Lompat ke konten

Mengapa Investasi Itu Penting Untuk Masa Depan?

Mengapa Investasi Itu Penting Untuk Masa Depan

Investasi setidaknya bisa dilakukan dengan dua cara yaitu menginvestasikan waktu untuk menambah skill atau keahlian baru sehingga keahlian baru tersebut bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan di masa depan, atau dengan menginvestasikan uang di berbagai instrumen investasi. 

Apapun bentuknya, investasi ini penting untuk masa depan. Mengapa demikian? Simak ulasannya berikut ini:

1. Mempersiapkan Dana Darurat

Tidak dapat dipungkiri bahwa segala hal tentang investasi semakin booming pada saat pandemi Covid-19. Hal ini karena saat pandemi terjadi, banyak orang kehilangan sumber pendapatan utamanya sehingga baru menyadari pentingnya investasi untuk mempersiapkan kebutuhan di masa depan khususnya investasi untuk dana darurat. 

Anda mungkin berdoa semoga krisis seperti pandemi Covid-19 atau krisis moneter tahun 1998 tidak pernah terjadi lagi. Akan tetapi, krisis dan resesi merupakan salah satu dinamika ekonomi yang tidak bisa dihindari, selalu terjadi entah kapan dan dimana. 

Oleh karena itu sebaiknya Anda mempersiapkan kemungkinan terjadinya resesi baik itu dalam skala internasional, nasional maupun individu dengan berinvestasi sejak dini. Dengan demikian, ketika hal yang tak terduga terjadi, Anda jadi lebih siap menghadapinya.

2. Mempersiapkan Kebutuhan Lain Di Masa Depan

Ada banyak kebutuhan lain di masa depan yang perlu Anda persiapkan, seperti biaya resepsi, biaya kelahiran anak hingga biaya kebutuhan anak dan sekolahnya. Tentu, sebagai orang tua Anda ingin menyiapkan kebutuhan anak dengan sebaik mungkin bukan? Nah, masalahnya berbagai kebutuhan anak dari balita hingga dewasa tentu tidak murah. 

Meskipun pada dasarnya biaya untuk semua itu bisa dicari “nanti saja”, tapi alangkah lebih baik Anda menyiapkannya sejak dini. Tujuannya adalah supaya kondisi keuangan Anda dan keluarga jadi lebih tertata dan Anda jadi lebih siap untuk membiayai berbagai kebutuhan di masa depan. 

3. Menyiapkan Dana Pensiun

Salah satu manfaat investasi adalah lebih siap ketika masa pensiun tiba. Umumnya, pensiun terjadi ketika seseorang telah berusia 65 tahun ke atas. Pada masa-masa itu, tentunya Anda ingin hidup lebih tenang dan bisa menikmati hari tua sebaik mungkin karena anak Anda sudah dewasa.

Masalahnya adalah meskipun sudah pensiun, Anda tetap memiliki kebutuhan sehari-hari. Bahkan, tidak jarang jumlah biaya kebutuhan sehari-hari tersebut lebih besar dari saat Anda muda karena Anda harus membiayai pengobatan ini itu. 

Masalahnya lagi adalah, tentu Anda tidak ingin merepotkan anak Anda yang kelak sudah berkeluarga dan punya kebutuhan tersendiri. Menurut penelitian dari Hardiyanti (2019), umumnya para lansia di Indonesia tidak menginginkan imbal balik dari anaknya, pun demikian anak hanya bisa memberikan 28% sampai 35% dari pendapatannya untuk orang tua. 

Nah, disinilah pentingnya untuk menyiapkan dana pensiun sejak dini. Dengan mempersiapkan dana pensiun, setidaknya Anda sudah memiliki bekal finansial yang siap membantu jika saat pensiun Anda perlu membiayai banyak hal mulai dari kebutuhan sehari-hari, biaya kesehatan sampai kalau Anda ingin membuka bisnis baru. 

4. Melawan Inflasi

Jika Anda bertanya, mengapa harus investasi? Bukannya tabungan saja sudah cukup untuk mempersiapkan kebutuhan di atas? Jawabannya adalah tidak. Tabungan dan investasi memang sama-sama memiliki suku bunga dan efek bunga majemuk, namun suku bunga atau imbal hasil investasi cenderung lebih tinggi dibandingkan tabungan. 

Dalam ekonomi terdapat teori yang bernama fischer equation theory. Dalam teori ini disebutkan bahwa suku bunga nominal (rasio suku bunga yang tampil di penawaran program simpanan bank atau imbal hasil investasi), merupakan hasil penambahan antara suku bunga real (yang sebenarnya Anda dapatkan) dan inflasi. Jadi, ketika suku bunga nominal tetap tapi inflasi bertambah, jumlah imbal hasil yang sebenarnya Anda dapatkan akan berkurang. 

Perlu Anda pahami bahwasanya inflasi, selama nilainya wajar, merupakan fenomena yang normal dalam ekonomi, khususnya ekonomi masyarakat modern. Inflasi yang terlalu tinggi tidak baik, tetapi inflasi yang rendah juga menunjukkan lesunya kegiatan ekonomi. 

Katakanlah misalnya, suku bunga nominal tabungan dan investasi masing-masing sebesar 3% dan 6%. Apabila inflasi Indonesia pada saat itu 2,5%, maka keuntungan tabungan Anda hanya 0,5% sementara keuntungan investasi sebesar 3,5%. Terlihat bedanya bukan?

Lebih dari itu, sumber pendapatan investasi juga tidak hanya dari potensi suku bunga saja (capital gain atau coupon), melainkan juga dari sejumlah keuntungan yang dibagikan oleh perusahaan kepada para investor (dividen). 

5. Melatih Tanggung Jawab Dalam Mengatur Keuangan

Meskipun uang tidak bisa membeli kebahagian di dunia, namun uang tetap berperan penting dalam kehidupan manusia. Setidaknya dengan adanya uang yang cukup, Anda tidak perlu takut untuk memikirkan mau makan apa di masa depan. 

Masalahnya adalah, seringkali uang dibelanjakan dengan tanpa aturan dan tanggung jawab yang jelas, sehingga ketika habis, banyak orang yang merasa pendapatannya kurang dan bingung semua uangnya digunakan untuk apa. 

Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengalokasikan dana untuk investasi. Hal ini karena beberapa hal berikut:

  1. Dengan menyisihkan dana untuk investasi, setidaknya Anda memiliki gambaran rencana keuangan yang jelas meskipun sesederhana membagi gaji menjadi dua untuk kebutuhan sehari-hari dan investasi saja. 
  2. Dengan menyisihkan dana untuk investasi, Anda tahu pentingnya kegunaan uang itu di masa depan. Akibatnya, Anda bisa lebih bertanggung jawab dalam mengelola keuangan. 
  3. Dengan menyisihkan dana untuk investasi, Anda tahu nilai psikologis dari uang. Akibatnya, Anda memilih untuk membeli barang kualitas terbaik dan instrumen investasi terbaik yang sekiranya bisa awet dan mendatangkan keuntungan di masa depan. 

Kesimpulan

Apapun instrumen investasi yang Anda pilih, kegiatan ini memungkinkan Anda untuk menikmati masa depan dengan lebih fleksibel dan tenang. Adanya dana darurat memungkinkan Anda untuk tidak terlalu khawatir saat diri Anda atau orang terdekat sakit dan butuh biaya pengobatan. Adanya dana persiapan kebutuhan anak memungkinkan Anda untuk tidak pusing saat anak sedang membutuhkan banyak dana. 

Begitu pula dengan investasi waktu untuk menambah keahlian baru. Dengan menguasai bahasa asing baru misalnya, Anda bisa berpindah kerja menjadi penerjemah atau interpreter bahasa asing baru tersebut jika di masa depan Anda dipecat atau mengundurkan diri dari perusahaan yang lama. Tomorrow is a mystery, yesterday is history, and today is a gift. That is why they call it the present.

Meskipun menyiapkan masa depan itu penting, akan tetapi masa depan masih merupakan misteri. Kita hanya manusia yang hanya bisa berencana, sementara takdir tuhan yang menentukan terjadi atau tidaknya rencana tersebut.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Setelah lulus dari Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Farichatul Chusna aktif sebagai penulis artikel ekonomi, investasi, bisnis, dan keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.