Apa Itu Bitcoin? Bagaimana Cara Kerjanya?

Apa itu bitcoin

Bitcoin, selaku jenis uang kripto pertama di dunia, merupakan bentuk desentralisasi mata uang digital yang mengeliminasi perantara tradisional seperti bank dan pemerintah dalam proses transaksi finansialnya.

Pada bulan Desember 2018, harga Bitcoin sempat turun hingga USD 23.000. Sedangkan nilai Bitcoin sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada bulan Januari 2020. Dengan melambungnya nilai Bitcoin, melonjak pula ketertarikan publik terhadap mata uang digital tersebut.

Hal paling penting yang perlu kamu ketahui adalah: seluruh jenis investasi memang beresiko, akan tetapi investasi kriptokurensi seperti Bitcoin memiliki resiko yang paling tinggi. Untuk mengurang kerugian investasi yang mungkin timbul, jangan pernah berinvestasi di luar kemampuanmu.

Definisi Bitcoin

Bitcoin, yang diluncurkan pada tahun 2009, adalah jenis aset baru berupa mata uang digital yang termasuk dalam cryptocurrency. Bentuknya adalah desentralisasi mata uang digital yang mengeliminasi perantara tradisional seperti bank dan pemerintah dalam proses transaksi finansialnya.

Bitcoin dioperasikan melalui kombinasi teknologi Peer to Peer (P2P)—sebuah jaringan individual, seperti editor sukarelawan di Wikipedia—dan perangkat lunak kriptografi, yang dirancang untuk mengirimkan informasi rahasia yang hanya bisa dilihat oleh pengirim dan penerima. Sistem ini menciptakan mata uang yang disediakan dalam bentuk kode ketimbang fisik seperti emas, perak, atau berdasarkan kepercayaan pada wewenang bank sentral seperti mata uang Rupiah.

“Yang kita perlukan adalah sistem pembayaran elektronik yang berdasarkan bukti kriptografi ketimbang Trust, yakni sistem yang mengizinkan kedua belah pihak untuk bertransaksi secara langsung tanpa memerlukan persetujuan pihak ketiga,” ungkap Satoshi Nakamoto—nama samaran sang penemu Bitcoin—saat memperkenalkan teknologi sumber terbuka ini.

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin?

Meskipun banyak mirip secara konsep, terdapat beberapa perbedaan Bitcoin dan Altcoin. Keduanya berasal dari konsep teknologi yang sama, meskipun bervariasi dalam penerapannya. Contohnya, perbedaan Bitcoin dan Ethereum terdapat pada tujuannya, dimana ETH berfokus pada smart contract sementara BTC berfokus sebagai store of value.

Tiap-tiap Bitcoin (ditulis dengan simbol trading “BTC”) merupakan arsip digital yang disimpan di dompet digital dalam komputer maupun perangkat lainnya seperti smartphone. Untuk mengetahui cara kerja uang kripto, kamu perlu memahami beberapa istilah berikut:

  • Blockchain: Bitcoin dioperasikan dengan kode opensource, dikenal dengan blockchain, yang menciptakan buku besar publik. Setiap transaksi merupakan sebuah “block” yang dihubungkan (“chained”) pada kode, menciptakan catatan transaksi permanen. Teknologi blockchain merupakan poros lebih dari 8.000 jenis kriptokurensi di dunia.
  • Private & public keys: Dompet Bitcoin memiliki public key dan private key, yang berfungsi untuk mengizinkan pengguna melakukan dan menandatangani berbagai transaksi, sebagai bentuk otorisasi.
  • Miner Bitcoin: Penambang bertugas untuk mengonfirmasi berbagai transaksi dengan memanfaatkan komputer berkecepatan tinggi, mulai dari 10 sampai 20 menit. Para penambang dibayar dengan Bitcoin atas layanan tersebut.

Bagaimana Bitcoin Digunakan?

Nilai Bitcoin, sama seperti aset-aset lainnya, tunduk pada hukum penawaran dan permintaan — dan dikarenakan jumlah permintaan kerap naik turun, harga cryptocurrency jadi sangat tidak stabil.

Di samping mining Bitcoin, yang memerlukan keahlian spesifik dan komputer berperforma hebat, banyak sekali orang membeli Bitcoin karena ingin berspekulasi dengan uang kripto ini. Banyak pengguna memprediksi harga Bitcoin akan naik harganya di masa depan daripada hari ini. Akan tetapi, hal ini terlalu sulit untuk diprediksi.

Menyimpan Bitcoin: Hot Wallets Vs. Cold Wallets

Bitcoin dapat disimpan ke dalam dua jenis dompet digital:

  • Hot wallet: uang disimpan pada sebuah cloud yang dimuat dalam provider terpercaya, dan bisa diakses melalui browser komputer, desktop maupun aplikasi smartphone.
  • Cold wallet: perangkat portabel terenkripsi, mirip seperti USB drive, yang dapat mengunduh Bitcoin sehingga kamu dapat membawa Bitcoinmu ke mana pun.

Singkatnya, hot wallet harus terkoneksi dengan internet, sedangkan cold wallet tidak. Akan tetapi, kamu tetap membutuhkan hot wallet untuk mengunduh Bitcoin terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke cold wallet.

Pro Kontra Membeli Bitcoin

Dengan kelas aset spekulatif seperti Bitcoin, penting bagi kamu untuk memperhatikan hal-hal berikut sebelum memutuskan untuk membelinya:

Pro

  • Transaksi privat dan aman kapan pun – minim biaya administrasi. Bila kamu mempunyai Bitcoin, kamu bisa mentransfer di mana pun dan kapan pun, mengurangi adanya biaya tambahan dalam proses transaksi. Proses transaksi Bitcoin tidak membutuhkan informasi pribadi seperti nama atau nomor kartu kredit, sehingga mengurangi resiko pencurian identitas. (Perlu diingat bahwa sebelum melakukan transaksi menggunakan Bitcoin kamu harus mencantumkan akun bankmu terlebih dahulu.)
  • Menjanjikan. Beberapa investor yang membeli dan menahan mata uang  beranggapan bahwa nilai Bitcoin akan melesat saat kondisi Bitcoin sudah lebih sempurna, lebih dipercaya dan penggunanya lebih meluas.
  • Mengeliminasi perantara tradisional seperti bank dan pemerintah. Setelah adanya krisis finansial dan Resesi Hebat, beberapa investor lebih memilih jalur alternatif, yakni mata uang terdesentralisasi – yang berada di luar otoritas bank, pemerintah, dan pihak ketiga lainnya. (Akan tetapi, bila kamu menukar Bitcoin dengan dolar Amerika, kamu harus mencantumkan akun bankmu dahulu.)

Kontra

  • Ketidakstabilan harga. Kenaikan harga Bitcoin pada tahun 2017 terjadi karena banyaknya spekulator yang terburu-buru memborong di pasar Bitcoin. Kenaikan harga Bitcoin pada Desember 2020 merupakan kabar baik bagi para pengguna yang membeli pada bulan Desember 2018. Sedangkan pengguna yang membeli Bitcoin pada harga USD 20.000 tahun 2017 harus menunggu sampai Desember 2020 untuk menutup kerugian mereka.
  • Masalah peretasan. Meski banyak orang yang menganggap teknologi blockchain pada Bitcoin lebih aman daripada transfer uang elektronik tradisional, hot wallets Bitcoin kerap menjadi sasaran empuk para hacker. Sudah banyak kasus peretasan pada pengguna kalangan atas, seperti pada bulan Mei 2019 saat lebih dari USD 40 juta Bitcoin dicuri dari beberapa akun publik figur lewat perusahaan aset kripto Binance (perusahaan yang mengganti kerugian tersebut).
  • Penggunaan yang (berkembang namun) terbatas. Pada bulan Mei 2019, perusahaan telekomunikasi raksasa AT&T mulai mengikuti perusahaan lain seperti PayPal, Microsoft dan Wikipedia untuk menerima pembayaran Bitcoin. Akan tetapi, perusahaan-perusahaan tersebut merupakan pengecualian, bukan peraturan.
  • Tidak dilindungi LPS. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merupakan lembaga yang memberikan insuransi kepada penyimpan bila tabungamu mengalami masalah atau simpananmu dicuri. Akan tetapi, LPS tidak menginsuransi cryptocurrency.

Di Mana Tempat Jual Beli Bitcoin?

jual beli bitcoin

Terdapat berbagai cara mendapatkan Bitcoin yang bisa dipilih. Ada empat cara memperoleh Bitcoin:

  • Penambangan Bitcoin (Bitcoin mining). Kamu dapat memperoleh Bitcoin melalui penambangan, akan tetapi dibutuhkan keahlian teknis dan komputer berperforma tinggi dalam menambang, sehingga pilihan ini sulit dilakukan oleh pemula. Ketahui cara mining Bitcoin jika Anda tertarik mendapatkan BTC melalui metode ini.
  • Pertukaran cryptocurrency. Salah satu cara membeli Bitcoin adalah melalui platform pertukaran kriptokurensi di Indonesia maupun di negara lain. Yang paling terkenal di Indonesia adalah Indodax. Untuk luar negeri, Coinbase merupakan platform pertukaran uang kripto terbesar di Amerika Serikat, yang memperdagangkan lebih dari 30 jenis cryptocurrency.
  • ATM Bitcoin. Memang belum tersedia di Indonesia, namun ada lebih dari 7.000 ATM Bitcoin di Amerika Serikat (kamu bisa menggunakan Coin ATM Radar untuk mencari ATM terdekat di sekitarmu).
  • Pialang investasi. Robinhood merupakan pialang pertama yang menawarkan Bitcoin dan jenis kriptokurensi lain. Tradestation, eToro dan FRX juga menawarkan trading uang kripto di sebagian besar negara bagian Amerika Serikat.
  • Pembelian dari sesama pengguna. Seperti tujuan awalnya, kamu dapat membeli Bitcoin secara langsung dari pengguna Bitcoin lainnya dengan menggunakan platform peer-to-peer seperti Paxful dan LocalBitcoins.com.

Haruskah kamu membeli Bitcoin?

Bitcoin merupakan bentuk investasi yang sangat tidak stabil dan spekulatif, bukan investasi. Trading saham yang dianggap beresiko pun masih lebih aman ketimbang investasi Bitcoin. (Salah satu peraturan paling aman adalah dengan mencurahkan kurang dari 10% keseluruhan portofolio kamu untuk saham individu atau aset spekulatif seperti Bitcoin.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *