7 Strategi Trading Bitcoin Untuk Pemula

Cara Trading BTC

Di antara sekian banyak pengetahuan yang menunggu digali, strategi trading menjadi salah satu hal wajib untuk diketahui oleh para trader Bitcoin pemula. Jelas, tujuannya adalah agar mereka bisa menjadi seorang trader sukses yang terlatih menghadapi berbagai situasi dengan menerapkan Teknik trading yang tepat. Lantas apa saja strategi yang dimaksud?

Mengenal Strategi Trading Crypto dan Manfaatnya

Adalah suatu hal yang wajar bagi seorang pemula untuk belajar, tak terkecuali di dunia trading Bitcoin. Mengenal berbagai macam strategi yang ada akan memudahkan seorang trader dalam menentukan langkah paling efektif sehingga perdagangan bisa menguntungkan.

Sederhananya, strategi trading crypto adalah sebuah rencana yang akan Anda ikuti selama melakukan perdagangan aset crypto. Hal ini bisa meliputi pemilihan aset untuk investasi, frekuensi perdagangan hingga jumlah investasi yang akan Anda berikan. Meskipun ada sejumlah pilihan teknik trading, tak menutup kemungkinan seorang trader menyusun sendiri strategi yang paling ideal baginya.

Lantas apa bedanya dengan trading tanpa strategi? Jelas, melakukan perdagangan dengan rencana spesifik memiliki beberapa kelebihan di antaranya

Perdagangan menjadi lebih terarah karena memandu Anda selama melakukan perdagangan, mengetahui kapan saat yang tepat untuk melakukan trading, menentukan bagaimana cara Anda melakukan perdagangan dan memilih melakukan perdagangan tertentu.

Membantu trader dalam pengendalian emosi dan perasaan yang sering terjadi pada perdagangan cryptocurrency dengan cara tetap berpegang pada rencana yang dipilih

Memudahkan trader dalam manajemen risiko karena dalam penyusunan strategi, trader harus melakukan riset mendalam, termasuk di dalamnya adalah faktor risiko meliputi mengidentifikasi risiko

7 Strategi Trading Bitcoin Untuk Pemula

Trading crypto bisa jadi hal yang unik karena akan selalu menyesuaikan dengan karakteristik trader yang juga berbeda satu sama lainnya. Berikut teknik dan strategi trading Bitcoin yang mudah diterapkan pemula:

1. Beli Dips and Hold

Cara trading pertama ini bisa dikatakan sederhana dan bisa jadi pilihan ideal bagi pemula yang ingin mengasah skill dan menambah pengalaman. Anda tidak harus mahir membaca chart dalam menerapkan strategi beli Dips and Hold ini. Anda hanya perlu membeli aset crypto tertentu pada saat harganya rendah, kemudian menyimpannya untuk dijual saat harganya lebih tinggi sesuai harapan.

Mungkin kebanyakan orang akan memilih menjauh dari pasar saat harga aset sedang anjlok. Namun nyatanya, bagi sebagian orang lainnya, ini justru momen yang tepat untuk masuk. Melakukannya, tentu trader harus memiliki dasar keyakinan bahwa aset tersebut akan kembali naik harganya di masa depan.

2. Position Trading (HODL)

Pada dasarnya strategi HODL di crypto adalah menahan posisi untuk tetap mempertahankan kepemilikan aset dalam jangka waktu yang lebih lama. Orang yang menerapkan HODL biasanya akan tetap memegang aset crypto tertentu dalam waktu hingga berminggu-minggu atau bahkan bertahun-tahun.

Tujuan dari menahan aset ini adalah agar tetap bisa mendapatkan keuntungan namun tak teralu intens melakukan jual beli. Meskipun lebih terkesan menjadi investor, nyatanya karena orang tersebut memiliki niatan untuk menjualnya kembali, maka ia tetap bisa dikatakan sebagai trader.

Trader jenis ini lebih mengejar keuntungan jangka panjang. Agar uang digitalnya tidak menganggur saat disimpan, biasanya seorang HODLer menitipkannya melalui staking. Strategi trading crypto HODL juga didukung dengan penilaian tertentu, misalnya teknologi crypto, rate of adoption maupun kompetitor yang ada.

3. Day Trading

Day trading bisa dikatakan pula sebagai strategi trading yang hanya terjadi dalam jangka waktu sehari saja. Dengan kata lain seorang trader yang menerapkan strategi ini akan membuka dan menutup trading pada hari yang sama. Tujuan dari cara ini adalah mengincar keuntungan cepat dari terjadinya intraday price movements.

Dengan kecepatannya tersebut, strategi ini cukup efektif dalam menghindari biaya maupun risiko yang bisa saja muncul karena terlalu lama menahan posisi. Untuk menerapkan teknik trading crypto berupa day trading, trader harus mengalokasikan perhatian ekstra dan fokus penuh demi mendapatkan keuntungan sesuai harapan. Dengan kata lain, Anda perlu hari khusus, skill dan pengalaman memadai agar strategi ini menguntungkan.

4. Scalping

Identik dengan strategi day trading, scalping bisa dikatakan versi yang lebih intens karena perdagangan dilakukan dalam frekuensi tinggi. Tujuan dari penerapan scalping ini adalah mengumpulkan profit kecil dari aktivitas trading yang tinggi. Untuk membuka posisi, trader yang menerapkan scalping akan menyesuaikan dengan trend.

Dalam menerapkan strategi scalping, trader akan membuka dan menutup posisi perdagangannya berkali-kali sesuai dengan perkembangan yang terlihat. Beberapa perdagangan individual ditahan selama beberapa saat saja sampai mendapatkan nilai yang sesuai harapan. 

Bisa dikatakan scalping adalah strategi jangka pendek sekaligus efektif jika Anda memperdagangkan aset yang memiliki volatilitas tinggi. Inilah yang kemudian membuat scalping sebagai salah satu cara ideal dalam menangani crypto karena rentang fluktuasi harganya yang luar biasa. Seorang scalper juga bisa menerapkan teknik arbitrase crypto untuk meraih keuntungan dari selisih harga pada 2 exchange yang berbeda.

Trader dapat menekan kerugian dengan cara segera menutup perdagangan saat menyadari pasar berubah.

5. Trend Trading

Sesuai namanya, trend trading memanfaatkan trend untuk membuka posisi perdagangan. Bisa pula dikatakan bahwa strategi ini mirip dengan scalping. Bedanya, trader justru tidak segera menutup perdagangan, melainkan mempertahankan posisi open selama mungkin jika menggunakan strategi ini.

Dalam menerapkan strategi trading berdasarkan trend, seorang trader harus memiliki pemahaman yang cukup tentang berbagai macam indikator teknis, termasuk efek dari kabar berita terbaru maupun kejadian ekonomi. Hal ini bertujuan agar ia dapat mengenali atau mengidentifikasi suatu trend. Dan karena trend dapat berkembang atau berubah dengan cepat, maka strategi ini bisa berlaku untuk jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

6. Swing Trading

Juga memanfaatkan trend yang terjadi, strategi swing trading justru lebih berpusat pada osilasi harga demi mendapatkan keuntungan maksimal di dalam volatilitas pasar. Trader bergerak di kedua arah sesuai dengan trend yang terjadi. Terlihat mirip ayunan, trader harus mampu mengidentifikasi dan menganalisa pergerakan harga yang akan terjadi.

Dalam melakoni teknik swing trading, seorang trader harus memahami berbagai macam indikator teknis dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harga di pasar. Hal ini karena analisa pergerakan harga yang berupa ayunan-ayunan itu seringkali sulit untuk diprediksi. Namun meskipun sulit, bukan berarti hal itu tidak mungkin bukan?

Swing trader crypto biasanya bermain di coin yang jelek karena volatilitasnya lebih tinggi.

7. Automated Trading

Strategi trading lainnya yang juga banyak menarik minat pemula belakangan ini adalah menerapkan automated trading. Strategi ini mengandalkan kinerja program otomatis dalam melakukan eksekusi jual maupun beli. Trader yang menjadi pengguna software tersebut, hanya perlu menentukan nilai-nilai yang menjadi dasar eksekusi yang dilakukan robit tersebut.

Jadi, meskipun robot tidak melakukan ekseskusi trading secara asal, tetap saja trader harus berhati-hati dalam menentukan nilai yang dijadikan sinyal. Dengan begitu, efektivitas dan efisiensi trading bisa tercapai secara optimal. Namun perlu diketahui pula bahwa, perkembangan robot trading ini kadang tak secepat perkembangan dunia crypto sehingga perlu kewaspadaan trader.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.