Lompat ke konten
Daftar Isi

Ciri-ciri Bukti Transfer Palsu dan Tips Menanganinya

Bukti transfer palsu

Inovasi sistem pembayaran dari yang hanya tunai kini berkembang menjadi nontunai memang memberikan dampak baik berupa proses pembayaran yang mudah dan lebih praktis. Tetapi dibalik itu ternyata perubahan ini dijadikan sebagai modus baru bagi para penjahat. Ada-ada saja ide mereka untuk melancarkan aksinya.

Salah satu penipuan yang belakang marak dilakukan adalah bukti transfer palsu. Misalnya, ketika seseorang hendak membeli barang secara online kemudian menggunakan pembayaran dengan cara kirim ke rekening, banyak kasus bukti transfer yang dikirim adalah bukti palsu.

Tentu ini akan sangat merugikan apalagi jika penipuan dalam jumlah yang besar. Nah, supaya Anda tidak terkena penipuan dengan modus ini, berikut ciri bukti transfer palsu dan tips menanganinya. 

Ciri-ciri Bukti Transfer Palsu 

Bukti transfer palsu tentu memiliki perbedaan dengan yang asli, sebab merupakan rekayasa manusia. Tetapi sayangnya, perbedaannya biasa tidak mencolok. Apalagi yang sudah sering menipu, tentu dia akan lebih rapi dalam mengemasnya. 

Kebanyakan orang awam pasti akan terkecoh. Supaya Anda tidak menjadi korban berikutnya alangkah baiknya selalu mencari informasi terlebih dahulu. Anda bisa juga mengingatkan orang-orang terdekat supaya tidak menjadi korban juga. Apalagi orang tua yang biasanya marak terkena penipuan. Berikut ciri-ciri bukti palsu yang wajib Anda tahu.

Jenis font yang tidak seragam 

Salah satu ciri utama bukti transfer palsu adalah jenis font yang tidak seragam. Ini karena penipu pasti akan berusaha mengganti bagian nominal dan tanggal. Sebab pastinya waktu transaksi berbeda-beda. 

Anda bisa memperhatikan bagian tanggal dan nominal saat melihat bukti transaksi. Jika ada jenis font yang berbeda Anda patut mencurigainya karena bisa jadi itu bukan bukti yang asli. Lebih baik pastikan dulu ada dana masuk ke rekening Anda.

Ukuran tulisan berbeda-beda

Jika Anda mendapati ukuran yang berbeda-beda tampak aneh, bisa jadi itu merupakan bukti transfer palsu. Karena yang mengeluarkan bukti transfer adalah mesin. Jadi jika bukti yang diberikan kepada Anda terlihat seperti tulisan tangan maka patut untuk dihargai. Selalu waspada dan jangan mudah percaya. 

Tanggal dan jam pengiriman tidak sesuai

Hal yang harus diperhatikan saat menerima bukti transfer adalah tanggal dan jam. Bisa jadi penipu kurang teliti saat mengirimkannya sehingga tidak memperhatikan bahwa pada lembar tersebut seharusnya tertera tanggal dan jam yang sesuai.

Misalnya perbedaan tahun, atau hari. Anda harus jeli mengamati bukti transfer. Jangan mudah terkecoh, bahkan misal itu pada teman sendiri. Karena ini menyangkut uang dimana Anda tidak tahu mana yang jujur dan menipu.

Tulisan kurang rapi dan berantakan 

Terakhir, salah satu ciri bukti transfer palsu adalah tulisannya kurang rapi. Ini karena bisanya penipu berusaha menghapus hal-hal yang tidak perlu untuk menggantinya sesuai dengan yang dibutuhkan. Atau jika ia membuat secara mandiri, pasti tidak akan sama formatnya dengan yang asli. Anda patut teliti dan melihat  dengan seksama bukti yang dikirimkan pada Anda karena jika tulisannya acak-acakan bisa jadi itu tidak asli.

Contoh bukti transfer palsu bisa Anda amati pada gambar di bawah ini, perhatikan secara seksama maka Anda akan menemukan ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas. Memang, agak sulit membedakannya, tetapi dengan pengetahuan yang baik dan ketelitian Anda pasti bisa menemukannya.

Contoh struk transfer.

Tips Agar Tidak Terkecoh Bukti Transfer Palsu 

Setelah mengetahui ciri-ciri bukti transfer palsu, Anda harus tahu nih bagaimana sih cara menangani supaya Anda tidak terkecoh dengan bukti yang dikirimkan entah itu oleh customer, teman kerja atau lain-lain. Hal ini dilakukan supaya Anda tidak menjadi korban penipuan selanjutnya. Berikut tips agar tidak terkecoh bukti transfer palsu.

1. Jangan langsung percaya dengan bukti yang sudah dikirimkan

Tips agar tidak mudah terkecoh bukti transfer palsu adalah jangan langsung percaya dengan bukti yang dikirimkan orang pada Anda. Biasanya, orang mengirimkan bukti melalui pesan di ponsel. Nah, setelah menerima pesan tersebut jangan langsung percaya dan mengucapkan terima kasih pada orang tersebut.

Apalagi jika terdapat sesuatu yang terlihat aneh seperti ciri-ciri yang disebutkan di atas. Anda harus waspada karena semua orang berpotensi melakukan kejahatan jika ada kesempatan. Alih-alih langsung percaya, lebih baik selidiki terlebih dahulu. 

2. Segera cek mutasi rekening

Lebih baik setelah orang mengirim bukti transfer, Anda segera melakukan cek mutasi rekening, apakah benar ada dana masuk ke rekening Anda. katakana pada customer untuk menunggu waktu beberapa saat sambil Anda mengecek mutasi rekening.

Inilah pentingnya memiliki mobile banking di handphone. Seperti yang diketahui bersama, saat ini hampir semua bank menyediakan layanan mobile banking untuk memudahkan transaksi nasabahnya. Salah satu layanan dari m-banking agar bank dapat memberi manfaat pada masyarakat adalah cek mutasi, nah ini bermanfaat sekali untuk melihat apakah dana yang dikirim atau diterima sudah berhasil dilakukan.

Ketika bukti transfer keluar itu tandanya transfer sudah berhasil dilakukan. Jadi Anda bisa cek nih, apakah dari kiriman bukti yang ada, ada dana masuk ke rekening Anda. Jika tidak berarti yang dikirimkan tadi adalah bukti palsu.

3. Utarakan bahwa tidak ada uang yang masuk ke rekening Anda

Jika sudah mengecek mutasi rekening, Anda bisa mengutarakan pada yang mengirim bahwa tidak ada dana yang masuk. Tanyakan padanya apakah buktinya valid dan bisa dipercaya. Jika ia tidak bisa menjawabnya maka dipastikan itu bukti palsu.

Sebagai langkah awal, Anda bisa melakukan intimidasi pada pelaku kejahatan. Misalnya mengancam jika uang tidak segera dikirim maka Anda akan melaporkan ke pihak kepolisian. Penipu yang belum handal pasti takut akan hal ini, apalagi jika yang melakukannya adalah para remaja yang mencoba-coba pasti akan ketakutan. Jadi Anda bisa coba cara ini.

4. Laporkan ke pihak berwajib 

Jika gertakan yang diberikan tidak mempan, dan penjahat malah memblokir nomor Anda atau berusaha melarikan diri maka hal yang harus dilakukan adalah melaporkan ke pihak berwajib yaitu kepolisian. Ini jadi opsi terakhir apabila Anda tidak bisa  sudah mengirimkan barang dagangan pada orang tersebut dan tidak ada pembayaran kembali.

Hal ini sudah termasuk perbuatan kriminal. Jadi Anda bisa melaporkannya ke pihak kepolisian. Sampaikan bahwa Anda terkena penipuan dan laporan akan segera diproses untuk menemukan siapa penipu dibalik ini. 

Nah, berikut di atas merupakan ciri-ciri bukti transfer palsu dan cara mengatasinya. Selalu waspada dan hati-hati terhadap kemungkinan buruk yang ada dan jangan mudah percaya. Apalagi dengan pembayaran metode transfer tanpa rekening. Sebagai antisipasi, Anda bisa memasang aplikasi yang bisa memantau keluar masuk uang di ponsel, bisa m-banking, atau sms banking yang akan memberitahu cash flow rekening Anda.

Sebab biasanya kejahatan ada karena kesempatan, ketidaktelitian hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Selalu lakukan pengecekan pada setiap bukti transfer yang Anda terima. Selalu waspada dan hati-hati!

Clean Qurrota Ayun

Clean Qurrota Ayun

Clean Qurrota A'yun adalah mahasiswa Ekonomi di UPN Veteran Yogyakarta yang senang menulis topik-topik seputar literasi finansial.

3 tanggapan pada “Ciri-ciri Bukti Transfer Palsu dan Tips Menanganinya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *