Mengenal Solana, Si Calon Pembunuh Ethereum

solana

Pernahkah Anda mendengar tentang trilema blockchain? Ya, Anda tidak salah dengar, bukan dilema tapi trilema. Ini berhubungan dengan Solana, Si Calon Pembunuh Ethereum. Trilema adalah istilah yang dikenalkan Vitalik Buterin, pendiri Ethereum (ETH). Istilah tersebut berkaitan dengan skalabilitas teknologi blockchain. Trilema menyatakan bahwa blockchain dapat memiliki satu atau dua fungsi, tetapi tidak ketiganya.

Bitcoin, misalnya, memilih keamanan dan desentralisasi dengan mengorbankan skalabilitas. XRP memilih keamanan dan skalabilitas, mengorbankan desentralisasi. Blockchain lain harus memilih fungsi mana yang paling dipentingkan, dan kemudian meletakkan fungsi lain di belakang.

Solana datang untuk memecahkan dilema tersebut. Solana mengklaim sebagai uang kripto yang terdesentralisasi, aman, dan juga dapat diskalakan. Jika benar, itu akan mewakili kemajuan besar dalam teknologi blockchain. Bahkan Solana diberikan julukan “the Ethereum killer.”

Apa itu Solana (SOL)

Solana adalah uang kripto dengan teknologi skala web pada blockchain yang menyediakan aplikasi kontrak pintar yang terdesentralisasi. Teknologinya memungkinkan transaksi kilat hingga mencapai 70.000 transaksi per detik dan waktu block kurang dari 0,5 detik.

Arsitektur TI skala web merujuk pada lingkungan komputasi yang memungkinkan aplikasi untuk dibedah menjadi layanan web. Sistem yang mengklaim sebagai skala web dapat menangani pertumbuhan yang cepat secara efisien dan tidak memiliki hambatan yang perlu didesain ulang pada saat-saat kritis. Perusahaan internet besar seperti Google, Facebook, dan Amazon menggunakan arsitektur skala web.

Solana dinamai dari Solana Beach, California, sebuah pantai dan tempat peselancar sekitar 30 menit sebelah utara San Diego. Pengembang proyoknya, Anatoly Yakovenko telah bekerja keras untuk menyempurnakannya. Sistemnya saat ini mendukung 70.000 TPS (transaksi per detik) dan waktu blok 400 ms (kurang dari setengah detik). Performa tersebut benar-benar luar biasa, setiap 400 ms, satu blok baru ditambahkan ke blockchain. Tidak mengherankan jika Solana disebut blockchain tercepat di dunia.

Hebatnya, semua itu bahkan tanpa sharding. Sharding adalah metode pemisahan dan penyimpanan satu set data logis dalam beberapa database. Dengan mendistribusikan data ke beberapa mesin, sekumpulan sistem database dapat menyimpan kumpulan data yang lebih besar dan menangani permintaan tambahan. Sharding diperlukan jika kumpulan data terlalu besar untuk disimpan dalam satu database.

Kecepatan dapat dicapai dengan menggabungkan protokol baru yang berinteraksi dan mengeksekusi transaksi dalam gaya yang saling melengkapi. Bandingkan dengan Bitcoin yang kecepatannya hanya 7 TPS atau Ethereum yang hanya 15TPS. Solana juga merupakan blockchain tunggal (lapisan 1) dan tidak mendelegasikan operasi ke rantai terkait lainnya (lapisan 2).

Mainnet Beta diluncurkan pada Maret 2020. Namun, whitepaper sudah diterbitkan pada 2017 silam. The Solana Foundation didirikan pada April 2020. Yayasan tersebut sekarang memiliki semua kekayaan intelektual dan hak yang dimiliki oleh Solana Labs. Dalam prosesnya, 167 juta token SOL ditransfer dari dari Labs ke yayasan, untuk mempromosikan adopsi teknologi terdesentralisasi sebagai barang publik. Sejumlah kecil token SOL akan tetap tersedia untuk Solana Labs untuk operasi pembiayaan.

Mengapa Solana Berbeda

Seperti yang sudah dibahas di Bitcoin vs altcoin, setiap kriptokurensi mempunyai keunikan masing-masing. Apa yang membuat Solana berbeda telah dijelaskan di awal yaitu memecahkan trilema blockchain. Proyek ini telah menghasilkan delapan protokol inovatif, yang masing-masing bekerja dengan mulus untuk memberikan solusi bagi trilema ini. Ke delapan protokol itu adalah:

  • Proof of History (PoH): merupakan yang membuatnya berbeda dari Bitcoin atau Ethereum yang memakai proof of work (PoW). Dengan inovasi inovatif tersebut, Solana menggunakan fungsi penundaan yang dapat diverifikasi sehubungan dengan algoritme penambangan Bitcoin SHA256. Timestamp ini menandai semua transaksi di blockchain Solana. Itu berarti node validator dapat mengatur catatan transaksi tanpa perlu node validator lain untuk mengkonfirmasi catatan transaksi. Sistem PoH mengintegrasikan data historis dari transaksi blockchain untuk membuktikan bahwa transaksi memang telah terjadi sebelum memasuki buku besar terdistribusi.
  • Tower BFT: adalah iterasi kuat Solana dari algoritma konsensus PBFT yang dioptimalkan oleh PoH. Mekanisme konsensus menggunakan PoH untuk mencapai konsensus di seluruh jaringan tanpa kemungkinan latensi (penundaan) transaksi karena jumlah lalu lintas pesan yang sangat besar.
  • Turbine: memudahkan pengiriman data ke node blockchain. Turbine dapat melakukan ini dengan membagi data menjadi paket yang lebih kecil. Hal ini memungkinkan Solana untuk mengatasi masalah bandwidth dan juga meningkatkan kapasitasnya secara keseluruhan untuk memproses transaksi lebih cepat.
  • Gulf Stream: adalah protokol penerusan tanpa mempools. Di mempool pengguna dapat melihat berapa banyak transaksi dalam antrian dan berapa biaya penambang yang ditawarkan orang lain. Solana dapat mencapai throughput jaringan 50.000 transaksi per detik dengan menyederhanakan proses konfirmasi blok. Gulf Stream memfasilitasi proses menangkap dan meneruskan transaksi bahkan sebelum rangkaian blok konfirmasi berikutnya selesai. Inilah tulang punggung Solana.
  • Sea Level: protokol ini mengatur durasi Smart Contracts paralel. Sealevel adalah mesin pemroses transaksi untuk mencapai runtime yang lebih efisien dengan pemrosesan paralel Smart Contracts. Dengan menggunakan solusi penskalaan horizontal yang kreatif, ribuan Smart Contracts dapat bekerja berdampingan secara paralel. Selain itu, Smart Contracts yang berstatus sama di blockchain juga akan diproses secara bersamaan.
  • Pipeline: Ini adalah sekumpulan blok yang berisi informasi transaksi yang dengan cepat divalidasi dan direplikasi ke semua node di jaringan. Solana melakukan ini dengan menetapkan aliran data input ke perangkat keras berbeda yang bertanggung jawab untuk masing-masingnya.
  • Cloudbreak: adalah database akun skala horizontal. Untuk mencapai skalabilitas jaringan tanpa sharding, Solana menggunakan Cloudbreak sebagai solusi penskalaan horizontal. Prinsip desain Solana adalah membuat perangkat lunak yang mengurangi ketergantungan pada penggunaan perangkat keras. Selain itu, Cloudbreak adalah struktur data yang secara bersamaan membaca dan menulis entri transaksi dari seluruh jaringan.
  • Archivers: Jaringan Solana memungkinkan setiap node untuk mereplikasi informasi dari blockchain berdasarkan ruang yang tersedia di perangkat keras mereka. Archivers mengunduh datanya masing-masing dari validator dan data ini dapat diakses ke jaringan.

Cluster Solana

Cluster Solana adalah grup jaringan komputer khusus yang berkomitmen untuk melayani transaksi pelanggan dan menjaga integritas buku besar kripto ini. Cluster yang berbeda berjalan berdampingan dan digunakan saat pengguna ingin menyimpan peristiwa atau catatan tertentu di blockchain. Pengguna juga dapat kembali untuk melacak aktivitas blockchain sebelumnya. Solana sekarang memiliki tiga cluster berbeda untuk tujuan berbeda yaitu :

  • Devnet Cluster: Cluster Devnet adalah untuk siapa saja yang ingin menggunakan blockchain Solana sebagai semacam “taman bermain” untuk membangun aplikasi terdesentralisasi (dApps) atau membiasakan diri dengan proses menjadi node validator. Token Devnet tidak nyata, tetapi pengguna dapat mengakses token untuk pengujian aplikasi dan membiasakan diri dengan platform.
  • Testnet Cluster: Testnet adalah fase berikutnya, di mana cluster menerapkan uji stres yang berfokus pada stabilitas, kinerja jaringan, dan perilaku validator. Token yang dikeluarkan di testnet juga tidak nyata. Pemegang token SOL awal dan mitra pada saat peluncuran dapat mengakses Mainnet Beta dari Solana.
  • Mainnet Cluster: Token yang diterbitkan di Mainnet adalah SOL asli dengan nilai token asli. Solana sekarang memberi penghargaan kepada pengguna untuk menguji Mainnet Beta mereka, tetapi saat ini penghargaan dan inflasi dimatikan. Begitu Mainnet ditayangkan, itu akan dinyalakan.

Solana saat ini memfasilitasi 80 juta transaksi per hari. Semua transaksi ini menambahkan sejumlah besar data, di situlah Arweave masuk. Arweave adalah jaringan penyimpanan khusus untuk Solana, yang memungkinkan data disimpan secara permanen, abadi, dan andal. Selain itu, pendekatan unik Arweave berarti bahwa pengguna membayar biaya transaksi satu kali untuk penyimpanan data. Pengguna diberi penghargaan karena menyimpan dan mengambil data dalam waktu yang lama.

Sementara sebagai e-wallet, Solana merekomendasikan layanan berikut: Sollet, MathWallet, dan SolFlare. Untuk dompet perangkat keras disarankan Ledger Nano S dan X yang sudah bekerjasama dengan Solana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *