10 Film Tentang Saham, Belajar Investasi Dengan Nonton

  • Saham
Film Investasi Saham

Mempelajari segala hal tentang investasi dan pasar modal bisa dari mana pun. Boleh mengambilnya dari artikel di dunia maya, buku, atau sumber lainnya. Namun, ada pilihan lain metode mengasyikkan dalam upaya belajar saham, salah satunya dengan menonton film.

Pastinya tak boleh asal, namun yang mengusung tema keuangan, terutama investasi dan trading. Anda bisa menyaksikannya di Netflix, Hulu, HBO, atau Amazon Prime. Berikut 10 film tentang saham terbaik sebagai pilihan seru mulai belajar tentang investasi.

1. Equity (2016)

cover Equity (2000)

Film tentang saham yang pertama adalah Equity. Film yang yang satu ini adalah sebuah thriller, kriminal khususnya financial fraud.

Naomi Bishop adalah bankir investasi yang bertekad untuk mengatasi noda sebelumnya pada reputasi profesionalnya, yang merupakan tantangan di sektor keuangan yang didominasi pria tempat dia bekerja.

Semangat itu membuatnya bergerak mengelola IPO teknologi baru yang sedang berkembang, dia harus bertahan tidak hanya sikap merendahkan rekan-rekannya, tetapi juga kliennya yang angkuh bahkan ketika perkembangan baru yang mengganggu mengaburkan masa depan usaha itu.

Melawan hal itu, penyelidikan seorang teman kuliah yang menjadi jaksa penuntut hukum investasi Federal dan tipu muslihat pacarnya yang melakukan transaksi ganda tampaknya merupakan komplikasi yang dapat diatasi, sampai pengkhianatan oleh kolega tepercaya mengancam untuk menghancurkan segalanya.

2. Boiler Room (2000)

Boiler Room (2000)

Boiler Room adalah film tentang broker saham yang bisa disaksikan di Amazon Prime. Boiler Room dibintangi oleh aktor Ben Affleck dan Vin Diesel.

Film drama tersebut berkisah tentang beberapa anak muda putus sekolah yang dipekerjakan sebagai broker dan bekerja dalam “boiler room” yang akhirnya membuat mereka kaya. Namun hal itu malah mengakibatkan keserakahan mereka muncul.

Film Boiler Room sendiri mirip dengan “The Wolf of Wall Street” yang kisahnya diambil dari kehidupan Jordan Belfort dan menceritakan tentang lika-liku kehidupan seorang pialang saham yang berakhir tragis di dalam penjara gara-gara kasus penipuan.

3. Wall Street: Money Never Sleeps (2010)

poster Wall Street: Money Never Sleeps (2010)

Sebuah film tentang wall street dengan bintang utama adalah Michael Douglas. Judul tersebut adalah kelanjutan dari film Wall Street (1987). Tak seapik seri sebelumnya, namun penonton tetap dapat mengambil pelajaran mengenai seberapa kuat individu bila menghadapi keserakahan dan uang.

Gekko menjadi panutan bagi generasi pembajak keuangan amoral yang memasukkan ratusan juta ke dalam kantong mereka sambil membangkrutkan perusahaan mereka dan membuat ekonomi bertekuk lutut. Saat “Wall Street: Money Never Sleeps” dimulai, Gekko telah mampu menenangkan diri selama bertahun-tahun di penjara federal, yang merupakan fantasi terbesar film tersebut.

Para pencuri yang menjarah sistem keuangan sebagian besar masih berkuasa, dan para fanatik kongres menolak upaya untuk mengatur sistem tersebut. Ini adalah film yang menghibur tentang ambisi, romansa, dan praktik perdagangan jahat.

4. Wall Street (1987)

cover Wall Street (1987)

Film tentang saham di Netflix dengan aktor dan aktris utama Michael Douglas, Charlie Sheen, dan Daryl Hannah. Film tersebut mengisahkan mengenai broker saham muda yang sangat ambisius.

Dikisahkan mengenai perseteruan dari keserakahan dan etika di ranah keuangan. Karakter dalam film ini mau menempuh jalan apapun agar bisa memperoleh keuntungan, tak terkecuali memanfaatkan informasi orang dalam atau insider trading terlarang.

Tokoh yang dimainkan Michael Douglas yakni Gordon Gekko adalah figur yang mengenalkan quotes “Greed is good.” Karakter Gekko yang jahat ini cuma punya satu misi: menghasilkan uang sebanyak-banyaknya. Kelanjutan dari film ini dengan judul Wall Street Never Sleeps sudah diulas sebelumnya.

5. Too Big To Fail (2011)

poster film tentang saham Too Big To Fail (2011)

Film tentang pasar modal yang satu ini adalah sebuah dokudrama buatan HBO yang ceritanya diambil dari buku dengan judul sama. Film ini membahas mengenai awal terjadinya krisis keuangan, utamanya keputusan yang membiarkan perusahaan pialang Lehman Brothers gagal di tahun 2008.

Too Big To Fail didukung beberapa aktor dan aktris populer seperti James Woods yang memerankan Lehman CEO Dick Fuld, Paul Giamatti memerankan Ketua Fed Ben Bernanke, William Hurt menjadi Menteri Keuangan Henry Paulson serta Ed Asner yang memerankan pemimpin Berkshire Hathaway Warren Buffett.

6. Rogue Trader (1999)

poster Rogue Trader (1999)

Satu lagi film tentang investasi saham yang sangat menarik untuk ditonton. Rogue Trader didukung oleh aktor Ewan Mc Gregor.

Film ini merupakan kisah sebenarnya mengenai seorang pialang derivatif berumur 28 tahun yang berplatform di Singapura bernama Nick Leeson. Nick Leeson seperti diketahui membuat bangkrut Barings Bank lewat trading berisiko tinggi serta penipuan.

Nick menimbulkan kerugian hingga $1,4 miliar dollar sehingga mengharuskan bank tertua di Inggris itu rontok. Nick Leeson pun berakhir di penjara. Kehilangan 1,4 miliar dollar tersebut adalah dua kali lebih besar dibanding modal yang dimiliki Barings.

7. The Wolf Of Wall Street (2013)

The Wolf Of Wall Street (2013)

Film tentang trading saham ini dibuat mengambil cerita dari buku berjudul sama. Film yang satu ini cukup bisa memberikan hiburan dan dibuat dengan cukup baik sehingga cukup banyak ditonton. Film ini tersedia di Netflix US, namun belum dapat ditonton dari Indonesia.

Kisahnya berpusat ke sosok Jordan Belfort yang merupakan seorang pialang, yang diperankan dengan bagus oleh Leonardo Dicaprio. Jordan Belfort (Leonardo DiCaprio) memulai pekerjaannya di Wall Street dan berkarir dalam perusahaan kepunyaan Mark Hanna (Matthew McConaughey).

Melalui pengajaran yang diberikan Mark, Jordan pun menimba ilmu sebagai seorang pialang saham termasuk kebiasaan hedonisme yang diwarnai penyalahgunaan kokain maupun seks sebagaimana yang dicontohkan sang guru.

8. Margin Call (2011)

film tentang trading Margin Call (2011)

Margin Call yang dirilis 2011 ini diperankan Zachary Quinto, Stanley Tucci, Paul Bettany dan Kevin Spacey. Film tersebut mengisahkan kejadian yang berlangsung 36 jam pada suatu bank investasi besar pada permulaan krisis keuangan yang terjadi di 2008.

Dikisahkan ada analis saham junior yang menemukan ketidakberesan keuangan perusahaannya. Film yang satu ini dibuat dengan alur yang lambat sehingga bagi yang belum paham latar belakang mengenai krisis keuangan 2007 – 2008 boleh jadi menjadi bingung ketika menyaksikannya.

9. Trading Places (1983)

Trading Places (1983): film tentang pialang saham

Film tentang pialang saham ini diperankan Eddie Murphy, Ralph Bellamy, Don Ameche dan Dan Aykroyd. Mengambil tema komedi, film ini mengambil ide dari percobaan kehidupan nyata dari William Eckhardt dan Richard Dennis.

Sepasang pedagang saham yang berpusat di Chicago tersebut terlibat dalam debat seru mengenai apakah kesuksesan trading bisa diajarkan. Demi menyudahi perdebatan itu maka Richard Dennis pun mendidik sejumlah orang biasa menjadi trader, yang dinamakan Turtle. Cerita yang diusungnya sangat menarik dan seru untuk disaksikan.

10. The Big Short (2015)

The Big Short (2015)

The Big Shrot adalah salah satu film tentang saham yang diluncurkan pada Desember 2015 dengan bintang utama Brad Pitt, Karen Gillan, dan  Christian Bale. Film tersebut mengambil cerita dari buku berjudul The Big Short: Inside the Doomsday Machine karangan Michael Lewis. Bukunya sendiri menceritakan mengenai terjadinya bubble perumahan dan kredit dalam tahun 2008.

Film ini  mengisahkan seorang hedge fund manager yang bekerja pada Scion Asset Management, dr. Michael J. Burry dibintangi Christian Bale menjumpai hal yang tak normal dari kredit perumahan yang tengah populer sebab dipromosikan berbagai bank di Amerika. Adalah Lewie Ranieri yang merupakan bankir dari Wall Street yang mengembangkan mortgage-backed securities(MBS), serupa dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bila di Indonesia.

Jadi perusahaan Wall Street menambahkan banyak hipotek rumah ke satu sekuritas kemudian menjualnya ke investor maupun bank. Dikarenakan MBS mengadopsi sistem leverage, oleh karena itu mereka pun mesti bisa meningkatkan transaksi rumah supaya laba yang diperoleh makin tinggi.

Sudah nonton yang mana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *