Apa itu Kredit Pemilikan Rumah (KPR)? Ini Penjelasan Lengkapnya

Segalanya Tentang KPR

Kredit pemilikan rumah (KPR) bisa menjadi solusi terbaik untuk Anda yang berkeinginan memiliki rumah, namun tidak punya dana memadai. Sebagaimana dimengerti, harga rumah makin ke sini makin saja melambung. Dapat dikatakan KPR akan memfasilitasi masyarakat memiliki properti sendiri lewat kredit. Berikut penjelasan lengkap tentang Kredit Pemilikan Rumah.

Pengertian KPR

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah metode membeli rumah dengan cara kredit yang pembayarannya diangsur dalam jangka waktu dan suku bunga yang sudah ditentukan di awal antara pihak debitur dan bank. Artinya, dengan KPR masyarakat tak usah menyiapkan uang tunai ketika membeli rumah.

Konsumen hanya harus menyiapkan dana uang muka atau DP untuk pengajuan KPR. Sesudah itu, konsumen dapat mulai menyicil sisa hutangnya selama jangka waktu yang telah ditentukan.

Pastinya ada beberapa syarat lain yang diminta pihak bank ke calon debitur yang hendak mengajukan KPR termasuk beberapa dokumen seperti KTP, slip gaji, rekening listrik dan lainnya. Akan ditentukan pula tingkat suku bunga yang akan diberlakukan. Apabila Anda memang punya keinginan memiliki rumah sendiri, tak salah jika mencoba mengajukan kredit KPR ke pihak bank penyedia.

Rumah termasuk aset penting yang harus dimiliki setiap orang. Meski begitu, sebelum Anda membuat pengajuan kredit KPR, hendaknya mengerti dulu apa saja syarat-syaratnya lalu juga bisa bertanya ke teman terdekat yang pernah mengambil KPR atau konsultasi ke ahlinya sekalian. Biasanya tersedia potongan untuk KPR dengan masa angsuran kurang dari 30 tahun. Saat ini kebanyakan KPR menawarkan tenor angsuran dari 10-15 tahun.

Untuk memudahkan Anda menghitung biaya kredit rumah yang dibutuhkan setiap bulannya, Investbro menyediakan sarana simulasi KPR yang bisa Anda gunakan.

Jenis-Jenis KPR

Setelah mengetahui definisi KPR, kita kini mengerti jika kredit pemilikan rumah merupakan solusi terbaik yang bisa diambil ketika berkeinginan membeli rumah mulai sekarang. Saat akan membuat pengajuan KPR, ada baiknya konsumen mengerti dulu jenis-jenis yang ada di pasaran. Berikut berbagai jenis KPR yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan:

KPR Subsidi

KPR Subsidi merupakan kredit pemilikan rumah yang memperoleh subsidi dari pemerintah. Ada banyak fasilitas jika konsumen mengambil jenis KPR yang satu ini. Fasilitas yang didapat bisa berbentuk dana murah jangka panjang maupun subsidi perolehan rumah yang dikeluarkan bank pelaksana baik bank umum atau bank syariah.

Pada intinya, jenis KPR ini disediakan bagi warga berpendapatan kecil. Kelebihan dari KPR subsidi ini yaitu konsumen akan memperoleh pengurangan bunga kredit maupun DP. Meski begitu, diberlakukan sejumlah ketentuan yang mesti dipenuhi apabila akan mengajukan KPR subsidi.

Persyaratannya termasuk gaji di bawah Rp. 7 Juta namun itu sesuai dengan kebijakan tiap-tiap bank pelaksana. Apabila konsumen mengambil jenis KPR ini, DP yang mesti ditanggung kira-kira 1% saja. Sedangkan besaran suku bunga cuma 5% per tahun.

KPR Subsidi pun masih dibedakan menjadi macam yaitu: FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), SSB (Subsidi Selisih Bunga), dan SBUM (Subsidi Bantuan Uang Muka).

KPR Nonsubsidi

Jenis KPR ini artinya tak memperoleh dukungan dari pemerintah. KPR nonsubsidi merupakan pilihan KPR yang ditawarkan pihak bank dimana aturannya ditentukan bank pemberi namun tentu harus sesuai undang-undang yang berlaku.

KPR nonsubsidi tetap dapat dijadikan pilihan yang pas untuk membeli rumah secara kredit. Umumnya, ketentuan yang ditetapkan sesuai dengan dari ketentuan tiap-tiap bank, misalnya tenor angsuran sampai besarnya suku bunga yang mesti ditanggung konsumen. Pada prinsipnya, pilihan KPR yang satu ini disediakan untuk konsumen sesuai harga jual rumah yang ditetapkan pihak pengembang perumahan.

KPR Syariah

Jenis KPR Syariah hampir sama dengan KPR nonsubsidi. Tetapi, jenis KPR ini menggunakan prinsip aturan Islam dalam pelaksanaan akad atau perjanjian pembeliannya. Umumnya KPR Syariah terbaik ditawarkan beberapa bank syariah di tanah air dimana sistemnya tak menerapkan suku bunga. Karena, bunga adalah bagian dari riba dalam ajaran Islam.

Bank Syariah menerapkan mekanisme bagi hasil yang istilahnya adalah nisbah. Diantara kelebihan KPR syariah yaitu besaran angsurannya tetap dan tak akan berubah sampai masa kredit berakhir. Karena, KPR syariah tak memberlakukan bunga bank dimana biasanya fluktuatif sesuai kondisi pasar.

KPR Refinancing

Jenis KPR ini tepat bila dipilih konsumen yang di tengah jalan tak mampu merampungkan kredit KPR yang diambilnya. Dengan pembiayaan kembali atau refinancing maka konsumen bisa memindah sisa angsuran KPR dari bank lama ke bank baru. Bank baru itu yang akan membayar sisa angsuran itu. Konsumen nanti membayar sisa angsuran ke bank baru yang biasanya akan menerapkan suku bunga lebih rendah bila dibanding bank terdahulu.

KPR Angsuran Berjenjang

Termasuk pilihan yang lain dalam membantu meringankan cicilan rumah yaitu memilih KPR angsuran berjenjang. Dengan produk ini, konsumen akan mendapatkan keringanan yaitu penundaan pembayaran sebagian cicilan pokok sampai tahun ketiga masa kredit. Selanjutnya, pada tahun ke-4 cicilan baru normal kembali.

KPR Take Over

KPR take over yakni skema pembayaran dimana tadinya sudah diajukan ke satu bank lalu di-over ke bank lain yang dianggap nasabah lebih menguntungkan. Tipe KPR ini cukup sesuai untuk nasabah yang hendak mengganti jenis suku bunga agar tak keberatan membayar cicilan.

KPR Pembelian

Konsumen bisa membeli rumah baru dengan jenis KPR pembelian ini. Nah, sesudah membeli rumah baru, kemudian rumah itu yang akan digunakan sebagai agunan. Bila saat perjalanan waktu kredit ternyata konsumen mengalami kesulitan membayar maka rumah itulah yang digunakan untuk membayarnya.

KPR Duo

Jenis KPR ini terhitung cukup jarang dikeluarkan pihak bank. KPR ini difungsikan dari pembelian apartemen, ruko, dan dikombinasikan kredit mobil, motor, hingga perabotan rumah tangga.

Keuntungan KPR Bagi Konsumen

Sesudah mempelajari definisi kredit pemilikan rumah dan jenisnya, tentu Anda mulai tertarik untuk mengajukan KPR secepatnya agar dapat memiliki tempat tinggal sendiri. Dan memang ada banyak keuntungan KPR yang akan dinikmati konsumen yang memanfaatkannya yang diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Bentuk Investasi yang Menguntungkan

Membeli rumah menggunakan fasilitas KPR dapat digunakan sebagai salah satu pilihan berinvestasi dalam jangka panjang. Alasannya, setelah konsumen melunasinya maka rumah itu bisa dijual lagi. Pastinya, harga yang diperoleh akan lebih tinggi bila dibanding harga belinya beberapa tahun lalu. Lebih-lebih, bila lokasi rumah yang dibeli itu cukup strategis.

2. Uang Muka Tak Besar

Termasuk keuntungan KPR yang lain yaitu konsumen tak usah membayarkan uang muka dengan nominal tinggi. Lazimnya pihak bank memberlakukan uang muka sebanyak 30 % dari harga rumah yang akan dibeli.

3. Resmi Serta Legal

konsumen tak perlu risau dengan legalitas rumah. Soalnya pemberi KPR sudah menjamin perkara itu sesuai dengan aturan yang ada misalnya keabsahan surat tanah sampai surat bangunan.

Syarat Pengajuan KPR

Saat akan mengajukan kredit pemilikan rumah, calon debitur tentunya wajib memenuhi berbagai persyaratan berikut:

  • Warga negara Indonesia (WNI).
  • Memiliki pendapatan tetap dimana masa kerja yang dijalani paling sedikit 2 tahun.
  • Usia pemohon KPR setidaknya 21 tahun hingga 45 tahun.
  • Paling banyak pendanaan pembelian rumah yaitu 80-90% dari harga.

Di samping sejumlah ketentuan tadi, hendaknya pemohon pun menyiapkan sejumlah dokumen pribadi seperti di bawah ini:

  • Fotocopy KTP, KK dan NPWP.
  • Slip gaji selama 3 bulan terakhir.
  • Fotocopy rekening koran dalam 6 bulan terakhir.
  • Surat keterangan kerja dimana setidaknya sudah memiliki masa kerja selama 2 tahun.
  • Khusus untuk pemilik usaha juga menyerahkan fotocopy akta pendirian perusahaan atau surat izin usaha.
  • Melampirkan juga fotokopi ijazah terakhir dan SPT PPH 21.
  • Melampirkan SK pengangkatan karyawan atau kartu Taspen untuk pegawai negeri.

Prosedur Pengajuan KPR

Supaya Anda dapat merealisasikan cita-cita memiliki sebuah rumah idaman, langkah-langkah dan prosedur pengajuan kredit pemilikan rumah berikut ini harus dilakukan yaitu:

1. Memilih dan menentukan rumah yang dikehendaki

Langkah awal untuk mengajukan KPR yaitu konsumen memilih lebih dulu rumah yang hendak dibeli dengan cara kredit. Tak setiap rumah dapat dibeli dengan memanfaatkan fasilitas KPR.

Oleh karena itu, Anda mesti bertanya sendiri ke pihak bank pemberi atau broker properti terkait lokasi rumah yang menawarkan program kredit dengan KPR. Konsumen pun perlu mensurvei lokasi atau rumah yang menawarkan program KPR itu.

Perhatikan apakah kawasan yang akan dihuni itu bebas banjir atau memiliki air tanah dengan kondisi bersih tak tercemar. Menetap di rumah dengan memakai air tanah bersih itu artinya Anda dapat mengirit ongkos pengeluaran untuk keperluan air bersih.

2. Menanyakan dengan rinci tentang rumah yang hendak dibeli

Sesudah Anda mengecek keadaan lingkungan, selanjutnya Anda mesti menanyakan secara rinci menyangkut rumah yang hendak dibeli. Ajukan pertanyaan lebih dulu terkait harga rumah dan juga besaran uang muka untuk membeli rumah itu secara kredit.

Di samping itu, Anda perlu paham besar angsuran yang mesti dibayarkan tiap bulan termasuk juga besaran uang tanda jadi. Amati pula denah rumah itu terutama ukurannya sudah pas dan memadai atau belum.

Cek juga jika memang ada berbagai fasilitas di sekeliling kompleks sehingga penghuni dapat lebih mudah mendapatkan beraneka macam kebutuhan misalnya angkutan umum atau sekolah dan pasar yang tak jauh.

3. Memberikan uang tanda jadi

Jika Anda telah dengan detil bertanya mengenai rumah yang hendak dibeli itu dan sudah merasa yakin, maka Anda dapat langsung menyerahkan uang tanda jadi sebagai pengikat perjanjian. Uang tanda jadi merupakan bukti pemesanan supaya rumah yang dipilih tak dipesan orang lain. Tiap pengembang rumah biasanya menerapkan ketentuan berbeda terkait uang tanda jadi sehingga Anda harus memastikan terlebih dulu persyaratan atau nominal uang tanda jadi itu.

4. Mengajukan KPR ke bank

Berikutnya konsumen bisa mengajukan kredit KPR ke bank yang dipilih. Untuk prosedur permohonan kredit KPR ini lazimnya nasabah akan difasilitasi langsung dari pihak pengembang yang telah menjalin kerjasama dengan bank tertentu.

Jika Anda mengambil kredit KPR yang belum mengadakan kerjasama dengan pengembang rumah itu artinya Anda mesti mengurus proses KPR itu sendiri. Siapkan semua syarat sebagaimana yang telah tertera di atas.

Bila memang lengkap maka pihak bank biasanya akan membuat persetujuan permohonan KPR itu sekitar satu bulan. Dari rentang waktu satu bulan itu, bank sebagai penyedia KPR akan menyelesaikan tahap survei ke sejumlah pihak yang terkait. Tahap survei itu akan mengecek semua aktivitas keuangan di Bank Indonesia untuk memastikan bahwa calon debitur memang tak termasuk dalam daftar hitam perkreditan.

Konsumen mesti paham bahwa supaya lancar dalam angsuran KPR maka rumusnya yaitu jumlah angsuran per bulan tak boleh melebihi 30% dari jumlah gaji yang diperoleh. Harga total rumah, DP, periode angsuran maupun nominal gaji adalah beberapa hal yang mempengaruhi pengajuan KPR itu diterima atau ditolak pihak bank.

Utamakan penghasilan yang diterima untuk mengangsur kredit rumah lebih dulu. Jangan membeli rumah saat Anda masih punya angsuran lain misalnya kredit motor atau mobil. Angsuran yang lain itu khusus akan makin memberatkan Anda yang akan membawa pada kondisi yang sangat sulit untuk membayar angsuran rumah.

5. Pilihan bank yang menyediakan KPR

Begitu Anda siap kemudian juga telah menentukan developer rumah yang menawarkan KPR, selanjutnya Anda mesti menentukan bank mana yang menyediakan fasilitas KPR. Ada sejumlah bank besar yang menawarkan fasilitas KPR dimana suku bunga yang ditawarkan cukup ringan sehingga tak akan kesulitan dalam mengangsur kredit rumah hingga beberapa tahun ke depan.

Bank-bank penyedia KPR itu adalah: Bank BTN, Bank BRI, Bank BNI, Bank BCA, Bank BJB dan BJB Syariah, Bank Mandiri, dan Bank UOB Indonesia.

Kesalahan dalam Pengajuan KPR

Membeli rumah menggunakan fasilitas KPR termasuk hal yang gampang-gampang susah. Adakalanya konsumen merasa telah melengkapi semua syarat, namun permohonan masih saja ditolak. Untuk Anda yang berencana membuat permohonan KPR, coba ketahui apa saja kesalahan dalam pengajuan kredit pemilikan rumah berikut ini dan segera diperbaiki :

1. Gaji tak mencukupi

Boleh jadi Anda begitu tergesa-gesa dalam usaha memiliki rumah. Karenanya tak mempertimbangkan besarnya gaji saat ini. Kendati pihak bank menentukan nominal angsuran adalah 30% dari total pendapatan suami-istri.

Aturan tersebut diberlakukan mengikuti kesanggupan pemohon dalam membayar angsuran KPR. Umpamanya, total gaji suami dan istri sebesar Rp. 15 juta/bulan. Oleh karena itu, angsuran paling banyak bila membayar cicilan rumah yaitu Rp. 4,5 juta per bulan. Pihak bank pastinya tak akan menerima pengajuan KPR bila Anda punya gaji di bawah Rp. 15 juta per bulan.

2. Dokumen tak lengkap

Seringkali konsumen merasa telah melengkapi dokumen yang diminta, dengan begitu tak melakukan pengecekan kembali. Kendati hal sepele seperti itu adakalanya mempengaruhi penilaian bank pada pengajuan KPR. Periksa kembali dokumen yang diminta, misalnya masa aktif KTP, akta kelahiran, rekening listrik, PDAM, tagihan internet, slip gaji, SK karyawan maupun buku tabungan. Kelengkapan berkas tersebut dapat ikut memfasilitasi pengajuan KPR disetujui.

3. Tak punya pendapatan yang rutin

Pada intinya pihak bank akan menyediakan kredit apa saja untuk debitur yang punya kesanggupan membayar. Faktor tersebut dapat diketahui dari penghasilan yang diperoleh tiap bulan. Pastinya, bank tak akan menyetujui permohonan KPR yang tak punya pendapatan atau punya pendapatan namun tak tetap. Dengan begitu, penting untuk Anda dalam mengajukan KPR ketika telah menjadi pegawai tetap atau usaha telah memberikan laba teratur per bulannya.

4. Belum punya performa

Untuk Anda yang belum sekalipun punya histori kredit sebelumnya, tak serta-merta pengajuan KPR akan disetujui, namun malah boleh jadi ditolak. Soalnya, bank lebih suka pemohon yang punya riwayat hutang dan lancar dalam pembayaran angsuran. Ketentuan tersebut dapat diusahakan dengan punya kartu kredit lebih dulu dan melunasi tagihan tanpa terlambat.

Tips Agar Pengajuan KPR Diterima

Tak gampang dalam memperoleh persetujuan KPR dari bank. Hal tersebut disebabkan berbagai syarat yang harus dipenuhi calon debitur supaya permohonan KPR bisa diterima. Justru, bank tidak ragu menolak permohonan KPR calon debitur yang tak memenuhi ketentuan itu. Kami pernah membahas tentang tips memilih KPR agar proses pembelian Anda lancar.

Nah, untuk Anda yang hendak mengajukan kredit pemilikan rumah, di bawah ini tips agar diterima:

1. Periksa BI Checking

Saat akan mengajukan KPR, cek bahwa data BI checking yang dimiliki sudah bersih. Bank tentu mencari informasi calon debitur KPR terkait berbagai riwayat kredit yang terdaftar di Bank Indonesia. Apabila data calon debitur negatif, umpamanya punya kredit macet, peluang untuk diterima pengajuan KPR pasti ditolak sebab risikonya dinilai tinggi. Apabila merasa pernah punya tunggakan maka segera saja diselesaikan.

2. Pastikan pendapatan cukup

Berhasil tidaknya pengajuan kredit KPR pun dipengaruhi besarnya pendapatan. Aturan yang dipegang bank yaitu besarnya angsuran per bulan untuk KPR adalah maksimal sepertiga dari jumlah gaji per bulan. Jika memang belum cukup, tidak ada salahnya Anda mulai mengumpulkan uang untuk membeli rumah terlebih dahulu.

Pertimbangannya, pihak bank tak mau menyebabkan debitur terkendala dalam mencukupi anggaran hidup lalu pada waktu berbarengan mesti melunasi cicilan. Yang akan terjadi adalah menunggak atau malah gagal bayar. Apabila telah berkeluarga, tanggungan cicilan bisa lebih enteng sebab bank mau menerima skema penghasilan bersama antara suami dan istri. Dengan begitu limit cicilan KPR yang disetujui bank akan lebih tinggi.

3. Alokasikan anggaran

Kendati beberapa bank ada yang memiliki persyaratan DP atau uang muka tak lebih dari 30% dari harga rumah, tak serta-merta nasabah KPR boleh menyediakan budget yang terbatas. Apabila pendapatan dianggap sedikit oleh bank, dengan sendirinya permohonan KPR pun langsung tertolak. Sebab itu, bank biasanya menyarankan ke calon debitur KPR agar mau menambah uang muka agar cicilan per bulan makin rendah.

Nasabah pun harus punya anggaran ekstra kurang-lebih 20% selain uang muka. Ketentuan tersebut dikarenakan calon debitur harus membayar beberapa biaya lain di samping uang muka. Umpamanya biaya appraisal, asuransi jiwa, biaya proses, asuransi kebakaran, provisi, APHT dan SKMHT, PNBP, dan ongkos notaris yang kemudian dikelompokkan dalam bagian dari cicilan pertama.

3. Masa kerja yang cukup

Apabila calon debitur KPR adalah seorang karyawan, untuk itu harus mempertimbangkan waktu kerja di perusahaan. Ketentuan bagi pemohon kredit pemilikan rumah yaitu telah bekerja di perusahaan setidaknya 2 tahun. Pihak bank biasanya mengharuskan surat keterangan kerja dari perusahaan bersangkutan, ditambah nomor Hp bagian personalia yang bisa dihubungi untuk verifikasi.

4. Cek legalitas sertifikat rumah

Apabila membeli rumah seken, yang paling penting yaitu memeriksa sertifikat HM dengan cermat. Karena, prosedur permohonan kredit bila membeli rumah bekas itu tanpa difasilitasi pengembang. Cek bahwa rumah bekas yang akan dibeli telah bersertifikat baik SHM atau HGU, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), denah bangunan, Akta Jual Beli (AJB), hingga Pajak Bumi Bangunan (PBB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *