Lompat ke konten
Daftar Isi

Cara Menjadi Agen Properti yang Sukses

Seorang agen properti sedang menunjukkan ruangan kepada klien lelaki dan perempuan.

Menjual, membeli, dan menyewakan properti memang bukan urusan yang mudah. Seringkali dalam praktiknya, dibutuhkan pihak ketiga yang menjembatani antara pihak pembeli atau penyewa dengan penjual, yaitu agen properti. 

Pekerjaan ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu agen perseorangan dan agen yang berada di bawah naungan perusahaan. Jika Anda berminat menggeluti pekerjaan tersebut, mari simak cara menjadi agen properti yang sukses berikut!

Cara Menjadi Agen Properti yang Sukses

Agar menjadi pekerja yang sukses, berikut ada beberapa cara yang bisa diikuti dan diterapkan: 

1. Mendapatkan Lisensi 

Untuk dapat menjalankan pekerjaan ini, Anda wajib memiliki lisensi resmi sebagai agen dari Lembaga Sertifikasi Profesi – Agen Real Estate Andalan (LSP AREA) atau Lembaga Sertifikasi Profesi – Broker Properti Indonesia (LSP BPI). 

Adanya lisensi tersebut menandakan bahwa Anda sudah dianggap sebagai agen properti dengan kemampuan menjalankan pekerjaan sebagai broker. Terdapat 3 skema sertifikasi profesi yang diselenggarakan, yaitu broker, manajemen broker, dan manajemen properti investasi.

2. Bergabung dengan Kantor Agen Properti

Sebagai agen properti, Anda memang dapat menjalankan profesi perseorangan yang tentunya akan lebih fleksibel baik secara waktu maupun aktivitas. Namun, sebagai langkah awal menjadi agen, sebaiknya Anda bergabung dengan sebuah kantor agen yang memiliki reputasi bagus dan terpercaya. 

Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan bimbingan dari senior di kantor tersebut dan database klien yang dapat Anda kembangkan sendiri.

3. Memanfaatkan Media Sosial

Saat ini, media sosial menjadi tempat paling strategis untuk melakukan promosi, tidak terkecuali untuk bidang properti. Untuk memperluas jangkauan pasar, Anda dapat memanfaatkan media sosial sebagai media untuk melakukan personal branding dan promosi produk yang Anda tangani. Anda bisa membuat konten review properti, KPR, hingga akses sekitar properti.

4. Membangun Relasi dan Portofolio

Anda dapat membangun relasi dan portofolio ketika Anda bergabung dengan kantor agen properti sebelumnya. Namun jika tidak, Anda dapat memulai melalui orang terdekat Anda, seperti kerabat yang sedang berencana membangun properti.

Anda dapat menjadi agen yang dikenal dari mulut ke mulut dan keberhasilan Anda dalam transaksi properti tersebut juga dapat menjadi portofolio. Salah satu metode terbaik untuk membangun portofolio adalah dengan menemukan mentor yang tepat, khususnya sebagai agen properti pemula.

5. Bergabung dengan Komunitas Agen Properti

Salah satu cara meningkatkan citra profesional Anda sebagai agen properti adalah dengan cara bergabung dengan Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI). AREBI merupakan asosiasi yang menaungi agen-agen dan broker-broker se-Indonesia. Dengan bergabung dengan komunitas agen, Anda akan terlihat lebih kredibel dan terpercaya sebagai agen. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan informasi terkini seputar pekerjaan tersebut.

6. Siapkan Anggaran

Tentunya anggaran akan sangat diperlukan untuk mempromosikan diri Anda, seperti membuat kartu nama, menjadi member pada website properti, juga membuat banner untuk mempromosikan properti yang sedang Anda tangani. 

Selain itu, Anda juga memerlukan anggaran untuk mengikuti berbagai kursus atau seminar yang membahas mengenai informasi seputar properti. Setidaknya, Anda memerlukan anggaran sebagai modal awal untuk menggeluti pekerjaan ini.

7. Tingkatkan Pengetahuan

Sebagai seorang agen, Anda tidak hanya akan menjadi perantara antara dua pihak, tetapi terkadang Anda juga dituntut untuk menjadi konsultan bagi calon pembeli. Oleh karena itu, Anda perlu mengembangakan wawasan dan kemampuan sebagai agen dengan mengikuti perkembangan dan perubahan industri. Anda dapat mengikuti kursus, pelatihan dan spesialisasi seputar bidang properti.

Proses Mendapatkan Lisensi Agen Properti

Memiliki lisensi adalah salah satu langkah awal yang penting bagi Anda untuk menjadi agen properti. Salah satu lembaga yang dapat mengeluarkan lisensi sebagai agen properti adalah LSP BPI. Prosedur pendaftaran lisensi melalui LSP BPI adalah sebagai berikut:

  1. Peserta mengajukan permohonan sertifikasi ke LSP BPI.
  2. Peserta memilih TUK ketika proses pendaftaran.
  3. LSP BPI menunjuk Asesor untuk melakukan assessment terhadap Peserta Uji Kompetensi.
  4. Tim Asesor Kompetensi melakukan assessment terhadap Peserta Uji Kompetensi. Ada tahap Pre Assessment dan Real Assessment
  5. Tim Asesor Kompetensi memberikan laporan assessment yang telah dilaksanakan kepada LSP BPI.
  6. LSP BPI membentuk Komite Teknik untuk mengkaji rekomendasi dari Tim Asesor.
  7. Komite Teknik memberikan rekomendasi hasil sertifikasi kepada LSP BPI.
  8. LSP BPI memberikan sertifikasi kepada Peserta Uji Kompetensi yang dinyatakan kompeten.
  9. LSP BPI tetap melakukan surveilan/pengawasan terhadap Peserta Uji Kompetensi selama masa berlaku sertifikat (3 tahun).

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Agen Properti

1. Memberikan Janji Palsu

Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan oleh agen properti adalah menjanjikan sesuatu yang sulit didapatkan. Sebagai seorang agen properti, hal terpenting yang perlu dilakukan adalah berbicara adanya secara transparan dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga klien merasa lebih nyaman tanpa memberikan ekspektasi tinggi yang berbeda dengan kenyataan.

2. Jangan Menunjukkan Diri Terlalu ‘Serba Tahu’

Kenyamanan klien merupakan salah satu faktor keberhasilan terjadinya jual-beli properti. Seorang agen properti yang baik harus menjadi pendengar yang baik dan jangan sok tahu mengenai apa kemauan klien. Selain itu, Anda juga tidak boleh menjadi seseorang yang narsis dengan menunjukkan siapa yang paling unggul dan mengerti properti antara Anda dan klien.

3. Tidak Melakukan Kontak Mata dengan Klien

Dengan melakukan kontak mata, Anda dapat menunjukan kepercayaan diri dan kepastian kepada klien sebagai lawan bicara Anda. Selain itu, dengan melakukan kontak mata juga membuat klien merasa dihargai sehingga kepercayaan klien terhadap kata-kata yang kita ucapkan juga meningkat.

4. Tidak Menjaga Hubungan Baik dengan Klien

Salah satu hal yang sering disepelekan oleh agen properti adalah tidak menjaga hubungan baik dengan klien. Akibatnya adalah antara klien dengan agen properti menjadi putus kontak. Salah satunya adalah agen properti tidak melakukan follow up terhadap klien. Hal ini akan memberikan kesan kepada klien bahwa Anda tidak benar-benar ingin transaksi berhasil.

Demikianlah beberapa cara menjadi agen properti yang sukses yg dapat Anda terapkan guna menunjang jenjang karier lebih tinggi lagi. Perlu diingat bahwa poin penting dari agen properti adalah bisa memberikan informasi yang lengkap, jelas, dan sesuai fakta.

nv-author-image

Lusita Amelia

Lusita Amelia adalah seorang content writer dengan pengalaman menulis berbagai macam jenis artikel. Dia menekuni kepenulisan di bidang investasi, bisnis, ekonomi, dan isu-isu terkini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *