Lompat ke konten
Daftar Isi

Modus Penipuan Online Shop (Ciri-Ciri) dan Tips Menghindarinya

Penipuan Online Shop

Akhir-akhir ini banyak modus penipuan online shop yang menimbulkan cukup banyak kerugian dari para korbannya. Di dunia maya hal ini memang cukup sering terjadi, apalagi kebanyakan korban tidak mengenal pelakunya di dunia nyata, sehingga sangat berbahaya apabila tidak berhati-hati menghadapi orang baru sekaligus transaksi secara online.

Mengingat maraknya penipuan online shop belakangan ini, sebaiknya setiap individu yang ingin melakukan transaksi secara virtual harus lebih berhati-hati karena tidak semua toko dapat dipercaya. Beberapa ciri-ciri penipuan harus diketahui supaya tidak menjadi korban dan mengalami kerugian secara materiil.

Tetaplah waspada meskipun di dunia maya! Begini ciri-ciri modus penipuan online shop serta tips menghindarinya.

Modus Penipuan Online Shop

Modus penipuan online shop melalui sosial media maupun e-commerce semakin hari justru semakin berkembang, berbagai macam cara dilakukan untuk mencari korban. Tidak sedikit kasus dilaporkan setiap harinya karena ada saja yang kehilangan sejumlah uang akibat melakukan transaksi bodong di toko daring.

Apa itu modus penipuan? Kebanyakan orang bahkan merasa tidak sadar bahwa dirinya telah tertipu akibat transaksi di sebuah toko online. Sebab modus penipuan belanja online terkadang terlihat smooth hingga korban tak merasa bahwa mereka terhipnotis oleh modus si penjual abal-abal. 

Apa saja modus penipuan online yang dilakukan oleh si penipu kepada calon korbannya? Bisa jadi dengan mengirimkan bukti transfer palsu, meminta tambahan sejumlah biaya, meminta korban klik link phishing, dan sebagainya. Semua itu wajib diketahui ciri-cirinya sekaligus diwaspadai supaya tidak menjadi target berikutnya.

Ciri-Ciri Penipuan Online Shop

Maraknya kejadian penipuan saat bertransaksi di toko daring, ketahuilah macam-macam modusnya. Berikut ini merupakan ciri-ciri penipuan online shop, wajib waspada online!

1. Menjual barang dengan harga murah, jauh di bawah pasaran

Ciri-ciri penipuan online yang pertama, yaitu jika ada suatu toko menjual barang dengan harga terlalu murah bahkan jauh di bawah pasaran, Anda sebaiknya wajib waspada. Mengapa demikian? Kebanyakan toko yang menjual produk di bawah harga pasar, bisa jadi karena mereka sedang melakukan cuci gudang, atau mungkin memang berniat menipu dengan menjual barang rongsokan (rusak).

Apabila Anda mendapati harga barang terlampau murah, harus dicek secara teliti apakah toko tersebut memang benar jualan atau tidak. Apalagi jika hanya dicantumkan harga tanpa deskripsi lengkap (“hanya dibilang kondisi fisik oke”), tentu patut dicurigai keasliannya.

2. Memberikan bukti transfer palsu

Adanya kejadian penipu yang mengaku sebagai pembeli, wajib pula diwaspadai ciri-cirinya oleh penjual. Biasanya, ciri-ciri pembeli seperti itu akan mengirimkan bukti transfer palsu yang sudah diedit sedemikian rupa agar tampak meyakinkan.

Sekilas, memang bukti transfer yang dikirim tidak ada perbedaan dengan aslinya. Namun apabila diperhatikan, ciri-ciri bukti transfer palsu pasti ada saja perbedaannya, sehingga harus jeli saat melihatnya. Misalnya hasil editan kurang rapi, terlalu buram, atau mungkin ada beberapa font yang tidak sama ukurannya.

Selain itu, apabila Anda sedang mencurigai bahwa itu merupakan bukti transfer palsu, cobalah mengeceknya di mutasi rekening. Di sana terlihat jelas kapan uang dikirimkan dan jumlah nominalnya. Laporkan rekening tersebut apabila melakukan penipuan dengan memberikan bukti transfer palsu!

3. Mengaku melakukan transfer dengan nominal lebih banyak

Sebagai penjual, tak jarang pula menjadi korban penipuan dari orang-orang tak bertanggung jawab. Oleh karena itu, ketahuilah ciri-ciri pembeli nakal ketika sedang belanja online, yaitu salah satunya mengaku telah melakukan transfer tetapi jumlahnya kelebihan. Contohnya, mengaku transfer sebanyak 1 juta padahal harga barangnya 100 ribu.

Modus penipuan online seperti ini kerap kali terjadi, apalagi sebagian penjual bahkan tak bisa membedakan bukti transfer yang diberikan itu palsu atau tidak. Atau mungkin merasa panik karena pelaku terus mendesak agar uangnya dikirim balik. Apabila sedang mengalami hal seperti ini, sebaiknya tidak perlu mengirim balik uangnya dan diamkan saja, cobalah cek mutasi rekening jika diperlukan.

4. Memberikan biaya tambahan dan meminta transfer ulang

Adapun ciri-ciri penipuan belanja online lainnya adalah pihak pelaku meminta korban (pembeli) membayarkan biaya tambahan. Biasanya mereka mengaku dari pihak bea cukai lalu membebankan sejumlah biaya pajak tambahan yang jumlahnya tidak masuk akal, terutama ketika Anda melakukan pembelian HP di toko daring di toko abal-abal. Perlu dilogika saja, pihak bea cukai tidak akan menelepon pembeli hanya untuk urusan pengiriman barang karena itu adalah sepenuhnya kewajiban penjual.

Selain itu, biasanya pelaku mengancam akan memenjarakan korban apabila tidak segera dibayar ataupun dengan ancaman lainnya, bahkan menggunakan foto profil berseragam orang bea cukai. Padahal, pihak bea cukai asli tidak akan melakukan hal seperti ini. 

Apabila terjadi hal demikian, sebaiknya Anda harus segera melaporkannya kepada pihak bea cukai. Kirimkan DM ke akun Instagram resmi @bravobeacukai atau ke @beacukairi sambil menyertakan bukti berupa percakapan daring dengan pelaku.

Selain membebankan biaya tambahan yang tidak wajar, ciri lainnya adalah meminta Anda melakukan transfer ulang karena mereka mengatakan bahwa uang tidak masuk ke rekening. Oleh karena itu, Anda pun harus tahu penyebab transfer gagal tetapi uang berkurang dengan cara meminta bukti mutasi rekening dari si penjual.

5. Memberi link berisi phishing

Modus penipuan online shop lainnya dan wajib dihindari, yakni pelaku memberikan link berisi phishing kepada korban. Kebanyakan meminta korban untuk mengklik link tersebut dengan disertai caption ataupun deskripsi berisi iming-iming mendapatkan hadiah atau memperoleh promo belanja online.

Link phishing jika diklik dampaknya sangat berbahaya, sebab dapat mengambil semua data diri yang sensitif. Contohnya nomor HP, NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama asli, dan lain sebagainya. Akibatnya, nomor HP akan diteror berulang kali oleh orang tidak dikenal ataupun dipakai sebagai pinjol abal-abal.

6. Toko online palsu dan komentar dinonaktifkan

Ciri-ciri penipuan online shop lainnya adalah tokonya terlihat mencurigakan, biasanya ditandai dengan kolom komentar dinonaktifkan, akun digembok (privat), dan testimoni terlihat seperti template. Ini biasanya terjadi jika melakukan belanja online di sosial media seperti Instagram, Facebook, atau mungkin Twitter. Hal seperti ini jarang disadari oleh korban, apalagi pelaku sering mempromosikan jualannya seolah-olah nyata.

Barang yang dijual biasanya terlihat menarik dan dipromosikan dengan harga miring dengan embel-embel diskon cuci gudang, padahal harganya jauh di bawah pasaran. Meskipun kolom komentarnya dibuka, penipu biasanya hanya menunjukkan komentar yang baik-baik lalu menghapus sekaligus membatasi comment sectionnya. 

7. Penipuan belanja online berkedok mystery box

Selain di sosial media, penipuan di e-commerce kebanyakan berkedok mystery box dengan harga tidak masuk akal, contohnya saja akun menjual mystery box iPhone terbaru hanya seharga 25 ribu. Apa itu modus yang masuk akal?

Sayangnya, banyak sekali orang percaya karena di akun e-commerce tersebut memiliki review bagus untuk pembelian mystery box dan benar-benar mendapatkan hadiah utama. Padahal faktanya, review dan rate bisa dibeli demi meningkatkan rating toko online.

Mystery box yang asli, pasti berisi barang-barang dengan harga sepadan sesuai yang dibayarkan, tidak mungkin berkali-kali lipat lebih murah dari harga aslinya. Ciri lainnya toko penipu, toko tersebut terlihat baru, jarang terlihat aktivitas, serta hanya memajang produk dan postingan berupa mystery box (tidak ada produk jualan lainnya).

Tips Menghindari Penipuan Online Shop

Sudah paham macam ciri-ciri penipuan online yang disebutkan di atas? Selanjutnya, kami berikan tips menghindari penipuan online shop agar semakin berhati-hati sebelum bertransaksi di dunia maya!

1. Tidak tergiur harga barang yang jauh lebih murah

Tips menghindari penipuan online shop adalah jangan pernah tergiur apabila harga barang yang dijual jauh lebih murah dibandingkan pasaran. Apabila dinalar, produk yang dijual terlalu murah bisa jadi karena memang cacat, rusak, palsu, atau mungkin memang tidak ada wujudnya. 

Sebelum membeli sesuatu apapun, pastikan mencari tahu terlebih dahulu harga produk aslinya dan rata-rata nominalnya. Contohnya jangan pernah membeli gadget flagship di toko online palsu seharga 2 juta, jika harga produk flagship di toko asli maupun lainnya dijual 12 juta padahal tipenya sama. Melakukan survei harga sangat penting supaya tidak tertipu oleh penjual nakal.

2. Selalu cek bukti transfer dan mutasi rekening

Inilah yang perlu diwaspadai oleh pembeli maupun penjual apabila merasa tidak yakin dengan transaksi yang dilakukan. Selalu cek bukti transfer sekaligus mutasi rekening apabila Anda diminta mengirimkan sejumlah uang lagi, atau mungkin pelaku mengaku bahwa uangnya tidak masuk ke rekening.

Tak hanya itu, sebagai penjual juga wajib memastikan melalui bukti transfer selama bertransaksi dengan pembeli. Pastikan itu merupakan lampiran bukti transfer asli dan bukan editan. Pastikan lagi keasliannya dengan mengecek mutasi rekening Anda serta meminta pembeli menunjukkan pula mutasi rekeningnya.

3. Hentikan transaksi jika diminta biaya tambahan

Tips menghadapi modus penipuan online shop lainnya adalah sebaiknya menghentikan transaksi apabila Anda diminta membayarkan biaya tambahan, salah satunya ketika ada yang mengaku-ngaku dari pihak bea cukai. Hal ini karena pihak cukai tidak mungkin membebankan Anda biaya tambahan, apalagi sampai mengancam memasukkan ke penjara.

Tidak semua penjual dianggap menipu apabila membebankan biaya tambahan kepada pembeli, sebab memang ada penjual jujur yang juga melakukannya. Namun biasanya jika orangnya jujur, pasti membuat kesepakatan di awal bersama pembeli mengenai adanya tambahan biaya dan dipatok dengan harga masuk akal. 

4. Jangan sembarangan klik link

Selanjutnya, jangan sembarangan klik link yang dikirimkan oleh orang lain. Jika Anda mengenal orangnya, pertanyakan apa isi link tersebut dan mengapa ia meminta untuk melihatnya. 

Link bisa jadi berisi phishing, apalagi jika disertai caption iming-iming hadiah menarik. Apabila si pengirim tersebut meminta Anda untuk bertransaksi atau mengunduh aplikasi belanja online, jangan klik! Sebab itu merupakan jebakan yang dapat mengambil data diri sensitif, bagaimanapun juga pengelola e-commerce tidak akan pernah menyuruh penggunanya untuk install aplikasi memakai link, apalagi sampai mengajak bertransaksi di luar aplikasi.

5. Selalu perhatikan toko online dengan cermat

Sebelum berbelanja di toko daring, sebaiknya perlu memperhatikan tokonya secara cermat agar tidak tertipu. Perhatikanlah bagaimana cara mereka berinteraksi dengan konsumen, kolom komentarnya, akunnya publik atau privat, serta semua testimoninya.

Jangan sebatas tergiur karena testimoninya bagus serta tampak meyakinkan, perhatikanlah apakah itu terlihat template atau tidak. Apabila penjualnya jujur, biasanya chat berisi testimoni percakapannya terlihat natural dan bahasanya tidak memaksa. Sebab testi palsu bahasanya mirip-mirip jika dibaca.

6. Jangan sembarang memberikan informasi pribadi kepada pihak lain

Pernah menjadi pembeli tetapi saat bertransaksi malah diminta untuk mengirimkan foto KTP atau data diri lainnya? Jika iya, jangan dilakukan lagi dan jangan sampai percaya lalu mengirimkannya, apalagi penjual mengatakan bahwa data tersebut untuk jaminan karena mereka merasa meragukan Anda.

Penjual pun tidak akan pernah meminta data diri sensitif milik konsumen. Tak hanya itu, jika penjual malah mengirimkan data dirinya pula, juga wajib dicurigai. Sebab bisa jadi dia menggunakan identitas milik orang lain untuk meyakinkan Anda, padahal niatnya memang menipu.

7. Selalu hancurkan bungkus bekas paket dan sensor alamat rumah

Terakhir, sebagai upaya atau tips menghindari penipuan online shop terutama sistem COD (Cash On Delivery), usahakan selalu menghancurkan bungkus bekas paket dan sensorlah alamat rumah Anda yang tertera di paket tersebut. Hal ini mungkin kedengarannya sepele dan membuat repot, namun bisa jadi sebuah celah bagi pelaku untuk menargetkan korban.

Contoh kasusnya yang paling sering terjadi adalah penipu mengirimkan barang dari toko online padahal si penerima tidak pernah membelinya. Maka dari itu, menghancurkan bungkus paket dan sensor alamat rumah penting dilakukan sebagai upaya menghindari penipuan online shop.

Modus penipuan online shop sangat beragam. Oleh karena itu, sebaiknya tingkatkan kewaspadaan selama bertransaksi virtual, terutama dengan orang tak dikenal demi menghindari kejadian tak diinginkan.

nv-author-image

Zahrah Firyal Salma

Zahrah Firyal Salma adalah seorang yang memiliki minat pada informasi edukasi tentang finansial, maupun memberikan informasi penting lainnya seputar produk keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *