Emas Turun? Ini Faktor Dan Siklus Harganya

  • Emas
penurunan harga emas

Berinvestasi dalam saham tidak diragukan lagi adalah bentuk investasi yang paling terkenal, tetapi ada banyak cara lain untuk menumbuhkan aset Anda. Pilihan yang menarik adalah berinvestasi dalam emas.

Membeli emas bisa menghasilkan keuntungan yang bagus. Namun di sisi lain, pasti ada beberapa risiko yang menyertainya seperti saat harganya turun. Pertanyaan pentingnya, kapan harga emas turun? Ini siklus dan faktor yang memengaruhi.

Penyebab Harga Emas Turun atau Naik

Harga emas biasanya mengalami siklus dimana dapat juga terjadi penurunan. Itu disebabkan oleh beberapa hal makro yang dialami perekonomian suatu negara dan bahkan global.

Berikut faktor yang menentukan kapan harga emas turun atau naik:

1. Situasi Global Yang Tak Menentu

Beragam kondisi global yang melanda baik itu politik, ekonomi, perang, resesi, kerusuhan termasuk sebagai penyebab harga emas turun. Kenapa dapat seperti itu? Kita tentu masih ingat dengan situasi dalam negeri saat terjadi kerusuhan di tahun 1998 yang tujuannya untuk menurunkan kekuasaan Presiden Soeharto.

Ketika situasi politik dan ekonomi sedang terganggu maka emas acapkali dipandang sebagai pilihan tepat menyelamatkan nilai uang. Sebab itulah ketika terjadi perang atau krisis ekonomi, umumnya harga emas langsung naik tinggi.

Peningkatan harganya dapat dipicu adanya perang dagang antara Amerika dengan China. Kondisi tersebut membuat para investor dunia beramai-ramai melakukan investasi ke aset yang aman seperti emas. Tak aneh jika harga emas melonjak sebab banyak yang ingin membelinya.

Sebaliknya, ketika kondisi mulai normal, banyak yang mulai meninggalkan emas untuk beralih ke instrumen investasi lain. Saat itu para investor pun mulai berburu berbagai instrumen investasi yang lebih berisiko namun memiliki imbal hasil tinggi. Harga emas otomatis turun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun pernah menyatakan jika emas sering dijadikan sebagai opsi terbaik bagi para investor ketika ekonomi dunia sedang tak pasti seperti sekarang ini.

Paling tidak dikenal tiga sebab emas baru diminati ketika perekonomian lagi tak menentu atau ada eskalasi geopolitik yang meningkat. Alasan pertama yaitu harganya cenderung terlindungi kendati saat itu kondisi negara mengalami inflasi atau deflasi. Alasan selanjutnya yaitu harga emas selalu terjaga kendati berlangsung krisis perekonomian atau bahkan peperangan. Dan yang terakhir adalah permintaan emas tak menurun mengikuti stoknya yang terbatas. Wajar jika kepopuleran emas biasanya meroket saat tengah terjadi krisis.

2. Hukum Ekonomi

Hukum ekonomi yaitu penawaran dan permintaan pun diterapkan untuk komoditas emas. Lebih tingginya permintaan emas daripada penawaran membuat barang ini banyak disukai para pemilik uang sehingga sudah pasti harganya pun akan meningkat. Harga emas turun jika penawaran lebih tinggi dibanding permintaan pasar.

Faktanya, stok emas di seluruh dunia itu tak banyak. Emas dunia di samping berasal dari produksi tambang pun diperoleh dari proses mendaur-ulang logam mulia ini. Dikatakan oleh Thomson Reuters GFMS jika total stok emas yang ada di dunia adalah sebesar 171.300 ton. Sedangkan James Turk sebagai pemilik Gold Money memprediksi jika totalnya sebesar 155.244 ton.

3. Kebijakan Moneter

Naik turunnya harga emas pun cukup dipengaruhi oleh kebijakan moneter yang dikeluarkan The Fed atau Bank Sentral Amerika. Kebijakan moneter tersebut yaitu aturan menaikkan atau memotong suku bunga.

Jika The Fed mengambil kebijakan memangkas suku bunga, maka harga emas pun ada kecenderungan meningkat. Karena dolar saat itu tak lagi memikat untuk dipilih sebagai instrumen investasi. Para investor pun lebih suka menaruh dana mereka ke investasi emas.

Begitupun sebaliknya, jika The Fed menetapkan kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga maka harga emas juga akan mengalami kecenderungan menurun sebab para investor lebih tertarik mengoleksi dolar.

4. Terjadinya Inflasi

Ini merupakan bagian dari aspek penting yang mengakibatkan harga barang makin melonjak. Kejadian itu pun memengaruhi harga emas. Makin meningkat angka inflasi otomatis makin melambung juga nilai emas.

Fenomena tersebut disebabkan orang yang tak suka menempatkan kekayaan mereka berupa uang yang nilainya gampang menurun akan mengambil piliha investasi dalam bentuk emas dimana harganya cukup stabil dan aman saat inflasi melanda. Berhubung makin digemari itulah yang membuat harga emas akan melejit.

5. Nilai Tukar Dolar Amerika

Seperti diketahui, harga emas nasional merujuk dari harga emas dunia. Harga dalam dolar Amerika kemudian dikonversi ke Rupiah. Sehingga nilainya pun benar-benar terpengaruh fluktuasi rupiah dengan dolar Amerika.

Jika nilai Rupiah menurun terhadap dolar Amerika otomatis harga emas dalam negeri pun naik. Namun, jika rupiah menguat terhadap dolar Amerika berarti harga emas dalam negeri akan anjlok.

Kini kita lebih paham kapan harga emas turun dan kapan naik. Setelah mengetahui berbagai faktor di atas, para investor pemula tentu mulai bisa menganalisa lebih detil dan paham bagaimana cara investasi emas yang baik. Kondisi pasar dalam negeri dan global harus diperhatikan dengan baik sebelum memutuskan menanamkan dana di emas.

Prediksi Harga Emas dan Risikonya

Sudah menjadi rahasia umum jika emas merupakan kategori logam mulia yang terbanyak “diminati” masyarakat apakah itu sebagai instrumen investasi atau dikenakan setiap hari sebagai perhiasan.

Meskipun standar emas sudah tidak berlaku, berinvestasi dalam logam mulia ini dipandang aman atau bebas resiko untuk masyarakat umum yang hendak melakukan investasi namun tak ingin mendapatkan resiko.

Hal tadi adalah alasan kebanyakan orang gemar menyimpan emas sebagai bentuk investasi di masa depan ketimbang masuk di investasi saham atau obligasi. Di samping itu fluktuasi harga emas naik atau turun cukup dinamis.

Grafik harga emas 1993-2021. Sumber: Goldprice.org.

Prediksi harga emas cenderung akan terus meningkat setiap tahunnya. Misalnya saja nilainya di dalam negeri tahun 2015 cuma sekitar Rp490.000-Rp 530.000/gr. Namun dalam bulan bulan terakhir ini nilainya mengalami peningkatan yang cenderung mencolok daripada tahun sebelumnya. Sekarang anda dapat membelinya di harga Rp900an ribu per gram. Berarti harga emas telah terjadi peningkatan sampai hampir 100%.

Mengapa Berinvestasi Emas Meskipun Naik Turun?

Pertanyaan tentang alasan memulai investasi emas cukup sederhana untuk dijawab: karena kenaikan harga emas yang diharapkan, tentu saja. Namun demikian, pepatah umum pasar saham juga berlaku untuk investasi emas: “hasil yang dicapai di masa lalu bukanlah jaminan untuk masa depan.”

Apakah ada alasan untuk mulai berinvestasi emas? Tentu ya: emas memiliki pengaruh meyakinkan terhadap pemerintah, perusahaan, dan konsumen.

Kapan harga emas turun dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi. Kita melihat bahwa banyak pihak yang melihat logam mulia seperti emas, perak, dan perunggu sebagai bentuk jaminan yang aman. Jadi ketika keadaan tidak berjalan terlalu baik secara ekonomi, emas biasanya menjadi lebih berharga. Sebaliknya, sayangnya benar bahwa dengan ekonomi yang berkembang, emas tiba-tiba menjadi kurang menarik sehingga harganya turun.

Meski begitu, ini bisa menjadi strategi yang baik untuk berinvestasi dalam emas ketika ekonomi tampaknya sedang mengalami penurunan. Bahkan dimungkinkan untuk menggunakan emas sebagai jaminan terhadap jatuhnya harga saham.

Tanya Jawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *