Lompat ke konten
Daftar Isi

Cara Menabung Saham yang Benar Untuk Keamanan Finansial

Koin disusun meningkat dengan tulisan "invest" di bawahnya.

Meningkatnya minat masyarakat terhadap menabung di saham menjadi angin segar tersendiri dalam dunia ekonomi. Pasalnya, semakin banyak orang berinvestasi, semakin tinggi pula keuntungan yang akan di dapat.

Namun, tidak sedikit masyarakat belum memahami cara menabung saham yang benar. Umumnya, masyarakat belum tahu risiko serta sistematika dalam dunia saham sehingga hanya berpikir selalu mendapat keuntungan. 

Maka dari itu, kali ini akan dibahas mengenai cara menabung saham yang benar untuk keamanan finansial serta risiko yang bisa dialami oleh seorang investor. Mari simak informasi lebih lengkapnya berikut ini!

Risiko Menabung Saham

Walaupun menabung di saham tawarkan keuntungan besar, tetap ada beberapa risiko yang harus Anda hadapi, seperti:

1. Risiko capital loss

Risiko pertama yang sangat mungkin dihadapi oleh investor adalah terjadinya capital loss. Apa itu capital loss? Capital loss adalah keadaan di mana harga produk saham yang dibeli mengalami penurunan harga dibandingkan saat pertama kali membeli.

Hal tersebut bisa terjadi karena nilai saham bersifat fluktuatif secara signifikan karena perubahan kondisi pasar, faktor ekonomi, politik, atau permasalahan dalam sebuah perusahaan. 

Jika harga saham turun, Anda mungkin akan mengalami kerugian. Akan sangat sulit untuk menjualnya karena nilai portofolio Anda menurun dan keuntungan yang didapat tidaklah seberapa.

2. Risiko delisting

Pernahkah Anda membayangkan membeli produk saham, tetapi suatu hari produk tersebut hilang atau dihapus dari pasar modal? Fenomena tersebut bisa disebut dengan fenomena delisting.

Delisting ini menjadi salah satu risiko yang juga cukup berpengaruh terhadap keamanan finansial Anda. Delisting ini sendiri merujuk pada penghapusan suatu saham emiten di bursa yang dilakukan atas permintaan perusahaan yang menerbitkan saham atau atas perintah BEI (Bursa Efek Indonesia). 

Selain itu, menjadi pemegang saham berarti Anda memiliki kepemilikan di perusahaan tersebut. Ini berarti Anda berbagi tanggung jawab atas kinerja perusahaan dan bisa terkena dampak dari buruknya keputusan manajemen, permasalahan, atau masalah hukum yang melibatkan perusahaan. 

3. Risiko tidak mendapat dividen

Ketika menabung saham, tentu Anda ingin mendapatkan return tinggi. Namun, Anda perlu memahami juga bahwa tidak semua produk saham bisa memberikan dividen untuk Anda. Dividen di sini merupakan pembagian keuntungan antara pihak perusahaan dengan penanam modal berdasarkan jumlah saham yang dimiliki. 

Ditambah lagi, jika Anda menabung saham di perusahaan Tbk (Terbuka) di mana seluruh operasional bisnis sangat bergantung pada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), kemungkinan dividen akan dialokasikan untuk kebutuhan lain sangatlah besar. Anda memang tidak akan mendapat keuntungan langsung saat itu juga. Akan tetapi, jika dividen digunakan untuk mengembangkan bisnis, Anda pun akan merasakan keuntungannya, bukan? 

Cara Menabung Saham yang Benar Untuk Keamanan Finansial

Setelah memahami risiko menabung saham, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk keamanan finansial Anda, yaitu: 

1. Tentukan tujuan menabung saham

Bagi Anda yang baru terjun ke dunia saham, Anda perlu paham terlebih dahulu apa tujuan Anda menabung saham. Apakah untuk dana pendidikan? Apakah sebagai passive income? Dan alasan-alasan lainnya. 

Dengan mengetahui tujuan menabung, Anda akan lebih mudah dalam menentukan skala prioritas dan mengambil keputusan investasi dengan tepat. Jadi, Anda bisa meminimalisasi risiko karena sudah memiliki prinsip sejak awal. 

2. Susun rencana investasi

Setelah Anda tahu tujuan dari menabung saham, kini Anda harus menyusun rencana investasi yang jelas. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Rencana investasi yang jelas akan mengarahkan Anda untuk tetap fokus dan menghindari keputusan yang impulsif.

Misalnya, saham emiten sedang dijual dengan harga murah. Akan tetapi, Anda tidak mempertimbangkan kondisi pasar terlebih dahulu, analisis perusahaan, dan lain-lain. Tentu risiko kerugian akan lebih tinggi dibanding membuat rencana terlebih dahulu. 

Maka dari itu, Anda bisa menentukan dahulu berapa jumlah uang yang ingin diinvestasikan, produk saham yang akan dibeli, hingga frekuensi setoran setiap bulannya. Dengan begitu, Anda bisa lebih konsisten dalam menabung dan akan mendapat keuntungan yang setara pula. 

3. Pilih platform investasi yang terpercaya

Sebelum mulai berinvestasi, investor perlu menentukan platform atau aplikasi investasi yang terpercaya dan menyediakan fitur-fitur yang lengkap. Fitur-fitur tersebut bisa berupa auto-debit yang terhubung dengan rekening, fitur penarikan dana, dan masih banyak lagi.

Selain itu, pastikan juga platform investasi yang dipilih sudah diakui dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sehingga transaksi aman dan dilindungi oleh hukum. Dengan begitu, Anda bisa menghindari risiko penipuan atau penggelapan dana investasi yang belakangan ini sedang marak terjadi. 

4. Pantau dan evaluasi saham Anda

Walaupun sudah membeli saham emiten, bukan berarti Anda lepas tangan dan tidak memantau perkembangan pasar. Untuk itu, penting bagi investor untuk memantau dan mengevaluasi portofolio investasi secara berkala. 

Dari pemantauan tersebut, investor dapat menganalisis kinerja saham milik mereka, melihat kondisi pasar, hingga mempertimbangkan apakah harus dilakukan revisi atau melakukan transaksi jual-beli saham. 

5. Berkonsultasi dengan ahli keuangan

Cara terakhir yang bisa jadi alternatif untuk menjaga keamanan finansial saham Anda adalah dengan bekerja sama bersama ahli keuangan. Dengan kerja sama ini, Anda bisa berkonsultasi untuk mempertimbangkan keputusan yang akan diambil.

Selain itu, perencanaan dan strategi investasi pun bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan menabung Anda. Jadi, Anda pun bisa mendapat saran dan masukan terkait langkah tepat yang harus diambil selanjutnya. 

Nah, itulah beberapa cara menabung saham yang benar untuk keamanan finansial. Sudahkah Anda menerapkannya? Jika belum, sekarang saat yang tepat untuk mulai menerapkannya guna menghindari risiko dari menabung saham.

nv-author-image

Lusita Amelia

Lusita Amelia adalah seorang content writer dengan pengalaman menulis berbagai macam jenis artikel. Dia menekuni kepenulisan di bidang investasi, bisnis, ekonomi, dan isu-isu terkini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *