Lompat ke konten

7 Pilihan Investasi Terbaik Untuk Milenial

Pilihan investasi terbaik untuk milenial

Dilansir dari data BPS, terdapat sekitar 23% jumlah penduduk Indonesia yang masuk golongan generasi milenial pada tahun 2019. Definisi mengenai apa yang disebut dengan generasi milenial berbeda menurut para ahli. 

Menurut indeed.com, yang disebut dengan generasi milenial adalah generasi yang lahir pada awal tahun 1980-an hingga pertengahan 1990-an tapi ada juga yang mengatakan kalau rentang kelahiran generasi ini dimulai awal tahun 1980-an hingga awal dekade 2000-an.  

Terlepas dari perbedaan definisi rentang usia tersebut, namun generasi milenial umumnya didefinisikan sebagai generasi yang tumbuh di lingkungan yang relatif lebih damai dan mapan dibandingkan generasi sebelumnya. Selain itu, generasi ini juga dikenal sebagai generasi pertama yang menyaksikan perkembangan teknologi yang pesat. 

Oleh sebab itu menurut indeed.com, generasi milenial memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya (generasi X dan baby boomers). Salah satu karakteristik dari generasi milenial adalah generasi milenial cenderung lebih menghargai adanya motivasi dan nilai moral yang mendorongnya melakukan sesuatu dibandingkan generasi sebelumnya. Oleh sebab itu, berikut ini beberapa instrumen investasi yang cocok dibeli investor dari generasi ini: 

1. Obligasi Pemerintah

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun swasta untuk membantu mereka menjalankan program atau kinerja. Periode jatuh tempo obligasi biasanya jangka menengah (3 tahun) atau jangka panjang. Namun investor tidak perlu khawatir sebab surat utang ini bisa diperdagangkan di pasar sekunder. 

Obligasi pemerintah cocok untuk para milenial karena umumnya dana dari obligasi ini digunakan untuk program pemerintah seperti, menyokong APBN, membantu penanganan Covid19 dan lain sebagainya. 

Lain dari pada itu, obligasi pemerintah juga terbilang aman dari risiko kerugian. Hal ini karena pemerintah suatu negara pasti membayar surat utang yang mereka terbitkan kecuali jika pemerintah atau negara tersebut mengalami kebangkrutan (default).

2. Sukuk Ritel

Sukuk ritel adalah surat berharga syariah yang diterbitkan oleh negara untuk dibeli oleh investor ritel. Sukuk mirip dengan obligasi hanya saja sukuk dikelola dengan prinsip syariah dan disertai dengan aset yang mendasari. 

Jadi, dana dari sukuk ritel akan digunakan oleh pemerintah untuk program-program tertentu yang biasanya program tersebut berupa pembangunan infrastruktur, donasi bantuan ke masyarakat kurang mampu dan terkena bencana dan lain sebagainya. Umumnya detail dari program ini akan ditampilkan pada rincian masing-masing sukuk. 

Sama seperti obligasi pemerintah, investor yang membeli sukuk ritel secara tidak langsung membantu mensukseskan program pemerintah sekaligus membantu mengatasi masalah sosial masyarakat (untuk sukuk program kemanusiaan).

Sukuk ritel juga relatif aman dan likuid karena bisa dijual di pasar sekunder dan pasti akan terbayar kecuali jika pemerintah mengalami kebangkrutan. 

3. Reksa Dana Endowment Fund

Reksa dana endowment fund atau reksa dana dana abadi adalah salah satu jenis reksa dana pendapatan tetap. Untuk menerbitkan reksa dana jenis ini, pihak manajer investasi bekerja sama dengan lembaga nirlaba tertentu. 

Ketika membeli reksa dana jenis ini, investor bisa memilih apakah seluruh hasil investasinya akan disumbangkan ke organisasi nirlaba yang bekerja sama dengan manajer investasi atau tidak. Dengan demikian, investor bisa mendapatkan keuntungan sekaligus menyumbangkan dana investasinya pada hal-hal yang bermanfaat. 

Di Indonesia ada beberapa contoh reksa dana jenis ini. Salah satunya adalah reksa dana Makara Prima yang hadir dari kerja sama antara PT Bahana TCW Investment Management dengan ILUNI FE UI. Sebagian keuntungan dari investasi ini akan disalurkan untuk beasiswa, dan fasilitas pendidikan mahasiswa Universitas Indonesia. 

4. Saham Konstituen Indeks Sri Kehati

Ingin berinvestasi pada perusahaan bagus yang memiliki komitmen pada lingkungan? Kini investor tidak perlu khawatir sebab, BEI bekerja sama dengan yayasan Kehati (Keanekaragaman hayati) telah menerbitkan indeks Sri-Kehati. 

Emiten yang menjadi konstituen indeks ini dipilih langsung oleh yayasan Kehati. Adapun kriterianya tidak hanya berdasarkan tingkat kapitalisasi pasar saja, tetapi juga berdasarkan komitmen perusahaan tersebut atas perawatan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. 

Per Desember 2021, indeks ini tersusun dari 25 saham sebagai konstituen, Indeks ini akan terus dievaluasi setiap bulan Juli dan Desember. Jadi, investor millennial harus tetap update mengenai data emiten konstituen indeks ini terus menerus.

5. Saham Konstituen Indeks ESG Leaders

Selain indeks Sri-Kehati, investor milenial yang ingin berinvestasi pada saham yang ramah lingkungan juga bisa membeli saham yang menjadi konstituen Indeks ESG leaders. Bedanya dengan indeks SRI-Kehati, saham-saham yang menjadi konstituen indeks ini juga dipilih berdasarkan tingkat kontroversi yang pernah atau sedang dialami oleh perusahaan tersebut. 

Untuk menerbitkan indeks ini, BEI mendasarkan tingkat kontroversi berdasarkan peringkat dari Sustainalytics, sebuah lembaga pemeringkat perusahaan berdasarkan tingkat keberlanjutan dan komitmennya terhadap lingkungan. Apabila sebuah perusahaan mendapatkan peringkat 4 atau 5, maka perusahaan tersebut akan dikeluarkan dari indeks.

Saat ini anggota indeks ESG Leaders ada 30 perusahaan. Susunan ke-30 perusahaan tersebut akan terus berubah sesuai dengan hasil evaluasi mayor per bulan Maret dan September setiap tahunnya. 

6. P2P Lending

Salah satu kekurangan dari Bursa Efek Indonesia (IDX) adalah secara natural perusahaan yang listing di bursa adalah perusahaan yang memiliki modal besar setidaknya untuk menyewa underwriter dan KJA untuk membantu mereka listing di bursa. BEI masih belum bisa menyentuh perusahaan atau bisnis yang levelnya jauh lebih kecil alias UMKM. Padahal UMKM adalah bisnis yang kesulitan berkembang karena minimnya tambahan modal. 

Seiring dengan perkembangan teknologi, bisnis tipe P2P lending mengisi kekosongan ini. P2P lending memungkinkan pengusaha UMKM untuk mendapatkan tambahan modal dari masyarakat luas sehingga investasi di P2P lending adalah jalur yang cocok untuk investor milenial yang ingin mendapatkan keuntungan sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan UMKM di Indonesia. 

Kelebihan lainnya dari investasi pada platform ini adalah tingkat return yang lebih tinggi dibandingkan return pasar modal. Tapi sebaliknya, tingkat return yang tinggi tersebut juga mengindikasikan tingginya risiko investasi menggunakan platform ini. 

Oleh sebab itu, sebaiknya investor memilih P2P lending yang sudah secara resmi terdaftar di OJK. akan lebih baik lagi kalau investor memilih platform P2P lending yang tidak hanya memberikan pinjaman modal kepada nasabah tetapi juga memberikan pendidikan pengelolaan uang dan bisnis yang memadai. 

7. Koperasi Simpan Pinjam

Cara lain untuk mendapatkan keuntungan investasi sekaligus membantu usaha masyarakat menengah ke bawah adalah dengan menjadi anggota koperasi simpan pinjam. Kekurangan investasi melalui lembaga ini adalah surat kepemilikan tabungan di koperasi tidak bisa diperjualbelikan, imbal hasil fluktuatif sesuai sisa hasil usaha dan imbal hasil hanya diberikan setahun sekali. 

Sedangkan kelebihannya adalah:

  1. Investor juga bisa meminjam dana. 
  2. Investor bisa mengamati dan mengawasi kinerja koperasi secara langsung. 
  3. Kerugian ditanggung bersama sehingga lebih mudah. 

Investasi melalui instrumen dan lembaga di atas tidak hanya akan mendatangkan keuntungan tetapi juga memiliki pengaruh baik kepada masyarakat dan lingkungan.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.