Perbedaan Manajer Investasi dan Penasihat Investasi

investment advisor

Manajer investasi sering dihubungkan dengan produk investasi reksa dana. Tugasnya adalah mengelola dana investor dalam bentuk aset reksa dana dengan tujuan memperoleh profit dari investasi itu.

Ada juga profesi lain yang juga dibutuhkan investor yaitu penasihat investasi. Keduanya sekilas serupa, namun sebenarnya fungsi dan tanggung-jawabnya berbeda. Berikut perbedaan manajer investasi dan penasihat investasi.

Manajer Investasi vs Penasihat Investasi

Manajer investasi bertugas mengelola portfolio investor dan melakukan transaksi jual beli. Sementara penasihat investasi bertugas memberikan saran dan sebagai gantinya mendapat imbalan.

Demikian penjelasan singkatnya. Untuk melihat perbedaan detailnya, simak penjelasan di bawah ini.

Tugas dan Aktifitas

Apabila diperbandingkan antara keduanya, sebutan manajer investasi memang cukup terkenal dibanding penasihat investasi. Manajer investasi merupakan sebuah perusahaan yang sudah mendapat ijin resmi yang dikeluarkan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) selaku otoritas dan regulator.

Manajer investasi memiliki pekerjaan mengelola portofolio efek, portofolio investasi kolektif, maupun aktifitas lain sesuai aturan yang ditentukan Pengawas Pasar Modal. Lazimnya, manajer investasi akan berkolaborasi dengan perusahaan penyelenggara investasi reksa dana dalam menjalankan aset yang dimiliki investor.

Jika berminat dengan profesi ini, ikuti langkah menjadi manajer investasi untuk mendapatkan lisensinya.

Sedangkan mengacu dari UU Pasar Modal, penasihat investasi didefinisikan dengan pihak yang memberikan nasihat dan memberikan panduan merencanakan keuangan untuk pihak lain berkenaan dengan pembelian atau penjualan aset investasi. Penasihat investasi kemudian memperoleh fee atas layanannya itu.

Penasihat investasi bisa perseorangan maupun perusahaan. Namun yang pasti harus mengantongi ijin resmi yang diberikan OJK lebih dahulu sebelum memberikan layanannya kepada para investor.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan penasihat investasi jika memerlukan saran dan pertimbangan ketika akan menentukan komposisi investasi yang pas untuk mereka. Penasihat investasi itulah yang akan memonitor, membeli, dan menjual aset investasi untuk membantu investor mewujudkan target yang diinginkan.

Malah untuk beberapa investor bisa membuat perjanjian supaya penasihat investasi bisa bertransaksi investasi tanpa perlu ijin investor, meskipun sering menimbulkan polemik. Karena itu dalam hal ini kepercayaan adalah pondasi utamanya.

Tindakan yang Dilarang

Kecuali menjalankan sederet kewajiban dan tanggung-jawabnya sendiri-sendiri, manajer investasi maupun penasihat investasi pun harus menjauhi  berbagai tindakan tertentu yang sudah ditentukan OJK.

Baik penasihat investasi maupun manajer investasi punya beberapa hal larangan yang sama. Selaku investor, ada baiknya mereka mengerti tentang ketentuan tersebut. Sehingga, bila investor kebetulan mendapati manajer atau penasihat investasi mengerjakannya, maka invetor dapat melaporkan ke OJK.

Poin-poin tindakan yang dilarang dilakukan penasihat investasi dan manajer investasi adalah sebagai berikut:

  • Menawarkan saran ke investor mengenai pengelolaan investasi dengan tidak mengacu pada pertimbangan rasional atau tak sesuai.
  • Meminta fee yang jauh lebih besar dibanding penasihat investasi atau manajer investasi lain dengan layanan sama.
  • Menyediakan informasi yang tak benar untuk investor.
  • Menawarkan rekomendasi atau laporan yang tak disusun sendiri ke investor namun tidak mengatakan dengan sejujurnya pihak yang menyusun laporan itu.
  • Membuka data diri atau informasi yang berkenaan dengan investor ke pihak ketiga, selain memang diwajibkan dari peraturan perundangan yang ada.
  • Mengganti, menyediakan, memperpendek, memperpanjang, maupun memperbaharui kontrak pengelolaan investasi dengan tidak ada ijin tertulis dari investor.
  • Mengadakan aturan ketika merealisasikan amanat beli atau jual efek untuk investor namun tidak ada ijin tertulis dari investor itu
  • Memberikan jaminan hasil investasi yang bakal diperoleh investor atas layanan yang diberikan manajer investasi atau penasihat investasi.
  • Order untuk membeli atau menjual efek untuk investor namun tidak ada ijin tertulis dari investor itu.
  • Order untuk membeli atau menual efek untuk investor berdasarkan perintah pihak ketiga namun tidak ada ijin tertulis dari investor kepada pihak ketiga itu.

Tips Berinvestasi Saham untuk Pemula Ala Warren Buffet

Meskipun akan menggunakan jasa manajer atau penasihat investasi, tidak ada salahnya Anda mengetahui dasar-dasar berinvestasi pada saham. Bila  Anda hendak mencicipi atau ingin memulai berinvestasi untuk yang pertama kali, Warren Buffet, seorang investor kelas dunia yang merupakan pemain lama dan termasuk piawai dalam bidang investasi.

Berikut 4 rekomendasinya yang dapat membantu:

1. Ketika Anda hendak membeli saham, cek dengan seksama jika saham itu memang dapat bertahan dalam jangka panjang. Anda harus memiliki visi ke masa depan ketika akan menanamkan dana dalam bentuk investasi. Tidak usah ikut-ikutan dengan kecenderungan pasar ketika Anda baru pertama kali menanamkan investasi. Temukanlah saham yang bisa bertahan tak cuma 5 hingga 10 tahun mendatang, namun bila memang bisa, beli saham perusahaan dengan kecenderungan dapat tetap survive sekaligus menghasilkan profit dalam waktu yang lama. Warren Buffet mengatakan,”Our favorite holding period is forever.”

2. Bijak ketika memilih saham. Ketika Anda pertama kali menanamkan investasi dalam saham, ambil sikap bijaksana dalam hal waktu yang pas ketika membeli saham. Main aman ketika mulai belajar investasi saham, adalah diantara rekomendasi Warren Buffett kepada kalangan investor awam. Hindari mengambil terlampau banyak resiko atau mengedepankan emosi ketika akan membeli saham. Carilah saham berharga murah, kemudian belilah ketika saham itu harganya lagi turun. Penting juga melakukan cross check pada perusahaan yang mengeluarkan saham itu sebelum memutuskan untuk membelinya.

3. Rajin berlatih dan sabar ketika terjun dalam dunia investasi. Masuk ke investasi saham memerlukan ketekunan dan kesabaran. Aspek tersebut tak memerlukan teori maupun kecerdasan tinggi, namun tak pula dapat dipandang sepele. Warren Buffet menyebutkan bila masuk ke investasi bukanlah arena dimana seseorang dengan IQ 130 bisa kalah dengan orang dengan IQ 160. Selalu belajar dari para pakar merupakan rahasia yang mesti dianut kalangan investor pemula.  Warren Buffett pun menimba ilmu dari Benjamin Graham, seorang profesor Columbia University yang telah mengeluarkan banyak buku mengenai investasi. Malah Buffett sempat mengatakan apabila Ben Graham merupakan satu-satunya laki-laki di samping ayahnya yang digunakan sebagai role model. 

4. Kenali beda dari harga dan nilai. Warren Buffett menjelaskan apabila harga merupakan apa yang dibayarkan, sementara nilai merupakan apa yang didapatkan. Harga saham tak serta merta selalu sebagai acuan dalam menilai perusahaan ketika Anda hendak menanam investasi dalam saham. Besaran yang Anda ketahui sebagai harga perusahaan dapat saja berubah dalam waktu satu bulan, satu tahun, malah satu menit kemudian.  Lain dengan nilai. Nilai perusahaan dapat selalu stabil malah meningkat mengikuti waktu yang berjalan. Akan tetapi, hal tersebut pun tergantung dari kategori perusahaan yang dipilih dalam investasi saham. Barangkali hari ini harga saham tersebut anjlok disebabkan krisis, namun tidak serta-merta perusahaan itu tak worth investing in. Mengenali background adalah diantara teknik menemukan nilai perusahaan.

Kesimpulan

Mirip, namun tidak sama. Agaknya kalimat itu pas dalam mendeskripsikan tugas dan tanggung-jawab manajer investasi dan penasihat investasi. Jika layanan manajer investasi biasanya dimanfaatkan untuk investor reksa dana, kebanyakan layanan penasihat investasi dimanfaatkan pada investasi apa saja.

Bila memang ingin menggunakan jasa manajer investasi atau penasihat investasi, kuncinya adalah mengecek jika keduanya telah memperoleh ijin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan. Ketahui cara memilih manajer investasi terbaik agar Anda tidak salah pilih dalam pengelolaan portofolio.

Kini investor tak kesulitan lagi membedakan keduanya. Selamat berinvestasi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *