Lompat ke konten
Daftar Isi
ForexIMF leaderboard banner ads.

Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan dalam Perencanaan Keuangan

Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Dalam hal perencanaan keuangan, harus bisa membedakan antara kebutuhan dengan keinginan supaya keuangan tetap dapat berjalan dengan baik. Kedua hal ini kerap kali susah ditentukan prioritasnya, apalagi biasanya terjadi ketika baru saja menerima uang gajian. Sebab sebagian orang merasa punya banyak keinginan yang harus dipenuhi, namun kebingungan bagaimana cara membagi prioritasnya dengan kebutuhan hidup.

Setiap orang wajib memahami apa perbedaan kebutuhan dan keinginan, terutama hal ini penting sekali diketahui karena kaitannya dengan perencanaan keuangan. Oleh karena itu, simak perbedaannya serta bagaimana tips dalam mengelolanya.

Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan dalam Perencanaan Keuangan

Kebutuhan adalah sesuatu (barang atau jasa) yang harus dipenuhi dan diprioritaskan, sebab jika tak dilakukan dapat mengganggu kelangsungan hidup. Sedangkan keinginan adalah sesuatu (barang atau jasa) yang sebenarnya tidak harus dipenuhi, sebab sifatnya tidak mendesak serta tak akan mengganggu kelangsungan hidup.

Berdasarkan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa kebutuhan benar-benar mengikat karena kaitannya dengan hidup, namun keinginan tak ada keharusan untuk dipenuhi sebagai prioritas. Supaya lebih jelas, simaklah perbedaan kebutuhan dan keinginan dalam perencanaan keuangan pada penjelasan berikut.

Perbedaan berdasarkan sifatnya

Perbedaan kebutuhan dan keinginan dapat dilihat berdasarkan sifatnya. Seperti pada penjelasan sebelumnya, bahwa kebutuhan bersifat objektif atau dapat dikatakan memang harus diprioritaskan untuk dipenuhi terlebih dahulu supaya tidak mengganggu kehidupan sehari-hari. Contohnya sandang (pakaian), pangan, dan papan (tempat tinggal).

Bayangkan apabila Anda tak dapat memenuhi ketiga macam kebutuhan tersebut, apakah kira-kira masih dapat hidup layak? Bukan hanya masalah bisa atau tidak dipenuhi, perencanaan finansial pun bisa saja terganggu jika tak mampu menjadikannya sebagai prioritas.

Berbeda dengan keinginan yang sifatnya cenderung subjektif, jadi tak ada keharusan untuk dipenuhi karena tak akan mengganggu keberlangsungan hidup, contohnya hang out, membeli barang bermerek, nonton konser, dan lainnya. Apabila tak mampu mengontrol diri, keuangan pun akan berantakan nantinya.

Perbedaan berdasarkan waktu

Apabila dilihat berdasarkan waktu, perbedaan kebutuhan dan keinginan nyata sekali buktinya. Kebutuhan merupakan sesuatu yang harus segera dipenuhi, jadi mau tidak mau memang harus diprioritaskan. Sebaiknya jangan pernah mengulur waktu apalagi mengesampingkan kebutuhan jika tidak ingin kondisi finansial malah memburuk, apalagi ketika tiba pertengahan bulan.

Kemudian berdasarkan waktu, keinginan muncul bisa kapan saja. Bahkan bisa saja ketika sedang menonton televisi, kemudian Anda melihat seorang selebriti menenteng tas bermerek seharga jutaan rupiah dan tiba-tiba Anda juga menginginkannya.

Bisa dibilang bahwa keinginan muncul tanpa tahu waktu, tetapi bisa saja tiba-tiba menghilang karena mendadak tak ingat. Berbeda dengan kebutuhan yang biasanya muncul rutin setiap bulan atau ketika sedang tertimpa suatu kondisi tertentu.

Keinginan bisa jadi muncul dari kebutuhan

Hal yang perlu diketahui, bahwa ternyata keinginan dapat muncul dari kebutuhan. Inilah yang kebanyakan orang tidak menyadarinya karena tak merasa bahwa hal tersebut ternyata bisa jadi penyebab seseorang secara tiba-tiba menjadi boros atau menghabiskan lebih banyak uang guna memenuhi kebutuhan yang juga keinginan tersebut.

Contoh dari kehidupan sehari-hari misalnya tentang makanan. Makan adalah kebutuhan yang wajib dipenuhi supaya tidak merasa kelaparan, jadi apapun hidangannya sama saja karena tujuannya memang mengenyangkan perut. Namun dalam memenuhi kebutuhan tersebut, pilihan hidangannya berbeda-beda, misalnya lapar tetapi ingin makan di restoran bintang lima, padahal tujuannya sama saja untuk mengisi perut.

Itulah mengapa keinginan bisa timbul karena adanya kebutuhan. Biasanya muncul karena setiap manusia memiliki selera yang berbeda-beda, jadi kebutuhan yang dikeluarkan menyesuaikan keinginan setiap individu meskipun tujuannya sama.

Perbedaan berdasarkan fungsi

Bedanya kebutuhan dengan keinginan bisa dilihat pula dari fungsi atau kegunaannya dalam setiap tindakan yang diambil. Contohnya setiap individu pasti ingin makan ketika merasa lapar, sehingga sebenarnya apapun makanannya tetap dapat memenuhi kebutuhan mengenyangkan perut.

Namun dalam pemenuhan kebutuhan tersebut, setiap individu pasti ingin memuaskan dirinya dengan memilih makanan yang disukainya. Inilah yang disebut dengan keinginan, fungsinya sama namun setiap individu memiliki selera masing-masing untuk memenuhi kebutuhannya itu.

Contoh nyata tentang keinginan dari kehidupan sehari-hari lainnya adalah ketika Anda berniat menonton konser musisi kesukaan. Berdasarkan fungsinya, hal tersebut hanyalah sebatas keinginan saja untuk memuaskan sekaligus menyenangkan hati. Namun secara kebutuhan, kegiatan tersebut hanya menghabiskan uang dan kepuasan sesaat saja (apalagi jika tidak punya tabungan cukup).

Maka dari itu, berdasarkan fungsinya Anda pun harus tahu bagaimana cara mengatur uang lebih yang disisihkan guna memenuhi hasrat. Namun dana untuk memenuhi keperluan hidup tetap harus dinomor satukan agar finansial tidak kacau. Caranya, bisa dengan mencoba challenge menabung yang menyenangkan untuk menyisihkan uang.

Tips Memutuskan Kebutuhan dan Keinginan dalam Perencanaan Keuangan

Ternyata di luar sana masih banyak orang yang kebingungan dalam memutuskan kebutuhan serta keinginan ketika merencanakan keuangan. Padahal hal tersebut wajib diketahui supaya dapat mengontrol keuangan agar tidak terus-terusan terjebak dalam hidup yang konsumtif dan susah menabung.

Masih susah dalam merencanakan finansial? Bacalah tips memutuskan kebutuhan dan keinginan yang benar sebagai perencanaan keuangan di bawah ini!

1. Jangan latah mengikuti tren atau FOMO

Tips memutuskan kebutuhan dan keinginan yang pertama, yaitu jangan pernah latah mengikuti tren alias punya sifat FOMO (Fear of Missing Out) atau merasa takut tertinggal dari orang lain. Tren tidak akan ada habisnya jika kita berusaha terus mengikutinya, bahkan bukanlah sesuatu yang memang perlu selalu kita ikuti.

Terus mengikuti tren yang tak ada akhirnya justru membuat Anda kelelahan. Jadi sebaiknya jangan terlalu memaksakan kehendak untuk melakukannya. Meskipun tertinggal tren terbaru pun bukanlah sesuatu yang harus disesali karena bukanlah prioritas untuk dipenuhi. Tidak selalu mengikutinya tak akan membuat kehidupan terganggu, kan?

Selain itu, cobalah lebih selektif apabila ingin mengikuti perkembangan tren terbaru di luar sana. Perhatikanlah terlebih dahulu apakah kebutuhan Anda sudah terpenuhi dengan baik atau belum. Hindarilah pula FOMO untuk sesuatu yang negatif.

2. Prioritaskan kebutuhan

Apapun alasannya, selalu prioritaskanlah kebutuhan hidup. Sebab jika kebutuhan sudah tercukupi dengan baik, maka hidup terasa lebih tenang dibandingkan tidak mempunyai perencanaan keuangan apapun. Cara memprioritaskan kebutuhan dimulai dari kepentingan untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan.

Dalam perencanaan keuangan, buatlah persentase prioritas uang yang perlu dikeluarkan agar tidak melebihi jumlah pendapatan. Tujuannya supaya hidup jadi lebih teratur sekaligus bijak dalam menggunakan uang.

3. Perhatikan urgensinya

Berkaitan dengan poin kedua, dalam memprioritaskan sesuatu juga perlu memperhatikan seberapa besar urgensinya. Apabila membutuhkannya segera, harus diutamakan terlebih dahulu, misalnya membayarkan hutang atau cicilan sebaiknya diprioritaskan agar perencanaan finansial tidak terganggu kedepannya.

Pandai-pandailah dalam membuat skala prioritas, urutkanlah dari yang urgensinya paling besar hingga tidak terlalu dibutuhkan. Melakukan sesuatu seperti ini mungkin kedengarannya remeh, padahal sangat membantu Anda merencanakan finansial secara lebih siap.

4. Kumpulkan tabungan dan dana darurat terlebih dahulu

Tips memutuskan kebutuhan dan keinginan berikutnya, yakni sebelum melakukan apapun sebaiknya selalu kumpulkanlah tabungan dan dana darurat terlebih dahulu. Tabungan serta dana darurat sangat berguna membantu kehidupan di kemudian hari, misalnya untuk memenuhi keinginan ataupun memenuhi kebutuhan mendesak sewaktu-waktu.

Jadi, cobalah menabung dan mengumpulkan dana darurat setidaknya 20-30% dari pendapatan pokok. Sehingga ketika hendak memutuskan kebutuhan dan keinginan akan jauh lebih mudah karena Anda sudah mempunyai cadangan dana berupa tabungan.

Mempunyai kemampuan dasar dalam membedakan kebutuhan dengan keinginan, sangat berguna supaya lebih siap dalam membuat perencanaan finansial. Tak hanya itu, mampu membedakan keduanya bermanfaat agar masing-masing individu dapat bersikap lebih bijak sebelum mengeluarkan uang.

nv-author-image

Zahrah Firyal Salma

Zahrah Firyal Salma adalah seorang yang memiliki minat pada informasi edukasi tentang finansial, maupun memberikan informasi penting lainnya seputar produk keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *