Lompat ke konten

7 Komunitas Saham Indonesia, Untuk Belajar Investasi dan Trading

Komunitas saham Indonesia

Internet tidak hanya bisa menjadikan investor bisa trading saham secara online, tetapi juga bisa membuat investor belajar investasi kapanpun dan dimanapun. Di Internet banyak sekali bertebaran artikel, podcast, video youtube dan webinar yang bisa Anda baca dan dengarkan untuk belajar trading. 

Tapi rasanya, belajar dari tulisan, audio dan video saja tidak cukup karena Anda tidak bisa bertanya kepada ahli secara langsung. Salah satu solusi bagi Anda yang ingin belajar dengan cara ini adalah ikut komunitas saham dan trading online di media sosial. 

Sayangnya dengan banyaknya penipuan, saat ini Anda harus berhati-hati dalam memilih komunitas trading saham yang legit dan kredibel. Berikut ini beberapa komunitas trading saham terbaik yang patut untuk Anda ikuti.

1. Sekolah Pasar Modal

Sekolah pasar modal adalah lini usaha dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditujukan untuk memberikan edukasi investasi kepada calon investor muda. Sekolah pasar modal menyelenggarakan kursus investasi secara offline maupun online. Salah satu fasilitas yang ditawarkan dalam kursus tersebut adalah fasilitas forum yang bisa Anda gunakan untuk berdiskusi dengan investor lain maupun tim ahli. 

Untuk mendaftar sekolah pasar modal, Anda harus mengeluarkan biaya sebesar Rp100.000- Rp200.000. Uang tersebut nantinya akan dikonversi menjadi modal awal investasi Anda. Menarik bukan?

2. Investor Saham Pemula (ISP)

Investor saham pemula (ISP) adalah salah satu komunitas investor saham terbesar di Indonesia. Saat ini komunitas ini sudah memiliki 10.733 anggota di group telegram mereka dan 150.000 followers. 

Tidak hanya mengedukasi investor muda melalui media sosial, forum ini juga rajin mengadakan kopi darat (kopdar) dan webinar di 31 kota di seluruh Indonesia. Selain itu, pada tahun 2020 komunitas ini juga telah merilis buku yang berjudul “Yuk Nabung Saham”. Komunitas investor saham pemula terbuka untuk siapapun dan tidak melayani titip dana investasi.

3. Syariah Saham

Anda ingin investasi saham syariah tapi tidak tahu cara memilihnya? Maka ikut komunitas syariah saham adalah alternatif terbaik. Komunitas yang didirikan oleh Mang Amsi ini kini telah memiliki 13. 618 member di Telegram dan 105.000 follower di instagram. 

Mang Amsi atau Asep Muhammad Saepul Islam sendiri adalah investor senior di pasar modal syariah. Selain membuat komunitas syariah saham, beliau juga aktif menjadi kolumnis di beberapa media besar seperti, Kompas, Jawa Pos dan lain sebagainya. Pada tahun 2020 beliau juga telah menerbitkan buku berjudul Saham Syariah Kelas Pemula.

4. Ternak Uang

Komunitas saham Indonesia yang keempat adalah ternak uang. Komunitas ini didirikan oleh Timothy Ronald dan kawan-kawan di bawah naungan PT. Ternak Uang Indonesia pada tahun 2020. Pada sebuah presentasinya bersama CNBC, Ronald memaparkan bahwa alasan pendirian Ternak Uang ini adalah minimnya literasi keuangan dan investasi masyarakat Indonesia dan ia ingin menciptakan 10 juta investor baru dengan komunitas ini. 

Untuk mencapai tujuan tersebut, forum ternak uang kini tidak hanya hadir dalam bentuk telegram dengan lebih dari 58 ribu member, maupun media sosial lainnya melainkan juga menghadirkan aplikasi yang sudah diunduh oleh lebih dari 100.000 pengguna.

5. Investor Muda

Sedikit berbeda dengan komunitas saham lainnya di atas, komunitas saham investor muda tidak aktif di telegram melainkan di aplikasi line. Saat ini, akun instagram investor muda telah difollow oleh lebih dari 385 ribu follower.

Komunitas yang berdiri di bawah naungan PT. Investor Muda Nusantara ini juga membuka kelas sekolah investor muda, beberapa webinar gratis dengan co-foundernya serta bekerja sama dengan Sucor Sekuritas untuk menyediakan materi pembelajaran yang lebih aktual.

6. Kapten Saham

Komunitas trading dan investasi saham lain yang aktif di telegram adalah Kapten Saham. Saat ini akun telegram komunitas ini sudah memiliki 107.498 anggota sementara akun instagram mereka memiliki 446 ribu follower. Selain saham, kapten saham juga merupakan komunitas investasi dan trading crypto sehingga dengan gabung komunitas ini, Anda bisa belajar dua instrumen sekaligus. 

7. Seeking Alpha

Tidak puas dengan forum saham dalam negeri? Anda bisa bergabung dalam komunitas saham Seeking Alpha. Seeking Alpha adalah aplikasi saham berbasis komunitas yang dirilis pada tahun 2012. Saat ini aplikasi ini telah diunduh oleh lebih dari 1 juta pengguna di Google Play Store.

Dengan seeking alpha, Anda tidak hanya bisa berdiskusi dengan trader atau investor lainnya tetapi juga memantau portofolio dan penghasilan investasi serta membaca artikel investasi dari penulis favorit Anda. 

Selain perbedaan bahasa, beda seeking alpha dengan komunitas saham lainnya di atas adalah beberapa fitur khusus aplikasi ini hanya bisa diakses oleh member berbayar. Akan tetapi, dengan segala fasilitas lengkap yang diberikan, Anda hanya perlu membayar kurang lebih 13,83 USD atau sekitar Rp180.000 per bulan untuk berlangganan.

Nah, itu tadi 7 komunitas saham Indonesia dan luar negeri yang bisa Anda ikuti. Perlu diingat bahwasannya komunitas di atas tidak membuka layanan titip dana investasi sama sekali apalagi dengan janji tingkat return tertentu. Apabila Anda bergabung dengan sebuah group yang mengatasnamakan komunitas di atas dan menjanjikan hal ini, boleh dipastikan kalau group trader tersebut palsu dan penipu. 

Memang saat ini untuk bergabung di group trader dan investor yang kredibel tidak hanya harus dilihat dari seberapa banyak anggota yang telah bergabung melainkan juga dari kualitas pendidikan dan fitur yang ditawarkan. Sayangnya saat ini belum ada regulasi khusus dari OJK yang memberikan legitimasi atas perusahaan atau bisnis yang mengatasnamakan edukasi saham dan investasi.

Jadi, hati-hatilah dalam memilih komunitas saham, lihat dulu media sosial mereka lainnya dan pastikan mereka tidak membuka layanan titip investasi dengan return berapapun!

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.