Apa Itu Underwriter, dan Apa Tugasnya?

Underwriter dalam asuransi

Di sektor asuransi, acapkali dikenal profesi underwriter. Tentu saja tidak setiap orang akrab dengan ungkapan yang satu itu. Sederhananya, underwriting adalah mekanisme identifikasi serta pemilihan risiko.

Ketika meminta permohonan asuransi, calon tertanggung biasanya lebih dulu melewati tahap underwriting yang kemudian ditentukan nilai premi asuransi tertentu. Pahami lebih lanjut istilah underwriter dan apa tugasnya.

Apa Itu Underwriter

Underwriter adalah nama profesi dari perusahaan asuransi dengan tanggung-jawab melakukan  dari evaluasi risiko kandidat tertanggung.

Sedangkan berbagai faktor yang biasanya dilihat underwriter ketika tahap identifikasi risiko adalah aspek kesehatan, profesi, gaya hidup, kegemaran, sekaligus alamat rumah.

Prosedur tersebut mencakup berbagai aspek yang bakal ditanggung perusahaan asuransi, meliputi diri sendiri, keluarga, maupun harta benda sekaligus lingkungan sekelilingnya. Langkah tersebut lazimnya difungsikan untuk pedoman sebelum permohonan asuransi di-ACC. Umumnya, perusahaan asuransi punya pegawai khusus yang disebut underwriter di atas dalam menjalankan tahap seleksi kemudian menimbang berbagai risiko yang muncul. Tindakan tersebut diadakan demi asuransi dapat beroperasi sesuai prosedur dan berguna pada waktu yang pas.

Di samping menyelesaikan tahap seleksi, kewajiban lain pegawai underwriter yakni memikul tanggung jawab atas hasil penilaian dan pengkategorian tingkat risiko obyek yang dibebankan asuransi. Itulah kenapa saat tahap underwriter dilakukan, selaku calon nasabah adalah menyediakan berbagai informasi yang diperlukan dengan valid.

Begitu identifikasi risiko tuntas dibuat, baru kemudian underwriter dapat mengkategorikan calon tertanggung dalam kelompok risiko yang relevan. Dikenal 4 kelompok risiko dalam dunia asuransi bisnis terdiri dari: declined risk, substandard risk, standard risk, dan preferred risk.

Makin besar risiko (substandard risk) maka makin besar juga nilai premi yang ditanggung calon tertanggung. Malah bila masuk dalam risiko tertinggi (declined risk), perusahaan Asuransi tak akan berani menanggung risiko itu. Sedangkan, calon tertanggung yang mempunyai risiko paling rendah (preferred risk) maka otomatis dikenakan nilai premi yang cukup murah, hanya saja dalam kenyataannya lazimnya besar premi adalah sama dengan standard risk.

Kendati prosedur underwriting acapkali dirasa menyusahkan bagi calon tertanggung, akan tetapi tugasnya tersebut dilaksanakan untuk terwujudnya beragam maksud dan tujuan yang lebih luas. Termasuk yaitu supaya calon tertanggung memperoleh biaya premi yang berdasarkan risiko yang ada padanya. Dengan begitu akan terwujud rasa keadilan khususnya nilai premi yang harus dibayar.

Tugas Underwriter Asuransi

Prosedur yang dilakukan underwriter adalah mendapatkan data selengkap mungkin mengenai obyek pertanggungan. Data tersebut diterapkan untuk sumber informasi dalam menimbang bermacam risiko. Itulah mengapa prosedur underwriter biasanya melewati sejumlah tahap utama, yakni:

  • Menghimpun data: proses awal ini dijalankan saat calon tertanggung mengajukan asuransi. Di langkah awal ini, data diperoleh dengan sejumlah cara, termasuk : melengkapi form permohonan asuransi dari calon nasabah, interview, pemeriksaan medis bila mengajukan asuransi kesehatan atau pemeriksaan kelayakan bila mengajukan asuransi harta benda misalnya asuransi mobil atau rumah, melakukan survei. Berbagai cara tadi diselesaikan supaya petugas mendapatkan data akurat mengenai tingkat risiko tiap pertanggungan yang diajukan. Di langkah ini jika petugas perlu data dan dokumen pelengkap, ada baiknya calon nasabah memang menyiapkan apa saja yang diperlukan itu secara baik dan tepat.
  • Menyelesaikan analisa: proses pekerjaan underwriter selanjutnya yakni menyelesaikan analisa serta assesment dari berbagai risiko yang kemungkinan ditemui jika permohonan asuransi diterima. Proses analisa maupun assesment atau penilaian tadi terdiri dari : tipe risiko, frekuensi adanya risiko, dan tingkat akibat yang dihasilkan jika risiko muncul. Di fase ini, lazimnya petugas akan menyelenggarakan interview langsung ke calon nasabah. Juga melakukan survei pasar sekaligus pemeriksaan mengenai asal usul obyek tanggungan asuransi.
  • Mengambil keputusan: fase berikutnya yang harus dilakukan underwriter yaitu mengambil kesimpulan. Di langkah ini nasabah akan mengetahui apakah permohonan asuransinya disetujui atau ditolak. Keputusan diambil sesuai dengan hasil dari dua tahap sebelumnya. Lazimnya, ada berbagai macam keputusan yang bisa diberikan ke calon nasabah, misalnya : menyetujui atau menolak permohonan asuransi, menyetujui peningkatan besaran premi atau pertanggungan,  menyetujui atau menolak peningkatan permohonan tanggungan sesuai pengajuan dari nasabah.

Tugas underwriter asuransi meliputi proses terpenting untuk calon nasabah maupun perusahaan asuransi ketika kontrak asuransi akan dilakukan. Intinya, kejujuran maupun transparansi (utmost good faith) benar-benar utama untuk dijalankan dari tiap-tiap pihak supaya tak ada pihak yang merasa rugi. Ketika menghitung nilai premi dari suatu obyek pertanggungan maka berbagai faktor berikut harus dicermati seorang underwriter meliputi:

  • Regulasi yang dikeluarkan pemerintah atau otoritas.
  • Potensi atau probability munculnya risiko.
  • Loss ratio yaitu perbandingan antara klaim yang mungkin akan muncul dan total premi berwujud nilai persen.
  • Value judgment.
  • Prinsip keadilan dengan menyesuaikan dengan asas competitive and profitable premium dimana besaran premi dikehendaki bisa menggambarkan risiko tadi dan tak boleh berlebihan yang mengakibatkan adanya pihak yang dirugikan apakah itu tertanggung atau penanggung.
  • Kompetisi pasar serta peraturan internal perusahaan asuransi dalam sejumlah tipe risiko yang tak di-regulasi pemerintah.
  • Tenor atau periode asuransi yang diambil.
  • Jaminan perluasan pertanggungan yang dipilih.

Kategori Risiko

Saat tahap analisa, umumnya seorang underwriter mengelompokkan risiko yang dijumpai dari tanggungan nasabah dalam berbagai kategori sebagaimana telah disebutkan sebelumnya ialah declined risk, substandard risk, standard risk, dan prefered risk. Makin besar risiko maka makin besar juga biaya premi yang mesti ditanggung calon nasabah ke perusahaan asuransi.

Supaya langkah pengelompokan tersebut bisa diselesaikan tanpa kesulitan, calon nasabah dapat turut serta memperkirakan tingkat risiko yang dianggap bisa mengganggu tahap underwriter.

Umpamanya saat calon nasabah membuat pengajuan asuransi kesehatan. Jika calon tertanggung berumur lebih dari 40 tahun lalu juga menganut perilaku tidak sehat, bisa dipastikan jika tingkat risiko yang dibawanya lebih tinggi jika dibanding orang lain dengan umur sama atau lebih muda namun memiliki perilaku lebih sehat.

Seperti telah dikatakan sebelumnya, risiko tinggi tadi sebanding dengan besaran premi yang mesti ditanggung. Sehingga masyarakat dapat memperkirakan besaran nominal premi serta jangka waktu pencairan. Hal tersebut pun diterapkan pula untuk obyek harta benda misalnya mobil, rumah, perhiasan ataupun benda berharga yang lain.

Itu tadi sedikit pengertian underwriter dalam dunia asuransi. Mekanisme kerja yang dilakukan underwriter sebenarnya adalah win-win solution untuk kedua belah pihak dalam hal ini perusahaan asuransi dan calon tertanggung. Untuk masalah ini, underwriter merupakan langkah paling bijaksana sekaligus adil. Oleh karena itu hendaknya, tak usah sangsi saat melewati prosedur ini karena apabila permohonan disetujui, asuransi pun dapat sebagai pilihan alternatif investasi menguntungkan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *