Lompat ke konten
Daftar Isi
ForexIMF leaderboard banner ads.

Cara Menghitung Dana Pensiun Dan Tips Mengumpulkannya

Cara Menghitung Dana Pensiun Dan Tips Mengumpulkannya

Ada banyak alasan mengapa menjadi Aparatur Sipil Negara atau ASN masih menjadi idaman orang dari berbagai generasi saat ini. Salah satunya adalah ASN atau PNS berhak atas dana pensiun yang dipotong secara otomatis dari gaji bulanan mereka. 

Dana ini nantinya dapat digunakan untuk banyak hal mulai dari menekuni hobi, membuka usaha baru bahkan untuk berobat dihari tua. Maka dari itu tidak heran kalau generasi Ayah dan Bunda kita dulu banyak yang ingin menjadi PNS. 

Padahal, tidak perlu menjadi PNS terlebih dahulu untuk memiliki dana pensiun. Pengusaha, pedagang, tenaga profesional dan bahkan karyawan pun bisa mempersiapkan dana pensiun. Caranya? Ya dengan menabung.

Apa itu Dana Pensiun?

Dana pensiun adalah dana yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di hari tua setelah Anda tidak bekerja lagi. Adapun yang dimaksud dengan pensiun adalah orang yang sudah berusia di atas 65 tahun (bukan usia kerja). 

Dana pensiun ini penting sebab:

  1. Pada usia tersebut, produktivitas tubuh Anda secara alamiah akan menurun sehingga tidak bisa bekerja keras sebagaimana Anda saat masih muda. 
  2. Tidak menutup kemungkinan Anda akan terserang penyakit sebab, pada usia ini daya tahan tubuh juga lebih lemah. 
  3. Anda tidak bisa sepenuhnya bergantung pada anak Anda sebab pastinya pada saat Anda tua, mereka sudah memiliki keluarga dan kebutuhan sendiri-sendiri. 
  4. Meskipun sudah kurang produktif, tidak jarang para lansia juga aktif melakukan hobi mereka dan seringkali hobi tersebut membutuhkan biaya tambahan. 

Cara Menghitung Dana Pensiun

1. Tentukan perkiraan usia pensiun

Langkah pertama untuk menghitung dana pensiun yang Anda butuhkan adalah menentukan kapan Anda ingin pensiun. Standar rentang usia kerja memang 15-65 tahun, akan tetapi bukan berarti Anda harus pensiun di usia tersebut. Anda bisa merencanakan pensiun lebih awal maupun lebih akhir. 

Perkiraan rencana pensiun ini penting untuk menentukan jumlah uang yang harus Anda tabung setiap bulan. Semakin lama usia pensiun Anda, maka semakin murah dana yang harus Anda kumpulkan sejak saat ini. 

2. Tentukan perkiraan usia harapan hidup

Meskipun Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda akan mati, akan tetapi untuk menghitung dana pensiun, Anda harus tahu perkiraan usia harapan hidup Anda. Menurut data BPS sebagaimana yang disampaikan oleh Katadata, saat ini usia harapan hidup masyarakat Indonesia rata-rata 73, 5 tahun. Ini artinya jika Anda berencana pensiun di usia 65, setidaknya Anda harus menyiapkan uang untuk 8 tahun setelah Anda tidak bekerja lagi. 

3. Tentukan perkiraan tingkat inflasi tahunan

Inflasi adalah kenaikan harga barang kebutuhan sehari-hari secara serentak. Inflasi adalah fenomena yang umum terjadi dalam ekonomi namun inflasi dapat mengurangi daya beli masyarakat. Misalnya, dengan uang 10.000 rupiah dulu Anda bisa mendapatkan BBM 4 liter tapi kini dengan uang yang sama Anda hanya bisa memperoleh 1 liter lebih sedikit. Oleh karena itu, jangan heran kalau harga barang-barang saat Anda pensiun nanti juga lebih mahal dibandingkan saat ini.

Inflasi umumnya bergerak sesuai dengan kondisi ekonomi. Kalau ekonomi Indonesia sedang lesu, maka inflasi rendah kalau biasa-biasa saja, maka inflasi dapat dikontrol dengan baik. Tapi kalau barang-barang mendadak mahal, maka inflasi sedang tinggi. 

Selain dari kondisi ekonomi real time, Anda juga bisa melihat tingkat inflasi yang ditargetkan oleh Bank Indonesia.

4. Ketahui berapa standar pengeluaran bulanan Anda

Dengan asumsi bahwa gaya hidup Anda tidak berubah selama pensiun, maka standar pengeluaran bulanan Anda saat ini bisa Anda jadikan patokan untuk mempersiapkan dana pensiun. 

Misalnya, biaya hidup bulanan Anda saat ini adalah sebesar Rp. 1.000.000 per bulan dan Anda ingin menikmati pensiun selama 8 tahun. Maka apabila dengan tanpa memperhitungkan inflasi, Anda perlu menyiapkan uang senilai Rp. 96.000.000 untuk pensiun (1.000.000x8x12). 

Contoh Penghitungan Dana Pensiun

Ani adalah karyawan sebuah perusahaan swasta berusia 25 tahun. Dia ingin pensiun di usia 65 tahun dan memperkirakan hidupnya akan sampai usia 75 tahun. Dengan perkiraan inflasi tahunan sebesar 5%, dan biaya hidup per bulan Rp. 1.500.000, maka berikut ini besaran uang yang dibutuhkan Ani untuk mempersiapkan pensiun:

Rumus dana pensiun = Biaya hidup per bulan*(1+Inflasi)^(usia pensiun-usia saat ini)

Dana pensiun Ani = Rp. 1.500.000*(1+5%)^40= Rp2.534.395.936.

Selain dengan menggunakan rumus di atas, Anda juga bisa menghitung jumlah uang yang Anda butuhkan untuk pensiun dengan mengetahui rule 4%. Apa itu rule 4%? Rule 4% adalah persentase jumlah yang bisa diambil oleh kita sebagai pensiunan setiap tahunnya. Angka 4% ini diperoleh dari rata-rata imbal hasil investasi di Amerika Serikat selama tahun 1926-1976. 

Rumus dana pensiun menggunakan cara ini adalah:

Dana pensiun= pengeluaran tahunan x (100%:4%)

Misalnya, pengeluaran bulanan Ani sebesar Rp. 1.500.000. Maka per tahunnya Ani mengeluarkan uang sebesar 18.000.000. Oleh karena itu, yang harus disiapkan Ani adalah:

Dana pensiun= 18.000.000 x 25= Rp. 450.000.000.

Cara menghitung dana pensiun berbeda-beda tergantung dengan metode yang digunakan dan variabel yang diperhitungkan. 

Tips Mengumpulkan Dana Pensiun

1. Kontrol pengeluaran bulanan

Meskipun tidak ada patokan resmi mengenai berapa persen gaji untuk dana pensiun yang harus Anda keluarkan, akan tetapi sebaiknya Anda mengontrol pengeluaran bulanan. Kurangi belanja barang-barang yang sekiranya kurang penting atau bisa digantikan dengan barang lama. 

2. Cari pendapatan tambahan

Semakin besar dana yang Anda siapkan saat ini, semakin besar pula uang yang akan Anda miliki nanti. Oleh karena itu, selain mengontrol pengeluaran bulanan sebaiknya Anda juga mencari pendapatan tambahan agar bisa menabung lebih banyak. Pendapatan tambahan ini bisa diperoleh dari investasi, tambah bekerja freelance atau dari passive income seperti hak cipta, properti dan lain sebagainya. 

3. Investasi

Salah satu momok dalam menyiapkan uang pensiun adalah inflasi karena sekali lagi inflasi dapat menggerus daya beli masyarakat di masa depan. Oleh sebab itu, usahakan Anda menyiapkan pensiun dengan berinvestasi pada instrumen yang memiliki tingkat imbal hasil dengan rasio yang lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi. 

Dengan perkembangan teknologi seperti saat ini, Anda bisa berinvestasi di instrumen-instrumen pasar modal seperti, reksa dana atau saham. Alasannya adalah umumnya tingkat imbal hasil instrumen ini lebih tinggi dibandingkan inflasi. 

4. Disiplin

Berapapun jumlah dana yang Anda inginkan dan apapun cara Anda mengumpulkan uang tersebut, semuanya akan percuma jika tidak disertai dengan kedisiplinan. Hal ini mengingat bahwasanya untuk mengumpulkan dana pensiun bisa membutuhkan waktu puluhan tahun sehingga membutuhkan kedisiplinan yang cukup.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *