Lompat ke konten

Tips Money Management Trading yang Baik

Tips Money Management Trading yang Baik

Dalam dunia trading ada 3 hal yang harus dikelola atau di-manage dengan baik. 3 hal tersebut tergabung ke dalam 3M yaitu Money, Method dan Mind. Jika pembahasan mengenai mind termasuk ke dalam psikologi trading dan method termasuk ke dalam analisis teknikal dan fundamental, kini saatnya Anda mengetahui aspek yang pertama yaitu money (uang). 

Uang adalah hal yang sangat penting dalam trading. Sebab tujuan dari trading tentu saja untuk mendapatkan keuntungan berupa uang yang lebih banyak daripada jumlah uang yang harus dikeluarkan. 

Oleh sebab itu, aspek keuangan dalam trading harus dikelola sebaik mungkin. Berikut ini beberapa tips money management trading yang baik:

1. Gunakan Uang Dingin

Salah satu prinsip utama money management dalam investasi atau trading adalah berinvestasi menggunakan uang dingin atau uang yang benar-benar hanya untuk keperluan trading atau investasi dan bukan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Hal ini untuk mencegah terjadinya kerugian yang lebih besar seperti gangguan mental dan  terganggunya pemenuhan kebutuhan sehari-hari akibat uang kebutuhan hilang karena trading merugi. Selain itu, umumnya trader yang tidak menggunakan uang dingin sebagai modal trading juga cenderung mengambil keputusan yang buruk saat trading. 

2. Tentukan Risiko Maksimum Dalam Setiap Transaksi

Umumnya seorang trader tidak hanya trading di satu tempat saja. Trader bisa trading di saham dan forex sekaligus atau di saham saja tapi membeli lebih dari satu saham. Tujuannya tentu saja untuk diversifikasi portofolio dan meminimalisir risiko kerugian. 

Karena setiap instrumen trading memiliki karakteristik yang berbeda beda, Anda harus mampu menentukan risiko maksimum dalam setiap transaksi trading yang Anda miliki. Banyak ahli yang menyebutkan bahwa seorang trader harus merelakan 2% dari setiap nilai transaksi sebagai risiko maksimum. Misalnya, Anda membeli saham seharga Rp. 700.000, maka Anda harus bersiap rugi maksimal Rp. 14.000. 

Namun setiap trader bisa menentukan tingkat risiko maksimal mereka masing-masing. Satu cara yang bisa Anda lakukan untuk menentukan tingkat risiko maksimum ala diri Anda sendiri adalah dengan melakukan backtesting atas transaksi-transaksi Anda pada komoditas yang sama sebelumnya. Jika dari hasil backtesting rata-rata kerugian yang biasa Anda peroleh adalah 5%, maka Anda bisa mengatur risiko maksimal menjadi 5% atau 6%. 

3. Tentukan Level Take Profit

Selain risiko, Anda juga harus menentukan level take profit maksimum pada setiap trading yang Anda lakukan. Tujuannya adalah untuk menghindarkan diri Anda dari sikap rakus yang pada akhirnya justru akan merugikan diri Anda sendiri. 

Sama seperti tingkat risiko maksimum, level profit maksimum setiap trader juga berbeda dan bisa ditentukan dengan melihat hasil backtesting dari setiap transaksi yang dilakukan. Selain itu, trader juga bisa menentukan level profit dengan menggunakan mekanisme risk : reward ratio

Dalam mekanisme yang terakhir ini, trader harus menentukan berapa peluang kerugian dan keuntungan yang bisa ditolerir. Rule of thumb dari mekanisme ini adalah trader harus mengatur risk : reward ratio sama dengan 1:2 alias jika trader merugi dalam 1 kali perdagangan, dia harus mendapatkan 2 keuntungan di perdagangan selanjutnya. 

Misalnya dalam satu kali perdagangan trader A merugi 100.000, maka dalam dua perdagangan selanjutnya, dia harus mendapatkan keuntungan total 200.000. Dengan demikian jumlah kerugian dan keuntungan tidak hanya impas tapi trader mendapatkan laba.

4. Buat Trading Plan

Setelah Anda mengetahui level cut loss dan take profit yang baik, kini saatnya Anda menulis semua rencana trading Anda ke trading plan supaya nanti rencana tersebut bisa dievaluasi dan diperbaiki.

Trading plan ini bisa Anda catat manual di buku atau Anda catat di software pencatatan khusus yang jelas dimanapun Anda mencatatnya, catatan ini harus dibuka kembali untuk dievaluasi. Anda dapat mengikuti cara merancang trading plan berikut ini supaya trading yang Anda lakukan bisa menguntungkan.

Setelah trading plan selesai dibuat, saatnya Anda mengeksekusi strategi trading yang Anda buat dan terus mengikuti rencana di trading plan secara disiplin. Karena kedisiplinan juga merupakan faktor penting yang menentukan untung atau tidaknya transaksi trading.

5. Jangan Lupa Pasang Exit Order

Tips yang keempat adalah jangan sampai Anda lupa memasang kebijakan exit order baik itu dalam kondisi rugi (cut loss) maupun untung (take profit). Setelah mengetahui pada level berapa Anda bisa melakukan stop loss dan take profit  dan membuat trading plan, kini saatnya Anda mengeksekusi rencana trading tersebut dengan memasang exit order pada software trading yang Anda gunakan. 

Tujuannya adalah ketika harga atau jumlah kepemilikan aset yang Anda beli atau jual sudah mencapai pada level yang diinginkan, mesin bisa langsung mengeksekusi perintah Anda tersebut sehingga Anda bisa terhindar dari kerugian yang lebih dalam dan terhindar dari sifat rakus. 

6. Bijak Dalam Menggunakan Fasilitas Margin

Fasilitas margin atau leverage adalah fasilitas yang diberikan oleh perusahaan broker untuk para investor dan trader supaya investor dan trader tersebut dapat memperjualbelikan aset dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan modal yang mereka miliki. 

Misalnya, jika kebijakan leverage yang disediakan oleh pihak broker adalah 100:1, itu artinya Anda bisa memperjualbelikan aset dengan nilai 100 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan modal yang Anda miliki. Katakanlah Anda punya modal Rp. 100.000 maka dengan fasilitas leverage Anda bisa membeli saham senilai maksimal Rp. 10.000.000 (100.000 x 100).

Meskipun terlihat menggiurkan, namun fasilitas ini seperti pisau bermata dua. Alasannya adalah karena Anda harus membayar pokok pinjaman dan bunga pada setiap nilai leverage yang diambil sehingga jika transaksi yang Anda lakukan merugi, Anda tidak hanya harus kehilangan modal tetapi juga harus membayar utang. 

7. Membeli Aset Secara Bertahap

Tips money management dalam trading yang terakhir adalah dengan membeli aset secara bertahap dan tidak membeli satu aset saja. Artinya, jika Anda memiliki uang Rp. 2.000.000, Anda bisa memisahkan Rp 1.000.000 untuk saham dan Rp 1.000.000 untuk forex. Lalu, pada tahap pertama Anda membeli saham seharga Rp 500.000 terlebih dahulu begitupun seterusnya. 

Tujuannya supaya Anda bisa memiliki waktu tambahan untuk mengamati pergerakan harga aset terkait. Dengan demikian Anda bisa memutuskan untuk membeli aset yang sama atau tidak begitu melihat perputaran uang Anda selama beberapa waktu. 

Terlepas dari strategi pengaturan uang apapun yang Anda gunakan, trading tidak akan berhasil apabila tanpa disertai dengan kedisiplinan dan keinginan untuk terus belajar. Sebab, dua hal inilah yang membuat trader berpengalaman lebih bisa mendapatkan keuntungan dibandingkan trader pemula.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.