Lompat ke konten

10 Bank Syariah Terbaik di Indonesia (2022)

Bank Syariah Terbaik

Bank syariah dan konvensional memiliki pengertian berbeda dari sistem perbankannya. Di mana memang sama-sama lembaga keuangan yang bertugas mengatur sekaligus menstabilkan perekonomian dan keuangan di Indonesia, namun sistemnya disesuaikan dengan syariat agama Islam dan Al Qur’an.

Sebab sistemnya demikian, keberadaan bank berkonsep tersebut banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia, khususnya yang beragama Islam. Bahkan, hingga saat ini semakin banyak peminatnya dari waktu ke waktu karena berusaha meyakinkan masyarakat muslim bahwa sistemnya tidak riba.

Sampai saat ini, keberadaan bank syariah sudah mudah sekali ditemukan di Indonesia dan mampu bersaing dengan lembaga keuangan konvensional perihal mencari nasabah.  Apalagi saat ini selain berguna untuk menabung, juga sudah bisa dilakukan untuk deposito, KPR untuk rumah, serta berbagai keperluan menyangkut keuangan lainnya.

Melalui bacaan artikel ini, kami akan merekomendasikan bank syariah terbaik di Indonesia.

Sekilas Tentang Bank Syariah

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bank syariah memiliki fungsi yang sama dengan bank konvensional di Indonesia, hanya saja berbeda pada sistemnya karena mengatur keuangan sekaligus menstabilkan perekonomian nasional berdasarkan sistem sesuai dengan syariat agama Islam. Keberadaannya banyak diminati oleh mayoritas masyarakat muslim Indonesia karena tidak riba.

Sesuai dengan namanya, di mana selalu menerapkan secara konsisten hukum-hukum Islam pada sistem keuangannya, jadi jauh lebih aman dan tenang ketika melakukan penyimpanan dan mengatur finansial. Apalagi dalam kitab Al Qur’an dijelaskan bahwa riba adalah hal paling tidak disukai oleh Allah SWT.

Meskipun namanya begitu, tetap menguntungkan meskipun tidak ada suku bunga. Sebab sistemnya bagi hasil atau nisbah melalui akad mudharabah. Jadi, sistem bagi hasil ini berbeda dengan suku bunga. 

Pada bank konvensional menerapkan sistem suku bunga untuk memperoleh keuntungan. Artinya, harus selalu untung sesuai pedoman pada perjanjian awal. Selain itu, untuk jumlah pembayaran bunga tidak meningkat meskipun pendapatan bertambah.

Sedangkan konsep syariah menerapkan sistem bagi hasil atau nisbah, yaitu berdasarkan pedoman rasio untung rugi. Jadi apabila terjadi rugi, ditanggung oleh pihak bank dan nasabah. Bagi hasil labanya pun disesuaikan dengan pendapatan, apabila pendapatannya meningkat maka labanya pun ikut meningkat.

10 Bank Syariah Terbaik di Indonesia

Setelah mengetahui penjelasan mengenai bank berkonsep muslim beserta sistem dan prinsipnya yang tanpa riba, ketahuilah pula daftar 10 bank syariah terbaik di Indonesia pada ulasan berikut ini.

1. Bank Syariah Indonesia (BSI)

Bank Syariah Indonesia atau biasa disingkat BSI adalah gabungan dari 3 bank BUMN Syariah, antara lain BNI, BRI, dan Mandiri. Ketiganya secara resmi merger atau bergabung pada 1 Februari tahun 2021 agar mampu menjangkau masyarakat luas di Indonesia. BSI tergolong bank syariah terbaik di Indonesia.

BSI dikelola secara profesional dari staf yang sama dari gabungan ketiganya tersebut. Pelayanannya pun bisa dikatakan sangat unggul dan lengkap, didukung dengan gabungan aset dari ketiganya. Layanan tabungan dari BSI, antara lain tabungan berencana, akad mudharabah, dana pensiun, investasi saham halal, akad wadiah, dan lain sebagainya. Hingga saat ini, terdapat lebih dari 200 ribu ATM BSI tersebar di seluruh wilayah Indonesia serta sebanyak 1.300 kantor cabang beroperasi. 

Menariknya lagi, BSI tidak menerapkan potongan biaya administrasi bulanan kepada nasabahnya, layanan ini hanya di Easy Wadiah, TabunganKu, Tabungan Pensiun, dan Tabungan Mabrur. Sedangkan pada layanan Easy Mudharabah dikenakan potongan Rp10.000 per bulan, serta BSI Giro potongan biaya administrasinya Rp15.000 dan Rp17.000 per bulan. 

2. BTPN Syariah

BTPN Syariah sudah ada sejak 24 Juli 2014 dan sudah terdaftar sebagai Bank Umum Syariah ke-12 di Indonesia. Hal ini pun terjadi melalui spin-off dari UUS (Unit Usaha Syariah) PT Bank BTPN, Tbk. dan fokusnya pada keluarga prasejahtera produktif.

Sebab memiliki fokus pada nasabah berupa keluarga prasejahtera atau masyarakat kurang mampu, maka dilakukan berbagai jenis layanan, seperti melakukan akses keuangan, pendampingan, pelatihan, dan keanggotaan.  Tujuannya tentu saja untuk mengubah hidup nasabahnya serta mampu menghasilkan kinerja keuangan yang lebih baik lagi.

Sejak masa pandemi, BTPN Syariah berfokus pada pengembangan masyarakat prasejahtera atau menengah ke bawah namun dengan menggunakan asas kehati-hatian. Jadi, dari ribuan dana nasabah tersebut kemudian dialokasikan kepada masyarakat kurang mampu guna untuk melatih keuangan dan membantu mata pencaharian. Maka dari itu, BTPN-S ini banyak diminati oleh masyarakat Indonesia.

3. BCA Syariah

Termasuk bank swasta di Indonesia, BCA juga menghadirkan BCA Syariah untuk masyarakat muslim dan sudah beroperasi sejak 5 April 2010 berdasarkan Keputusan Gubernur BI Nomor 12/13/KEP.GBI/Dp.G/2010. Hingga kini, cabang beroperasi sudah mencapai lebih dari 65 kantor cabang.

Sebab tergabung bersama dengan BCA, nasabah BCAS dapat melakukan penarikan tunai, debit, bahkan transaksi melalui mesin  Electronic Data Capture (EDC) secara gratis alias tidak dikenakan biaya. Produk unggulan dari BCAS ini, antara lain Pendanaan dan Pembiayaan. Pembiayaan meliputi Paket Masa Depan dan Paket Wow! Syariah, sedangkan untuk pendanaan meliputi Citra iB, Taseto iB, Taseto Mapan iB, Deposito iB, Giro iB, dan Dana Haji).

Setoran awal di BCAS ini sebesar Rp100.000 dan selanjutnya dapat dilakukan mulai Rp50.000, lalu dana ditahan yakni Rp25.000 di tabungan. Sedangkan untuk biaya administrasi bulanannya, BCAS akan memotong sebesar Rp10.000 (Akad mudharabah atau bagi hasil), sedangkan untuk akad wadiah gratis.

4. Bank Mega Syariah

Selanjutnya adalah Bank Mega Syariah. Termasuk tua di Indonesia, dahulu didirikan pada 14 Juli tahun 1990 dengan nama Bank Tugu. Kemudian pada tahun 2001 diambil alih oleh CT Corp melalui Mega Corpora, sehingga 25 Juli pada tahun 2004 resmi menjadi Bank Syariah Mega Indonesia atau disingkat BSMI.

Lalu, terjadi pergantian nama lagi dari BSMI menjadi Bank Mega Syariah pada 2 November 2010. Mega Syariah beroperasi telah mendapatkan izin dari Kementrian Agama Republik Indonesia karena mengadakan penyelenggaraan setoran ibadah haji. Oleh karena itu, produk pendanaan yang diunggulkan, yaitu Tabungan Berkah Tama iB, Tabungan Berkah Bisnis iB, Tabunganku iB, dan lain-lain. Sedangkan produk pembiayaannya, antara lain MMQ iB, IMBT iB, Pembiayaan Investasi iB, Pembiayaan Modal Kerja iB, Mitra iB, dan sebagainya.

Saat ini sudah memiliki kantor pusat di Jakarta. Fakta menariknya, telah diketahui bahwa kepemilikannya oleh Warga Indonesia sendiri, padahal sektor keuangan lain sudah dikuasai oleh pihak asing.

5. Bank Muamalat Indonesia

Muamalat termasuk bank berkonsep syariah pertama di Indonesia secara murni karena tidak memiliki bank konvensional lain seperti halnya BCA, BTPN, dan lain-lain. Didirikan sejak 1 November tahun 1991 dan sudah mampu beroperasi secara umum pada tahun 1990 di Indonesia.

Muamalat hingga lebih dari 30 tahun selalu konsisten menerapkan konsep tersebut dan tanpa riba selama bertransaksi. Tak heran jika Muamalat telah mendapatkan banyak penghargaan sebagai bank syariah terbaik dari Global Finance sejak tahun 2009 hingga tahun 2018 secara berturut-turut.

Layanan produk pendanaan, Muamalat memakai prinsip akad mudharabah dan wadiah. Kemudian layanan penanaman dana Muamalat menggunakan prinsip jual beli, sewa, serta bagi hasil atau nisbah.

Muamalat menawarkan berbagai produk keuangan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Produk keuangannya, antara lain tabungan haji dan umrah, tabungan Muamalat, KPR untuk rumah, tabungan mudharabah corporate, serta biaya Muamalat multiguna.

6. Bank Syariah Bukopin

Selanjutnya, ada Bank Syariah Bukopin yang berasal dari gabungan BPR Gunung Sindoro dan BPR Gunung Kendeng di Samarinda, Kalimantan Timur yang kemudian bergabung menjadi Bank Swansarindo pada 29 Juli 1990. Setelah itu kantornya pun dipindahkan ke Jakarta pada tahun 1991.

Ketika sedang terjadi krisis moneter di Indonesia di mana perekonomian kondisinya sedang buruk, kemudian pihak Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia mengambil alih. Setelah itu Swansarindo berubah nama menjadi Bank Persyarikatan Indonesia sekitar tahun 2002.

Pada akhirnya, diakuisisi oleh Bukopin dapat berdiri sendiri dengan nama Bank Syariah Bukopin atau BSB pada 9 Desember 2008. Pelayanannya meliputi pendanaan (wadiah dan mudharabah), pembiayaan (akad jual beli, sewa, bagi hasil), serta jasa (perwalian, pinjaman uang, penjaminan nasabah, penukaran uang).

7. Bank Panin Dubai Syariah

Sebelum menjadi Bank Panin Dubai Syariah, namanya masih Bank Harta yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur pada tahun 1990. Sebagai lembaga keuangan swasta, aset dan nasabahnya pun terbilang sangat kecil.

Panin Syariah diambil alih oleh Bank Panin lalu memperoleh izin operasional dari BI dan resmi melayani nasabah pada 2 Desember 2009. Kemudian pada tahun 2017 diberikan bantuan modal oleh Dubai Islamic Bank, lalu resmi berubah nama menjadi Panin Dubai Syariah.

Panin Dubai Syariah menawarkan layanan transaksi sesuai keutuhan masyarakat Indonesia. Layanan yang ditawarkan, antara lain produk dana (tabungan, giro, deposito, simpanan, tabungan haji dan umroh, tabungan rencana), produk jasa, pemograman dana, jasa operasional, produk pembiayaan, dan layanan tresuri.

8. BJB Syariah

Bank Jabar dan Banten (BJB) Syariah resmi beroperasi sejak tahun 2000. Bertahun-tahun tergabung bersama UUS, kemudian BJB Syariah melepaskan diri dan resmi berdiri di Bandung, Jawa Barat pada 15 Januari 2010.

Meskipun hanya termasuk lokal daerah Jawa Barat dan Banten, BJBS memiliki fasilitas dan pelayanan cukup lengkap. Saat ini sudah ada sebanyak 55 kantor cabang pembantu dan sebanyak 8 kantor cabang.

Penawaran layanannya pun sangat lengkap dan tanpa riba, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya yang beragama Islam. Produk dan layanannya, antara lain penghimpunan (tabungan, giro, simpanan, tabungan haji-umrah, simpanan pelajar, dan lain-lain), pembiayaan produktif (modal kerja dan investasi), dan pembiayaan konsumtif (KPR, kepemilikan kendaraan, emas, kesejahteraan pegawai, kesejahteraan pegawai pensiun, dan sebagainya).

9. Bank Sinarmas Syariah

Bank Sinarmas Syariah didirikan dan resmi beroperasi pada 18 November 2009. Merupakan anak dari Sinarmas, menawarkan berbagai produk berkaitan keuangan cukup lengkap sesuai kebutuhan masyarakat.

Beberapa produk layanan keuangannya, antara lain tabungan dan tabungan haji dengan setoran minimal Rp100.000 per bulannya. Selain itu ada pun layanan lainnya berupa investasi, konsumsi, dan pembiayaan modal kerja.

10. BTN Syariah

BTN  mengusung konsep syariah sesuai dengan keadaan mayoritas masyarakat di Indonesia, yaitu muslim. BTN Syariah menawarkan beragam produk dan layanan keuangan yang bisa dinikmati oleh nasabahnya tanpa riba.

Tak hanya tabungan dan dana haji saja yang disediakan oleh BTN. Produk layanan lainnya, yaitu deposito, mobile wakaf, dan KPR rumah platinum. Semua sistemnya menggunakan prinsip akad dan keuntungannya dihitung dengan sistem nisbah atau bagi hasil.

Jadi, itulah 10 bank syariah terbaik di Indonesia tahun 2022, di mana tidak ada sistem suku bunga. Oleh karena itu, tidak riba dan keuntungannya didapatkan dari sistem bagi hasil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.