Dana Darurat: Apa Itu dan Mengapa Penting

Dana Darurat

Tiap orang punya metode beragam ketika mengelola keuangan. Faktor tersebut tergantung dari sejumlah aturan yang diberlakukan pada keuangan itu sendiri. Tiap-tiap orang biasanya punya prioritas tertentu yang beragam pula. Bermacam aturan tersebut bisa mendukung program pengelolaan keuangan yang lebih tepat, yang mana setiap pos dialokasikan dengan benar. Dana darurat keluarga maupun pribadi termasuk poin penting di dalamnya.

Dana darurat harus disediakan dalam perencanaan keuangan karena memiliki peran vital yang akan digunakan sebagai andalan uang pada waktu tak terduga. Kendati sudah punya anggaran keuangan yang sesuai, akan tetapi akan terjadi situasi khusus di mana kita memerlukan sejumlah uang selain yang masuk dalam anggaran tadi.

Pengertian Dana Darurat

Dana darurat adalah dana dengan nominal tertentu yang hanya digunakan ketika menghadapi beberapa situasi tidak terduga.

Maksudnya, fungsi dana darurat cuma akan terlihat ketika mengalami berbagai situasi darurat yang tak dapat ditangani bila menggunakan keuangan normal (menurut anggaran tetap).

Berdasarkan uraian tadi, terlihat bila dana darurat adalah dana yang cuma diambil ketika situasi tertentu saja yang tak dapat diperkirakan kapan anggaran itu akan dipakai. Hanya saja kendati begitu, penyediaan dana darurat di rencana anggaran keuangan adalah hal yang benar-benar vital, karena beberapa situasi mendesak tadi mungkin saja dialami sewaktu-waktu.

Manfaat dana darurat tersebut diperlukan demi menyelesaikan bermacam situasi, misalnya: modal hidup ketika mencari pekerjaan baru karena di-PHK, dana pengobatan, dana renovasi rumah karena terkena banjir atau kebakaran, dana penyembuhan setelah mengalami kecelakaan, ataupun situasi mendesak yang lain.

Dengan memilikinya, Anda bisa menghindari masalah keuangan dalam rumah tangga.

Menabung Dana Darurat

emergency fund
Emergency Fund

Tak seperti anggaran rutin yang hendak difungsikan dalam mencukupi berbagai kebutuhan setiap hari, dana darurat cuma akan difungsikan ketika situasi khusus saja. Berarti, dana tersebut tak usah ditabung berwujud uang tunai dalam anggaran keuangan. Bisa sangat pas apabila menyimpan dana darurat tersebut di rekening tersendiri terpisah, sehingga tak bercampur dengan anggaran lainnya di rencana keuangan.

Di samping berupa tabungan jangka pendek dengan sifat fleksibel, kita pun dapat menabung dana darurat tersebut pada bentuk instrumen lain yang dinilai sesuai. Usahakan menggunakan instrumen investasi yang kecil resiko sekaligus gampang diuangkan, karena bentuknya mesti likuid dan gampang dicairkan apabila setiap saat diperlukan. Kedua alasan tadi harus diakomodasi sebelum menyimpan dana darurat berwujud investasi.

Dana darurat mesti disimpan dalam instrumen dengan 3 kriteria berikut ini yaitu: aman, mudah serta cepat diambil, lalu juga likuid. Contohnya tabungan yang mempunyai fitur ATM. Apabila kita memerlukan dana darurat, kita dapat secepatnya menuju mesin ATM terdekat.

Dapat pula ditempatkan dalam bentuk perhiasan emas maupun logam mulia yang disimpan di rumah. Kita cukup membawanya ke toko emas untuk diuangkan. Akan tetapi untuk likuiditas emas lebih terbatas dibanding dana dalam tabungan sebab kita mesti ke toko emas dahulu. Namun bayangkan bila kita perlu dana jam 12 malam, tentu tak ada toko emas yang masih buka dan melayani konsumen.

Nominal Dana Darurat Ideal

Apabila membahas terkait nominal dana darurat ideal yang diperlukan, tentu hal tersebut akan dipengaruhi dengan nominal kebutuhan per bulan secara menyeluruh. Kendati dipergunakan dalam menangani beragam situasi mendesak tertentu, akan tetapi nominal ideal tersebut umumnya akan ditentukan sesuai pengeluaran per bulan. Di samping itu, nominal dana darurat keluarga akan berbeda dengan yang masih single karena bergantung pada berapa tanggungan dalam aggaran keuangan tersebut.

Di bawah ini merupakan besaran ideal dana darurat yang diperlukan dalam anggaran keuangan:

  • Single (tak punya tanggungan): untuk mereka dengan posisi lajang serta tak punya tanggungan, untuk itu paling tidak mesti punya dana darurat sejumlah 6 kali dari total pengeluaran per bulan.
  • Keluarga (belum punya anak): bagi yang sudah menikah namun belum punya anak, untuk itu wajib punya dana darurat sejumlah 9 kali dari total pengeluaran per bulan dari rumah tangga yang dijalani.
  • Keluarga (punya anak): sementara untuk mereka yang sudah menikah serta sudah punya anak, untuk itu paling tidak wajib punya dana darurat senilai 12 kali dari total pengeluaran per bulan rumah tangga.
dana darurat ideal
Ini jumlah ideal untuk emergency fund

Nilai dana darurat tersebut otomatis meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah tanggungan yang dipunyai dalam anggaran keuangan. Oleh karena itu cukup krusial agar selalu memperhatikan dan menyesuaikan sesuai keadaan keseharian. Umpamanya: apabila dalam beberapa bulan mendatang memiliki rencana menikah atau akan punya anak (tanggungan), untuk itu kita pastinya mesti mengoreksi lagi nominal dana darurat mengikuti total pengeluaran per bulan.

Cara Mengumpulkan Dana Darurat

Apabila memperhatikan nilai dana darurat yang kita perlukan, pastinya jelas jika totalnya tak bisa mudah untuk disediakan sekaligus bila hanya dari gaji saja. Mengangsur sedikit demi sedikit merupakan tindakan yang pas. Akan tetapi langkah tersebut pun perlu strategi, khususnya bagi mereka yang tak bia berdisiplin dengan rutin menyisihkan sejumlah tertentu uang gaji untuk keperluan itu.

Kendati cukup penting, dana darurat tak diperlukan setiap waktu, dengan begitu kebanyakan orang malah menunda untuk menyediakannya dalam anggaran keuangan mereka. Diperlukan tekad yang besar dari awal demi menyiapkan dana darurat tersebut. Karena itu kita harus membuat rekening tersendiri dalam menyimpannya, yang mana kita tak mencampurkan anggaran lain ke dalamnya. Kita dapat menyediakan dana darurat menggunakan berbagai langkah di bawah ini:

  • Kalkulasi besaran rata-rata pengeluaran per bulan menurut anggaran bulanan pribadi, sehingga akan memperoleh nilai dana darurat yang pas dan mengikuti kebutuhan kita ke depannya.
  • Tentukan nilai yang paling pas dan lama waktu yang diperlukan dalam menyediakan dana itu dalam anggaran keuangan.
  • Sediakan sejumlah uang tetap dari gaji sebagai dana darurat, sehingga dapat memenuhi nominal yang dikehendaki dalam waktu yang telah ditetapkan. Umpamanya: 10% atau 20% dari penghasilan bulanan dalam rentang 10 bulan selanjutnya.
  • Atur keuangan secara ketat, supaya dapat menempatkan lebih banyak uang di rekening dana darurat.
  • Jalankan efisiensi dan hilangkan beberapa pos pengeluaran yang tak cukup penting pada anggaran keuangan, supaya dapat lebih cepat untuk menggenapi dana darurat itu.
  • Jalankan kedisiplinan dan tekad kuat untuk menyediakan dana darurat.

Apabila memperhatikan kegunaannya, untuk itu penyediaan dana darurat pada anggaran keuangan rumah tangga merupakan sesuatu yang demikian penting dan harus untuk tiap orang. Jangan menunda penyediaan dana darurat, karena hal itu akan mengakibatkan persoalan keuangan yang gawat untuk diri sendiri. Atur keuangan secara lebih bijaksana dan sediakan dana darurat sekarang secara disiplin ditambah kesungguhan yang besar, supaya anggaran keuangan sudah siap dalam menghadapi situasi darurat yang barangkali dialami setiap saat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *