Apa Yang Dimaksud Dengan Sinking Fund Pada Obligasi?

Sinking Fund Obligasi

Sinking fund (dana cadangan) adalah cara untuk membayar kembali dana yang dipinjam melalui obligasi yang sudah ditetapkan melalui pembayaran periodik kepada pihak yang dipercaya. Pihak tersebut telah sepakat dengan perjanjian yang ada, dengan membeli obligasi di open market. Provisi sinking fund merupakan sejumlah uang yang disisihkan oleh perusahaan untuk membantu perusahaan ini dalam membayar hutang mereka.

Manfaat sinking fund juga menjaga keuangan perusahaan agar lebih stabil secara finansial, terutama saat mereka menjual obligasi kepada investor.

Poin Penting

  • Sinking fund dimiliki oleh perusahaan untuk keperluan obligasi, dan merupakan dana khusus yang disisihkan untuk membayar hutang atau obligasi.
  • Obligasi yang dikeluarkan bersamaan dengan sinking fund memiliki resiko lebih rendah, karena adanya jaminan dana untuk pembayaran tersebut. Karena itulah, obligasi yang dikeluarkan bersama dengan dana cadangan membuat perusahaan merasa aman secara finansial.
  • Pembayaran hutang lebih awal dengan menggunakan sinking fund dapat menyelamatkan pengeluaran perusahaan dari bunga yang tidak perlu dibayar. Selain itu, perusahaan juga memiliki dasar keuangan yang lebih kuat.
  • Sinking fund juga dapat dipergunakan untuk membiayai obligasi dimana penerbit dapat menebus sebelum tanggal jatuh tempo yang sudah ditetapkan sebelumnya. Callable bond ini dapat ditarik sehingga perusahaan penerbit dapat melunasi hutang lebih awal.

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran Kembali Obligasi (Bond Repurchase)?

Pada dasarnya,  perjanjian obligasi perusahaan atau yang sering disebut indentures, mewajibkan sebuah perusahaan untuk menentukan pembayaran bunga secara periodik kepada perusahaan pemegang obligasi. Pembayaran ini dilakukan selama jangka waktu yang ditetapkan pada obligasi tersebut. Kemudian, perusahaan tersebut harus membayar kembali jumlah pinjaman obligasi tersebut, saat masa obligasi berakhir, atau sebelum jatuh tempo.

Contoh konkret untuk mempermudah adalah sebagai berikut.  Sebuah perusahaan bernama Perusahaan Jaya Abadi (JYA) yang memiliki sinking fund. Perusahaan ini menjual obligasi dengan nilai Rp10 juta dengan jangka waktu sepuluh tahun.  Obligasi tersebut harus membayar bunga yang disebut pembayaran kupon kepada pemberi pinjaman setiap tahunnya.  Pada akhir tahun dari jangka waktu obligasi yang sudah ditentukan, JYA harus membayar coupon payment atau pembayaran kupon sebelum jatuh tempo.  Selain pembayaran tersebut, JYA juga harus membayar total Rp10 juta sesuai jumlah yang sudah ditetapkan di awal perjanjian obligasi.

Metode pembayaran seperti ini dapat menimbulkan masalah bagi JYA. Meskipun perusahaan ini dapat dengan mudah membayar jumlah yang relatif kecil, yakni Rp500.000 untuk pembayaran kupon setiap tahunnya, pembayaran kembali Rp10 juta dapat menyebabkan masalah pada arus kas perusahaan ini. Terlebih apabila JYA sedang dalam kondisi keuangan yang memprihatinkan saat obligasi sudah jatuh tempo.  

Memang, bisa jadi saat melakukan perjanjian obligasi, JYA sedang dalam kondisi keuangan yang bagus. Namun, tidak dapat diprediksi bagaimana nantinya arus kas dari perusahaan ini, dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan.

Mengapa Sebuah Perusahaan Harus Memiliki Sinking Fund?

Perusahaan harus memiliki sinking fund untuk beberapa hal krusial demi menopang keuangan perusahaan.  Alasan pertama mengapa dana cadangan harus dimiliki adalah untuk mengurangi resiko kekurangan dana tunai dalam kurun waktu sepuluh tahun, sejak awal perjanjian obligasi.  Sinking fund ini harus dianggap sebagai penyisihan uang yang diperlukan dengan jumlah setara untuk membeli kembali porsi obligasi yang ada, setiap tahunnya.

Pembayaran kembali porsi dari obligasi setiap tahun dengan menggunakan sinking fund dapat mengurangi jumlah tagihan saat obligasi sudah jatuh tempo dalam kurun waktu sepuluh tahun.

Jika Anda adalah seorang investor, Anda harus memahami bahwa implikasi dari sinking fund dapat menguntungkan perusahaan yang memiliki obligasi. Provisi sinking fund dapat memudahkan sebuah perusahaan untuk membeli kembali obligasi mereka secara periodik. Terlebih, mereka juga dapat membayar kembali obligasi, dengan harga dana cadangan yang dapat ditentukan (biasanya sesuai dengan par value dari obligasi tersebut) atau sesuai dengan harga yang ada di pasar saham.

Karena alasan inilah, perusahaan biasanya menyisihkan sejumlah uang untuk sinking fund, dimana dana tersebut dapat digunakan untuk membeli kembali obligasi saat suku bunga turun. Suku bunga turun mengindikasikan bahwa harga pasar untuk obligasi mereka sedang naik. Hal ini memudahkan mereka untuk membeli kembali obligasi, dengan dana cadangan yang sudah ditentukan. Biasanya sinking fund yang sudah ditentukan ini lebih rendah dibandingkan dengan harga pasar.

Mekanisme ini terdengar sama dengan callable bond. Tetapi, ada beberapa perbedaan antara sinking fund dan callable bond. Perbedaan paling utama adalah adanya batas jumlah obligasi yang dapat dibeli kembali oleh perusahaan dengan harga sesuai dana cadangan. Namun demikian, harga sinking fund yang ada pada obligasi indenture yang lebih rendah dibandingkan dengan harga tebus atau call price. Karena itulah, meskipun obligasi seorang investor dapat dibeli kembali dengan provisi sinking fund, pemilik obligasi yang memiliki sinking fund beresiko kehilangan uang lebih banyak, apabila dana cadangan tersebut dipergunakan untuk menebus obligasi tersebut.

Kesimpulan

Provisi sinking fund membuat investor tertarik untuk melakukan obligasi (karena berkurangnya resiko gagal bayar pada saat jatuh tempo) namun sedikit menyulitkan karena ada resiko pembelian kembali obligasi yang terkait dengan dana pelunasan). Investor harus meninjau rincian penyediaan dana pelunasan dalam perjanjian obligasi. Hal ini dapat menentukan preferensi mereka sendiri sebelum menginvestasikan uang ke dalam obligasi perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *