Seberapa Banyak Uang Yang Dibutuhkan Untuk Pensiun?

  • Pensiun
Duit Untuk Pensiun

Mencari tahu berapa uang yang harus kamu persiapkan untuk masa pensiun nanti sama menyeramkannya seperti memecahkan soal Matematika di SMA. “Bila X sama dengan pengeluaranmu selama pensiun, Y sama dengan imbal hasil dan Z sama dengan estimasi usia hidupmu, berapa banyak uang yang harus kamu simpan, bila X, Y dan Z tidak diketahui nilainya?”

Penghitungan keuangan pasca pensiun yang rumit bisa dipecahkan, kok, meski hasilnya tidak akan benar-benar presisi. Kamu harus rajin mengecek rancangan keuangan pensiunmu setidaknya satu sampai dua kali dalam setahun untuk memastikan langkahmu sesuai target, dan harus selalu siap untuk melakukan penyesuaian terhadap rancanganmu bila tiba-tiba keluar dari jalur. Merencanakan masa pensiun tidak bisa dianggap remeh. Perhatikan keempat faktor berikut supaya kamu bisa memperkirakan dengan tepat berapa uang yang kamu butuhkan untuk pensiun nanti.

Faktor No. 1: Berapa Banyak Uang Yang Akan Kamu Keluarkan Nanti?

Sebagian orang beranggapan bahwa kita akan membutuhkan kira-kira 80 persen dari pemasukan yang ada saat ini untuk pengeluaran pasca pensiun nanti. Anggapan ini disebut dengan aturan 80 persen. Aturan ini berlaku sebab, saat sudah pensiun nanti, kamu tidak perlu membayar pajak penghasilan, biaya transport dari rumah ke kantor, membeli seragam kerja, dan kebutuhan lain yang tidak akan kamu butuhkan setelah pensiun nanti.

Kamu harus menghitung banyaknya pemasukan yang kira-kira akan kamu terima nanti. Bila pengeluaran sebelum pensiun adalah sebanyak Rp50.000.000 per tahun, misalnya, maka kamu akan membutuhkan sekitar Rp40.000.000 jika kamu mengikuti aturan 80 persen. Jika kamu dan pasanganmu mendapatkan uang tunjangan sebanyak Rp2.500.000 per bulan, atau Rp30.000.000 per tahunnya, maka kamu harus memiliki simpanan sekurang-kurangnya Rp10.000.000 untuk mencukupi kebutuhanmu.

Kalkulasi di atas masih belum termasuk pengeluaran lain di luar kebutuhan sehari-hari. Umumnya, pengeluaran terbesar setelah pensiun adalah travelling. Hal ini bukan masalah besar asal masih cukup dengan kantongmu dan tidak menyebabkan anggaranmu membengkak. Jenis pengeluaran lain yang harus kamu perhatikan juga adalah biaya medis. Terakhir adalah simpanan yang ingin kamu wariskan kepada anak-anak nanti atau, yang ingin kamu serahkan kepada lembaga amal.

Faktor No. 2: Berapa Banyak Uang Yang Ingin Kamu Simpan?

Tidak ada yang tahu seberapa berharganya saham, obligasi, atau surat berharga 20 tahun dari sekarang. Kita bisa mengestimasikan nilainya dengan melihat riwayat imbal balik jangka panjang. Menurut Morningstar, nilai saham telah meningkat sebanyak kira-kira 10,29 persen per tahunnya semenjak 1926—mencakup era Depresi Besar serta Resesi Hebat. Nilai obligasi naik kira-kira 5,33 persen per tahunnya. Treasury Bills, yang merupakan jenis surat obligasi pemerintah, telah memberikan imbal hasil sebanyak 3 persen per tahunnya.

Kebanyakan orang enggan menanamkan 100 persen simpanan pensiunnya untuk satu kali investasi. Meski mereka memiliki bagian portofolio saham untuk pertumbuhan di kapital, mereka memiliki bagian obligasi untuk mengurangi resiko anjloknya harga saham. Pilihan investasi untuk pensiun berupa gabungan saham 60% dan obligasi 40% telah memberikan imbal hasil 8,84 persen per tahun sejak tahun 1926; gabungan obligasi 60% dan saham 40% telah memberikan imbal hasil 7,82 persen.

Perencana keuangan selalu menginstruksikan untuk berhati-hati dalam mempertimbangkan estimasi imbal hasil portofolio. Seorang ahli menargetkan imbal hasil sebanyak 2,5 persen setelah inflasi, atau sama dengan 3,5 persen terhitung saat ini. “Ini adalah jumlah imbal hasil yang sangat rendah,” ujarnya, meski masih jauh lebih baik untuk mematok target yang rendah daripada mematok terlalu tinggi kemudian mendapatkan hasil yang meleset.

Faktor No. 3: Berapa Lama Lagi Kamu Akan Hidup?

Karena tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan di atas, akan lebih baik untuk menaruh estimasi dengan melihat angka harapan hidup. Umumnya, seseorang yang berusia 65 tahun diperkirakan masih akan hidup hingga 18 tahun kemudian, menurut Social Security. Rata-rata wanita berusia 65 tahun dapat hidup hingga 20,5 tahun kemudian, yaitu sampai usia 85,5 tahun.

Kebanyakan orang memilih untuk mengikuti estimasi angka harapan hidup terendah. Hal ini merupakan pertimbangan yang salah: bila kamu melakukan perencanaan hanya sampai usia 80 tahun, ulang tahunmu pada usia 81 tahun tidak akan menjadi semeriah yang kamu harapkan. Selama kesehatanmu stabil, akan lebih baik untuk melakukan perencanaan keuangan 25 tahun pasca pensiun, atau sampai usia 90 tahun.

Faktor No. 4: Berapa Banyak Uang Yang Dapat Kamu Tarik Dari Simpananmu Setiap Tahun?

Sebuah studi menunjukan bahwa seorang investor dengan portofolio saham 50% dan obligasi 50% dapat menarik 4 persen portofolionya di tahun pertama dan menyesuaikan jumlah penarikan berdasarkan tingkat inflasi di tahun berikutnya dengan resiko kekurangan uang yang minim sebelum meninggal.

Contohnya, bila kamu memiliki simpanan Rp250.000.000, kamu dapat menarik Ro10.000.000 di tahun pertama dan menyesuaikan jumlahnya ke atas sesuai dengan inflasi tiap tahunnya selama 30 tahun ke depan. Suku bunga penarikan di awal yang lebih tinggi dari 7 persen per tahunnya dapat memperbesar resiko kehabisan uang dalam jangka waktu 30 tahun.

Analisis terbaru mengenai aturan 4 persen telah menyarankan bahwa kamu dapat meningkatkan hasil dengan melakukan penyesuaian sederhana—dengan tidak menarik uang dari simpanan sahammu pada tahun terjadinya bear market, atau bila terjadi kenaikan inflasi pada beberapa tahun di waktu yang sama. Coba lah untuk menjadi sekonservatif mungkin dalam menarik simpananmu.

Aturan 4 persen terasa konservatif untuk banyak orang: Seseorang yang pensiun dengan simpanan 1 Miliar Rupiah harus menghasilkan Rp40.000.000 pemasukan per tahunnya. Sebagian orang menganggap akan lebih baik bila mereka menambah masa bekerja mereka meski hanya sebentar supaya dapat menambah simpanan mereka. Selain meraup penghasilan, mereka juga dapat menunda keuntungan Keterjaminan Sosial, yang akan terus bertambah tiap tahunnya hingga 8 persen bila menunggu dari masa pensiun yang sebenarnya sampai usia 70 tahun. Pensiun merupakan ketentuan yang serius dan harus diputuskan matang-matang. Sebab, sekalinya pensiun, kamu tidak bisa memutar waktu untuk kembali. Nikmati masa bekerjamu—sebab, setiap waktu bekerjamu sangat bernilai untuk memberikan peluang hidup nyaman yang dapat kamu nikmati pasca pensiun nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *