Lompat ke konten
Daftar Isi

Cara Menggunakan Token BNI Direct untuk Transaksi

Perangkat BNI e-Secure berbentuk kalkulator kecil.

Transaksi melalui internet banking kini sudah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat sehari-hari. Setiap hari, nasabah bisa mengakses layanan bank digital lebih dari 1 kali. Tingginya kebutuhan akan transaksi online ini menjadikan bank BNI mengeluarkan produk layanan berupa token BNI Direct. 

Token BNI Direct ini dikhususkan bagi para nasabah bank BNI yang ingin merasakan layanan transaksi lebih lengkap. Tidak hanya melakukan pengiriman dana saja, layanan Bank BNI ini memfasilitasi nasabah untuk bisa mengirim dana hingga Rp1 Miliar per-harinya. 

Penasaran bagaimana cara menggunakan token BNI Direct untuk transaksi? Mari kenali terlebih dahulu mengenai layanan tersebut dan cari tahu cara penggunaannya pada penjelasan di bawah ini!

Mengenal Token BNI Direct

BNI Direct adalah layanan perbankan elektronik yang disediakan oleh Bank Negara Indonesia (BNI) untuk setiap nasabahnya. Layanan ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses dan transaksi internet banking. Hal ini disinyalir karena tingginya tingkat transaksi digital sehingga Bank BNI berupaya memfasilitasi nasabah melalui adaptasi dengan teknologi modern. 

Untuk bisa mengakses BNI Direct, nasabah harus memiliki token terlebih dahulu. Token ini merupakan bentuk sistem keamanan yang digunakan dalam layanan ini. Token ini berfungsi sebagai alat autentikasi dan verifikasi yang digunakan untuk mengamankan transaksi internet banking.

Token ini bisa didapatkan nasabah melalui perangkat berbentuk seperti kalkulator kecil. Perangkat ini akan menghasilkan kode OTP (One Time Password) yang digunakan untuk memproses transaksi perbankan.  

Kode ini merupakan salah satu bentuk metode keamanan 2FA (Two-Factor Authentication) di mana bertujuan untuk meningkatkan keamanan transaksi dan mengurangi risiko penipuan.

Ada banyak fitur yang ditawarkan dari layanan BNI Direct ini, antara lain transfer uang dengan nominal besar, autodebet, pembayaran pajak, pembayaran tagihan, pemblokiran kartu debit BNI, mencairkan dana deposito, dan masih banyak lagi. 

Cara Menggunakan Token BNI Direct untuk Transaksi

Berikut adalah langkah-langkah menggunakan token BNI Direct untuk transaksi Anda: 

  1. Kunjungi situs internet banking BNI melalui perangkat laptop atau PC Anda;
  2. Masukkan username, pasword, dan kode captcha (karakter) yang tersedia pada kolom situs;
  3. Klik “Login”;
  4. Pilih menu “Transaksi” lalu klik “Transfer Online Antar-Bank”;
  5. Kemudian, pilih opsi “Rekening Sumber”;
  6. Klik menu “Input Rekening” lalu cari kode bank yang akan dituju;
  7. Setelah itu, masukkan nomor rekening bank yang dituju. Lalu, klik opsi “Lanjut”;
  8. Anda akan ditampilkan informasi pemilik rekening. Pastikan informasi tersebut sudah benar dan sesuai agar tidak salah kirim;
  9. Selanjutnya, masukkan nominal yang ingin dikirim dan klik “Lanjutkan”;
  10. Siapkan dan nyalakan BNI e-Secure Anda. Input PIN BNI e-Secure yang sudah didaftarkan;
  11. Ketika BNI e-Secure sudah masuk ke akun Anda, lihat tampilan di halaman website. Pada halaman transaksi, ada tulisan “APPLY 2”. Tandanya, Anda harus menekan angka “2” di Token BNI;
  12. Jika sudah, Token BNI akan menampilkan 8 digit angka. Masukkan angka tersebut ke kolom “BNI e-Secure Response” yang ada di laman website;
  13. Terakhir, kalik opsi “Proses”. Apabila Anda mengikuti langkah-langkah di atas dengan benar, transaksi akan berhasil dan transfer online melalui internet banking BNI telah berhasil. 

Tips dan Trik Menggunakan Token BNI Direct dengan Baik

Agar transaksi internet banking Anda berjalan dengan efisien, berikut ada tips dan trik menggunakan token BNI Direct dengan baik: 

1. Perbarui informasi kontak BNI Direct

Hal pertama yang perlu dilakukan agar token berfungsi dengan baik adalah dengan selalu memperbarui informasi kontak BNI Direct. Informasi ini berhubungan dengan password atau username yang Anda gunakan untuk bertransaksi. 

Apabila Anda mengganti informasi tersebut, pastikan seluruh akses juga sudah diperbarui agar bisa saling berintegrasi satu sama lain. Selain itu, pembaruan informasi ini juga penting dilakukan agar transaksi perbankan Anda terhindar dari ancaman serangan siber. 

2. Jangan sebarkan token BNI Direct ke pihak mana pun

Sama halnya dengan kode OTP pada umumnya, token BNI Direct juga tidak boleh disebarkan ke pihak mana pun, termasuk pihak bank atau kerabat terdekat sekalipun. Kode ini hanya boleh diakses untuk akun Anda. 

Jika Anda membagikan token ini secara sembarangan, kode tersebut bisa disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Tentu Anda tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan? 

Nah, demikianlah cara menggunakan token BNI Direct untuk transaksi nasabah BNI. Penting untuk diingat bahwa kerahasiaan token adalah yang terutama sehingga transaksi Anda pun tetap aman dan terhindar dari penipuan.

nv-author-image

Lusita Amelia

Lusita Amelia adalah seorang content writer dengan pengalaman menulis berbagai macam jenis artikel. Dia menekuni kepenulisan di bidang investasi, bisnis, ekonomi, dan isu-isu terkini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *