10 Risiko Terbesar Investasi di Bitcoin

Risiko membeli Bitcoin

Perlahan tapi pasti, jumlah peminat Bitcoin masih terus meningkat tiap hari. Mata uang crypto ini tercatat memiliki kapitalisasi pasar paling besar dibanding koin lainnya sehingga tak mengherankan jika menjadikannya sebagai investasi yang menjanjikan. Tak hanya dari potensi profit tinggi dan minimum modal, cryptocurrency ini juga sudah menjadi salah satu aset legal di Tanah Air.

Risiko Investasi Bitcoin

Beberapa keuntungan di atas memang membuat Bitcoin semakin ideal untuk dipilih oleh milenial. Namun tentu saja, pilihan aset investasi ini juga memiliki risiko yang wajib dikelola oleh milenial yang cenderung lebih berani dalam mengambil risiko.

Berikut 10 risiko investasi Bitcoin yang harus diwaspadai:

1. Pergerakan pasar dan sangat fluktuatif

Berbeda dengan pilihan aset lainnya, perubahan harga Bitcoin terbilang sangat aktif. Nilai Bitcoin memiliki pergerakan signifikan yang kemudian menjadikannya sangat menguntungkan, atau sebaliknya. Hanya dalam hitungan hari, Anda sebagai investor bisa saja kehilangan nilai aset cukup banyak dan bisa saja membuat mental drop.   

Pasar Bitcoin miliki kecenderungan gerak yang sangat volatil. Dengan kata lain, pasar memiliki tren yang cenderung sulit untuk diprediksi. Bisa pula dikatakan bahwa tak ada yang tahu apakah Anda bisa mendapat laba atas modal yang digunakan untuk investasi.

Namun bukan berarti bahwa risiko ini tidak bisa dikelola pula. Misalnya dengan selalu memperhatikan pasar atau dengan memilih untuk berinvestasi kecil-kecilan untuk mengejar profit jangka panjang.

2. Rentan terhadap kejahatan cyber

Salah satu keunggulan mata uang digital adalah tidak adanya terbatasan dari bentuk fisik. Sayangnya, keunggulan aset yang menggunakan teknologi sebagai basisnya ini justru meninggalkan celah tersendiri. Ya, bagaimanapun hal itu tidak bisa mencegah Bitcoin sebagai penyebab serangan cyber terhadap Anda sebagai pemilik. 

Salah satu ancaman kejahatan yang bisa mengintai para investor adalah tindak peretasan. Memang sistem blockchain menjamin tingkat keamanan sangat tinggi pada Bitcoin, namun jika sudah terlanjur dicuri maka tak ada cara untuk mengembalikan uang kripto yang telah hilang. Artinya, saat Anda kehilangan Bitcoin dari akun atau dompet digital maka Anda harus merelakannya.

Tindak peretasan sendiri bisa terjadi di manapun, mulai saat menambang atau bahkan saat di bursa. Ada pula risiko peretasan saat investor melakukan pertukaran. Lebih jauh lagi, uang digital Anda pun juga bisa hilang meski sudah menerapkan perlindungan pintar pada wallet penyimpanan Bitcoin.

Kalaupun tidak ada peretas yang mengusili Bitcoin Anda, bisa pula Anda yang lalai. Ya, tak menutup kemungkinan justru Anda lupa kombinasi sandi atau melakukan kesalahan input kecil hingga tak bisa lagi mengakses kepemilikan Bitcoin. Kalau sudah begini, Anda bisa mengalami kesulitan untuk mengamankan investasi.  

3. Masih banyak penipuan berkedok investasi bitcoin

Selain halnya hacking dan masalah manusiawi di atas, masih ada ancaman lain yang bisa membahayakan investasi Bitcoin Anda. Petukaran atau perdagangan Bitcoin terjadi di antara penjual dan pembeli secara online. Dan dengan daya pikat Bitcoin, bisa saja transaksi yang sedang dijalani ternyata adalah palsu.

Ini karena posisi perdagangan cryptocurrency tidak sebagai aset, melainkan seperti derivatif market. Di satu sisi, hal ini memang bisa menjadi kelebihan. Namun di lain sisi, justru situasi inilah yang kemudian memicu peluang penipuan, penggelapan hingga transaksi palsu. Meskipun saat ini sistem sudah semamin diperkuat, tetap saja aspek keamanan perlu mendapat perhatian serius.

4. Kurangnya regulasi

Seperti yang diketahui bahwa bursa bitcoin saat ini berjalan tanpa ada peraturan tegas. Otoritas berwenang juga terkesan masih belum memperlihatkan sikap tegas terkait mata uang kripto. Sementara itu, kepemilikan dan transaksinya juga tak dikenakan pajak sehingga membuat Bitcoin jadi semakin menarik untuk dijadikan sebagai investasi.  

Masalah lainnya juga datang dari kurangnya regulasi adalah masa depan Bitcoin sebagai mata uang. Hingga saat ini, Bitcoin masih belum diterima secara luas sebagai mata uang dan belum jelas pula apakah kelak ia dapat digunakan sebagai mata uang oleh pemerintah ataukah tidak.

Untuk saat ini, pemerintah masih mengatur aset kripto dari sisi perdagangan komoditas, belum menyentuh pasar keuangan maupun layanan perbankan. Karenanya, hanya gunakan platform crypto yang sudah terdaftar resmi dan diawasi pemerintah.

5. Tidak ada jaminan fisik

Kelebihan lain yang juga menjadi kekurangan pada Bitcoin adalah sifatnya yang sangat bergantung pada teknologi. Ya, mata uang kripto yang sepenuhnya berbasis teknologi, membuatnya tidak memiliki bentuk fisik sebagai jaminan nilai tukar. Dan hal ini pulalah yang membuatnya memiliki kerentanan terhadap serangan cyber, seperti peretasan, dan penipuan.  

Sementara aset pilihan investasi konvensional atau mata uang atau, memiliki jaminan yang dapat mengamankan nilainya. Misalnya emas, real estat, obligasi ataupun reksa dana, memiliki wujud fisik yang dapat ditukar.

6. Penambang yang curang

Tentu Anda sudah memahami bahwa Bitcoin baru dibuat dengan cara mengerjakan persamaan matematika kompleks yang kemudian disebut sebagai blok. Nah, blok ini seharusnya selalu dilaporkan ke jaringan setiap kali terjadi pertukaran Bitcoin online.

Sayangnya, tak semua penambang Bitcoin melaporkan blok baru ke jaringan. Mereka justru memilih untuk menyembunyikan blok baru tersebut. Tentu saja hal ini bisa merugikan sebagian penambang yang melakukan kegiatannya dengan jujur.   

7. Keterbatasan dalam hal penggunaan

Siapa yang tahu, bisa saja Bitcoin menjadi cara pertukaran moneter di masa depan. Akan tetapi untuk saat ini, hanya segelintir perusahaan saja yang mau menerima penggunaan Bitcoin sebagai bentuk mata uang.

Meski begitu, jumlah bisnis dan layanan yang menyediakan opsi pembayaran menggunakan Bitcoin semakin bertambah. Sekarang juga sudah banyak game yang memberi hadiah Bitcoin jika Anda ingin mendapatkan kripto gratis. Dengannya, Anda bisa memperoleh BTC gratis untuk berbagai keperluan transaksi.

8. Keuntungan yang Diragukan

Nyatanya sebagian orang justru menilai bahwa Bitcoin justru disebut menjadi bentuk lain dari skema Ponzi, dimana hanya orang-orang yang lebih dulu memilikinya-lah yang akan diuntungkan.

Saat semakin banyak orang yang memiliki Bitcoin, maka terjadilah yang disebut sebagai ekonomi gelembung. Hal ini terjadi karena harga aset yang sudah jauh menyimpang dari nilai intrinsiknya. Memang Bitcoin tidak seperti NFT yang masih sangat spekulatif sebagai aset, namun risikonya sebagai bubble tidak kecil.

Dan pada saat bubble tersebut pecah, maka Bitcoin akan kehilangan nilainya. Ini adalah kondisi di saat ada banyak orang yang memiliki mata uang kripto, ingin menjualnya namun tidak bisa melakukannya. Dan sayangnya, tidak ada pihak yang akan mengganti investasi Anda tersebut.

9. Proyeksi yang masih buram

Jika dilihat sebagai mata uang digital, maka Bitcoin memang memiliki efektivitasnya sendiri. Hal ini seringkali memburamkan cara dan tujuan orang melakukan investasi Bitcoin, biasanya dengan jumlah yang setara dengan investasi saham. Parahnya lagi, tak sedikit orang yang berpikir bahwa Bitcoin adalah peluang investasi bagus untuk dana pensiun.

Namun kembali lagi, dengan kondisi pasar yang fluktuatif, belum adanya regulasi tegas dan tidak adanya fisik, Anda sebagai investor bisa saja kehilangan modal yang sudah dikeluarkan. Hal ini kemudian sangat menuntut kejelian Anda dalam melakukan investasi Bitcoin ini, salah satunya adalah dengan melakukan diversifikasi aset.

Memang prospek harga Bitcoin untuk jangka panjang baik, namun fluktuasi harga jangka pendek tidak bisa dianggap remeh.

10. Teknologi yang masih muda

Meskipun dunia bergerak dengan cepat, mata uang kripto yang muncul sekitar 10 tahun lalu tersebut masih tergolong sebagai teknologi baru. Perkembangannya hingga sejauh ini juga masih belum menunjukkan sesuatu yang solid beberapa tahun belakangan ini. Bisa saja, Bitcoin yang dipuja saat ini menjadi tak berguna tahun depan.

Kesimpulan

Itulah beberapa plus minus investasi Bitcoin yang mungkin perlu Anda ketahui untuk saat ini. Dengan mengetahui potensi kerugian di atas, Anda pun bisa mempertimbangkan lebih lanjut tentang langkah investasi Anda. Bitcoin bisa saja menjanjikan jika Anda memiliki pengelolaan risiko yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.