Lompat ke konten

10 Saham LQ45 Terbaik Yang Layak Dipertimbangkan (2022)

Saham LQ45 Terbaik Yang Layak Dipertimbangkan

Pada tanggal 25 Juli 2022 lalu, Bursa Efek Indonesia melakukan evaluasi mayor terhadap beberapa indeks, termasuk diantaranya adalah Indeks LQ45. Indeks saham yang berisi perusahaan-perusahaan dengan kualitas fundamental dan likuiditas yang baik tersebut mendapatkan evaluasi mayor untuk periode Agustus 2022-Januari 2023. 

Dari hasil evaluasi mayor tersebut, ada 3 saham yang keluar dan 3 saham yang masuk. Hal ini menandakan bahwasanya BEI senantiasa memperbaharui data indeks mereka, termasuk indeks yang berisi saham blue chip ini. Lantas, diantara 45 saham bagus ini, makah yang terbaik? Simak pembahasannya berikut ini. 

1. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)

Menurut Kanaka Hita Solvera sebagaimana diberitakan dalam Kontan, PT Semen Indonesia adalah salah satu saham anggota LQ45 yang nilainya masih terbilang undervalued. Memang, saham perusahaan yang dulunya bernama Semen Gresik ini pernah dijual dengan harga 12.000 lebih per lembar atau sekitar 2 kali lipat dibandingkan harganya saat ini. 

Selain itu alasan utama mengapa saham SMGR ini bagus untuk dibeli saat ini adalah karena proyek pembangunan properti di Indonesia saat ini sudah mulai menggeliat kembali pasca covid19. Perlu diingat bahwasannya SMGR adalah produsen bahan bangunan, seperti semen dan beton, sehingga kalau jumlah konstruksi naik permintaan bahan bangunan juga akan naik pula. 

2. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)

Kalau SMGR adalah perusahaan produsen bahan bangunan, maka WIKA adalah perusahaan yang mengolah bahan bangunan tersebut menjadi produk jadi, alias perusahaan konstruksi. Oleh karena itu, alasan mengapa saham WIKA bagus dibeli saat ini sama dengan alasan poin nomor 1 di atas. Salah satu proyek yang diselesaikan WIKA tahun ini adalah proyek pembangunan jembatan Clarin baru di Filipina.  

Alasan lain mengapa saham WIKA adalah salah satu yang terbaik saat ini adalah karena saham perusahaan konstruksi ini masih dijual dengan harga kisaran 1000 rupiah per lembar, sehingga cocok untuk investor pemula. 

3. PT Harum Energy Tbk (HRUM)

PT Harum Energy Tbk adalah perusahaan anggota LQ45 yang bergerak di bidang pertambangan dan distribusi batubara. Harga saham dan pendapatan HRUM diperkirakan akan tetap meningkat seiring dengan peningkatan harga batubara dunia akibat beberapa hal berikut:

  1. Permintaan batu bara yang meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi dunia pasca covid19. 
  2. China sebagai konsumen batubara terbesar di dunia siap untuk melepaskan embargo impor batubara dari Australia akibat tingginya kebutuhan energi di negara tirai bambu tersebut dan embargo impor dari Rusia.
  3. Perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan krisis energi di Eropa. 

4. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Indonesia adalah negara konsumen mie instan terbanyak kedua di dunia setelah China+Hongkong pada tahun 2021. Dilansir dari CNN, konsumsi mie instan di negeri ini mencapai 12,6 miliar bungkus dalam tahun tersebut. Sekitar 70% dari jumlah itu atau sekitar 8 miliar berasal dari merek Indomie. 

Ini artinya, bisnis INDF dan ICBP masih akan relatif stabil dalam beberapa tahun kedepan, meskipun ada selentingan kabar kalau harga gandum (bahan baku mie) akan naik akibat perang Rusia dan Ukraina yang kemungkinan akan mengerek harga mie instan.

Seperti saham sektor consumer goods lainnya, INDF memiliki profil bisnis yang sangat stabil dalam jangka panjang.

5. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Saham LQ45 terbaik berikutnya datang dari salah satu bank tertua di Indonesia: Bank BRI. Sebagai salah satu saham sektor perbankan terbesar, perkembangan bisnis BRI diperkirakan akan membaik seiring dengan perbaikan ekonomi nasional pasca covid19. 

Selain itu, BRI dalam beberapa tahun ini melakukan beberapa perombakan besar, seperti melepas BRI Syariah untuk menjadi Bank Syariah Indonesia, mengakuisisi Danareksa untuk menjadi lini bisnis investasi BRI dan bekerjasama dengan PT PNM Mandiri dan Pegadaian untuk mendirikan Holding Ultra Mikro (UMi). Seiring dengan perkembangan investasi serta perbankan digital di Indonesia, bukan tidak mungkin BRI akan berkembang lebih baik lagi.

6. PT Indika Energy Tbk (INDY)

Salah satu pendatang baru yang baru masuk indeks LQ45 pada periode ini adalah PT Indika Energy Tbk (INDY). Hal ini bukan tanpa alasan. INDY adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi batubara mulai dari penambangan, pendistribusian hingga perdagangan komoditas satu ini ke luar negeri. Oleh sebab itu, kalau harga batubara dunia naik, potensi pendapatan perusahaan ini juga naik pula. 

Meskipun begitu, perusahaan ini tetap berusaha untuk memperkuat lini bisnis mereka di luar pertambangan batubara. Targetnya, pendapatan lini bisnis ini akan naik hingga 50% pada tahun 2025. Salah satu caranya adalah dengan memproduksi motor elektrik yang ditargetkan bisa dijual masal sebanyak 3,2 juta unit pada tahun 2035 mendatang. 

7. PT Bank Jago Tbk (ARTO)

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya Bank Jago adalah salah satu leading figure di dalam industri perbankan digital Indonesia. Sebagai bank digital, Bank Jago tidak memiliki banyak kantor cabang, tapi layanan yang disediakan oleh bank ini lengkap sebagaimana perusahaan perbankan lainnya. Bahkan aplikasi Jago juga memiliki fitur kantong Jago yang mendukung pengaturan keuangan individu.

Untuk mendukung bisnisnya, Bank Jago juga telah bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti aplikasi investasi, online marketplace dan lain sebagainya. Prospek perkembangan bisnis perusahaan ini mau tidak mau bergantung dengan bagaimana perkembangan industri perbankan digital di Indonesia kedepannya. 

8. PT Bank Syariah Indonesia Tbk

Perusahaan keuangan lainnya yang masuk ke dalam list saham blue chip dari LQ45 yang patut untuk Anda pertimbangkan adalah saham yang diterbitkan oleh Bank BSI. Bank yang merupakan hasil penggabungan dari 3 lini syariah Bank BUMN, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah ini memang baru berdiri.

Statusnya yang merupakan saham Bank BUMN serta gabungan pecahan dari bank lainnya membuat potensi perusahaan ini semakin besar.

9. PT Adaro Energy Indonesia TBK

Rekomendasi saham blue chip yang ke-9 adalah dari PT Adaro Energy Indonesia Tbk. Perusahaan dengan kode saham ADRO ini merupakan salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia. Oleh sebab itu, seperti perusahaan lainnya harga saham dan pendapatan Adaro juga diperkirakan akan meningkat seiring dengan peningkatan harga komoditi ini di pasar dunia.

10. PT Media Nusantara Citra Tbk

Covid19 tidak hanya bisa menahan laju pertumbuhan ekonomi nasional dan dunia, tetapi juga mempercepat adaptasi teknologi digital. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) adalah salah satu garda terdepan dalam adaptasi digital ini. 

Perusahaan ini mengelola beberapa laman dan aplikasi digital terintegrasi, yaitu  RCTI +, Okezone.com, Sindonews.com, iNews.id, IDXChannel.com (bekerja sama dengan BEI), Celebrities.id, Sportstars.id, dan Roov. Diperkirakan platform digital ini akan berkembang positif seiring dengan perkembangan skema hiburan berbasis digital di Indonesia.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.