Current Ratio (Rasio Lancar): Pengertian, Rumus, Cara Menghitung

  • Saham
Current Ratio (Rasio Lancar) untuk mengukur likuiditas

Apakah Anda pernah mendengar berita tentang perusahaan asuransi yang tidak sanggup membayar tagihan nasabahnya? Hal tersebut merupakan suatu contoh dari perusahaan yang tidak memiliki likuiditas yang cukup untuk melunasi utang dan kewajiban yang mereka miliki. Karena itu, current ratio sangat diperlukan untuk menganalisa kemampuan keuangan suatu perusahaan.

Dalam ulasan kali ini Anda akan mempelajari mengenai pengertian, rumus, cara menghitung, kelebihan dan kekurangan, dan informasi lainnya terkait dengan current ratio (rasio lancar). Langsung saja simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Pengertian Current Ratio

Current Ratio adalah alat pengukuran rasio lancar atau modal kerja yang mengukur kemampuan likuiditas perusahaan jangka pendek atau selama dua belas bulan. Current ratio berpengaruh terhadap harga saham karena digunakan untuk mengukur kesehatan keuangan perusahaan dalam melunasi utang menggunakan kas.

Likuiditas sendiri merupakan kemampuan perusahaan dalam melunasi utang dan juga kewajiban jangka pendeknya. Utang jangka pendek tersebut dapat berupa pajak, utang usaha, dividen, dan lain-lain. Tingkat likuiditas perusahaan umumnya ditunjukkan dengan angka tertentu, dan angka tersebut umumnya disebut dengan rasio lancar, rasio cepat, dan rasio kas.

Umumnya analisa rasio lancar digunakan oleh kreditur, investor, maupun trader. Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat tingkat kesanggupan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajibannya, serta melihat seberapa layak perusahaan dapat dipilih sebagai lahan investasi.

Perhitungan tersebut dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yakni dengan aktiva perusahaan likuid pada saat ini atau current asset (aktiva lancar). Jenis aktiva ini merupakan aktiva yang nantinya dapat ditukar dengan kas pada jangka waktu dua belas bulan.

Rasio lancar dihitung dengan membagi jumlah utang lancar dengan jumlah aktiva lancar. Sehingga rasio lancar dapat menunjukkan margin of safety atau tingkat keamanan dari kreditor jangka pendek atau kemampuan perusahaan dalam membayar utang tersebut.

Pengaruh current ratio terhadap profitabilitas mempunyai korelasi yang lemah, namun likuiditas yang buruk dapat menandakan penurunan pada performa perusahaan, sehingga bisa menurunkan keuntungan. Karena cara kerja saham sangat sensitif pada berbagai rasio fundamental, harganya bisa berubah tergantung besaran rasio lancar.

Apa Saja Kelebihan Dari Current Ratio?

Current ratio memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:

  • Dapat digunakan sebagai alat untuk membandingkan semua aset yang dimiliki oleh perusahaan saat ini dengan liabilitas yang dimiliki.
  • Kerap disebut dengan working capital, sehingga dapat membantu para investor dalam menganalisa kemampuan dari suatu perusahaan dalam membayarkan utang jangka pendek serta aset yang mereka miliki.
  • Tersaji dalam ikhtisar statistik atau angka-angka yang mudah ditafsirkan dan dibaca.
  • Dapat digunakan sebagai pengganti laporan keuangan yang terbilang rumit dan sulit dipahami.
  • Dapat melihat bagaimana posisi sebuah perusahaan di tengah perusahaan atau industri lainnya.
  • Dapat lebih mudah membandingkan perusahaan satu dengan perusahaan lainnya guna melihat bagaimana perkembangan perusahaan secara time series atau periodik.

Apa Saja Kelemahan Dari Current Ratio?

Meskipun dapat membantu untuk melihat kemampuan perusahaan dalam menutupi utang jangka pendeknya, namun current ratio juga memiliki beberapa kelemahan diantaranya:

  • Penyamarataan yang berlebihan terkait dengan liabilitas atau utang yang wajib dilunasi berupa uang ataupun pelayanan yang harus dilakukan kepada pihak lain, serta penyamarataan berlebihan terkait dengan saldo aset.
  • Sulitnya membandingkan ukuran pada semua kelompok industri.
  • Sedikitnya informasi terkait tren perusahaan.
  • Sulitnya mendapatkan hasil apabila data-data yang tersedia tidak sinkron satu sama lain.
  • Adanya keterbatasan teknik.

Rasio Lancar Umumnya Digunakan Oleh Siapa Saja?

Umumnya rasio lancar digunakan oleh:

  • Kreditur atau creditor, yang mana merupakan pihak baik perorangan, perusahaan, organisasi, maupun pemerintah, yang memiliki tagihan ke pihak kedua atau pihak lain atas layanan jasa ataupun properti yang diberikannya.
  • Investor, yang merupakan perorangan atau pihak lain seperti reksa dana atau perusahaan, yang memberikan modal dengan harapan bisa mendapatkan timbal balik.
  • Trader, yang merupakan investor pasar modal atau pialang saham yang umumnya melakukan transaksi jual beli saham. Berbeda dengan seorang investor yang menempatkan modal untuk selanjutnya digunakan untuk meraup kentungan jangka panjang, trader umumnya berusaha untuk dapat menghasilkan keuntungan jangka pendek.

Cara Menghitung Current Ratio

Menghitung rasio lancar terbilang mudah, karena rasio lancar dapat dihitung hanya dengan membagi current assets atau aktiva lancar dengan current liabilities atau kewajiban dan utang lancar.

Rumus current ratio adalah Current ratio = current assets (aktiva lancar) / current liabilities (utang lancar).

rumus current ratio, yaitu current assets (aktiva lancar) dibagi current liabilities (utang lancar)

Apa saja yang termasuk dalam current assets atau aktiva lancar?

Aktiva lancar menggambarkan nilai dari seluruh aset yang dapat dikonversikan ke uang dalam kurun waktu dua belas bulan atau satu tahun. Apa saja komponen yang termasuk dalam aktiva lancar?

  • Sekuritas yang bisa dipasarkan.
  • Uang tunai.
  • Piutang.
  • Penyimpanan.
  • Biaya yang telah lunas atau telah dibayarkan.

Apa saja yang termasuk dalam current liabilities atau utang lancar?

Utang lancar merupakan utang perusahaan atau obligasi yang wajib dibayarkan dalam kurun waktu dua belas bulan atau satu tahun. Apa saja komponen yang termasuk dalam utang lancar?

  • Bagian yang wajib dibayarkan dari utang jangka panjang.
  • Utang jangka pendek.
  • Kewajiban yang harus dipenuhi atau dibayarkan seperti pajak, dividen, gaji, dan lain-lain.
  • Akun utang.

Berapa Angka Current Ratio Yang Baik?

Current ratio yang baik umumnya berkisar antara angka 1.5 dan 3. Meskipun begitu, rentang nilai rasio lancar yang ideal bergantung pada jenis industrinya. Setiap industri mempunyai kisaran ideal masing-masing, sehingga setiap perusahaan harus dibandingkan dengan perusahaan lain pada sektor yang sama.

Apabila nilai rasio kurang dari 1, maka dapat memperlihatkan adanya beberapa masalah likuiditas perusahaan tersebut. Apabila rasio di angka lebih dari 3, itu berarti perusahaan tersebut tidak dapat menggunakan aset yang dimiliki secara efisien serta tidak dapat mengelola modal perusahaan dengan baik.

Angka ideal untuk rasio lancar sebuah perusahaan adalah 2, karena dinilai sebagai posisi aman dengan keadaan keuangan yang baik. Angka tersebut berarti perusahaan memiliki modal yang cukup untuk tetap beroperasi serta mampu membayar utang-utangnya.

Emiten CPIN memiliki current ratio sebesar 2,66. Dengan angka tersebut, likuiditasnya dianggap sehat.
Charoen Pokphand mempunyai current ratio sebesar 2,66 sehingga dapat dikatakan sehat likuiditasnya.

Meskipun angka rasio rendah menunjukkan kesulitan keuangan perusahaan dalam memenuhi utang lancarnya, namun investor tetap perlu memperhatikan bagaimana arus kas yang digunakan perusahaan dalam operasionalnya.

Nilai rasio lancar yang terlalu tinggi juga belum tentu baik bagi suatu perusahaan. Namun jika dibandingkan dengan nilai yang rendah, nilai rasio lancar tinggi terbilang jauh lebih baik. Karena perusahaan dengan nilai rasio lancar terlalu tinggi hanya diminta untuk memaksimalkan pengelolaan keuangan perusahaan seperti modal dan lain-lain secara lebih efisien.

Perbedaan Current Ratio Dengan Quick Ratio

Jika rasio lancar merupakan rasio fundamental yang digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya dalam kurun waktu dua belas bulan, quick ratio atau rasio cepat merupakan kemampuan perusahaan untuk menjalankan kewajiban mereka dengan aset yang tingkat likuiditasnya tinggi.

Sehingga perbedaan dari kedua jenis rasio tersebut terletak pada jenis aset yang dipergunakan untuk melunasi kewajibannya, serta umur liabilitas dimana rasio lancar maksimal adalah dua belas bulan sedangkan rasio cepat hanya 90 hari.

Dengan mengetahui perbedaan dari kedua jenis rasio tersebut, Anda dapat mempertimbangkan likuiditas dari bisnis Anda pada saat ini maupun di masa mendatang.

Demikianlah informasi terkait dengan current ratio mulai dari pengertian, kelebihan dan kelemahan, digunakan oleh siapa, cara menghitung, hingga melihat hasil dari rasio lancar. Semoga informasi diatas bermanfaat bagi Anda yang sedang belajar tentang rasio lancar!

1 tanggapan pada “Current Ratio (Rasio Lancar): Pengertian, Rumus, Cara Menghitung”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *