5 Faktor Yang Mempengaruhi Harga Bitcoin, Membuat Naik dan Turun

Naik Turun Harga BTC

Dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin memang berhasil menjadi perhatian dunia. Pasalnya, cryptocurrency tersebut dapat mengalami kenaikan harga yang terbilang fantastis. Bahkan, saat ini harga untuk 1 bitcoin sudah mencapai ratusan juta rupiah.

Menarik sekali bukan? Namun, sebenarnya apa sajakah faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga bitcoin? Untuk mengetahui jawabannya, simaklah ulasan berikut ini.

Faktor Yang Mempengaruhi Harga Bitcoin

Beberapa faktor bisa mempengaruhi pergerakan harga dari BTC sehingga sangat volatil. Nah, bagi Anda yang ingin terjun dalam investasi di cryptocurrency ini, lebih baik pahami dan perhatikan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fluktuasi harga BTC di bawah ini.

1. Peraturan Pemerintah

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, BTC tidak terikat oleh suatu kebijakan atau pemerintahan tertentu. Apalagi jika kebijakan tersebut bukan dari negara berpengaruh. Salah satu contohnya adalah pemerintahan China yang menganggap bahwa BTC adalah ilegal. Hal itu tentunya membuat dampak besar terhadap menurunnya harga mata uang digital ini.

Peraturan dari pemerintahan China tersebut membuat BTC kehilangan nilainya. Padahal, seperti kita tahu bahwa China menjadi salah satu negara dengan perkembangan ekonomi terbaik di dunia. Jadi, hal tersebut bisa berpengaruh dalam urusan transaksi terutama yang berhubungan dengan RRC.

2. Kondisi Uang Kripto Lain

Karena Bitcoin dan altcoin sering saling dikonversi, maka harganya juga sangat terpengaruh oleh uang kripto lainnya. Jika Ethereum dianggap sebagai crypto yang berpotensi menjadi uang nomor 1, maka otomatis permintaan akan beralih ke ETH dan menurun di BTC.

Begitu pula jika altcoin dianggap gagal, maka orang-orang akan mengalihkan dana ke BTC yang berujung pada kenaikan harga Bitcoin. Siklus perputaran uang di dunia kripto ini harus menjadi perhatian bagi trader untuk menentukan iklim pasar.

3. Demand Dari Pasar

Bitcoin kerap kali dianggap sebagai emas digital. Alasannya karena persediaan dari koin digital ini sangat terbatas. Pada awal kemunculannya, telah ditetapkan bahwa hanya akan ada 21 juta bitcoin yang dilepas ke market.

Hukum ekonomi tentang suplai dan permintaan akan selalu menjadi faktor penentu naik turun Bitcoin. Jadi, dengan adanya hukum permintaan dan suplai, pada saat permintaan banyak, maka harganya bisa naik, begitu juga berlaku sebaliknya.

Kondisi tren harga yang terus diprediksi naik pada akhirnya membuat banyak orang secara besar-besaran membeli uang digital ini. Hal tersebut tentu membuat harganya mengalami kenaikan. Lalu, pada saat pasar mulai landai dan permintaan mulai menurun, harga dari koin ini juga mengalami penurunan.

4. Fungsinya Sebagai Alat Transaksi

Berdasarkan beberapa sumber, dikatakan bahwa saat ini semakin banyak personal ataupun perusahaan yang mulai menggunakan BTC sebagai alat transaksinya. Adopsi sebagai alat pembayaran yang meluas adalah salah satu faktor yang mempengaruhi harga Bitcoin. Jika adopsi semakin luas, maka harga akan ikut naik.

Mulai dari restoran, firma hukum, sampai dengan apartemen sudah banyak yang menggunakannya. Hal itu membuat harga dari koin virtual ini semakin melambung naik karena mulai digunakan sebagai alat transaksi pembayaran.

Bahkan, pada beberapa perusahaan di Amerika seperti properti, Hublot, pabrik jam mewah, sampai dengan supermarket sudah menggunakan koin ini untuk alat transaksinya. Sampai tahun 2018 yang lalu tercatat telah terjadi transaksi BTC hingga 100 miliar Dollar Amerika.

5. Sentimen Buruk

Faktor terakhir yang berpengaruh terhadap pergerakan harga BTC adalah berita atau sentimen buruk. Sebagai contohnya adalah saat BTC dikabarkan menjadi alat transaksi terorisme dan juga ilegal. Berita seperti itu secara langsung dapat menurunkan citra sehingga membuat banyak orang mengurungkan niatnya untuk menggunakan koin tersebut.

Hal yang sama juga pernah terjadi pada saat BTC dijadikan sebagai salah satu modus penipuan di Hongkong. Hal-hal sensitif seperti ini mempunyai pengaruh besar pada pergerakan harganya apalagi jika isu tersebut terkait dengan hal ilegal dan kriminal.

Apakah Itu Bitcoin?

Bitcoin merupakan salah satu jenis dari uang digital di dalam industri keuangan yang masih menyisakan pro dan kontra. Salah satu alasannya adalah karena sistem yang dimiliki dinilai tidak lazim. Apabila nilai uang pada umumnya ditentukan dari nilai tukar, aksesibilitas, serta kondisi ekonomi negara, maka Bitcoin tidak seperti itu.

Tidak terdapat pusat atau bank sentral yang mengeluarkan berbagai kebijakan serta ketentuan dalam penggunaan mata uang Bitcoin. Terlepas dari semua kontroversinya tersebut, nyatanya harga dari uang digital ini pernah melaju sangat tinggi sehingga membuat para pemiliknya bak tertimpa durian runtuh.

Pada harga tertingginya, pernah tercatat harga dari 1 Bitcoin mencapai 64.800 dollar atau jika dikonversi ke mata uang rupiah setara dengan Rp 939.600.000. Jumlah tersebut tentunya sangat fantastis apalagi beberapa tahun lalu harganya terbilang sangat murah sekali.

Baca penjelasan lengkap tentang Bitcoin yang pernah diulas oleh Investbro.

Benarkah Fluktuasi Harga Bitcoin Tidak Bisa Ditebak?

Seperti sudah disinggung sebelumnya, Bitcoin dalam beberapa tahun ini sedang naik daun. Padahal, dulunya coin digital ini dianggap remeh dan tidak ada harganya. Pertanyaan umum dari trader pemula seringnya mengenai apakah harga Bitcoin bisa diprediksi.

Volatilitas harga bitcoin sejak 2013. Terlihat nilainya naik turun secara drastis.
Pergerakan harga Bitcoin sejak 2013.

Tentunya, orang yang berpendapat seperti itu akan menyesal karena saat ini harga uang digital ini naik secara gila-gilaan. Beruntungnya, Indonesia termasuk salah satu negara yang melegalkan BTC (Bitcoin) meskipun tidak digunakan untuk pembayaran sah.

Uang digital ini hanya diperjualbelikan pada tempat bursa berjangka sesuai dengan peraturan dari BAPPEBTI atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka. Hal ini tentunya menjadi sebuah terobosan menarik mengingat beberapa negara masih membahas kebijakan tentang legalitas dari salah satu mata uang cryptocurrency ini. Pahami dengan baik peraturan tentang kripto dari BAPPEBTI.

Perlu Anda ketahui, uang virtual ini tidak pernah terikat pada regulasi negara mana pun. Oleh karena itu, banyak pihak mengira jika fluktuasi harga BTC tidak bisa diprediksi. Jadi, kebanyakan orang dulu hanya beli koin ini untuk iseng saja sambil berharap suatu saat nanti ada keuntungan yang bisa diperoleh saat harganya naik di kemudian hari.

Namun ternyata, hal tersebut tidak sepenuhnya adalah benar. Dalam bekerja, Bitcoin ini juga mempunyai suatu sistem yang digunakan. Sebagai bukti, saat ini harga BTC sedang mengalami penurunan, padahal banyak pihak memberikan prediksi bahwa kenaikan harganya tidak akan bisa terhentikan. Sampai saat ini, naik turun harga BTC masih terus ada dan bisa saja dalam semalam mengalami penurunan atau kenaikan ekstrem.

Sebenarnya, fluktuasi harga dari BTC disebabkan oleh beberapa kondisi. Meskipun koin digital ini tidak mempunyai sistem yang kompleks seperti uang konvensional, namun tetap ada beberapa hal yang berpengaruh terhadap fluktuasi harganya.

Apakah Masih Worth It Berinvestasi Bitcoin Saat Ini?

Setelah membahas tentang fluktuasi serta faktor penyebabnya, pertanyaannya adalah apakah melakukan pembelian bitcoin masih akan bagus ke depannya? Jawabannya tentu masih. Hal itu karena meski sudah diterpa berbagai macam rumor negatif, nyatanya kepopuleran BTC masih tinggi sampai saat ini. Lagi pula, investasi di mata uang cryptocurrency ini terbilang aman dan menguntungkan.

Nah, untuk lebih meyakinkan lagi untuk mencoba investasi di uang digital ini, berikut adalah beberapa alasan mengapa popularitas koin digital ini tidak akan cepat turun:

  • Mulai dijadikan alat transaksi pembayaran, meskipun belum terlalu banyak.
  • Harganya sering kali mengalami kenaikan yang ekstrem, meskipun sering turun juga.
  • PayPal menjadi salah satu alat transaksi yang sudah menggunakan mata uang BTC dalam pembayarannya. Seperti kita tahu, PayPal merupakan platform transaksi online paling besar di dunia.
  • Khusus bagi pengguna PayPal, sekarang bisa bertransaksi dan menyimpan Bitcoin di platform PayPal.
  • Sekarang dapat difungsikan untuk alat pembayaran perdagangan online di e-commerce seperti Amazon dan juga e-Bay.
  • Investasi Bitcoin aman dan legal. Hal itu karena telah ada hukum yang mengatur jual beli Bitcoin di Negara Indonesia. Jadi, investasi cryptocurrency bisa menjadi aman dalam hal regulasi.

Sampai saat ini BTC masih menjadi mata uang digital paling populer dan diminati di seluruh dunia. Jadi, bukan tidak mungkin jika koin virtual ini bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *