Lompat ke konten

Spread dalam Trading Forex: Pengertian, Contoh, Cara Menghitung

Spread dalam trading forex

Ada banyak istilah trading forex yang perlu diketahui oleh trader yang ingin masuk ke dalam pasar jual beli mata uang ini. Salah satu di antaranya adalah spread. Istilah spread banyak digunakan dalam industri keuangan dan bisa memiliki makna yang berbeda-beda. 

Boleh dibilang makna spread secara umum adalah selisih antara satu faktor (biasanya harga) dengan faktor yang lain. Istilah ini umumnya juga dimaknai sebagai salah satu jenis biaya yang harus dibayarkan oleh satu pihak kepada pihak lain. Dalam hal trading forex, spread dibayarkan oleh trader kepada perusahaan broker.

Bagi trader, adanya hal ini penting untuk menentukan nilai take profit, kapan harus beli dan kapan harus jual serta dalam memilih perusahaan broker forex terbaik. Lantas, apakah yang disebut dengan spread dalam trading forex? Ikuti pembahasannya berikut ini:

Pengertian Spread dalam Trading Forex

Dalam trading forex, spread adalah selisih antara harga bid dan harga ask jika trader melakukan perdagangan kepada broker atau membuka posisi jual dan beli di pasar forex. Secara tidak langsung spread merupakan biaya yang harus dibayarkan trader.

Harga bid adalah harga yang ditetapkan oleh pihak broker jika Anda ingin membeli mata uang tertentu. Sebaliknya, harga ask adalah harga yang ditetapkan oleh broker jika Anda ingin menjual mata uang kepada broker tersebut. 

Contoh Spread

Contohnya Anda ingin membeli US dengan menjual Euro (USD/EUR). Saat membuka perdagangan, kurs USD/EUR adalah 1,04 USD untuk 1 Euro. Namun, harga yang tertera di bagian bid/ask price aplikasi trading Anda adalah 1,04 USD/1,05 USD. Ini artinya, kalau ingin membeli USD, Anda akan kena ask price sebesar 1,05. Akan tetapi, kalau Anda ingin menjual USD kepada broker, Anda akan kena bid price sebesar 1,04. 

Nah, selisih antara 1,05 dan 1,04 atau sebesar 0,01 USD inilah yang disebut dengan spread. Spread biasanya didenominasikan dalam bentuk percentage in points (pips). Pips adalah 4 angka dibelakang koma.

Jadi jika dalam contoh di atas besarannya adalah sebesar 0,01 USD, dalam dunia trading betulan biasanya hanya sekitar 0,0001 USD. Besaran spread dalam setiap trading akan berbeda. Hal ini tergantung dengan pasangan mata uang dan jumlah lot yang Anda perdagangkan serta kebijakan dari masing-masing perusahaan broker.

Mengapa Spread Penting Dalam Trading?

Spread penting dalam trading sebab spread merupakan salah satu penentu besar kecilnya keuntungan yang bisa diperoleh trader. Ambillah contoh trading USD/EUR di atas, apabila Anda membeli USD dengan mata uang EURO dengan ask price sebesar 1,05. Ini artinya, untuk 10 euro Anda akan mendapatkan 10,5 USD. 

Akan tetapi kalau dalam waktu yang sama (harga tidak berubah), Anda jual semua dolar yang Anda miliki dan menukarnya dengan euro lagi, Anda hanya akan mendapatkan 9,93 Euro saja sementara 0,7 sisanya merupakan spread yang harus dibayarkan kepada broker. 

Hal ini juga berarti kalau timing trading Anda kurang tepat, potensi kerugian yang harus Anda tanggung juga akan besar. Apalagi trading forex mengharuskan trader untuk menggunakan margin trading yang kemungkinan untungnya sebanding dengan potensi kerugiannya. 

Jenis-Jenis Spread

Dari cara penghitungannya, spread dalam dunia forex dibagi menjadi tiga yaitu:

1. Zero spread

Zero spread adalah jenis spread yang selalu dibawah 0 pips. Jadi apabila pips adalah 4 angka dibelakang koma, maka Anda bisa melihat besaran zero pips pada angka ke-5 dibelakang koma. Misalnya, perusahaan broker M menerapkan zero spread mulai dari 0,00004. Maka, besaran biaya ini yang sebenarnya adalah di angka 4 tersebut, bukan pada angka 0 di depannya. 

2. Fixed spread

Fixed spread adalah jenis spread yang terjadi apabila selisih antara harga bid dan harga ask terus sama sepanjang waktu terlepas dari fluktuasi pasar. Kelebihan jenis ini adalah trader bisa memperkirakan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap transaksinya dengan lebih mudah karena tidak perlu mempertimbangkan fluktuasi pasar. 

Di sisi lain kekurangannya adalah nilai fixed spread umumnya lebih besar dibandingkan floating spread. Selain itu, perusahaan broker juga tidak bisa sembarangan mengubah besaran spread yang mereka terapkan. 

3. Floating spread

Kebalikan dari fixed spread adalah floating spread atau jenis yang besar kecilnya tergantung dengan kondisi pasar. Apabila likuiditas pasar sedang ramai-ramainya, maka besaran spread akan mengecil. Sebaliknya, kalau pasar mata uang terkait sedang sepi, maka nilai variabel ini juga akan semakin besar. 

Kelebihan dari jenis ini adalah trader berpeluang untuk mendapatkan biaya atau spread yang lebih rendah pada pasar mata uang yang sedang ramai. Tapi kekurangannya, besaran biaya ini cenderung akan meningkat kalau ada peristiwa besar di pasar forex terkait dan trader tidak bisa memperkirakan besaran biaya trading sejak awal. 

Jika perusahaan broker menawarkan floating spread, trader harus rajin memeriksa bid/ask price saat ingin membuka posisi jual atau beli. Tujuannya supaya besaran biaya ini tidak lebih besar dibandingkan dengan keuntungan trading. 

Cara Menghitung Spread

Rumus spread adalah:

Spread = (Harga bid) – (Harga ask)

Oleh karena itu, untuk menghitung spread Anda harus tahu terlebih dahulu jenis spread yang digunakan oleh pihak broker dan berapa harga bid/ask suatu pasangan mata uang dalam periode perdagangan terkait. 

Perlu diingat bahwasannya selain bergantung pada fluktuasi pasar, besar kecilnya biaya ini juga tergantung dengan jenis mata uang yang diperdagangkan. Spread pada pasangan mata uang yang ramai seperti USD/EUR umumnya cukup rendah sekitar 1 sampai 5 pips saja. Hal ini tentu berbeda dengan spread pada mata uang exotic seperti rupiah. 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Spread

Agar trading yang Anda lakukan menguntungkan, sebaiknya Anda mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai spread berikut khususnya apabila sistem yang digunakan adalah floating spread. 

1. Likuiditas pasar 

Seperti yang telah tertulis di atas, semakin ramai (likuid) pasar forex currency pairs terkait, maka semakin kecil biaya yang harus dibayar. 

2. Jenis mata uang

Umumnya, perdagangan major currency seperti USD, EUR, JPY, RNB, CHF, CAD, AUD dan GBP lebih ramai dan likuid dibandingkan exotic currency. Maka dari itu tidak heran kalau spread-nya juga lebih kecil. 

3. Berita ekonomi

Dalam penjabaran di atas kita tahu bahwasanya berita ekonomi bisa memperlebar selisih antara bid/ask price. Artinya, ketika ada berita ekonomi besar, nilai spread juga cenderung mahal. 

4. Volume trading

Tidak jarang perusahaan broker menerapkan spread yang lebih kecil untuk volume trading yang lebih besar.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.