Reksa Dana Syariah: Pengertian dan Perbedaan Dengan Konvensional

Reksa Dana Syariah

Saat ini, reksa dana syariah semakin diminati karena dinilai memiliki prospek yang bagus dan sesuai dengan syariat Islam. Oleh sebab itu, tidak heran jika jenis investasi syariah ini mulai dilirik oleh masyarakat khususnya kalangan milenial muslim tanah air.

Pengertian Reksa Dana Syariah

Sesuai namanya, reksa dana syariah merupakan jenis investasi yang dijalankan sesuai dengan ketentuan serta prinsip-prinsip agama Islam yang mengharamkan riba. Mulai dari pengolahan hingga bentuk investasi yang dijalankan, semua dipastikan bebas dari kegiatan non-halal.

Reksa dana syariah berbeda dengan reksa dana konvensional pada umumnya, keduanya berbeda dari segi tata pengelolaan dan aset yang berada di dalamnya.

Ciri-Ciri

Investasi syariah memiliki dewan pengawas sendiri yang bertugas untuk memastikan agar semua kegiatan investasi benar-benar sesuai kaidah syariah. Sebagai contoh, pengelolaan reksa dana syariah menggunakan prinsip yang bernama Mudharabah atau kerja sama. Prinsip Mudharabah sendiri termasuk unik karena memiliki beberapa karakteristik. Berikut beberapa ciri-cirinya:

  1. Investor selaku pemilik modal akan ikut menanggung kerugian yang dialami oleh manajer investasi. Sementara itu, manajer investasi tidak akan ikut menanggung kerugian jika kerugian yang terjadi merupakan akibat dari kelalaian yang disengaja.
  2. Pembagian keuntungan dari hasil investasi didasarkan pada perjanjian yang disepakati oleh kedua belah pihak.
  3. Pengelola modal harus atau wakilnya harus menyetujui akad yang ditetapkan.

Jenis-Jenis Reksa Dana Syariah

Sama seperti reksa dana konvensional yang memiliki berbagai jenis, reksa dana syariah juga memiliki berbagai jenis yang berbeda. Jika Anda ingin berinvestasi, setidaknya ada 4 jenis reksa dana syariah yang perlu diketahui oleh calon investor:

1. Reksa Dana Syariah Pasar Uang

Jenis reksa dana ini berinvestasi penuh di instrumen pasar uang dengan prinsip syariah baik di dalam maupun di luar negeri. Risikonya termasuk rendah karena memiliki jangka waktu yang pendek yaitu kurang dari 1 tahun.

Sayangnya, meski termasuk salah satu investasi yang paling aman tapi return yang dihasilkan termasuk kecil. Oleh karena itu, reksa dana ini lebih cocok digunakan bagi Anda yang memiliki dana tidur.

2. Reksa Dana Syariah Pasar Saham

Sesuai namanya, reksa dana ini menginvestasikan dana dalam pasar saham syariah. Setidaknya, 80% dana investor akan diinvestasikan dalam saham sementara sisanya akan diinvestasikan dalam pasar uang syariah. Oleh sebab itu, tidak heran jika return reksa dana ini termasuk yang paling tinggi yaitu sekitar 10-20% per tahun.

Grafik salah satu Reksa Dana Syariah Pasar Saham, Mandiri Investas Atraktif-Syariah, dari Mei 2020 hingga April 2021 yang naik dan turun. Namun, selama setahun terakhir memperoleh keuntungan yang lumayan besar.
Grafik salah satu Reksa Dana Syariah Pasar Saham, Mandiri Investas Atraktif-Syariah, dari Mei 2020 hingga April 2021. Gambar via Kontan.

3. Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap

Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap akan menginvestasikan dana investor dalam bentuk Sukuk atau yang dalam reksa dana konvensional lebih dikenal sebagai obligasi. Return yang dihasilkan termasuk stabil sehingga sangat cocok untuk investasi jangka pendek atau menengah (1-3 tahun) karena minim risiko.

4. Reksa Dana Syariah Campuran

Sesuai namanya, jenis ini merupakan gabungan antara reksa dana syariah pasar saham dengan reksa dana syariah pendapatan tetap. Karena sifatnya yang campuran, return yang dihasilkan juga lumayan tinggi. Sementara itu, risikonya lebih rendah dibandingkan dengan RD saham. Oleh sebab itu, jenis ini sangat cocok bagi Anda yang ingin berinvestasi dalam jangka menengah.

Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Konvensional

Bicara soal keuntungan, perbedaan reksa dana konvensional maupun syariah sebenarnya tidak signifikan. Hanya saja, bagi Anda yang sangat peduli dengan prinsip-prinsip syariah dan menghindari riba maka jelas reksa dana syariah lebih unggul.

Hal ini disebabkan karena reksa dana tersebut memiliki proses cleansing atau pembersihan diri dari harta yang diperoleh dengan cara yang tidak sesuai ajaran Islam. Selain itu, ada proses akad atau perjanjian yang membuat pembagian keuntungan menjadi lebih jelas. Dengan begitu, semua keuntungan yang berasal dari investasi tersebut dijamin 100% halal.

Syariat Islam yang tidak diterapkan dengan ketat di RD konvesional merupakan perbedaan utama dengan RD syariah. Keduanya dapat dibeli di broker-broker umum seperti Mandiri, BNI, dan Manulife.

Risiko Yang Perlu Diketahui

Meskipun banyak yang berpendapat jika investasi reksa dana cenderung lebih aman tapi jenis investasi ini tetap saja memiliki risiko. Sama seperti investasi pada umumnya, baik reksa dana konvensional maupun syariah sama-sama memiliki risiko.

Semakin tinggi risiko yang Anda tanggung maka semakin tinggi pula potensi keuntungannya. Untuk memperkecil risiko, sebaiknya Anda membaca prospektus secara saksama untuk memahami seluk-beluk aset yang akan dibeli. Berikut adalah beberapa contoh risikonya:

1. Penurunan nilai

Nilai reksa dana sendiri diukur berdasarkan nilai unit penyertaannya atau NAB. Nilai tersebut bisa dikatakan lumayan fluktuatif tergantung kondisi pasar. Artinya, harganya bisa naik atau turun dalam waktu yang cukup singkat akibat risiko pasar. Penyebabnya bermacam-macam, namun kebanyakan disebabkan oleh perubahan harga aset yang dimilikinya.

2. Risiko gejolak politik dan ekonomi

Sudah menjadi rahasia umum jika kondisi politik dan ekonomi suatu negara sangat memengaruhi keadaan pasar modal. Sebab, aturan pasar modal ditentukan oleh negara sehingga jika negara membuat aturan baru yang memengaruhi ekonomi maka hal ini bisa sangat berdampak pada harga portofolio reksa dana yang Anda miliki.

3. Likuiditas

Likuiditas dapat diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan untuk membayar kewajibannya ketika jatuh tempo. Hal ini termasuk juga pencairan reksa dana. Risiko likuiditas terjadi ketika mitra usaha manajer investasi belum membayar dana pencairan (redemption) kepada Anda selaku investor.

Sebagai informasi, menurut aturan yang berlaku pihak manajer investasi harus membayar dana pencarian maksimal dalam kurung waktu 7 hari kerja. Namun, biasanya hanya butuh waktu sekitar 3-4 hari kerja bagi manajer investasi untuk mencairkan dana tersebut.

4. Wanprestasi

Risiko ini sering disebut dengan gagal bayar atau risiko kredit. Risiko wanprestasi terjadi ketika pihak yang terlibat dalam transaksi reksa dana baik syariah maupun konvensional tidak dapat memenuhi kewajibannya sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui. Akibatnya, investasi yang dilakukan berpotensi kehilangan nilainya sehingga membuat Anda selaku investor mengalami kerugian.

5. Fluktuasi nilai mata uang

Hal ini bisa terjadi jika reksa dana yang Anda miliki diinvestasikan ke dalam pasar global. Karena itu, nilai reksa dana tersebut sangat fluktuatif mengikuti pergerakan mata uang dunia terutama dolar Amerika Serikat. Meskipun keuntungannya lumayan besar tapi risiko yang bisa Anda peroleh juga besar sehingga sebaiknya pikirkan dulu sebelum berinvestasi.

Siapa Saja Yang Boleh Memiliki Reksa Dana Syariah?

Meskipun investasi syariah semuanya dikelola berdasarkan prinsip-prinsip agama Islam tapi investasi ini tidak hanya bisa dilakukan oleh umat muslim saja. Orang yang bukan beragama Islam pun boleh membeli reksa dana syariah. Asal memenuhi persyaratan maka Anda bisa mulai menginvestasikan modal ke berbagai jenis reksa dana yang tersedia.

Namun, mengingat reksa dana syariah ini memiliki manfaat yang hampir sama dengan reksa dana konvensional maka jenis ini lebih disarankan bagi Anda yang masih awam atau pemula dalam bidang investasi. Sebab, selain tidak membutuhkan modal yang besar, reksa dana syariah juga lebih mudah dipelajari.

Oleh sebab itu, Anda yang masih berusia muda, mahasiswa, pekerja baru, wiraswasta atau bahkan ibu rumah tangga tampaknya akan cocok dengan reksa dana syariah. Prosesnya lumayan mudah dan praktis. Cukup memilih manajer investasi yang terpercaya, berpengalaman serta terdaftar secara resmi di OJK agar dana Anda diinvestasikan dengan benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *