Lompat ke konten
Daftar Isi
ForexIMF leaderboard banner ads.

7 Contoh Penerapan Blockchain di Berbagai Industri

Contoh Penerapan Blockchain di Berbagai Industri

Dalam beberapa tahun terakhir teknologi blockchain dan turunannya, seperti cryptocurrency dan NFT, acap kali menjadi topik perbincangan di dunia maya. Namun sayangnya, topik perbincangan tersebut masih sebatas bagaimana crypto dan NFT bisa mendatangkan keuntungan dalam jangka pendek maupun jangka panjang dan bukan mengenai manfaat penggunaan teknologi blockchain di dunia nyata.

Blockchain adalah sistem penyimpanan dan pendistribusian data yang dihubungkan dan dilindungi oleh sistem kriptografi yang ketat. Sistem blockchain memungkinkan informasi untuk tersimpan ke dalam suatu block yang dilindungi oleh kriptografi. Apabila block tersebut sudah penuh, maka dia akan bergabung dengan block lain untuk membentuk sebuah rantai data (chain). Karena sistem ini, blockchain dibilang sebagai salah satu database penyimpanan data digital yang paling aman saat ini. 

Menurut Mckinsey pada tahun 2018, dampak utama teknologi blockchain terhadap bisnis di dunia nyata adalah adanya efisiensi biaya. 

Efisiensi biaya ini disebabkan oleh penurunan biaya untuk menerbitkan, menyimpan dan mengelola data dalam bentuk fisik seperti, penerbitan dan penyimpanan dokumen. Biaya ini dinilai lebih besar dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah perusahaan apabila perusahaan tersebut menyewa jasa perusahaan blockchain provider.

1. Penerapan Blockchain Pada Industri Hiburan

Salah satu teknologi yang lahir dari sistem blockchain adalah non-fungible token (NFT) yang memungkinkan musisi untuk terhindar dari pembajakan dan masalah copyright lainnya. Hal ini karena setiap kepemilikan NFT dapat ditelusuri langsung dengan mekanisme smart contract

Tidak hanya itu, sistem blockchain yang ada di dalam NFT memungkinkan artis dan penggemar untuk berkolaborasi dengan tanpa melanggar hak cipta dari artis tersebut. Maka dari itu, tidak heran apabila beberapa musisi dunia seperti, Snoop Dogg dan beberapa perusahaan besar Kpop merilis karya dalam bentuk teknologi ini. 

2. Penerapan Blockchain Pada Industri Keuangan

Boleh dibilang bahwasanya industri keuangan adalah industri yang paling diuntungkan dengan adanya teknologi blockchain ini. Menurut penelitian dari Mckinsey diatas, penerapan teknologi blockchain pada industri keuangan berpotensi meningkatkan aset dan meminimalisir biaya administrasi pada industri ini. 

Hal ini karena teknologi blockchain memungkinkan bank untuk mengirim dan menerima data keuangan dari dan ke luar negeri dengan cepat secara transparan tanpa pihak ketiga. Dengan demikian, sumber daya seperti biaya dan tempat penyimpanan dokumen serta waktu untuk menulis dokumen tersebut lebih bisa dihemat. 

Penerapan teknologi blockchain pada sistem penerbitan letter of credit (L/C) di Singapura misalnya dapat menghemat waktu penerbitan dokumen tersebut dari yang awalnya 14 hari menjadi 2 hari saja (Daily Social). 

3. Penerapan Blockchain Pada Industri Kesehatan

Penyebaran informasi yang kredibel, cepat dan transparan menggunakan sistem blockchain juga menguntungkan industri kesehatan. Dalam industri ini, pasien dituntut untuk menandatangani dan membawa dokumen tertentu untuk pindah rumah sakit atau mengajukan klaim asuransi. Adanya dokumen offline tersebut tentunya akan meningkatkan biaya penyimpanan mengingat bahwasanya dokumen tersebut bersifat penting. 

Dengan adanya blockchain, pasien bisa berpindah rumah sakit dengan tanpa harus membawa dokumen apapun. Data pasien tersebut akan ditransfer oleh pihak rumah sakit ke rumah sakit lainnya dengan tanpa khawatir kalau rumah sakit lainnya itu akan memanipulasi data.

 Maka dari itu bagi pasien, sistem blockchain memungkinkan pasien untuk berpindah rumah sakit, mengatur asuransi dengan tanpa ribet sementara bagi rumah sakit, sistem ini memungkinkan untuk penghematan biaya dan transparansi data.

4. Penerapan Blockchain Pada Sektor Publik

Tentu Anda sudah mafhum bagaimana sulit dan lamanya proses pembuatan dokumen publik seperti KTP, KK, atau dokumen lainnya di Indonesia. Permohonan penerbitan dokumen ini menuntut Anda untuk memfotocopy dan mengumpulkan banyak dokumen, mengantri di kantor hingga menunggu sampai berminggu-minggu. 

Belum lagi fakta bahwa dokumen yang Anda kumpulkan tersebut bisa bocor ke tangan orang-orang yang tidak bertanggungjawab karena dikelola dengan tidak benar atau dijual ke forum-forum gelap seperti raid forum. 

Teknologi blockchain adalah solusi yang patut dipertimbangkan untuk mengatasi permasalahan ini. Dengan teknologi ini, masyarakat bisa langsung mengunggah data pribadi mereka untuk kemudian didaftarkan ke dalam sistem pemerintahan dengan tanpa takut data mereka akan disalahgunakan karena untuk mengubah data ini, manipulator perlu kemampuan dan alat teknologi yang canggih. 

Selain itu, penerapan blockchain pada sektor publik yang disertai dengan double check and balance juga meminimalisir adanya human error baik yang disengaja seperti korupsi, fraud, penipuan maupun yang tidak disengaja seperti, salah penulisan angka dan lain sebagainya.

5. Penerapan Blockchain Pada Supply Chain

Teknologi blockchain diperkirakan juga akan berdampak besar pada industri logistik atau supply chain. Industri logistik dunia saat ini semakin berkembang dengan semakin banyaknya pengguna e-commerce. 

Perusahaan logistik kini tidak hanya melayani pengiriman bahan baku untuk bisnis lain yang dalam sekali pengiriman jumlah besar, tetapi juga melayani pengiriman barang untuk konsumen ritel yang apabila dijumlahkan juga tidak kalah besar. 

Padahal, untuk bisa melayani konsumen, perusahaan logistik juga harus berhubungan dengan pihak lainnya mulai dari bank, pengemudi truk hingga perusahaan logistik lain di luar negeri. Semua proses tersebut tidak akan efisien apabila ada ketidakjujuran, salah dalam penulisan dokumen atau ketidakseimbangan dalam penggunaan teknologi. 

Teknologi blockchain yang menawarkan teknologi penyimpanan data yang terdesentralisasi, transparan dan aman adalah solusi yang saat ini banyak dibicarakan di kalangan pebisnis logistik. Hal ini karena dengan teknologi ini, pemilik bisnis logistik bisa memasukkan data dan menyimpannya secara otomatis dan aman sekaligus memudahkan mitra untuk mengaksesnya dengan tanpa takut datanya akan dimanipulasi. 

6. Penerapan Blockchain Dalam Ilmu Pengetahuan

Dengan sistem pembuatan dan penyimpanan data yang terdesentralisasi dan aman, blockchain juga berpotensi untuk digunakan dalam pengambilan data untuk penelitian khususnya di bidang biologi, kimia dan kesehatan. Dalam hal ini, partisipan dalam penelitian bisa menuliskan informasi genom mereka sendiri dan membuat hash yang berhubungan dengannya. 

Peneliti yang berniat menggunakan data genom tersebut harus memiliki persetujuan dari partisipan terkait dan membayar royalti atas genom tersebut apabila penelitiannya terbukti sukses. 

7. Dampak Penerapan Blockchain Pada Lingkungan

Dampak penerapan blockchain dan turunannya terhadap lingkungan hingga kini masih menimbulkan perdebatan. Di satu sisi, teknologi ini berpotensi untuk mengurangi konsumsi dokumen berbahan serbuk kayu seperti kertas, menghemat tempat penyimpanan sehingga tidak perlu bangunan tambahan, serta berpotensi mengurangi sampah lingkungan, namun disisi lain produksi produk-produk blockchain seperti NFT dan cryptocurrency membutuhkan daya listrik dan memproduksi emisi listrik yang tinggi. 

Meskipun disinyalir sebagai teknologi penyimpanan dan pendistribusian data yang paling aman, namun penggunaan blockchain pada ketujuh industri di atas membutuhkan pemahaman dan infrastruktur teknologi yang memadai sehingga kemungkinan besar penerapan teknologi ini secara keseluruhan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *