Mengapa Perencanaan Keuangan Berguna Untuk Keluarga

  • Keluarga
perencanaan keuangan keluarga

Memutuskan untuk melakukan lompatan menjadi orang tua mungkin menjadi salah satu keputusan terbesar dalam hidup yang pernah Anda buat. Ini juga merupakan keputusan finansial yang besar.

Menurut beberapa artikel, lebih dari 30 persen orang Indonesia yang bekerja mengalami stres dan kesulitan. Mereka tidak memiliki perencanaan keuangan yang kuat, memiliki sikap yang salah tentang uang, dan paling tidak percaya diri serta puas dengan hidup mereka. Tidak hanya itu, banyak dari orang-orang ini adalah orangtua.

Kabar baiknya adalah stres karena perencanaan keluarga dapat diatasi dengan perencanaan keuangan yang baik. Berikut adalah tujuh skenario “bagaimana jika” dan solusi untuk membantu menempatkan keluarga Anda pada jalan menuju kebebasan finansial.

Bagaimana Jika Kita Tidak Tahu Harus Memulai dengan Cara Apa?

Hal yang dapat Anda lakukan pertama adalah ambil langkah kecil, buat rencana tertulis yang mencakup anggaran, tabungan jangka pendek dan jangka panjang, premi asuransi yang memadai, investasi, dan rencana kekayaan secara keseluruhan. Perencanaan keuangan juga berarti perencanaan pajak. Ingatlah untuk mengambil semua keringanan pajak yang sekarang memenuhi syarat Anda, yang dapat menghemat puluhan juta rupiah di rekening bank Anda.

Keluarga dengan anak berkebutuhan khusus harus berhati-hati dalam menabung untuk masa depan mereka, misalnya memegang terlalu banyak uang atas nama anak tersebut dapat mendiskualifikasi mereka untuk layanan pemerintah dan bantuan keuangan tertentu, seperti pendapatan jaminan sosial dan kesehatan yang mungkin mereka butuhkan di masa yang akan datang.

Bagaimana Jika Anak Kita Jatuh Sakit?

Orang tua baru sering mengkhawatirkan kesehatan anak mereka, dengan setiap gejala yang ada menjadi perhatian. Orang tua memiliki waktu satu bulan sejak bayi mereka lahir, atau diadopsi, untuk menambahkan mereka ke polis asuransi kesehatan mereka, yang dikenal sebagai “kualifikasi”. Lewatkan tenggat waktu penting ini dan Anda harus menunggu hingga periode pendaftaran terbuka berikutnya. Jika kedua orang tua bekerja, bandingkan rencana kesehatan untuk melihat mana yang menawarkan pertanggungan terbaik untuk anak Anda.

Bagaimana Jika Kita Sakit, atau Tidak Ada untuk Merawat Mereka?

Asuransi pendapatan cacat dan asuransi jiwa dapat melindungi keluarga Anda ketika Anda tidak lagi mampu secara finansial untuk merawat mereka. Namun, penting untuk mengetahui apa yang Anda miliki: Banyak rencana berbasis perusahaan tidak ditransfer jika Anda kehilangan atau meninggalkan pekerjaan Anda.

Orang tua yang tinggal di rumah juga harus mempertimbangkan asuransi jiwa. Jika sesuatu terjadi pada mereka, apakah Anda mampu membayar penitipan anak dalam satu hari penuh dan bantuan lain untuk menggantikan semua tugas yang dilakukan orang tua tersebut?

Penting juga untuk menunjuk wali resmi secara hukum untuk anak-anak Anda dan menyelesaikan rencana warisan, Anda ingin menjadi orang yang membuat keputusan ini.

Bagaimana Jika Keluarga Kita Menghadapi Diskriminasi?

Keluarga LGBTQ khususnya terus menghadapi diskriminasi dan tantangan terhadap status keluarga mereka. Meskipun memang di Indonesia LGBT ditentang keras oleh negara, agama, budaya, dan sosial, akan tetapi kita tidak bisa menolak bahwa keberadaan LGBT di Indonesia tetaplah ada.

Kami dapat merekomendasikan bahwa setiap orang tua yang bukan orang tua biologis — menikah atau tidak — mendapatkan adopsi atau keputusan pengadilan tentang orang tua sebagai cara paling pasti untuk memastikan hak legal sebagai orang tua. Masa depan keuangan anak Anda tidak dapat dijamin jika Anda tidak mengamankan status hukumnya terlebih dahulu.

Bagaimana Jika Kita Dibutakan oleh Biaya Tak Terduga?

Banyak keluarga di Indonesia tidak mampu menanggung kerugian dan keguncangan finansial. Hal tersebut diakibatkan oleh biaya-biaya yang tak terduga seperti perbaikan kendaraan, musibah, dan kebutuhan mendesak lainnya.

Keluarga harus memiliki tabungan likuid yang cukup untuk menutupi biaya 6 bulan. Perencanaan keuangan keluarga yang baik harus mempertimbangkan tujuan untuk menabung setidaknya 15% dari pendapatan tahunan.

Bagaimana Jika Kita Tidak Mampu untuk Membiayai Kuliah?

Meskipun Anda selalu dapat meminjam untuk keperluan kuliah, Anda tidak dapat meminjam untuk masa pensiun. Orang tua pertama-tama harus fokus pada pendanaan pensiun mereka sendiri. Penting untuk mengetahui cara menabung untuk pendidikan anak.

Setelah itu terpasang dengan aman, masih ada waktu untuk menabung untuk kuliah. Perguruan tinggi bukanlah pilihan yang tepat untuk semua orang. Jika mengalami kesulitan, apakah Anak anda yang sedang berkuliah harus mencari pekerjaan sampingan untuk mahasiswa? Seorang profesional keuangan dapat membantu menentukan rencana tindakan yang cocok untuk Anda dan anak Anda.

Bagaimana Jika Mereka Menginginkan untuk Memelihara Kucing?

Bagian dari pola asuh yang baik adalah menjadi contoh perilaku yang baik, dan itu juga berlaku untuk literasi keuangan. Mungkin ada alasan lain mengapa Anda tidak ingin memelihara kucing, tetapi jika Anda tidak mampu membayar biaya adopsi atau pemeliharaan, jelaskan kepada anak-anak Anda. Ketika anak-anak Anda cukup besar, ajari mereka pentingnya menabung untuk apa yang mereka inginkan dengan membayar mereka untuk melakukan pekerjaan rumah atau membantu tetangga.

Kami tidak dapat menjelaskan semua pertanyaan tentang bagaimana jika. Kehidupan bersama anak-anak akan selalu menjadi perjalanan roller coaster yang tidak terduga. Perencanaan keuangan yang baik dapat membantu Anda menikmati pasang surut tanpa perasaan tenggelam yang sewaktu-waktu akan lepas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *