Cara Investasi Properti Untuk Pemula

  • Properti
Investasi Properti

Investasi properti sangat digemari di kalangan investor untuk diversifikasi portfolionya. Penyebabnya adalah jenis penanaman modal ini bersifat jangka panjang yang cenderung berisiko rendah. Ada begitu banyak cara untuk berinvestasi di bidang ini, mulai dari melakukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga membangun rumah sendiri yang tersedia di seluruh daerah yang cukup dirasa rumit karena tentu melibatkan pembiayaan pembangunan dan pemeliharaannya baik bangunan milik sendiri atau sewaan. Artikel ini akan lebih lanjut membahas strategi berinvestasi di bidang properti. Yuk simak berikut ini!

Strategi Berinvestasi di Bidang Real Estate

1. Dana Investasi Real Estate (DIRE)

DIRE adalah kumpulan uang dari para pemodal yang diinvestasikan perusahaan investasi terhadap aset properti baik secara langsung seperti membeli gedung maupun tidak langsung seperti membeli saham atau pendapatan tetap perusahaan properti – gedung perkantoran, gudang, pusat perbelanjaan dan lain-lain-. Secara hukum, DIRE (Dana Investasi Real Estate) yang dikenal juga sebagai REIT (Real Estate Investment Trust) merupakan sarana investasi baru yang akan berbentuk Kontrak Investasi Kolektif atau KIK.

Biasanya ketika berinvestasi di real estate, sudah disediakan seorang manajer yang mengatur dan menangani semua logistik kepemilikan dan persewaan sehingga kita sebagai investor cukup memantau situasi dan mengumpulkan dividen. Keuntungan yang didapatkan biasanya lebih tinggi daripada investasi berbasis saham.

Pasar modal dapat diakses melalui akun broker terbuka untuk kita yang ingin memperjualbelikan saham DIRE yang menyebabkan likuiditasnya cukup tinggi atau mudah untuk diproses. Investor juga dapat memperjualbelikan saham DIRE melalui saham yang diperdagangkan di bursa efek (ETF) di mana tersedia saham DIRE dalam skala yang lebih banyak dibandingkan di pasar modal. Khusus untuk investor baru dengan finansial yang pas-pasan mungkin bisa berinvestasi dalam saham DIRE yang sudah terbagi-bagi melalui Micro-Investing Apps yaitu aplikasi yang memudahkan investor untuk berinvestasi dalam jumlah yang lebih kecil.

Saham DIRE juga ada yang bersifat pribadi yaitu saham yang hanya bisa diakses oleh investor terakreditasi yang cukup beresiko dan sulit untuk dijual kembali dalam waktu yang singkat. Sebagian dividen DIRE dikenai pajak karena dianggap sebagai pendapatan normal. Namun, kita juga bisa menyesuaikan harga pajaknya apabila dividen kita telah memenuhi syarat tertentu.

2. Platform Real Estate Crowdfunding

Investasi melalui crowdfunding merupakan investasi yang bersifat pasif yakni kita dapat menjadikan ini sebagai penghasilan tambahan tanpa perlu ikut campur bekerja dan menjadi tuan tanah. Banyaknya platform online memungkinkan kita berinvestasi dengan cara mendanai proyek pembangunan dan pengembangan real estate tertentu. Keuntungan yang diraup menggunakan strategi ini juga sangat menjanjikan dirujuk dari kebebasan kita untuk memilih secara spesifik properti mana yang ingin diinvestasikan. Meski begitu, jangka waktu investasi ini pun diatur bisa lima tahun atau bahkan dalam periode waktu yang cukup lama.

crowdfunding

Menggunakan platform ini tak luput dari pungutan biaya karena terdapat biaya manajemen tambahan juga akan dibebankan kepada para investor. Agar bisa menjadi investor menggunakan strategi ini, kita perlu terakreditasi dahulu dengan minimal pembayaran investasi sekitar Rp5.000.000 hingga Rp250.000.000.

Platform crowdfunding di sektor real estate yang cukup terkenal adalah CrowdDana dan Provesty. Kedua platform tersebut menawarkan berbagai macam pilihan investasi properti bagi pemula yang disesuaikan dengan kalkulasi jumlah uang yang harus diinvestasikan dari dana pembangunan real estate bersama hingga proyek individu.

3. Berinvestasi Pada Properti Milik Pribadi

Salah satu cara tradisional dalam berinvestasi yaitu berinvestasi dengan apa yang kita punya. Tempat tinggal milik pribadi baik rumah maupun gedung dapat dimulai dengan melakukan cicilan KPR yang secara bertahap membangun kepemilikan atas tempat tinggal tersebut. Intinya, secara tidak langsung kita sudah menjadi tuan tanah.

Berinvestasi dengan strategi ini dibutuhkan waktu yang cukup panjang namun apabila keberuntungan didapat dan permintaan atas properti yang dimiliki melonjak tinggi di pasar lokal maka kita dapat mencairkan ekuitas kita menjadi uang saat properti tersebut terjual. Menurut survei analis industri, sejak tahun 1994 hingga 2019 nilai harga rumah hanya meningkat sekitar 3,9% setiap tahunnya.

agen properti

Tentu saja hal tersebut dapat dibilang wajar karena rumah dengan fungsinya sebagai tempat tinggal tidaklah mudah untuk tumbuh secara dramatis harganya Apalagi bila digabungkan dengan kalkulasi biaya pemeliharaan, pajak properti, asuransi, bunga yang dibayarkan, serta hipotek yang dimiliki.

Bila dibandingkan dengan DIRE yang rata-rata keuntungan tiap tahunnya sebesar 11,28% yang lebih besar daripada saham bursa efek. Menurut perhitungan bahwa IHSG saham bursa efek telah menyediakan pengembalian tahunan dengan rata-rata sekitar 10% dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Bukan berarti keuntungan DIRE yang lebih besar membuat tempat tinggal pribadi tak layak untuk diinvestasikan. Pemerintah juga mendukung dengan mengadakan KPR untuk pembeli rumah yang pertama kali dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pembelian real estate lainnya.

4. Berinvestasi Pada Properti Sewa Hunian

Kita bisa memilih cara ini sebagai salah satu strategi berinvestasi di bidang real estate dengan mempertimbangkan untuk membeli properti sewa hunian. Berinvestasi dengan cara ini memiliki keuntungan yang cukup menjanjikan. Dengan menyewakan hunian yang kita miliki tentunya arus keuangan akan tetap stabil dari waktu ke waktu. Meski begitu, kita juga perlu mempertimbangkan biaya perawatan rutin untuk mempertahankan nilainya. Berikut ada dua cara mendapatkan keuntungan melalui properti sewaan:

  • Sewa jangka panjang. Properti yang dirancang untuk disewa setidaknya selama setahun dapat membuat arus keuangan bulanan stabil. Tentunya arus keuangan ini sangat bergantung dengan kemampuan finansial penyewa hunian tersebut. Kita mungkin dapat membeli properti multi-unit maupun hunian yang diperuntukkan satu keluarga kemudian kita menyewakannya.
  • Sewa jangka pendek. Properti ini dirancang untuk jangka waktu yang sesingkat-singkatnya seperti satu malam yang dilakukan oleh Airbnb. Penyewa memiliki masa inap yang relatif singkat namun arus keuangan bergantung dari banyaknya orang yang akan menyewa tempat tersebut.

Walau tampaknya keuntungan besar dapat diraup melalui investasi ini, ada banyak hal lain yang perlu diperhatikan seperti mencari penyewa yang berminat, membayar pemeliharaan berkelanjutan, mengurus perbaikan dan menangani masalah lain pada properti sewaan tersebut. Biasanya, kita dapat sepenuhnya menyerahkan urusan tersebut pada perusahaan manajemen properti namun tentunya uang yang dikeluarkan akan lebih banyak daripada mengurusnya sendiri.

5. Fixer-Upper

Fixer-Upper adalah mereka yang membeli properti dengan kondisi yang kurang memadai dan harga yang relatif murah kemudian merenovasinya sehingga mereka dapat menjualnya kembali dengan harga yang cukup tinggi. Tentunya, cara ini walaupun mengeluarkan modal yang lebih sedikit, urusan yang perlu dipertimbangkan pun cukup banyak seperti biaya balik nama atas properti, pajak, asuransi dan lain-lainnya. Sebelum membeli hunian atau properti tersebut, kita perlu mengobservasi apakah lingkungannya memiliki potensi pertumbuhan atau tidak, jika iya kita dapat menjual properti ini dengan harga fantastis.

renovasi rumah

Resiko lainnya adalah pengeluaran biaya yang cukup tinggi untuk merenovasi konstruksi bangunan yang rusak tersebut. Di beberapa tempat, kita memerlukan izin bangunan untuk direnovasi dan sebagainya. Menyewa kontraktor yang melakukan kegiatan renovasi pun cukup merogoh kocek yang menuntut kita untuk menjual dengan harga yang terbaik. Tips sederhana yang bisa dilakukan adalah kita perlu melakukan riset sebelum membeli hunian yang akan direnovasi. Cari hunian yang tidak memerlukan renovasi besar-besaran dan berada di wilayah yang cukup diminati masyarakat. Biasanya daerah pusat kota yang membangun area perumahan sangatlah diminati masyarakat dengan harga yang cukup tinggi. Cara investasi properti ini kurang cocok bagi pemula karena dibutuhkan modal yang cukup besar.

Alasan Investasi Properti

Dapat disimpulkan bahwa berinvestasi di bidang properti biasanya menawarkan keuntungan jangka panjang yang kuat dan tidak terlalu terikat dengan pasar saham. Meski keuntungan yang dapat diraup cukup tinggi, resiko yang akan dihadapi juga nan demikian sebab properti yang diinvestasikan adalah properti fisik. Berinvestasi melalui DIRE akan menjadi pilihan terbaik bagi para investor pemula dan kemampuan finansial yang terbatas karena tidak terlalu riskan seperti strategi lainnya.

Bagi para investor yang memilih strategi berinvestasi melalui properti yang disewakan atau menjadi fixer-upper, perlu dipastikan siap akan resiko yang dihadapi dan rencana yang matang agar hasil yang didapatkan meningkatkan keuntungan. Khususnya fixer-upper yang perlu melakukan analisis area dan properti untuk menentukan potensi pertumbuhan. Sebagai bentuk komitmen yang besar, investasi pada real estate tidak likuid dalam jangka waktu yang pendek sehingga alangkah lebih baik untuk membicarakannya terlebih dahulu dengan penasihat keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *