Daftar Negatif Investasi (DNI) di 2021

Daftar Negatif Investasi di Indonesia

Saat ini memang sedang ramai pemberitaan dimana Jokowi mulai melegalkan minuman keras untuk beredar. Padahal nyatanya berita tersebut tersebar tanpa sumber yang jelas dan banyak oknum yang tidak membaca dengan detail berita yang tersebar. Hal inilah yang membuat banyak kebijakan dinilai banyak salahnya oleh masyarakat, seperti yang saat ini juga sedang banyak diperbincangkan yaitu peraturan daftar negatif investasi (DNI) oleh BKPM.

Daftar negatif investasi terbaru di 2021 ini memang sengaja dikeluarkan oleh pemerintah melalui BKPM untuk bisa mengatur, banyak pihak asing atau perusahaan asing yang ingin melakukan investasi. Bahkan dalam hal ini pemerintah melalui Perpres nomor 44 tahun 2016 juga membuat beberapa negative list yang memang memperbolehkan atau bahkan melarang keras, usaha dari perusahaan asing mana saja yang bisa melakukan investasi.

Pengertian Daftar Negatif Investasi

Daftar Negatif Investasi (DNI) adalah daftar yang dikeluarkan pemerintah mengenai usaha mana saja oleh perusahaan asing dan domestik yang dapat berinvestasi di Indonesia. Dalam hal ini juga daftar yang dimiliki cukup panjang, usaha yang ada dapat usaha terbuka atau usaha yang tertutup.

Namun memang untuk perusahaan asing yang ingin melakukan investasi di Indonesia, ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi. Peraturan khusus ini memang sengaja dibuat oleh pemerintah, terutama untuk beberapa jenis bisnis yang memang akan dibangun. Walaupun memang Anda semua mengetahui bahwa Indonesia sangat menyambut baik banyaknya investor yang di Indonesia, namun perlu diperhatikan ada beberapa larangan yang harus diketahui.

Beberapa bisnis tertentu yang memang tidak diperbolehkan, tercantum dalam daftar yang dinamakan daftar negatif investasi. DNI sendiri merupakan sektor bisnis yang memang sengaja dibuat oleh pemerintah, dimana hal ini dikhususkan untuk calon investor yang memiliki bisnis yang tidak diperbolehkan di Indonesia dan berbagai aturan yang ada terutama untuk perusahaan kepemilikan bersama. Lalu apakah Anda tahu tujuannya?

Tujuan Daftar Negatif Investasi

Tujuan dari Daftar Negatif Investasi adalah untuk melindungi ekonomi Indonesia, serta bukan hanya untuk membatasi investasi yang dilakukan oleh asing saja. Selain itu juga untuk memberikan peluang bisnis yang lebih baik kepada semua investor nantinya. Dalam hal ini juga DNI akan terus mengalami penyesuaian dengan peraturan yang dimiliki oleh pemerintahan.

Maka dari itu, untuk Anda yang juga ikut serta menjadi investor harus mengetahui apa itu DNI sebelum Anda membuat banyak perencanaan terkait investasi yang akan dilakukan di Indonesia. Namun salah satu hal yang paling penting untuk diketahui mengenai daftar negatif investasi adalah, sektor bisnis apa saja yang memang dibuka dan persyaratan apa saja hingga bisnis seperti apa yang memang tidak berlaku atau ditutup sepenuhnya.

Tujuan lain dari DNI adalah untuk bisa memberikan berbagai kemudahan, perlindungan, hingga pemberdayaan yang akan dilakukan terutama untuk koperasi dan juga usaha mikro maupun kecil hingga menengah. Pebisnis lokal perlu lebih kreatif dalam mencari cara mencari investor asing untuk mencari modal bagi perusahaan mereka.

Daftar Negatif Investasi (DNI) di Indonesia

1. Bidang Usaha yang Diperbolehkan

Setelah mengetahui dengan jelas apa yang dimaksud dengan DNI hingga tujuan adanya DNI, Anda juga harus mengetahui daftar usaha mana saja yang memang diperbolehkan, persyaratan yang harus diketahui hingga bidang usaha seperti apa yang memang ditutup sepenuhnya. Dalam hal ini memang salah satu sektor bisnis yang terbuka 100% dalam bidang kepemilikan asing adalah jenis usaha penyimpanan dingin.

Bukan hanya itu saja, namun usaha kepemilikan asing dalam bidang distribusi yang memang berafiliasi dengan bidang produksi, penjualan yang dilakukan secara langsung melalui berbagai jaringan pemasaran hingga bisnis broker sekalipun. Usaha yang diperbolehkan juga terkait dengan bidang pariwisata dan juga ekonomi yang kreatif seperti dibukanya sebuah bar atau bahkan kafe, restoran hingga berbagai fasilitas untuk berolahraga.

Untuk bidang usaha yang berada pada sektor komunikasi dan juga informasi yang memang melibatkan sebuah investasi hingga mencapai 100 miliar, dalam hal ini memang mendapatkan izin sepenuhnya untuk 100% dimiliki oleh pihak asing. Bukan hanya itu saja, untuk sektor energi dan juga sumber daya mineral, industry pellet untuk biomasa yang mana memiliki tujuan untuk memperbarui energi yang ada.

2. Bidang Usaha yang Tidak Diperbolehkan

Namun memang ada beberapa bidang usaha yang memang benar-benar tidak mendapatkan izin atau ditutup oleh pemerintah di 2021, untuk dilakukannya investasi oleh pihak asing atau bahkan investasi domestik. Bidang-bidang tersebut adalah bidang yang bergerak pada pertahanan secara nasional dan juga lingkungan maupun kesehatan. Dalam hal ini Anda juga tidak dapat melakukan investasi untuk pengelolaan terminal.

Terminal yang memang dimaksud dalam hal ini adalah terminal darat, dimana digunakan untuk membantu jalannya penumpang, produksi sebuah minuman beralkohol hingga digunakan untuk membangun sebuah kasino. Dalam hal ini sangat jelas akan dilakukan pelarangan, hingga akan adanya penghapusan larangan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengenai daftar negatif investasi Indonesia yang dalam waktu dekat ini akan mengalami revisi. Bahkan nantinya akan ada penghapusan, dimana larangan ini akan dilakukan untuk memberikan kemudahan untuk para investor dapat melakukan investasi di Indonesia.

Memang nantinya revisi yang dilakukan tidak banyak mengalami perubahan, namun akan dipastikan bahwa sektor bisnis yang dapat terbuka untuk dilakukannya investasi dapat bebas sepenuhnya dari berbagai hambatan yang ada.

Kelebihan Dan Kekurangan Daftar Negatif Investasi

Dengan adanya daftar negatif investasi yang berlaku pada tahun 2021 di Indonesia tentunya ada beberapa nilai positif dan juga nilai negatif yang diberikan. Dalam hal ini dengan adanya investasi asing, tentunya bisa dibilang menjadi pisau bermata dua.

Di satu sisi hal ini membawa keuntungan namun di sisi lain juga bisa menjadi sebuah ancaman, terutama untuk para pengusaha domestik. Dalam hal ini ada beberapa keuntungan yang diberikan dengan adanya investasi asing, yaitu membantu untuk membuat pembangunan untuk infrastruktur tetap berjalan dengan baik.

Ditengah keterbatasan anggaran APBN atau APBD yang ada, tentunya dengan adanya investasi asing akan membuat semua pembangunan berjalan dengan baik. Dengan menggunakan modal asing ini, maka akan semakin mudah untuk bisa menggerakan berbagai usaha dan juga menambah pundi pajak yang dimiliki negara dari berbagai aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh para pengusaha.

Tentunya hal ini menjadi kabar yang menyenangkan untuk semua pengusaha. Selain itu, keuntungan lainnya yang juga diberikan oleh adanya modal asing yaitu adanya berbagai peluang dengan hadirnya berbagai teknologi baru yang berasal dari luar negeri. Bahkan sudah banyak perusahaan besar yang memang berbasis teknologi dan sudah memiliki niat untuk bisa menanamkan modalnya di Indonesia.

Namun bukan hanya keuntungan saja, ada beberapa kekurangan juga untuk perusahaan domestik yang mana membuat hadirnya daftar negatif investasi ini. Dengan banyaknya pembangunan yang ada, tentunya akan membawa berbagai produk asal oleh negara investor tersebut. Hal ini juga yang akan membuat produk dalam negeri tidak akan digunakan di dalam negeri bahkan membuat pasarnya sendiri semakin menurun, meskipun pasar domestik masih mendominasi dalam 5 tahun terakhir.

Itulah beberapa hal menarik mengenai DNI. Dalam hal ini Anda sudah tahu bukan apa itu daftar negatif investasi hingga berbagai kelebihan, kekurangan dan juga sektor bisnis apa saja yang memang diperbolehkan untuk melakukan investasi dan tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *