Pilihan Investasi Untuk Pemula, Modal Kecil Serta Instrumen Syariah

Pilihan Untuk Investor Pemula

Pengetahuan orang-orang mengenai investasi dewasa ini cukup meningkat. Selain disebabkan makin canggihnya digitalisasi di berbagai aspek, pun ditunjang revolusi industri 4.0 dengan fokus teknologi digital. Berbagai macam investasi dapat diikuti dengan mudah. Investor pemula tak perlu ragu dalam memulai investasi.

Pilihan Investasi Untuk Pemula

Berikut 7 jenis instrumen investasi untuk pemula yang sangat menguntungkan.

1. Reksa Dana

Reksa dana adalah jenis investasi terbaik untuk pemula karena bisa dimulai dengan modal kecil namun keuntungan yang diberikan tidak kalah dengan aset lainnya.

Mulai Rp100.000 saja investor sudah dapat membelinya. Malah ada perusahaan sekuritas yang mengeluarkan produk reksa dana cukup Rp50.000 saja. Investor pemula cocok untuk mencoba reksa dana karena modal yang ditanamkan akan dikelola oleh manajer investasi, sehingga tidak membutuhkan kemampuan hebat untuk menanamkan uang di reksa dana.

Pada investasi reksa dana ini ada manajer investasi yang cukup ahli mengelola dan menempatkan investasi untuk memperoleh profit maksimal. Investor cukup duduk manis menunggu profit dari investasi yang ditanamkan.

2. Deposito Berjangka

Deposito adalah instrumen investasi yang bagus untuk pemula karena sangat sederhana dan memberikan bunga lumayan besar. Memulainya bisa dengan modal kecil serta menawarkan risiko yang cukup rendah. Deposito adalah jenis tabungan di bank yang digaransi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) maksimal hingga Rp2 Miliar.

Ketentuan deposito berjangka seperti juga menabung, nasabah menyimpan dana dalam jumlah tertentu yang hanya dapat diambil dalam waktu yang telah ditentukan misalnya 1 bulan, 3 bulan, dan seterusnya. Suku bunga yang ditawarkan tergantung dari bank bersangkutan, misalnya 4% per tahun atau lebih tinggi dari itu.

3. Saham

Investor dapat menabung saham sebagai pilihan investasi yang cocok untuk pemula serta memberikan keuntungan besar. Menggunakan modal yang kecil, investor berpeluang menghasilkan profit tinggi.

Hanya saja instrumen investasi yang satu ini cukup berisiko utamanya untuk pemula. Oleh karena itu bermain saham untuk investasi tak direkomendasikan bagi awam. Sebab mengadopsi mekanisme agak rumit untuk menjalankannya. Tak serta-merta dilarang untuk mencobanya, khususnya untuk yang bermental kuat dan sanggup menerima kekalahan.

Karenanya, investor saham pemula sebaiknya memulai dari saham dengan status blue chip. Alasannya, perusahaan blue chip lebih terjamin sehingga kemungkinan rugi bisa menjadi lebih kecil. Emiten dengan market cap besar sangat cocok dipegang dalam jangka waktu panjang.

4. Peer-to-Peer (P2P) Lending

P2P Lending adalah pola pendanaan dengan mempertemukan investor dengan debitur yang memerlukan dana. Aktivitas ini didukung perusahaan yang telah memperoleh ijin dari Otoritas Jasa Keuangan yang berarti keamanan dana pun terjamin.

P2P Lending mempertemukan kedua pihak guna mencapai kesepakatan hutang piutang. Kebanyakan return dari instrumen investasi sebesar lebih dari 10% per tahun. Ini lebih besar dibanding bunga simpanan maupun deposito yang tentunya cukup menggiurkan bagi para investor pemula.

Untuk mengikutinya pun tidak sulit sebab saat ini sudah banyak platform P2P lending yang legal di bawah pengawasan OJK.

5. Unit Link

Asuransi jiwa unit link adalah kontrak asuransi dengan menyediakan benefit berupa proteksi namun mengharuskan premi kecil. Pilihan investasi ini sangat cocok pemula karena tidak membutuhkan pemeliharaan karena penanaman modal sudah diatur oleh pihak asuransi.

Unit link bisa menyediakan manfaat perlindungan asuransi kematian maupun investasi. Hanya saja, investasi macam ini juga memiliki plus minusnya. Nasabah perlu mempelajari lebih lanjut mengenai asuransi jiwa unit link ini sebelum mengikutinya.

6. Emas

Emas adalah instrumen investasi yang sering dibidik pemula karena sangat popular di masyarakat luas. Di samping cara berinvestasinya yang tak ribet, investasi emas pun benar-benar aman, serta kecenderungan harganya meningkat terus tiap tahunnya.

Daya tarik dan kelebihan investasi emas yang lain yaitu nilainya yang secara historis tidak termakan inflasi sebagaimana tabungan. Apabila terjadi pelemahan, situasi itu biasanya hanya temporer dan akan balik meningkat lagi. Hanya saja, harga emas setiap gram lumayan mahal. Investor harus menabung lebih dulu supaya bisa mengambil investasi emas.

7. Benda Koleksi

Khususnya benda koleksi dengan posisi sebagai aset yang cukup prospektif di masa mendatang. Investor pemula tak mesti membatasi diri pada emas atau reksa dana saja.

Misalnya yaitu lego yang menawarkan tren yang cukup spektakuler. Harga lego kini terhitung cukup tinggi, meski beberapa tahun yang lalu harganya demikian murah. Sehingga, bila investor akan terjun ke investasi barang koleksi maka perlu berpikir jauh ke depan serta mampu mengenali tren benda koleksi tersebut.

Contoh yang lain yaitu koleksi uang kuno. Uang kuno adalah benda koleksi yang cukup berharga digunakan sebagai pilihan investasi. Sebab uang kuno adalah buruan dari para kolektor yang bersedia membayar tinggi untuk memilikinya. Malah ada yang mau membayarnya hingga ratusan juta rupiah demi uang kuno yang langka.

Pilihan Investasi Syariah Untuk Pemula

Kenyataannya, pilihan investasi untuk pemula dengan dana kecil tak hanya 7 instrumen investasi di atas. Jenis penanaman modal yang sesuai dengan syariat Islam pun cukup menarik untuk diikuti. Pada dasarnya investasi ini mengadopsi konsep Islam ketika mengelolanya. Dengan begitu pilihan investasi ini dipandang lebih profitable serta bebas dari riba yang sangat dijauhi kaum muslimin.

Di bawah ini adalah pilihan jenis investasi syariah untuk kaum muslim yang ingin mengembangkan dananya tanpa tercampur dengan riba:

1. Sukuk Tabungan

Pilihan investasi untuk pemula ini berbentuk surat berharga yaitu surat pengakuan utang yang dikeluarkan negara atau perusahaan menurut aturan syariah. Pemilik obligasi akan mendapatkan benefit berbentuk uang bagi hasil secara periodik. Hanya saja kebanyakan orang belum tertarik mengambil jenis investasi ini disebabkan return dinilai kecil.

Namun, untuk yang berminat, sekarang ini sudah banyak bank syariah yang menyediakan pilihan investasi ini. Sejumlah aplikasi investasi pun menawarkan sukuk tabungan dengan proses pembelian yang sangat mudah dan instan.

2. Deposito Syariah

Seperti deposito konvensional yang ditawarkan bank-bank di tanah air. Hanya saja lazimnya deposito syariah menawarkan konsep bagi hasil yang ditetapkan sesuai dengan persentase.

Misalnya, deposito syariah dengan tenor 12 bulan dari bank A menawarkan persentase bagi hasil adalah 44%:56%. Ketentuan tersebut artinya tiap laba yang didapatkan kemudian dibagi yang perbandingannya 44% untuk nasabah dan 56% untuk pihak bank.

Deposito adalah pilihan investasi yang tepat dicoba untuk belajar cara investasi bagi pemula karena sangat sederhana. Deposito mengadopsi konsep yang serupa dengan menabung. Deposito pun akan menjadi pintu masuk untuk para pemula belajar jenis investasi yang lain.

3. Reksa Dana Syariah

Pengertian dari reksa dana syariah sebetulnya serupa dengan reksa dana reguler, hanya saja untuk mekanisme pemberlakuannya adalah sistem syariah. Investor pun cukup mudah dalam membedakan antara reksa dana syariah dengan reksa dana konvensional. Bisa diperhatikan dari ada tidaknya tambahan ‘syariah/sharia’ dari nama produk tersebut.

4. Emas

Pada jenis investasi konvensional pun emas menjadi favorit banyak investor. Hanya saja, emas di investasi syariah menawarkan kalkulasi yang dipastikan tak akan terikut praktik riba.

Di samping itu, kelebihan emas menjadi pilihan instrumen investasi pun dikarenakan tingkat keamanannya serta nilainya yang tetap terlindungi. Sehingga, emas adalah bentuk investasi jangka pendek sebagai pilihan terbaik, khususnya untuk pemula.

5. Saham Syariah

Seperti pilihan investasi tradisional, investasi pada saham syariah akan mengadopsi konsep Islam yang jelas kehalalannya. Berbagai pilihan saham syariah yang berkualitas ditawarkan di bursa efek Indonesia. Akan tetapi, memilih saham untuk instrumen investasi membawa tingkat risiko yang besar. Karena itu dibutuhkan keahlian sekaligus pengalaman saat menjalankannya, kendati itu berbasis syariah sekalipun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *