Kapitalisasi Pasar: Definisi, Metrik, Jenis

  • Saham
Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi pasar (market cap) adalah indikator yang tepat untuk dicek ketika seseorang mencoba untuk mendalami struktur dan profitabilitas perusahaan. Nilainya berpengaruh pada nilai saham. Kapitalisasi pasar juga dapat digunakan sebagai penentuan metrik kinerja utama, termasuk pendapatan dan arus kas.

Kapitalisasi pasar merujuk pada total nilai perusahaan dari saham perusahaan yang beredar. Kapitalisasi pasar dikenal dengan istilah “market cap,” dimana cara penghitungannya adalah dengan mengalikan total saham perusahaan dengan satu lembar saham. Para investor selalu menggunakan istilah fundamental saham ini untuk mengukur total kekayaan sebuah perusahaan, dan bagaimana nilai perusahaan tersebut pada pasar saham.

Istilah Penting Dari Kapitalisasi Pasar

Dalam menganalisa harga saham, kapitalisasi pasar merupakan salah satu istilah investasi yang harus dikuasai oleh investor. Beberapa istilah pentingnya adalah:

  • Kapitalisasi pasar adalah total nilai dari keseluruhan saham beredar dari sebuah perusahaan. Nilai tersebut  ditentukan dengan mengalikan harga saham perusahaan dengan total saham yang beredar. Para investor menggunakan ukuran kapitalisasi pasar untuk mengevaluasi nilai saham yang akan mereka beli.
  • Kapitalisasi pasar adalah kunci dari ukuran profitabilitas perusahaan, yang juga dijadikan persamaan untuk menentukan pendapatan dan metrik penting lainnya.
  • Kapitalisasi market atau market cap diklasifikasikan menjadi micro cap, small cap, mid cap, large cap dan ultra atau mega cap.

Metrik Pemasaran Yang Menggunakan Kapitalisasi Market

Kapitalisasi pasar menggunakan rasio perbandingan yang harus menjadi tolok ukur para investor, sebelum mereka membeli saham. Rasio perbandingan tersebut adalah:

  • Rasio Price-to-earning

Price to earning ratio ini dihitung dengan membagi kapitalisasi pasar dengan pemasukan bersih perusahaan selama 12 bulan.  Pemasukan ini termasuk pendapatan selama dua belas bulan atau proyeksi pendapatan yang akan didapatkan.

  • Rasio Price-to-free-cash-flow

Rasio ini dihitung dengan membagi kapitalisasi market dengan 12-bulan pemasukan. Perhitungan  ini didapat dari pengurangan pengeluaran modal,  yang termasuk pembelian fixed assets, penambahan fasilitas perusahaan serta pembelian hak paten, dari pemasukan yang didapat melalui kegiatan operasional. Perhitungan ini juga dapat menggunakan keuntungan yang sudah didapat dan yang akan didapatkan.

  • EV/ EBITDA

Rasio ini didapatkan dari pendapatan perusahaan di luar bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi. Penghitungan rasio ini dihitung sama dengan rasio PER atau price to earning; dimana nilai perusahaan dihitung dengan mengkalkulasi nilai pasar dari ekuitas umum dan ekuitas preferen, bunga minor serta hutang bersih.  EBITDA mengukur nilai balik modal dari kegiatan operasional jangka pendek.

Pada umumnya, nilai saham large-cap naik secara lambat. Karena itulah, nilai saham ini dapat membayar dividen dibandingkan dengan saham small cap atau mid cap.

Manfaat mengetahui kapitalisasi pasar sebuah perusahaan adalah supaya investor dapat mengkalkulasi nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), bobot perusahaan tersebut dalam bursa efek Indonesia, serta menghitung emiten perusahaan tersebut.

Rumus

Kapitalisasi pasar = harga saham per lembar x jumlah lembar saham

Contohnya, UNVR memiliki harga saham Rp6.600/lembar dengan lembar saham beredar sejumlah 38,5 miliar. Maka, market cap dari UNVR adalah Rp6.600 x 38,5 miliar = Rp254 T.

rumus kapitalisasi pasar atau market cap
Ini dia rumus menghitung market cap!

Jenis-Jenis Kapitalisasi Pasar

Memang tidak ada batasan untuk kategori saham yang berbeda berdasarkan jumlah.  Tetapi, klasifikasi yang biasa dipakai adalah sebagai berikut:

  • Large Cap biasanya dimiliki oleh perusahaan dengan kapitalisasi pasar lebih dari $10 miliar atau sekitar Rp140 triliun.
  • Mid caps berjumlah $2 miliar hingga $10 miliar atau sekitar Rp28 hingga Rp140 triliun.
  • Small caps di bawah $2 miliar atau sekitar Rp28 triliun.

Investor kerap mempertimbangkan beberapa kategori untuk membeli saham. Kategori-kategori tersebut termasuk micro caps, dimana saham small-cap yang hanya berada di bawah kisaran $25 juta, atau ultra atau mungkin mega cap stocks, dimana saham large caps saja sudah berjumlah lebih dari $50 miliar. Kapitalisasi pasar perusahaan Indonesia terbesar saat ini adalah BBCA dengan market cap $56 miliar.

Jenis-jenis ini digunakan dalam istilah lainnya seperti blue chip vs second liner vs gorengan.

Kapitalisasi pasar digunakan sebagai acuan bagi para investor untuk mempertimbangkan apakah saham sebuah perusahaan tersebut memiliki nilai yang sesuai dengan nilai investasi yang ia keluarkan. Bahkan, kapitalisasi pasar dapat menjadi salah satu strategi investasi yang pas. Ragam bentuk strategi investasi berfokus pada jenis-jenis kapitalisasi market yang berbeda serta metode penilaian yang berbeda pula. Semuanya itu digunakan, tergantung pada level perusahaan tersebut. Dalam hal ini, level perusahaan tergantung pada cash flow serta aset yang dimiliki sesudah hutang.

Sedangkan market cap atau kapitalisasi pasar yang sangat besar biasanya dikaitkan dengan perusahaan yang mau berbagi dividen, dimana perusahaan ini sudah lama berdiri tetapi memiliki pertumbuhan yang lambat. Sementara itu, small caps biasanya dimiliki oleh perusahaan yang sedang berkembang, dimana perusahaan ini memiliki profil dengan resiko yang lebih tinggi, dan umumnya tidak membagi dividen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *