Apa Itu Opsi Saham Karyawan?

  • Saham
employee stock option atau opsi saham karyawan

Opsi saham merupakan perjanjian dimana investor bisa membeli (call) atau menjual (put) saham pada harga yang sudah ditetapkan sebelum tanggal tertentu. Put berarti harga saham akan turun dan call berarti harga saham akan naik. Ada juga opsi saham karyawan atau Employee Stock Option Plan (ESOP), apa itu?

Macam-Macam Opsi Saham

Dalam perdagangan, terdapat berbagai macam opsi saham: opsi saham karyawan atau atau insentif, opsi saham Exchange-traded, dan opsi saham over the counter (OTC). Sistem tiap-tiap jenis itu agak berbeda, namun pada prinsipnya ketiga opsi itu sama.

  • Opsi saham karyawan : diterbitkan oleh perusahaan dimana opsi saham tersebut berfungsi sebagai bentuk insentif atau penghargaan ke karyawan. Opsi saham ini tak bisa dijual atau dipindahkan, dimana karyawan punya hak (tidak kewajiban) memakainya dengan membeli saham perusahaan. Kompensasi bagi para eksekutif perusahaan adakalanya memberikan juga opsi saham karyawan.
  • Exchange Traded Option : diperjualbelikan layaknya saham, pemilik modal bisa membeli namun menjual ETO pada bursa misalnya di Chicago Board Options Exchange. ETO pun digaransi clearing house misalnya Options Clearing Corporation. Option clearing house berperan menjadi penghubung pembeli dengan penjual yang menjamin jika transaksi sudah dituntaskan sesuai peraturan.
  • Over the Counter Option : lazimnya cuma ditawarkan kepada para pelanggan institusional maupun grosir, option saham OTC disediakan guna menggenapi kebutuhan pemilik modal yang mencari aturan kontrak non-standar. Option saham OTC tak dapat dilakukan kliring lewat clearing house; sehingga termasuk risiko option OTC yaitu kebangkrutan dan standar dari penerbit dimana artinya kontrak menjadi batal.

Pengertian Opsi Saham Karyawan

Opsi saham karyawan adalah pilihan kompensasi yang ditawarkan perusahaan kepada karyawan berupa opsi untuk membeli sahan di harga tertentu dalam jangka waktu terbatas. Istilah ini disebut juga dengan Employee Stock Option Plan (ESOP).

Misalnya: Pak Budi belum lama ini bekerja di perusahaan asuransi. Beberapa dari paket kompensasi yang diberikan berupa opsi saham karyawan, berdasarkan kinerja. Dengan berjalannya waktu, ternyata Pak Budi berhasil mewujudkan target yang dibebankan kepadanya sehingga berhak menerima bonus opsi saham karyawan. Opsi saham itu punya strike price pada $20 sementara tanggal kedaluwarsanya adalah 31 Desember.

Itu artinya, Pak Budi bisa membeli saham perusahaan pada harga $20 dimana harga itu setara dengan harga pasar saham. Pak Budi tak wajib memakai haknya membeli saham dengan menunggu opsi berakhir dan tak berlaku lagi sesudah Desember.

Misalnya di bulan November, Pak Budi mengetahui jika harga saham perusahaan meningkat harganya ke $40. Dikarenakan Pak Budi cuma punya sebulan hingga tenggat opsi hangus maka dia pun menetapkan hati untuk mengambil haknya dengan membeli saham di harga $20 sehingga ia pun meraih profit $20/ lembar saham.

Perbedaan Opsi Saham dengan Saham

Saham merupakan bagian dari instrumen finansial yang sangat populer di dunia. Dengan saham maka memudahkan pemilik modal dalam memiliki saham perusahaan yang diperjualbelikan secara umum. Sementara opsi saham adalah bentuk kontrak atau perjanjian dari pembeli dengan penjual tanpa hak kepemilikan terlampir.

Saham memfasilitasi pemilik modal punya hak bisa keluar masuk posisi sekehendak hati. Kelebihan itu dinamakan likuiditas. Sementara opsi saham berkenaan dengan tanggal expired. Saat opsi saham makin mendekati tanggal kadaluarsa maka harganya bisa menurun sehingga berpeluang mengakibatkan kehilangan total investasi. Sementara saham penurunan harga terbanyaknya adalah nol.

Opsi saham bisa menghasilkan eksposur sama sebagaimana saham, dimana pengeluaran awal lebih sedikit. Akan tetapi, pergerakan bisa ditingkatkan (ditentukan oleh posisi dan bisa mengakibatkan kerugian secara nyata. Itulah kenapa opsi saham itu tak sesuai untuk sebagian investor. Sangat ditekankan terus memonitor risiko penurunan sebelum terjun ke perdagangan instrumen finansial apa saja.

Diantara fungsi utama opsi saham yaitu kecakapan dalam spekulasi dari penurunan harga saham. Bila investor yakin jika sebuah harga saham bakal turun, mereka bisa mempersingkat langkah dengan meminjam saham yang belum dipunyai kemudian dijual di pasar yang tujuannya bisa membeli dan membayar lagi saham saat harganya turun.

Ada juga membeli opsi put yaitu kontrak dimana pembeli bisa menjual saham di harga yang sudah ditetapkan pada tanggal tertentu atau sebelum itu. Itu artinya kerugian yang mungkin diderita investor menjadi  tak terbatas, kemudian mereka pun harus meminjam saham atau biaya ekstra.

Berbagai Istilah Opsi Saham

Dalam dunia opsi saham ternyata ada beberapa istilah penting yang harus diketahui oleh investor. Beberapa diantaranya adalah :

  • Call Option: yaitu kontrak dari dua pihak dimana memberi hak kepada pembeli bisa membeli saham di harga yang disetujui pada tanggal yang disepakati atau sebelumnya. Investor punya hak namun bukan kewajiban sehingga boleh mengambilnya atau membiarkannya.
  • Put Option: yaitu kontrak dari dua pihak dimana memberi hak kepada pembeli bisa menjual saham di harga yang disetujui pada tanggal yang disetujui atau sebelumnya. Sebagaimana Call Option, pembeli punya hak namun tak wajib mengeksekusinya.
  • Strike Price: yaitu harga di masa depan yang mana kontrak option bisa direalisasikan. Ini dinamakan juga harga pelaksanaan.
  • Tanggal kadaluarsa atau expired : yaitu tanggal ketika kontrak option berakhir.
  • Assignment: yaitu penjual option akan memperoleh notifikasi assignment saat pembeli mengambil posisinya.
  • Exercise: saat pembeli mengambil posisi option, mereka otomatis mendapatkan Call Option atau Put Option (sesuai dengan apa yang dipilih).
  • Cost of Carry: yaitu biaya berkenaan dengan mengambil suatu posisi, umpamanya biaya suku bunga, biaya pinjaman, maupun dividen.
  • Vesting: dinamakan juga periode holding. Vesting mempengaruhi lama seorang karyawan mesti memegang option sebelum bisa memakainya.
  • Receiving stok: adalah saham yang hendak diberikan kepada karyawan.
  • Option Reload: timbul saat perusahaan menawarkan kepada karyawan opsi saham karyawan baru ketika mereka menggunakannya.

Penerapan Opsi Saham Karyawan di Indonesia

Kini tidak sedikit perusahaan di Indonesia khususnya startup yang memberikan tawaran saham perusahaan untuk para karyawan mereka dengan program Employee Stock Option Plan (ESOP).

Untuk perusahaan startup, tawaran opsi saham karyawan adalah diantara kelebihan sebagai daya tarik untuk para karyawannya. Employee Stock Option Plan yang bila diterjemahkan adalah rencana kepemilikan saham karyawan yaitu perusahaan memberikan kepada karyawan sejumlah saham perusahaan tersebut di waktu yang sudah ditetapkan, sesuai dengan masa kerja.

Perusahaan biasanya membuat perjanjian dengan karyawan terkait aturan ESOP misalnya kuantitas saham yang didapatkan karyawan sampai aturan apabila karyawan keluar dari perusahaan.

Di samping mendukung perusahaan dalam memperbesar cakupan bisnisnya, program tersebut pun menghasilkan karyawan yang makin loyal sebab merasa perusahaan tersebut juga menjadi miliknya. Dengan begitu, karyawan juga akan bekerja makin giat untuk kemajuan perusahaan.

Hanya saja, perusahaan yang memberlakukan opsi saham karyawan di negara kita tak begitu banyak. Meskipun, pembagian opsi saham karyawan kepada para pegawainya adalah langkah positif sekaligus menawarkan benefit berbentuk kepemilikan saham perusahaan.

Dilihat dari ketentuan hukum yaitu UU No. 40 Tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas pun menyatakan keberadaan sistem ESOP yaitu ditetapkan pada Pasal 43 ayat (3). Akan tetapi, poin-poin terkait tatacara maupun pelaksanaan opsi saham karyawan itu tak ditentukan secara khusus.

Salah satu perusahaan startup di Indonesia dengan konsep ESOP atau opsi saham karyawan yaitu kumparan.com. Di bulan April 2018, perusahaan media online ini menawarkan opsi saham karyawan kepada para pegawainya di seluruh level jabatan. Pembagian saham yang dijalankan Kumparan itu menerapkan dua metode, ialah yang diberikan gratis atau cuma-cuma dan satunya lagi saham perusahaan dijual dengan harga di bawah harga pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *