Usaha Bangkrut dan Hutang Menumpuk? Cara Agar Sukses Kembali

Jangan Putus Asa!

Kehidupan Anda tak serta merta usai ketika usaha bangkrut dan banyak hutang. Anda tetap memiliki peluang agar bisa bangkit dari keterpurukan keuangan itu. Kandas ketika berbisnis atau keluar dari lilitan hutang dapat terjadi pada siapa saja. Artikel ini akan memberikan motivasi bangkit dan kisah inspiratif bagi Anda.

Ambil contoh kisah nyata pengusaha bangkrut yaitu Kevin Aprilio. Dia adalah seorang pemusik namun bisa bangkrut sampai punya hutang hingga Rp 17 Miliar. Anda pun bisa mengalaminya. Apa yang harus dilakukan jika usaha bangkrut dan hutang menumpuk?

Kembali ke kisah nyata pengusaha bangkrut dan sukses kembali. Kevin Aprilio, putra pertama pasangan Adhi MS dan Memes tersebut pun mesti melego beberapa hartanya. Kevin harus menjual Ferrari serta rumah dari membayar hutang menggunung itu. Kevin pun mengaku jika ia telah menuntaskan semua hutang yang membelitnya itu.

Bangkrut merupakan musibah yang hanya temporer saja. Tiap orang bisa keluar dari situasi tak nyaman itu. Tiap orang yang mengalami bangkrut bisa memiliki kembali kehidupan normal dengan syarat memiliki niat yang kuat.

Jika Anda tengah mengalami musibah karena usaha bangkrut dan hutang menumpuk, tidak usah bersedih hati berkepanjangan sampai putus asa. Ada banyak strategi yang bisa diterapkan sehingga bisa bangun dari keterpurukan dan akhirnya meraih kesuksesan.

Berikut cara bangkit dari usaha bangkrut dan hutang menumpuk:

1. Terima Fakta yang Sedang Dialami

Mereka yang mampu menerima suatu kegagalan yaitu mereka yang akan sukses. Pebisnis yang sukses yaitu orang yang tak lari dari realita.

Di dunia tak ada hal yang selalu berlangsung lancar, tak terkecuali bisnis yang sedang Anda tekuni. Kendati nampak abu-abu, namun Anda mesti tegar untuk menerima kenyataan kegagalan yang diderita.

Jika tak dapat menerima dengan lapang hati tentu tak mungkin Anda dapat bangkit lagi. Oleh karena itu Anda mesti bersedia menerima kenyataan.

Menerima kenyataan tak serta-merta bersikap menyerah dan putus asa. Menerima berarti dengan sadar mengakui jika usaha memang gagal. Sesudah menyadari kegagalan itu, Anda dapat mulai menemukan solusi dalam mengatasi masalah itu.

2. Berpandangan Positif

Anda wajib melakukan reset serta mengelola pola pikir. Boleh jadi kegagalan yang pernah dialami mengakibatkan otak dijejali berbagai hal negatif.

Menjadi pengusaha yang bakal sukses, Anda mesti terus melangkah maju dengan selalu berfikir positif. Kendati hal tersebut tak berdampak seketika, namun orang yang terus saja berpandangan negatif pasti mengakibatkan dampak tak baik dimana secara perlahan akan berpengaruh pada jalan kesuksesan.

Tetap berfikir positif dengan apa yang baru saja dialami. Berkat berpola fikir positif, Anda akan memberikan motivasi kepada diri sendiri untuk mulai bangkit. Baca banyak kisah sukses inspiratif tentang orang yang bangkit dari keterpurukan agar Anda tetap bersemangat.

3. Kuatkan Niat dan Semangat

Faktor pertama yang mesti dilakukan yaitu menguatkan niat dan semangat dalam upaya bangun dari situasi keterpurukan. Anda bakal kesulitan untuk memulai kehidupan normal ketika tak memiliki niat dan tekad.

Niat merupakan inti penting pertama bagi mereka yang menghendaki kehidupan yang lebih baik. Modal terbaik yang diperlukan dalam bisnis sesungguhnya tidak lah uang.

Uang baru digunakan kira-kira 3.000 tahun silam, sementara bisnis sudah dimulai semenjak manusia diciptakan. Sehingga bisnis sesungguhnya dijalankan mengandalkan modal yang diberikan Sang Pencipta ialah diri kita lahir dan batin.

4. Belajar dari Kegagalan

Pastinya ada hal yang mengakibatkan bisnis Anda gagal dan terlilit hutang. Misalnya, boleh jadi tata kelola keuangan yang keliru, taktik penjualan yang payah, atau tak begitu efektifnya bagian produksi yang menghasilkan biaya tinggi. Jelas ada pemicu dari kegagalan bisnis itu.

Apalagi jika Anda bangkrut pada bisnis pertama, bukan berarti Anda akan gagal di percobaan-percobaan berikutnya. Sangat normal untuk tidak berhasil pada usaha pertama yang dijalani, yang penting adalah untuk belajar dari kegagalan.

Kala Anda telah mengenali faktor penyebab kegagalan usaha, anda mesti cepat mengerti lalu lebih berhati-hati supaya usaha tak gagal untuk yang kedua kalinya.

5. Turunkan Level Standar Hidup

Anda harus mengatur ulang anggaran pengeluaran setiap bulan. Anda harus membuang segala bentuk pengeluaran yang tak utama. Misalnya dengan membuang anggaran spa maupun bujet untuk shopping.

Di samping itu, Anda pun harus meniadakan anggaran untuk berlibur tahunan. Sehingga Anda bisa menekan anggaran pengeluaran setiap bulan secara signifikan.

Lalu hingga kapan Anda mesti hidup hemat? Yaitu hingga kondisi keuangan mulai membaik. Tahap tersebut tak cuma sehari dua hari namun dapat saja sampai satu tahun hingga tiga tahun. Makin Anda tekun menekan pengeluaran maka makin segera hidup Anda kembali seperti semula.

Disamping itu, Anda hendaknya memberitahukan situasi keuangan yang lagi sulit itu kepada seluruh anggota keluarga. Supaya mereka paham dengan keterpurukan keuangan yang sedang dihadapi. Sehingga, mereka bisa turut menghemat pengeluaran setiap bulannya.     

6. Prioritaskan Membayar Hutang 

Tentu Anda harus membayar semua hutang yang dimiliki. Anda bisa menjual harta berharga demi melunasi semuanya. Jika belum dapat melunasinya lantaran jumlah penjualan aset yang tak cukup, Anda dapat meminta keringanan maupun perpanjangan periode pelunasan hutang ke bank pemberi pinjaman.

Cicilan kredit harus dijadikan sebagai prioritas agar terbebas dari hutang menumpuk. Anda harus melunasi semua cicilan usai mendapatkan gaji setiap bulan. Kemudian sisanya bisa dialokasikan dalam mencukupi kebutuhan pokok. 

7. Dapatkan Pemasukan Tambahan

Anda pun harus mendapatkan sumber pemasukan tambahan. Solusinya bisa dengan mencari kerja sampingan. Anda pun dapat menggunakan aset yang dipunyai sebagai sarana menghasilkan tambahan pemasukan.

Anda bisa memanfaatkan kendaraan pribadi untuk digunakan sebagai penyedia angkutan online. Hasilnya bisa dialokasikan demi mencukupi kebutuhan pokok setiap hari. Terutama bagi mereka yang telah menikah dapat meminta bantuan istri dalam membantu menuntaskan problem keuangan yang sedang dialami.

Anda bisa meminta agar istri mencari penghasilan tambahan.

8. Cari Wawasan

Anda bisa belajar pengetahuan dasar yang terkait bisnis yang ditekuni. Di era serba canggih seperti hari ini, anda bisa dengan mudah mencari informasi dari berbagai sumber terutama dari internet.

Cari solusi dari para pebisnis yang sudah banyak makan asam garam, jika Anda tidaklah cuma satu yang mendapatkan kegagalan. Pengalaman merupakan guru terbaik. Anda dapat bertanya tentang pengalaman yang mirip ke para pelaku bisnis lain berikut kiat mengatasi kegagalan itu.

9. Cari Peluang

Anda sudah belajar dari kegagalan sebelumnya, sekarang waktunya menemukan solusi paling efektif. Cari alternatif dan peluang, yang pasti akan didapatkan jika anda sudah belajar dari kesalahan.

Anda tidak ingin hanya bangkit dari usaha bangkrut saja, tetapi malah bisa membangun usaha baru dan sukses kembali. Bangkit dari keterpurukan akan menjadi sesuatu yang bisa Anda banggakan. Bentuk kisah sukses diri sendiri, jangan menyerah pada keadaaan.

10. Ikuti Kemajuan Zaman

Anda tak semestinya cuma fokus di satu masalah. Perhatikan juga lingkungan sekeliling. Anda mesti pintar memperhatikan permintaan pasar lalu lebih cermat ketika memulai bisnis lagi. Tentu saja bangkit lagi itu susah, namun jika Anda luwes dengan mengikuti perkembangan zaman yang ada bukan tak mungkin bisnis yang dibangun akan bertumbuh.

11. Optimalkan Jam Kerja

Begitu Anda mendapatkan peluang, waktunya bekerja tekun. Anda harus mengoptimalkan jam kerja di bisnis Anda itu supaya menghasilkan laba. Anda tak boleh hanya pasrah atau berpangku tangan saja. Mereka yang berhasil dalam bisnis selalu berkemauan kuat dengan fokus ke tujuan dan berusaha lagi.

12. Skala Kecil Dulu

Sesudah mendapatkan solusi dan peluang, tahap berikutnya yaitu memulai bisnis lagi namun kini skalanya kecil dulu. Hal tersebut demi menekan kemungkinan rugi yang mungkin terjadi lagi. Hindari hutang agar Anda tidak terlilit kembali, atau minimal ajukan kredit seperlunya saja.

13. Memperbanyak Mitra

Menjalankan bisnis membutuhkan partner demi mendukung keberhasilan bisnis. Anda harus mengembangkan jaringan agar anda paling tidak bisa memastikan jika mereka bisa membantu di bidang tertentu yang tak anda kuasai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *