Lompat ke konten

Cara Mining Litecoin

Cara menambang LTC

Di dunia crypto, Litecoin bisa dikatakan sebagai salah satu koin alternatif yang sempat menarik minat para antusias crypto beberapa waktu lalu. Tentu saja karena koin ini menawarkan penambangan yang terbilang masih mudah dan murah dengan nilai yang menjanjikan. Begitu pula Anda yang saat ini ingin mempelajari cara mining Litecoin daripada membelinya di platform exchange.

Untuk menambang Litecoin, waktu yang dibutuhkan memang terbilang lebih singkat jika dibanding dengan Bitcoin. Ya, untuk menambang per blok Bitcoin dibutuhkan waktu sekitar 10 menit, sementara Litecoin hanya memerlukan waktu sekitar seperempatnya saja. Meskipun terdapat Halving Day, menambang Litecoin dinilai tetap menjanjikan yaitu 12,5 Litecoin per blok.

Mining Litecoin sendiri masih tak jauh berbeda dengan menambang aset crypto lainnya, yaitu menyelesaikan blok yang berada dalam jaringan blockchain Litecoin dengan cara memverifikasi transaksi Litecoin yang terjadi. Sementara pilihan cara yang bisa digunakan juga tak jauh berbeda dan bisa disesuaikan dengan profil mining Anda, yaitu solo mining, pool mining dan cloud mining. Semuanya mudah untuk dilakukan pemula.

Berikut penjelasan dari masing-masing opsinya.

Cara Menambang Litecoin dengan Solo Mining

Opsi pertama untuk menambang Litecoin adalah dengan cara solo mining alias menambang mandiri. Artinya, untuk mendapatkan Litecoin, maka Anda harus menyiapkan semua peralatan yang diperlukan, biaya listrik dan internet untuk menjalankan penambangan. Meskipun biaya modal yang dikeluarkan di awal sangat besar, namun Anda tidak perlu berbagi hasil dengan penambang lain seperti pada metode mining pool.

Langkah yang bisa Anda lakukan untuk menambang solo Litecoin antara lain:

1. Menyiapkan wallet Litecoin

Tentu saja sebelum mulai menambang, Anda sebaiknya sudah memiliki wallet Litecoin untuk menampung hasil menambang nantinya. Anda bisa memilih mana yang paling ideal dengan preferensi Anda.

2. Menyiapkan peralatan mining

Menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk mining Litecoin, hal ini meliputi hardware dan software. Perangkat keras yang diperlukan antara lain set komputer dengan spesifikasi khusus mining. Artinya ada 3 komponen dengan daya komputasi optimal yang perlu diperhatikan, yaitu CPU, GPU ataupun ASIC. 

Solo mining mengandalkan kekuatan CPU bisa jadi cukup merepotkan karena Anda harus mempelajari lebih banyak hal. Apabila Anda menggunakan daya komputasi GPU, pastikan Anda menginstall software yang sesuai dengan jenis kartu grafis tersebut. Sementara menggunakan ASIC, biasanya sudah disertakan dengan software mining sehingga Anda tinggal menjalankannya saja.

Opsi solo mining ini sendiri tak hanya bisa dilakukan melalui set komputer saja, namun juga bisa dari perangkat mobile alias ponsel. Caranya adalah dengan menginstall aplikasi mining yang biasanya didapatkan dari situs milik pengembang atau perusahaannya. Jadi Anda tidak bisa mendapatkan aplikasinya dari platform penyedia aplikasi resmi seperti di Google PlayStore maupun Apple AppStore.

Anda bisa mencoba aplikasi populer seperti AA Miner dan Minergate yang dinilai cukup kredibel dan terbukti membayar. Berikut penjelasan sekilas tentang kedua aplikasi ini:

  • AA Miner: aplikasi mobile untuk mining yang tidak menerapkan iklan maupun pembelian dalam aplikasi. Aplikasi ini mendukung penambangan 50 cryptocurrency populer saat ini. Aplikasi ini cukup banyak digunakan penambang saat ini karena menawarkan kinerja penambangan yang dapat diandalkan.
  • Minergate: aplikasi ini awalnya dikembangkan untuk platform PC yang menawarkan mobile mining yang dapat disesuaikan sesuai keinginan penambang, mulai dari  menampung hasil penambangan, menyesuaikan jumlah core yang digunakan dan mengatur jalannya proses mining. Ia juga menawarkan opsi mobile mining dan cloud mining.

3. Jalankan mining sesuai petunjuk

Apabila Anda sudah siap dengan hardware dan software penambangan, selanjutnya cukup ikuti petunjuk yang dijelaskan pada software mining untuk memproses penambangan.

4. Pantau perkembangan mining

Pada saat proses mining berlangsung, Anda sebaiknya melakukan pemantauan kinerja secara rutin untuk memastikan semuanya berjalan sesuai harapan. Selain itu, cek juga balance di wallet Litecoin Anda untuk memastikan bahwa reward menambang benar-benar masuk dengan jumlah yang sesuai pula. Selain itu, tak ada salahnya pula untuk memonitor pergerakan harga Litecoin untuk memaksimalkan profit dari penambangan Anda.

5. Transfer Litecoin ke wallet yang aman

Apabila Anda menggunakan layanan tertentu untuk menampung hasil mining Anda sementara, segera transfer Litecoin yang sudah didapat tersebut ke wallet pribadi Anda. Hal ini mencegah hal-hal yang tidak diharapkan.

Cara Menambang Litecoin pada Mining Pool

Pilihan cara menambang Litecoin yang tak kalah populer saat ini adalah dengan bergabung ke dalam pool mining. Menambang bersama-sama memang bisa memberikan peluang mendapat reward yang lebih besar dibanding menambang sendirian. Namun tentu saja, reward yang didapat bersama-sama juga harus dibagi sesuai dengan kontribusi kepada pool.

Dengan kata lain, apabila Anda menggunakan peralatan yang mumpuni, maka peluang mendapatkan reward lebih besar pun menjadi lebih tinggi. Hal ini karena Anda bisa menggunakan rig mining dengan perangkat penambang berdaya GPU maupun ASIC. Dengan kata lain, cara ini mirip dengan solo mining, hanya saja Anda bergabung bersama para penambang lain untuk mendapatkan reward Litecoin.

Langkah yang perlu dilakukan bisa dijelaskan sebagai berikut:

1. Menyiapkan wallet Litecoin

Sama dengan penambangan mandiri, Anda tetap harus memiliki wallet Litecoin untuk menampung hasil menambang. Dalam hal ini, tentu saja Anda bisa memilih layanan mana yang dirasa paling cocok dengan keinginan dan kebutuhan Anda.

2. Menyiapkan peralatan mining dan menentukan pool

Begitu pula dengan peralatan menambang yang diperlukan, bisa memilih opsi terbaik seperti alat penambang ASIC maupun GPU. Ingat pula bahwa Anda juga akan memerlukan software yang sesuai dengan preferensi mining rig tersebut. Pastikan bahwa Anda mendapatkan software dari pengembang terpercaya untuk menghindari hal yang tak diinginkan nantinya.

Selanjutnya, Anda perlu memilih ke poll mining mana Anda akan bergabung untuk menambang Litecoin ini. Anda bisa melakukan riset dan perbandingan terlebih dahulu untuk menentukan rig yang paling ideal bagi Anda. Anda bisa menilai kredibilitas pool, biaya yang diperlukan untuk bergabung, pembayaran minimal, software yang digunakan hingga deretan fitur yang disediakan oleh pool-pool tersebut.

3. Jalankan mining di pool

Jika semua dirasa sudah siap, Anda bisa menjalankan proses mining sesuai dengan referensi yang diberikan oleh pool tersebut.

4. Pantau perkembangan mining

Seperti halnya pada opsi solo mining, Anda pun juga perlu melakukan monitoring terhadap beberapa aspek yang sudah disebutkan. Hal ini untuk mengantisipasi hal yang tak terduga, mengingat penambangan di pool juga dikenai biaya. 

5. Transfer Litecoin ke wallet pribadi

Begitu pula dengan opsi pengamanan reward yang didapat. Sesuai dengan ketentuan pool dan software ini mining, Anda bisa segera memindahkan hasil penambangan dari penyimpanan sementara langsung ke wallet Anda pribadi.   

Menambang Litecoin dengan Layanan Cloud Mining

Opsi cloud mining juga semakin banyak diminati oleh miner belakangan ini lantaran semakin tingginya harga peralatan mining dan ketersediaan yang semakin langka. Selain itu, biaya listrik dan perawatan alat yang juga tidak murah semakin memaksa penambang mencari solusi penambangan tersebut. Beralasan jika kemudian semakin banyak perusahaan yang menawarkan layanan cloud mining.

Dalam hal ini, Anda sebagai penambang, menyewa layanan cloud dari perusahaan tertentu untuk mendapatkan reward Litecoin. Anda harus memilih layanan terbaik dengan reputasi yang dapat dipercaya, bukan sekedar yang menjanjikan keuntungan paling tinggi saja. Ini karena ancaman scam yang juga semakin tinggi seiring meningkatnya peminatan pada opsi cloud mining itu sendiri.

Sebagai opsi yang lebih praktis, cara cloud mining pun bisa dibilang lebih sederhana dibanding kedua opsi yang sudah diseutkan di atas, antara lain:

1. Pilih layanan cloud mining sesuai hasil riset anda

Pilih paket mining dengan memperhatikan setiap aspek yang dijelaskan pada kontrak, mulai dari biaya, peralatan menambang yang diperlukan, sistem pembayarannya dan sebagainya. Semakin banyak fitur yang Anda inginkan, idealnya main mahal pula biaya sewa yang harus ditebus. Maka dari itu, pertimbangkan layanan cloud secara cermat.

2. Pilih pool mining

Jika Anda sudah menentukan paket yang kemudian menghasilkan hash rate tertentu, selanjutnya Anda perlu memilih mining pool. Jadi pada dasarnya Anda tetap melakukan mining dengan cara bergabung ke pool, namun mempercayakan alat mining kepada perusahaan penyedia layanan cloud mining. Bandingkan antar pilihan pool yang ada agar Anda bisa mendapatkan pool yang paling ideal.

3. Jalankan mining dan pantau kinerjanya

Selanjutnya, Anda bisa langsung melakukan mining dari layanan cloud tersebut sambil memantau kinerja dan hasil yang bisa didapat. Pastikan semua berjalan sesuai harapan atau segera lakukan koreksi apabila terjadi hal yang tidak sesuai.

4. Transfer hasil mining ke wallet pribadi

Jika Anda menampung hasil mining ke penampungan sementara, segera pindahkan Litecoin tersebut ke wallet pribadi Anda. lakukan transfer ini secara berkala sesuai frekuensi yang Anda tentukan sendiri untuk mengantisipasi hal yang tak terduga.

Akhir Kata

Cara mining Litecoin mungkin tak jauh berbeda dengan cara menambang aset crypto populer lainnya saat ini. Anda bisa memilih opsi solo mining – baik dari PC ataupun ponsel, atau memilih opsi pool mining melalui rig ataupun layanan cloud yang kini semakin banyak ditawarkan. Pastikan Anda memilih sesuai dengan profil mining Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.