Memahami Nilai Waktu dari Uang (Time Value of Money)

Nilai Waktu dari Uang

Apakah Time Value of Money (TVM) atau nilai waktu dari uang? Nilai waktu dari uang adalah sebuah konsep dimana uang yang saat ini Anda miliki lebih berharga dibandingkan dengan jumlah yang sama di waktu yang akan datang. Hal ini terkait dengan kapasitas pendapatan potensial yang akan Anda dapatkan.

Prinsip dasar dari keuangan ini menekankan bahwa uang dapat menghasilkan suku bunga, dimana uang sejumlah berapapun akan bernilai jauh lebih tinggi, sesaat setelah uang didapatkan. TVM atau nilai waktu dari uang juga terkadang mengacu pada present discounted value yang dikenal juga sebagai tingkat diskonto.

Definisi Time Value Of Money atau Nilai Waktu Dari Uang

time value of money

Nilai waktu dari uang (TVM) merupakan gagasan atau pendapat dimana orang lebih suka menerima uang saat ini juga, daripada jumlah uang yang sama di masa yang akan datang. Konsep ini dikarenakan potensi pendapatan yang akan bertumbuh nilainya di masa yang akan datang. Misalnya, uang yang disimpan ke dalam deposito akan mendapatkan keuntungan berupa suku bunga. Dengan demikian, uang tersebut memiliki nilai majemuk. Gunakan kalkulator compound interest untuk melihat efek bunga majemuk pada investasimu.

Poin Penting

  • Nilai waktu dari uang (TVM) adalah konsep yang berbasis pada pendapat dimana siapapun lebih suka nilai uang saat ini, dibandingkan dengan nilai yang sama di masa mendatang.
  • Formula penghitungan nilai waktu dari uang mempertimbangkan pembayaran yang diterima saat ini, nilai di masa mendatang, suku bunga, dan jangka waktu.
  • Angka periode bunga majemuk (compounding periods) dalam setiap jangka waktu adalah penentu utama dari nilai waktu dari uang (TVM)

Konsep

Berikut gambaran yang dimiliki oleh investor yang rasional. Coba asumsikan jika Anda diberikan pilihan untuk memilih apakah ingin menerima uang sejumlah Rp200 juta saat ini, atau menerima uang sejumlah Rp200 juta dua tahun setelah ini.  Memang, cukup rasional untuk berasumsi bahwa kebanyakan orang tentunya akan memilih opsi pertama.

Terlepas dari nominal yang sama pada saat diterima, memilih Rp200 juta hari ini memiliki nilai serta kegunaan lebih bagi penerima. Tentu, keuntungan ini adalah perbandingan saat penerima yang sama menerima sejumlah uang tersebut di masa mendatang. Hal ini dikarenakan potensi biaya yang berhubungan dengan waktu yang akan dihabiskan selama dua tahun tersebut. Potensi biaya dapat dilihat dari potensi keuntungan atas bunga, jika uang dimiliki hari ini dan disimpan di deposito selama dua tahun.

Rumus Nilai Waktu dari Uang (TVM)

Nilai waktu dari uang (TVM) dapat berubah dengan tidak kentara, sesuai dengan kondisi terakhir perekonomian. Contohnya pada kasus pembayaran anuitas atau perpetuity, rumus umum memiliki faktor tambahan atau kurang. Namun secara umum, rumus TVM yang paling dasar akan memperhitungkan variabel-variabel berikut:

ND = nilai di masa depan

NS = nilai di masa sekarang

i = interest rate (suku bunga)

n = number of compounding periods per year (jumlah bunga majemuk per tahun )

t = number of years (jumlah tahun)

Berdasarkan variable-variabel tersebut, formula TVM adalah:

ND = NS x [ 1 + (i / n) ] (n x t)

Contoh nilai waktu dari uang (TVM):

Semisal seseorang menginvestasikan jumlah Rp100 juta dalam waktu satu tahun, dengan bunga sebesar 10%. Nilai uang tersebut di masa yang akan datang adalah:

ND = Rp100.000.000 x [1 + (10% / 1)] ^ (1 x 1) = Rp110.000.000

Formula ini juga dapat diatur untuk menemukan nilai jumlah di masa mendatang, melalui jumlah di masa kini. Contohnya, nilai Rp50 juta setahun setelah hari ini ditambah dengan bunga majemuk 7% adalah:

NS = Rp50.000.000  / [1 + (7% / 1)] ^ (1 x 1) = Rp46.728.971

Efek dari Bunga Majemuk Pada Nilai Yang Akan Datang

Jumlah bunga majemuk dapat memberikan efek drastis pada penghitungan nilai waktu dari uang atau TVM.  Seperti pada contoh Rp100 juta di atas, jika jumlah bunga majemuk meningkat per tiga bulan, sebulan sekali atau setiap hari, maka nilai akhir di masa mendatang akan muncul hitungan sebagai berikut:

Bunga Majemuk per tiga bulan: ND = Rp100 juta x [1 + (10% / 4)] ^ (4 x 1) = Rp110,38 jt

Bunga Majemuk per Bulan : ND = Rp100 juta x [1 + (10% / 12)] ^ (12 x 1) = Rp110,47 jt

Bunga majemuk harian: ND = Rp100 juta x [1 + (10% / 365)] ^ (365 x 1) = Rp110,52 jt

Hal ini menunjukkan bahwa nilai waktu dari uang (TVM) tergantung tidak hanya dari suku bunga dan waktu, tetapi juga sesering apa bunga majemuk dihitung setiap tahunnya.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa definisi Nilai Waktu dari Uang/Time Value of Money (TVM)?

Nilai waktu dari uang (TVM) merupakan pendapat bahwa nilai uang lebih berharga saat diterima saat ini dan kurun waktu yang tidak terlalu jauh.  Hal utama yang digunakan untuk memahami nilai waktu dari uang (TVM) merupakan konsep potensi biaya.

Sebagai ilustrasi, pertimbangkan apabila seorang investor menerima uang di hari ini . Ia akan menginvestasikan uang tersebut, serta mendapatkan nilai positif dari suku bunga. Sebaliknya, jika mereka menerima uang dengan nilai yang sama setahun kemudian, investor tersebut kehilangan keuntungan positif secara efektif dari yang seharusnya mereka peroleh.

Mengapa Nilai Waktu Dari Uang (TVM) Penting?

Nilai waktu dari uang sangat penting karena penilaian ini dapat membantu investor untuk memutuskan sebuah investasi. Misalnya, seorang investor dapat memilih di antara dua proyek: Proyek A atau Proyek B. Kedua proyek memiliki deskripsi yang sama. Namun, Proyek A menjanjikan pembayaran tunai Rp10 miliar di tahun pertama. Sedangkan Proyek B menawarkan pembayaran tunai Rp10 miliar di tahun ke-5.

Jika investor tidak memahami nilai waktu dari uang (TVM), mereka mungkin menganggap bahwa kedua proyek ini sama-sama menarik.  Padahal kenyataannya, nilai waktu dari uang menentukan bahwa Proyek A lebih menguntungkan dibandingkan Proyek B. Hal ini disebabkan karena pembayaran Rp10 miliar memiliki present value yang lebih tinggi.

Bagaimana Nilai Waktu Dari Uang (TVM) Digunakan Pada Bidang Keuangan

Nilai waktu dari uang (TVM) adalah konsep utama yang mendasari analisa kas masuk dan keluar (cashflow). Penilaian ini merupakan metode penting dalam menilai kesempatan investasi., sekaligus perencanaan keuangan dan aktivitas manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *