UMKM zaman sekarang dituntut untuk terus beradaptasi dengan teknologi. Selain seringkali harus memasarkan produknya secara online, kini pembeli juga menggunakan berbagai macam metode pembayaran untuk membeli barang atau jasa UMKM tersebut. Apalagi sekarang Pemerintah Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya sedang menggenjot program digitalisasi, termasuk digitalisasi pembayaran dan digitalisasi pembuatan faktur (e-invoicing) untuk mempermudah proses ekspor dan impor.
Maka dari itu, UMKM zaman sekarang membutuhkan sebuah aplikasi khusus bernama aplikasi POS (Point of Sales). Dengan aplikasi ini, UMKM bisa mencatat transaksi pembelian dari channel online dan offline secara otomatis dan mempercepat proses pencatatan transaksi usaha.
Berikut ini 7 aplikasi POS terbaik yang bisa Anda gunakan di bisnis Anda:
1. Xero
Xero adalah platform POS yang berasal dari New Zealand. Saat ini, aplikasi ini sudah banyak digunakan oleh bisnis besar maupun kecil di negara asalnya, Australia maupun di Inggris. Pada akhir Mei 2026 ini, Xero menerbitkan Xero Lite untuk UMKM Indonesia dengan biaya hanya sebesar USD$ 7 atau sekitar Rp120.000 per bulan.
Dengan biaya tersebut, UMKM sudah bisa mendapatkan beberapa fitur, seperti online invoicing, online payment, penyesuaian pendapatan dengan pajak sesuai dengan ketentuan dari DJP, dan juga integrasi dengan berbagai platform bisnis lain, seperti Talenta.
2. Kafka POS
Kalau Anda perlu aplikasi POS yang praktis dan sederhana, maka Kafka POS solusinya. Kafka POS didukung dengan berbagai fitur, seperti:
- Kasir cepat. Cukup dengan beberapa ketukan saja, data pembayaran pembeli baik itu online maupun offline sudah bisa masuk ke dalam sistem.
- Laporan penjualan. Laporan penjualan bulanan ini bisa Anda unduh ke dalam bentuk Excel maupun PDF secara gratis.
- Cetak struk thermal. Aplikasi Kafka POS bisa disambungkan dengan printer thermal menggunakan bluetooth untuk mencetak struk secara cepat dan otomatis.
- Produk dan stock. Atur ketersediaan produk Anda di gudang dengan praktis dan mudah.
Fitur-fitur tersebut bisa Anda dapatkan dengan tanpa biaya langganan apapun, termasuk jika Kafka POS digunakan oleh beberapa orang staf sekaligus. Kafka POS cocok untuk Anda yang membuka bisnis pertama kali atau pertama kali menggunakan aplikasi POS untuk menunjang perkembangan usaha.
3. Moka Pos
Moka Pos adalah aplikasi point of sale yang berada dibawah naungan ekosistem GoJek. Platform ini cocok untuk Anda yang memiliki offline dan online stores sekaligus dan atau memiliki beberapa cabang toko offline. Sebab, dengan aplikasi ini, Anda bisa mengatur pembelian dan stok di toko-toko tersebut hanya dari satu interface saja.
Selain itu, kelebihan dari Moka Pos adalah mesin POS pelengkap aplikasi ini dilengkapi dengan sistem baterai dan jaringan internal, sehingga kalau toko Anda mati lampu, sistem aplikasi kasir ini masih tetap berfungsi seperti biasa.
4. Mekari POS
Rekomendasi aplikasi POS untuk UMKM yang selanjutnya adalah Mekari POS. Berbeda dengan beberapa platform sebelumnya, solusi point of sale di Mekari POS bisa disesuaikan dengan jenis bisnis yang Anda miliki. Paket langganan aplikasi ini pun berbeda sesuai dengan skala bisnis yaitu mulai dari Rp269.000 per bulan untuk UMKM dengan satu outlet saja hingga Rp699.000 per bulan untuk bisnis skala kecil hingga besar yang memiliki beberapa outlet sekaligus dan karyawan lebih dari 50 orang.
Dengan biaya tersebut, Anda sudah bisa mendapatkan berbagai fitur dasar POS, seperti laporan bisnis dan penjualan, pengaturan pesanan dan meja (untuk bisnis F&B), hingga manajemen inventory (rantai pasok) untuk bisnis besar. Selain itu, Mekari POS juga sudah terintegrasi dengan aplikasi bisnis lain di bawah brand Mekari, seperti Mekari Jurnal dan Mekari Desty.
5. Majoo
Kamu mau berlangganan aplikasi POS sekaligus membeli perangkatnya? Maka, kamu bisa mencoba platform Majoo. Majoo menyediakan layanan langganan aplikasi POS yang sudah sepaket dengan pembelian perangkatnya. Hal ini berbeda dengan beberapa platform di atas yang mana software POS dan perangkat alat POS dijual terpisah. Harga bundling perangkat ini bervariasi mulai dari Rp5.900.000 sampai Rp23.000.000 tergantung dengan jenis langganan dan perangkat yang Anda pilih. Tapi, Anda juga bisa berlangganan atau membeli alat secara terpisah di platform ini.
Majoo cocok untuk UMKM, khususnya bisnis F&B yang ingin mengembangkan bisnis online maupun offline dan memiliki website tersendiri.
6. Pawoon
Rekomendasi platform POS untuk UMKM yang selanjutnya adalah aplikasi Pawoon. Aplikasi ini menawarkan ekosistem POS yang lengkap hanya dengan biaya langganan sebesar Rp300.000 per bulan. Dengan biaya langganan ini, Anda sudah bisa mendapatkan laporan penjualan lengkap, memasukkan data penjualan dari pembeli, hingga mengirimkan informasi promo, diskon dan struk ke email atau WhatsApp pembeli. Maka dari itu, Pawoon adalah platform bisnis yang cocok untuk mengembangkan customer relationship bagi perusahaan besar maupun kecil di Indonesia.
7. Kledo
Anda memiliki bisnis jasa freelance, seperti freelance editing atau jasa pembuatan undangan? Kledo adalah salah satu aplikasi POS yang cocok untuk kebutuhan Anda. Aplikasi ini menawarkan paket free untuk penggunaan POS satu orang dengan ribuan produk dan pelanggan, sehingga cocok untuk dijadikan aplikasi kasir dan atau aplikasi akuntansi untuk pekerja lepas dengan tingkat kesibukan yang tinggi. Baru jika Anda memiliki karyawan baru, Anda bisa berlangganan paket-paket selanjutnya.
Masih bingung mau pilih aplikasi yang mana? Cukup hubungi saja sales representative dari masing-masing aplikasi. Sebab, setiap perusahaan pasti memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga solusi yang cocok untuk satu perusahaan belum tentu cocok untuk perusahaan lainnya. Kembangkan bisnis Anda dengan lebih baik lagi menggunakan aplikasi POS digital masa kini!

