Lompat ke konten
Daftar Isi
ForexIMF leaderboard banner ads.

Cara Menabung di Rumah Agar Tidak Diambil

Cara Menabung di Rumah Agar Tidak Diambil

Menabung adalah kegiatan menyimpan uang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu di masa depan. Selain dapat menimbulkan manfaat di masa depan, menabung dan investasi juga dapat mengindikasikan bahwa seseorang memiliki kemampuan pengaturan keuangan yang cukup bagus.

Saat ini ada banyak mekanisme tabungan yang bisa dicoba, mulai dari menabung di bank, hingga menabung emas di Pegadaian maupun bank. Kelebihannya adalah uang tabungan Anda relatif akan lebih aman baik dari tangan pencuri, maupun dari tangan Anda sendiri untuk digunakan pada hal yang tidak semestinya. 

Namun kekurangan menabung dengan dua cara di atas adalah adanya minimal nominal tabungan. Dengan kata lain, tentu Anda akan malu bukan, jika menabung menggunakan uang receh atau sekedar 5.000 saja? Padahal menabung sedikit banyak tidak masalah, yang penting konsisten. 

Untuk menabung dalam jumlah kecil, cara yang bisa Anda lakukan adalah menabung di rumah saja. Akan tetapi, kekurangannya adalah menabung di rumah relatif tidak aman karena Anda bisa mengambil uang tersebut kapanpun dan lebih rawan pencurian. Lantas, bagaimana cara menabung di rumah agar tidak diambil? Simak tipsnya berikut ini:

1. Gunakan celengan yang tidak mudah dibuka

Celengan adalah alat utama yang harus Anda miliki saat menabung di rumah. Celengan bisa berwujud dalam berbagai bentuk, mulai dari botol yang plastik yang dilubangi saja atau celengan yang terbuat dari tanah liat. Bahan celengan menentukan tingkat kemudahan celengan tersebut untuk dibuka. 

Celengan dari botol plastik sederhana dapat dibuka dengan mudah, begitu pula dengan celengan plastik biasa yang bisa dibuka dengan cara digorok. Di sisi lain untuk membuka celengan dari tanah liat, Anda harus memecahkan tanah liat tersebut. 

Oleh karena itu, saat memilih celengan pilihlah celengan yang tidak mudah dibuka entah itu karena ada kuncinya atau hanya karena bahan alat tersebut yang memang susah digorok atau dipecahkan. Celengan dengan bahan dan desain yang susah dibuka akan membantu mengurangi kemungkinan Anda mengambil uang dari celengan tersebut.

2. Menempelkan tujuan tabungan di masing-masing celengan

Salah satu kodrat manusia adalah memiliki keinginan yang tidak terbatas. Maka dari itu saat menabung atau berinvestasi, Anda dianjurkan untuk membedakan tabungan dan instrumen investasi sesuai dengan tujuannya. 

Begitu pula saat Anda menabung di rumah. Untuk membantu memenuhi keinginan yang banyak di masa depan, Anda bisa membeli beberapa celengan untuk tujuan yang berbeda dan menempelkan tulisan tujuan tersebut di masing-masing celengan. 

Misalnya, Anda memiliki 3 kebutuhan, yaitu membeli handphone baru, nonton konser musisi kesayangan, dan menyiapkan uang untuk ujian masuk kuliah. Maka, Anda bisa membeli 3 celengan sekaligus dan menempelkan tujuan tersebut di celengan yang berbeda. Dengan demikian, Anda akan lebih termotivasi untuk menyimpan uang lebih banyak dan menghindari mengambil simpanan dalam celengan tersebut sebelum waktunya. 

3. Menyimpan celengan di tempat yang aman

Kali ini untuk menjaga keamanan tabungan dari tangan pencuri. Sebagai langkah pengamanan tambahan dari pencuri, Anda dapat menyimpan celengan tempat Anda menyimpan uang di tempat-tempat yang relatif aman dan out of the box, seperti kolong tempat tidur, atau atas lemari. 

Supaya lebih praktis, Anda juga bisa membeli brankas yang berukuran agak besar supaya bisa dipakai untuk menyimpan beberapa celengan sekaligus. Pastikan desain brankas tersebut unik, sehingga pencuri atau orang lain selain Anda tidak tahu kalau alat tersebut digunakan untuk menyimpan uang. 

4. Alihkan ke bank

Agar program tabungan Anda efektif dan tidak gagal, Anda bisa mengalihkan simpanan tersebut ke dalam bentuk tabungan bank jika celengan sudah penuh dan membeli celengan baru. Kalau belum memiliki rekening tabungan reguler, Anda bisa meminta orang tua Anda untuk membuatkan simpanan pelajar (Simpel) atau menggunakan rekening orang tua untuk menyimpan di bank. Setelah itu, Anda bisa mulai menabung dari 0 lagi. 

Malu, menyimpan dalam bentuk pecahan? Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa menukarkan uang tabungan Anda dengan uang yang senilai di toko-toko retail. Umumnya, toko retail tersebut akan dengan senang hati menerima uang Anda karena mereka membutuhkannya untuk menjadi uang kembalian. 

5. Menyisihkan uang tabungan

Salah satu konsep yang perlu dipahami dalam tabungan dan investasi adalah uang untuk tabungan dan investasi adalah uang yang memang dialokasikan untuk kepentingan tersebut, dan bukan uang sisa. Ini artinya, sebelum menabung atau berinvestasi, Anda harus menyisihkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terlebih dahulu. 

Dengan demikian, uang yang Anda tabung tidak Anda ambil dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau membayar utang (kecuali jika mendadak). Akan lebih aman lagi apabila Anda menyiapkan simpanan untuk dana darurat tersendiri. 

Hal ini karena dana darurat harusnya lebih mudah diambil dibandingkan dengan dana tabungan atau investasi. Misalnya, jika uang tabungan disimpan dalam celengan, maka uang untuk dana darurat disimpan di dompet terpisah, sehingga ketika membutuhkannya, Anda tidak perlu lagi memecah celengan. 

Membuat alokasi khusus untuk tabungan juga akan membuat program tabungan Anda tidak gagal terlepas dari cara apapun yang Anda gunakan untuk menabung. Alasannya adalah hal ini menunjukkan komitmen Anda untuk memenuhi tujuan tabungan tersebut. 

Tidak hanya untuk orang dewasa, cara menabung unik di rumah di atas juga dapat diterapkan untuk anak-anak. Hal ini penting, supaya anak Anda tahu bagaimana cara mengatur uang sejak dini dan paham kalau untuk mendapatkan sesuatu, perlu mengorbankan sesuatu lainnya terlebih dahulu. Mengajarkan anak menabung sejak dini juga dapat membiasakan dirinya untuk menabung saat dewasa nanti.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *