Apakah Harga Bitcoin Bisa Diprediksi? Ini Jawabannya

Bisa Prediksi Harga Bitcoin

Ada banyak platform di mana setiap orang, dari pemula hingga pengguna tingkat lanjut, dapat berdagang di lebih dari dua ratus jenis cryptocurrency, termasuk Bitcoin. Bitcoin dikenal banyak orang karena fluktuasi harga yang besar. Tahun 2017 misalnya, ketika pasar sedang booming, harganya mengalami kenaikan besar meski akhirnya turun. Tapi, apakah harga Bitcoin bisa diprediksi?

Hukum Permintaan dan Penawaran

Seperti hampir semua aset, harga bitcoin ditentukan oleh penawaran dan permintaan. Hanya 21 juta BTC yang akan beredar dan suplai baru dibuat dengan kecepatan yang dapat diprediksi. Harga bitcoin naik saat permintaan tumbuh dan harganya turun saat permintaan turun.

Permintaan ini diukur di bursa tempat bitcoin diperdagangkan melalui order book yang merupakan gambaran umum dari semua pesanan beli dan jual yang telah ditempatkan di bursa. Jika sisi pesanan beli semakin kecil, dan banyak orang ingin menjual bitcoin mereka pada saat yang sama, harganya turun. Ada lebih sedikit permintaan dan lebih banyak pasokan.

Ini juga bekerja sebaliknya. Ketika banyak orang ingin membeli Bitcoin pada saat yang sama dan semakin sedikit orang yang ingin menjual BTC mereka, harganya naik. Ada lebih banyak permintaan dan lebih sedikit pasokan.

Bitcoin masih merupakan pasar “kecil” dibandingkan dengan perusahaan besar dunia. Karena itu, dibutuhkan upaya yang relatif sedikit untuk menggerakkan harga pasar naik atau turun, sehingga harga bitcoin masih sangat fluktuatif.

Total kapitalisasi pasar Bitcoin lebih dari $200 miliar pada November 2020. Meskipun ini adalah angka yang signifikan, namun masih jauh dibandingkan dengan pasar aset konvensional. Misalnya, pasar saham global memiliki nilai total lebih dari $90 triliun. Hal ini penting karena menunjukkan bahwa pasar kecil lebih rentan terhadap manipulasi daripada pasar besar.

Oleh karena itu, investor Bitcoin seharusnya tidak terkejut dengan fluktuasi hingga 10% dalam sehari. Apakah harga BTC bisa diprediksi? Jawabnya, cukup sulit.

Hanya ada sedikit bitcoin yang beredar dan bitcoin baru dibuat dengan kecepatan yang bisa diprediksi dan menurun, yang artinya permintaan harus mengikuti tingkat inflasi untuk menjaga harga selalu stabil.

Karena Bitcoin masih menjadi pasar yang relatif kecil bila dibanding dengan yang seharusnya, maka tak harus menginvestasikan sejumlah besar uang demi mendorong harga pasar naik atau turun. Sehingga, harga bitcoin masih sangat bervariasi.

Apakah Harga Bitcoin dapat Diprediksi?

Sejarah pernah mencatat mata uang yang tak lagi digunakan. Misalnya yaitu Mark Jerman atau belum lama ini adalah dolar Zimbabwe. Hilangnya mata uang tersebut dalam kedua kasus gara-gara hiperinflasi ekstrem yang tak mungkin terjadi dengan Bitcoin. Sebab lainnya yaitu kendala teknis, kompetisi dengan mata uang lain, persoalan politik, dan sebagainya.

Prinsip umumnya adalah tak ada mata uang yang betul-betul bebas dari kesalahan teknis maupun masa-masa sulit. Bitcoin punya track record yang teruji dari permulaan dan ada potensi pertumbuhan yang besar. Akan tetapi, tak ada yang mampu memperkirakan masa depan, termasuk untuk Bitcoin.

Kenaikan harga BTC yang cepat tak akan menghasilkan bubble. Overvaluation artifisial yang memberikan koreksi ke bawah secara mendadak merupakan bubble. Pilihan sesuai aksi yang dilakukan ratusan ribu pelaku pasar merupakan alasan harga bitcoin berfluktuasi sebab pasar mencari keseimbangan harga. Sebab perubahan sentimen mungkin disebabkan hilangnya kepercayaan ke Bitcoin, perbedaan besar dari nilai dan harga yang tak tergantung pondasi ekonomi Bitcoin, banyaknya kehadiran pers yang menyebabkan permintaan spekulatif, kecemasan karena ketidakpastian dan ekses irasional kuno, hingga keserakahan.

Bitcoin merupakan proyek perangkat lunak open source tanpa otoritas pusat, sehingga tak ada yang ada dalam posisi untuk menciptakan representasi palsu dari pengembalian investasi. Sebagaimana mata uang utama yang lain semisal dolar AS, Euro, Yen, emas dan sebagainya, tak ada garansi jika kemampuan beli maupun nilai tukar bergerak tanpa batasan.

Itu akan mengakibatkan volatilitas yang memungkinkan pemilik bitcoin memperoleh atau sebaliknya kehilangan uang dengan proses yang tak bisa diperkirakan. Kecuali spekulasi, Bitcoin pun berupa sistem pembayaran yang mempunyai fitur yang berguna dan kompetitif yang digunakan oleh ribuan pengguna dan bisnis.

Beberapa investor awal memiliki sejumlah besar bitcoin karena mereka mengambil risiko dan menginvestasikan waktu dan sumber daya dalam teknologi yang belum terbukti yang hampir tak digunakan oleh siapa pun dan sulit untuk diamankan secara benar. Banyak dari mereka yang menghabiskan sejumlah besar bitcoin beberapa kali sebelum nilainya meningkat atau cuma membeli dalam nominal kecil tanpa memperoleh keuntungan besar.

Tak ada jaminan jika harga bitcoin akan meningkat atau turun. Itu sama dengan melakukan investasi pada sebuah start-up yang dapat menghasilkan keuntungan lewat kegunaan dan popularitasnya atau yang tak pernah menghasilkan apa-apa. Bitcoin masih dalam masa pertumbuhan dan dirancang dengan pandangan ke masa depan yang sangat jauh.

Bitcoin unik sebab cuma ada 21 juta BTC yang akan tersedia. Akan tetapi, itu tak akan pernah menjadi batasan sebab transaksi bisa dipecah dalam sub-unit bitcoin dengan nilai lebih kecil, misalnya bit. Jadi ada 1.000.000 bit dalam 1 BTC. Bitcoin bisa dipecah sampai 8 desimal (0,000 000 01) dan malah mungkin unit yang lebih kecil akan digunakan bila dibutuhkan di masa mendatang saat nilai transaksi rata-rata menurun.

Berdasarkan teori di balik spiral deflasi, orang biasanya menunda pembelian apabila harga diprediksi akan turun sebagai cara meraih keuntungan dari harga yang lebih rendah. Berkurangnya permintaan tersebut mengakibatkan penjual akan menurunkan harga untuk menstimulasi terjadinya permintaan.

Karenanya, untuk mengurangi risiko kerugian, Anda sebaiknya mempertimbangkan berbagai cara mendapatkan Bitcoin dengan gratis.

Prospek Masa Depan Bitcoin

Yang menarik dari aset Bitcoin yaitu saat investor papan atas dunia dengan gamblang menyatakan jika mereka memiliki portofolio investasi dalam bentuk Bitcoin. Belum lama ini Ray Dalio dan Carl Icahn yang mengungkapkan jika mereka cukup berminat dengan uang kripto ini.

Ray Dalio merupakan pendiri hedge fund terbesar di dunia dimana dana kelolaannya sendiri mencapau $140 miliar atau kurang-lebih Rp 2.100 triliun. Ray secara pribadi punya simpanan Bitcoin. Makin menarik sebab dia juga beralasan memilih Bitcoin daripada surat hutang jangka panjang atau bonds.

Kalau Ray Dalio saja menyatakan jika ia cenderung memercayai Bitcoin dibanding bonds maka boleh disebut jika aset dalam bentuk mata uang kripto menawarkan masa depan lebih menguntungkan dibanding surat hutang jangka panjang.

Sedangkan Carl Icahn sebagai seorang fund manager terkenal dan termasuk orang terkaya di dunia menjelaskan jika aset kripto dalam hal ini Bitcoin tak akan pergi atau hilang sebagaimana halnya sebuah Ponzi scheme. Malah, dia mengaku tertarik untuk berinvestasi pada sektor kripto secara besar-besaran.  Masih ragu berinvestasi dalam aset kriptokurensi?

1 tanggapan pada “Apakah Harga Bitcoin Bisa Diprediksi? Ini Jawabannya”

Tinggalkan Balasan ke Nurul Huda Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *