Panduan Merencanakan Keuangan Masa Pensiun

  • Pensiun
Merencanakan keuangan pensiun

Apa yang ingin kamu lakukan setelah pensiun nanti? Apakah kamu ingin menghabiskan waktumu dengan melakukan pelayanan sosial, beristirahat di kampung halaman, membuka bisnis, atau sekedar menghabiskan waktu bersama keluarga? Apapun mimpimu, kamu harus merencanakannya dari sekarang. Setelah pensiun, kamu tidak akan memperoleh pendapatan tetap seperti saat masih bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menjalani hari tua yang nyaman, kamu harus menyiapkan dana cadangan. Kamu harus menyimpan uang mulai sekarang dan berinvestasi untuk masa depan.

Perlu kamu ketahui, menabung uang di bank tidak akan cukup karena adanya inflasi. Inflasi adalah meningkatnya harga barang dan jasa, yang menyebabkan nilai uang jadi menurun.

Mengapa perencanaan keuangan pasca pensiun itu penting? Artikel ini akan dibagi ke dalam 3 bab:

Bab 1: Mengapa kamu harus memiliki perencanaan keuangan pasca pensiun?

Dengan rencana yang terstruktur, kamu akan mampu menghadapi masalah-masalah yang mungkin muncul nantinya, seperti surplus, kekurangan biaya, maupun masalah darurat lainnya. Kamu dapat memahami seberapa cepat atau seberapa besar probabilitas yang ada untuk mencapai targetmu. Kamu juga bisa mengendalikan arus kas, pemasukan dan pengeluaran, serta dapat menilai resiko yang harus kamu ambil untuk mencapai target kamu.

Singkatnya, dengan merancang rencana pensiunmu, kamu dapat mengembangkan pemahaman komprehensif tentang target jangka panjang yang kamu miliki serta membuka jalan untuk menggapai target tersebut.

Mengapa kamu harus memiliki perencanaan keuangan untuk pensiun?

Mudah untuk memenuhi biaya pengeluaranmu selama kamu masih memiliki penghasilan bulanan. Akan tetapi, setelah pensiun, kamu harus memiliki cukup uang untuk menjaga pola hidup yang baik seumur hidupmu.

  1. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari
    Kita semua harus menanggung biaya hidup sehari-hari meski sudah pensiun sekalipun. Hidup tetap harus berjalan dan tidak adanya pemasukan bulanan kerap menjadi momok bagi calon pensiunan.
    Rencana keuangan pensiun berfungsi untuk mencegah momok tersebut menjadi nyata. Tidak semua orang mendapat pesangon setelah pensiun. Bahkan, sering kali pesangon tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
    Dengan merancang rencana keuangan pensiun yang baik, kamu dapat menjamin standar hidup keluargamu tidak terganggu setelah pensiun.
  2. Untuk memenuhi biaya pengeluaran medis
    Semakin bertambahnya usia seseorang, kesehatan menjadi salah satu masalah yang harus diperhatikan. Dan seperti yang kita ketahui, biaya pengobatan lumayan merogoh kocek. Asuransi kesehatan sekalipun terkadang tidak dapat menanggung biaya pengobatan secara keseluruhan. Karena itu lah rencana keuangan pensiunmu harus cukup banyak supaya dapat memehuni biaya pengeluaran medis keluargamu sewaktu-waktu guna menghindari timbulnya krisis finansial di masa depan nanti.
  3. Untuk mengalahkan inflasi
    Inflasi merujuk pada naiknya harga barang dan jasa. Hal ini menyebabkan turunnya nilai uang yang sudah susah payah kamu dapatkan. Perlu kamu sadari bahwa harga barang selalu naik secara konstan dan diperkirakan akan terus naik bahkan saat kamu sudah pensiun nanti. Bila hal ini terjadi, kamu harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli barang dan jasa di masa depan nanti.
    Tanpa rencana keuangan pasca pensiun yang baik, akan sulit bagi kamu untuk menghindari krisis finansial yang muncul karena inflasi, sulit untuk menjalani kehidupan pensiun yang memadai sesuai dengan ekspetasimu, dan berbagai masalah lainnya; akan sulit bagi kamu untuk mencapai target pensiunmu. Karena itu bijaklah dalam memilih tabungan bank.
  4. Untuk mengatasi masalah darurat
    Hidup itu sulit diprediksi karena penuh dengan ketidakpastian. Ada kalanya kita terjerat dalam insiden merugikan atau berbagai jenis masalah lain yang berada di luar ekspetasi kita. Beberapa insiden dapat menimbulkan kerugian finansial maupun emosional dalam hidup kita seperti bencana alam, kehilangan orang yang tersayang, timbulnya masalah finansial pada kerabat dekat, dan lainnya. Dengan memiliki tabungan yang lebih dari cukup, kamu dapat mengatasi masalah tak terduga seperti di atas dengan mudah sekaligus dapat memberikan andil bila insiden tersebut terjadi pada orang-orang di sekitarmu. Selagi merancang rencana keuangan pensiun, perlu diingat bahwa tujuan utamamu adalah mempunyai simpanan yang lebih dari cukup guna mengatasi masalah finansial yang tiba-tiba muncul di kemudian hari supaya target jangka panjangmu tidak terganggu.
  5. Untuk mencapai target jangka panjangmu
    Target dana pensiun merupakan sasaran yang ingin kamu capai atau hal-hal yang ingin kamu lakukan pasca pensiun, seperti liburan bersama keluarga, mengunjungi tempat-tempat baru, atau melakukan hobi yang ingin kamu lakukan sedari dulu. Bila kamu tidak menabung dari sekarang, target-target tersebut tidak akan bisa tercapai di masa pensiunmu. Karena itu lah, penting sekali mempunyai perencanaan keuangan yang baik dan bisa menuntunmu untuk mencapai target jangka panjang yang kamu miliki.

Bab 2: Strategi perencanaan keuangan terbaik untuk pensiun

Banyak orang yang yang gagal dalam mencapai rencana keuangan mereka karena satu hal: terlambat memulai perencanaan. Terkadang, beberapa orang tidak dapat menyisihkan jumlah uang yang diperlukan pasca pensiun mereka. Karena tidak dapat memenuhi seluruh target yang telah direncanakan, beberapa orang memutuskan untuk menunda rencana mereka. Ini merupakan pendekatan yang salah.

Langkah terbaik yang harus kamu ambil adalah dengan menyicil: memulai seadanya dan mengejar kekurangan dana yang ada seiring berjalannya waktu. Di sisi lain, bila kamu memutuskan untuk menunggu waktu yang tepat, mungkin sudah terlambat saat kamu memulai. Jangan menunda-nunda.

Salah satu alasan lain mengapa seseorang bisa gagal adalah karena boros—simpanan yang ada malah digunakan untuk hal-hal lain, seperti berbelanja, berlibur, dan hiburan lainnya, sehingga tidak ada sisa untuk pensiun nanti.

Bersenang-senang di masa kini memang perlu, namun harus selalu diimbangi dengan visi ke depan. Gambaran pensiun di mana seseorang harus menjalani gaya hidup yang serba terbatas dan membosankan sering dianggap tidak nyaman, bahkan tidak sedikit orang yang mulai kehilangan semangat kerja saat mulai mendekati waktu pensiun. Pemikiran seperti ini harus dihilangkan. Solusi terbaik adalah dengan mulai membayangkan gaya hidup idealmu di masa pensiun nanti dan menyiapkan strategi jitu untuk mencapai impian tersebut. Jalan terbaik untuk mencapai impianmu adalah dengan mulai merancang perencanaan keuanganmu sedini mungkin.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu ikuti untuk merancang perencanaan keuangan pensiun yang baik dan efisien.

Bab 3: Panduan merancang perencanaan keuangan pasca pensiun

Langkah 1: Tentukan Usia Pensiunmu

Setiap orang pensiun di usia yang berbeda-beda. Kebanyakan orang pensiun di usia 60 tahun, ada juga yang memilih untuk pensiun di usia 55 tahun bahkan pensiun dini di umur 40 tahun—semuanya tergantung pada masing-masing individu. Menentukan usia pensiun merupakan langkah yang penting. Sebab, setelah kamu menginjak usia pensiun, pemasukan bulananmu akan berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali. Kamu hanya akan bergantung pada uang tabunganmu atau investasi yang kamu lakukan untuk membiayai pengeluaran pasca pensiun.

Hal tersebut juga menandakan jangka waktu yang tersisa untuk merencanakan pensiunmu. Misalnya, bila sekarang kamu berusia 25 tahun, dan kamu punya target pensiun pada usia 50 tahun, maka jangka waktumu sebelum pensiun adalah 50-25 = 25 tahun. Salah satu faktor penting dalam menentukan usia pensiunmu adalah berdasarkan tingkat harapan hidup, yaitu perkiraan umur yang tersisa berdasarkan usia, kondisi medis, riwayat hidup keluarga serta faktor demografis.

Tingkat harapan hidup yang diprediksi oleh World Life Expectancy adalah sebagai berikut:

usia harapan hidup pensiun

Tabel di atas dapat dijadikan parameter rencana pensiunmu. Misalnya, bila kamu berusia 30 tahun maka kemungkinan kamu akan hidup hingga usia 75 tahun. Bila kamu memiliki target pensiun di usia 60 tahun, maka kamu harus merancang rencana hidup untuk jangka waktu kira-kira 15 tahun setelah pensiun.

Langkah 2: Mulai merancang lebih awal demi masa pensiun yang nyaman

Rancang rencana pensiunmu sedini mungkin. Semakin banyak waktu yang kamu miliki untuk menyiapkan rencana pensiunmu, semakin banyak pula probabilitas kesuksesan targetmu terpenuhi. Jangan pernah menunda merancang rencana pensiunmu, atau kamu akan berakhir merombak ulang targetmu, atau bahkan tidak dapat mencapai targetmu sama sekali. Lebih parah lagi jika pada akhirnya kamu harus bergantung pada anak-anak atau keluargamu secara finansial pasca pensiun nanti. Karena itu, mulai lah lebih awal; sekarang adalah waktu yang tepat.

Banyak orang yang masih berusia 20-an dan baru merintis karir berpikir bahwa pensiun bukan suatu masalah, pensiun masih di angan-angan, dan terlalu terburu-buru untuk menyiapkan rencana pensiun sejak usia 20-an. Akan tetapi, satu hal yang perlu kamu ingat bahwa ada suatu kelebihan yang hanya dimiliki oleh anak muda dan tidak bisa kamu dapatkan kembali di masa depan nanti: ‘waktu’. Berinvestasi sejak awal memberikanmu kesempatan untuk menyicil rencana yang kamu miliki secara santai dan tidak terburu-buru, sehingga kamu bisa mencapai targetmu dengan tenteram dan bebas dari stress.

Jika kamu sudah menginjak usia 30-an, belum terlambat untukmu mulai menyiapkan rencana pensiun. Kamu masih memiliki banyak waktu untuk bekerja, menghasilkan uang dan menyimpannya untuk hari tua nanti. Pastikan kamu dapat mengelola keuangan serta dapat menyeimbangkan keinginan dan kebutuhanmu dengan baik.

Langkah 3: Tentukan target dana pensiun kamu

Target dana pensiun merupakan jumlah uang yang kamu butuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maupun biaya hiburan, tanpa harus menurunkan standar gaya hidupmu pasca pensiun.

Pertama, pastikan jumlah pengeluaran tahunanmu saat ini. Untuk menghitungnya, mulai dengan menulis pengeluaran bulanan dan bagi berdasarkan kategori berbeda seperti pengeluaran rumah tangga, biaya medis, hiburan, liburan, angsuran bulanan, biaya sekolah anak, dan lainnya. Penting bagi kamu untuk membuat estimasi pemasukan dan pengeluaran secara akurat, supaya kamu dapat menjaga standar gaya hidup yang kamu miliki di masa kini hingga pasca pensiun nanti. Hitung inflasi untuk mengetahui estimasi pengeluaranmu di masa pensiun nanti bila disesuaikan dengan pengeluaranmu di masa sekarang. Proses ini disebut dengan menghitung nilai uang di masa depan. Ini akan menjadi jumlah yang kamu perlukan setiap tahunnya untuk memenuhi biaya hidup pasca pensiun.

dana pensiun

Contohnya, X berusia 35 tahun dan hendak pensiun di usia 60 tahun. Saat ini, X mengeluarkan uang sebanyak Rp14.000.000 per bulan untuk pengeluaran rumah tangga dan keperluan lain serta menghabiskan sekitar Rp90.000.000 per tahunnya untuk berlibur dan biaya kepentingan medis. X mengasumsikan inflasi memberi dampak pada pengeluaran rumah tangga 7% per tahunnya baik sebelum maupun pasca pensiun; biaya liburan dan kebutuhan medis naik hingga 10% per tahunnya, dan X akan menghasilkan sebanyak 6% per tahunnya pasca pensiun melalui investasi yang ia rancang pada rencana keuangan pensiunnya.

Berapa biaya yang ia butuhkan untuk tetap menjaga gaya hidupnya seperti saat ini?

Lebih dari 30 miliar rupiah.

Apakah target ini dapat tercapai?

Tentu saja bisa. Selama kamu dapat mengalokasikan asetmu berdasarkan profil risikomu, memilih investasi yang tepat di setiap kelas aset, mengatur alur kas sesuai dengan kebutuhan investasimu, dan secara rutin mengulas portofoliomu supaya kamu dapat memantau sudah sejauh mana kamu merampung rencana keuanganmu.

Langkah 4: Hitung estimasi uangmu di masa depan

Jumlah simpanan bersihmu setiap tahun (setelah dikurangi dengan pengeluaran) memainkan peran penting dalam perencanaan keuangan pasca pensiunmu.

Simpanan yang kamu miliki merupakan jumlah surplus yang tersisa setelah pendapatanmu dikurangi dengan jumlah pengeluaran per tahun. Idealnya, kamu harus menyisihkan sebagian simpananmu khusus untuk pensiun dan jangan gunakan kecuali bila ada keadaan darurat.

Setelah mengira-mengira jumlah yang dapat kamu simpan per tahunnya sampai pensiun nanti, langkah selanjutnya adalah untuk mengetahui nilai simpananmu itu di masa depan. Untuk menentukan hal ini, kamu harus menghitung imbal hasil yang diperkirakan akan kamu dapat dari investasimu. Hasilnya akan menunjukkan nilai simpanan atau investasimu pasca pensiun nanti.

Contohnya, bila kamu dapat menyisihkan Rp19.000.000 per tahunnya untuk pensiun dan menginvestasikannya, investasi itu akan memberikan 10% imbal hasil (Rate of Return) per tahunnya setelah 25 tahun, dengan perkiraan dana pensiun yang didapat sebesar kurang lebih 1,9 miliar rupiah.

Langkah 5: Menghemat pengeluaran

Bila kamu tidak dapat menabung uang sesuai dengan rencanamu, coba hemat pengeluaranmu dengan cara mengurangi pengeluaran yang tidak begitu penting. Contohnya adalah biaya untuk hiburan, belanja impulsif, makan di luar, liburan ke luar negeri, dll. Menghemat pengeluaran dapat membantu kamu untuk berinvestasi lebih dan mencapai targetmu lebih cepat lagi.

Langkah 6: Merancang portofolio untuk mencari perencana keuangan

Kamu harus mematok standar alokasi terhadap kelas asetmu sesuai dengan usiamu saat ini dan resiko yang bisa kamu tanggung. Penting bagi kamu untuk memiliki beragam portofolio investment dalam tiap-tiap kelas aset. Beberapa aset seperti ekuitas memiliki kemampuan untuk menawarkan imbal hasil yang dapat menyesuaikan dengan inflasi (yang dikenal dengan real rate of return) ketimbang sumber pemasukan tetap yang menawarkan keamanan berinvestasi. Emas dapat menjadi penyimpan nilai dan dapat dijadikan garansi dalam portofoliomu.

Bila kamu melihat rally dalam aset kelas tertentu, dan deviasi dalam alokasi asetmu, kamu dapat menyeimbangkan dengan cara mengumpulkan keuntungan dari kelas aset tersebut dan berpindah ke kelas aset yang lain. Jangan lupa, setiap kelas aset belum tentu cocok untukmu. DI waktu yang sama, kamu tidak boleh terpaku hanya pada satu kelas aset saja.

Karena merencanakan keuangan pasca pensiun merupakan kegiatan yang cukup sulit, mencari bantuan dari perencana keuangan akan sangat membantu. Pastikan kamu dapat memilih perencana keuangan yang jujur, tidak bias, tidak terikat, serta kompeten dalam menangani setiap langkah yang kamu rencanakan. Cari perencana keuangan yang dapat merencanakan target dana pensiun yang akurat dan membantumu dalam bernegosiasi.

Yang lebih penting lagi, pilih perencana keuangan yang dapat menspekulasikan resiko di awal, di mana alokasi asetmu dapat diatur dan bisa membuat portofolio yang terstruktur supaya dapat mencapai target dana pensiunmu.

Langkah 7: Pantau rencanamu secara teratur

Kamu harus sering memonitor rencana keuangan pasca pensiunmu secara berkala (setidaknya sekali setahun) untuk memastikan langkah yang kamu miliki sudah sesuai dengan target. Setiap perubahan yang muncul dari pemasukan, pengeluaran, usia pensiun, dan lainnya harus digabung dalam rencana keuanganmu. Pastikan rencana yang kamu miliki sesuai dengan target investasi dalam skenario perubahan pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *