Lompat ke konten
Daftar Isi
ForexIMF leaderboard banner ads.

Turnover Karyawan: Pengertian, Penyebab dan Cara Menanganinya

Turnover karyawan

Berbicara mengenai tenaga kerja, Anda pasti pernah mendengar istilah turnover. Sebab pada dasarnya, turnover karyawan wajar dilakukan asal tidak berlebihan. Hal ini juga dapat mendatangkan keuntungan untuk perusahaan apabila dilakukan dalam periode yang tepat. 

Eits, mengapa demikian? Supaya Anda lebih memahami mengenai turnover, berikut penjelasan mengenai istilah tersebut, mulai dari pengertian, penyebab hingga cara menanganinya. Simak selengkapnya berikut ini!

Pengertian Turnover Karyawan 

Turnover karyawan adalah keluar masuknya karyawan pada suatu perusahaan karena ada faktor-faktor sukarela maupun terpaksa. 

Turnover sendiri memiliki tingkatan, di mana tingkatan tersebut menunjukkan intensitas atau kecenderungan dalam melakukan pergantian pekerjanya dalam sebuah perusahaan. Tingkat ini diukur dari seberapa sering karyawan dalam sebuah perusahaan melakukan pergantian dalam periode tertentu. 

Sebagai catatan, tidak selamanya tingkat turnover yang tinggi itu baik. Pun juga bukan sesuatu yang buruk. Turnover memiliki dua jenis, yaitu turnover disfungsional dan fungsional. Untuk memahami lebih jauh, berikut pengertian dari jenis-jenis yang sudah disebutkan.

Disfungsional 

Jenis yang satu biasanya lebih banyak merugikan perusahaan. Hal ini karena pekerja yang melakukan turnover adalah pekerja yang memiliki kinerja baik dan bertanggungjawab. Kondisi ini juga bisa terjadi apabila perusahaan kehilangan sosok pemimpin yang baik dan mengayomi dengan kinerja terbaiknya. 

Fungsional 

Jenis ini merupakan turnover yang menguntungkan perusahaan. Sebab pada pekerja yang memutuskan hubungan  tidak akan mempengaruhi apa pun baik internal maupun eksternal perusahaan. Ini terjadi pada pekerja dengan kinerja buruk, sehingga apabila dilakukan turnover maka ini justru akan menguntungkan perusahaan.

Penyebab Turnover Karyawan 

Segala sesuatu tentu berasal dari hukum sebab-akibat, sama halnya dengan turnover karyawan. Setelah melewati proses diskusi yang panjang, perusahaan tentunya memiliki alasan yang kuat untuk menyetujui turnover. Beberapa penyebab turnover karyawan oleh perusahaan adalah sebagai berikut.

Faktor Individu

Pergantian pekerja juga ternyata bisa terjadi akibat faktor dari individu itu sendiri. Sebab saat ini banyak pertimbangan ketika seseorang hendak bekerja. Beberapa faktor individu pergantian karyawan adalah:

  1. Tanggungan pekerjaan yang terlalu berat. Salah satu faktor individu yang membuat karyawan mengundurkan diri dan terjadi pergantian adalah tanggungan pekerjaan yang terlalu berat, tidak adanya pembagian yang jelas dan beban kerja yang bertumpuk.
  2. Tidak adanya tantangan baru. Bagi orang-orang yang menyukai tantangan, pekerjaan yang dilakukan dengan rutinitas monoton tentu akan membosankan. Ia kemudian akan mencari pekerjaan baru yang lebih menantang. 
  3. Kepuasan kerja yang rendah. Kepuasan karyawan dalam bekerja tentu menentukan seberapa lama pekerja akan bertahan. Memang, kepuasan ini berbeda-beda sesuai yang dicari, misalnya kepuasan dalam upah, kepuasan dalam fasilitas atau kepuasan dalam pembagian waktu.
  4. Mental pekerja. Terakhir, faktor individu yang menyebabkan seseorang melakukan pergantian pekerjaan adalah mentalnya. Barangkali ada orang-orang yang setelah dimarahi atasan merasa mentalnya terguncang dan memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya saat ini.

Faktor Perusahaan 

Tak hanya dari individu saja, ada beberapa faktor perusahaan tertentu yang menyebabkan seseorang akhirnya memutuskan turnover. Apa saja? Simak selengkapnya berikut ini. 

  1. Sistem kerja perusahaan yang tidak baik. Salah satu hal yang membuat karyawan akhirnya memutuskan untuk berganti adalah sistem kerja dalam suatu perusahaan. Apabila perusahaan menerapkan sistem kerja yang represif dan tidak memperhatikan kebutuhan dan kesejahteraan para pekerjanya maka pasti akan ditinggalkan.
  2. Tidak ada transparansi dalam pemberian upah. Pemberian upah merupakan hal yang harus disepakati antara pemberi kerja dan karyawan. Sehingga sebagai orang yang bekerja bisa tahu, bagaimana ia bisa memperoleh nominal gaji sebesar demikian, atau mengapa nominal gaji yang diberikan tidak sesuai dan lain sebagainya. Jika tidak ada transparasi maka ini membuat tidak nyaman pekerja.
  3. Tidak ada penghargaan pada pencapaian pekerja. Sebagaimana manusia biasa yanng suka dipuji, karyawan tentunya ingin hasil kerja kerasnya diapresiasi oleh perusahaan. Sekedar makan-makan kecil atau ucapan selamat di depan banyak orang sudah cukup berarti. 
  4. Lingkungan kerja buruk. Terakhir, faktor dari perusahaan yang bisa membuat pekerja tidak nyaman adalah lingkungan kerja buruk, mulai dari teman-teman, fasilitas yang diberikan, dan lain sebagainya.

Faktor Geografis 

Faktor geografis menjadi salah satu hal yang menyebabkan turnover karyawan, seperti halnya seorang karyawan yang sudah bekerja lama namun jarak rumahnya begitu jauh dari kantor. Lama kelamaan akan melakukan pergantian seiring bertambahnya usia dan kemampuannya. 

Cara Menangani Turnover Karyawan yang Tinggi 

Membahas lebih jauh mengenai turnover, Anda pastinya sudah memahami pengertian dan penyebabnya. Berikut cara menangani turnover karyawan yang tinggi untuk perusahaan. Simak selengkapnya berikut ini.

Selalu memberi kesempatan karyawan untuk berkembang 

Sebagaimana perusahaan yang baik, tentu ingin karyawannya berkembang. Maka dari itu, perencanaan karir individu harus disiapkan baik-baik oleh perusahaan. Seorang pekerja harus bisa mengenali dirinya sendiri dalam pekerjaan, mulai dari kelemahan, potensi hingga kekuatan. 

Sehingga ada satu skill dari pekerja yang memang dikembangkan dengan intensif. Perusahaan bisa memberikan wadah untuk tempat berkembang tersebut. Sehingga setiap orang memiliki kemajuan ketika bekerja dalam perusahaan. Bisa juga dengan selalu memberi tantangan baru menantang sehingga ada kemampuan baru yang dikuasai.

Adakan succession planning

Succession planning merupakan proses yang harus dilewati karyawan dalam mempersiapkan diri menggantikan posisi pimpinan dalam perusahaan, manajer atau struktural lainnya. Sehingga ketika perusahaan berjalan terus ada bibit pengganti yang selalu siap meneruskan perusahaan.

Beri penghargaan pada karyawan dengan kinerja baik

Dalam perusahaan, tentu kinerja yang baik patut untuk diapresiasi. Apalagi jika pekerja sudah memberikan seluruh kemampuannya untuk memajukan perusahaan, hal ini patut diberikan penghargaan. Anda bahkan bisa rutin membuat penghargaan tertentu untuk karyawan dengan kinerja baik sehingga ada rasa termotivasi saat melaksanakan tanggung jawab.

Tentu ini membutuhkan proses yang panjang saat diskusi. Namun tidak ada salahnya dilakukan, Anda bisa menyiapkan dana sendiri supaya tidak mengganggu pendanaan yang lain. Dengan begitu karyawan akan merasa dihargai. 

Sediakan fasilitas dan lingkungan kerja yang nyaman 

Terakhir, sediakan fasilitas dan lingkungan kerja yang baik supaya karyawan lancar dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Ini juga perlu dipertimbangkan oleh perusahaan supaya tidak ada turnover berlebihan yang merugikan perusahaan.

Nah, berikut di atas merupakan penjelasan mengenai turnover mulai dari pengertian, penyebab hingga cara menanganinya. Tentu sebagai pemilik perusahaan, Anda tetap harus melakukan usaha yang terbaik untuk memajukan perusahaan, salah satunya memperlakukan pekerja dengan baik.

Hubungan yang baik antara pekerja dengan pemilik perusahaan akan memberikan sinergi baik mampu menghasilkan kinerja baik sehingga keberlangsungan dan kemajuan perusahaan tetap terjaga. Tentu juga ada ide-ide serta kreativitas yang bisa diwujudkan bersama. Sebab sejatinya, bekerja dalam tim lebih baik dari pada harus bekerja sendirian. Selamat mencoba!

nv-author-image

Clean Qurrota Ayun

Clean Qurrota A'yun adalah mahasiswa Ekonomi di UPN Veteran Yogyakarta yang senang menulis topik-topik seputar literasi finansial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *