Bagaimana Cara Memilih Manajer Investasi Terbaik Untuk Anda?

Memilih Fund Manager

Dalam beberapa tahun ini semenjak bunga deposito tak menarik lagi, berinvestasi di reksa dana menjadi kian tren. Reksa dana memfasilitasi orang kebanyakan dalam berinvestasi yang lebih prospektif. Ketika mencari perusahaan tempat berinvestasi reksa dana tentu harus dipilih yang tepat. Cara memilih manajer investasi yang tepat tentu harus dikuasai para investor agar modal yang telah ditanamkannya bisa memberikan keuntungan.

Jumlah manajer investasi yang beroperasi serta memperoleh lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Negara kita hari ini sebanyak 76 perusahaan. Banyaknya manajer investasi tentunya akan membuat bingung untuk memilihnya terutama bagi investor awam. Namun investor tak perlu panik, cara memilih manajer investasi di Bibit maupun Bareksa akan dijelaskan dalam uraian berikut ini. Saat akan berinvestasi reksa dana, hendaknya para investor awam mengerti lebih dulu apa saja sih pekerjaan manajer investasi itu.

Apa Itu Manajer Investasi

Manajer Investasi adalah pihak yang dapat berupa sebuah PT namun bisa juga perseorangan dengan tugas mengelola aset milik investor berupa unit reksa dana. MI tersebut yang kemudian menentukan jenis reksa dana, saham, obligasi, deposito maupun surat berharga yang akan dibeli. Selain itu, MI juga memfasilitasi penentuan saat yang tepat dalam menjual saham, menjual obligasi, dana cash yang mesti disimpan, dan masih banyak lagi. Manajer investasi tak sekedar bekerja dalam memutuskan bagaimana performa reksa dana, namun juga mengecek keabsahan sekaligus keamanan reksa dana yang dimiliki investor.

manajer investasi

Jadi pemodal boleh dianggap memasrahkan sepenuhnya mengenai pilihan investasi kepada manajer investasi. Oleh karena itu efek performa investasi reksa dana benar-benar tergantung dari keahlian manajer investasi dalam menyusun serta mengelola portofolio investasi. Manajer investasi lalu bertugas memberikan laporan perhitungan kepada para investor mengenai nilai investasi reksa dana tiap hari bursa. Laporan itu misalnya posisi nilai investasi reksa dana terakhir. Manajer investasi pun mesti menghitung nilai itu berdasarkan metode yang sudah disepakati bersama. 

Manajer investasi reksa dana menghasilkan keuntungan dengan menerapkan fee dari aset reksa dana semua investor yang besarnya sangat kecil bila dibanding total dana yang dikelolanya. Manajer investasi mendapatkan penghasilan berdasarkan persentase tertentu dari portofolio investasi yang diurusinya. Fee manajer investasi itu sudah tercantum jelas dalam prospektus reksa dana. Dengan begitu calon investor bisa mengetahuinya lebih dulu sebelum memutuskan menanamkan dana di reksa dana.

Ketentuan Manajer Investasi

Bila tak memperoleh lisensi dari otoritas pasar modal dalam hal ini OJK maka MI tidak diijinkan memberikan layanannya. Ketentuan tersebut diambil demi melindungi keamanan uang investor yang diurus oleh manajer investasi. Guna memperoleh lisensi dari regulator maka ada proses dan persyaratan yang harus dilengkapi. OJK mesti mengetahui jika manajer investasi memang punya keahlian, modal, maupun pengalaman mengelola portofolio reksa dana.

Cukup penting buat para calon investor agar tak tertipu menanamkan dananya ke manajer investasi abal-abal yang memiliki niat jahat. Demi mencegah kejadian itu maka mesti diperjelas jika manajer investasi memang telah mengantongi ijin dari OJK.

Kendati memiliki fungsi yang sangat penting, faktanya masih tidak sedikit investor yang mengetahui performa manajer investasi. Berhubung seringnya investor cuma terpengaruh dengan tingginya nilai return atau imbal hasil yang diperoleh saja. Hanya karena tertarik dengan profit yang tinggi, seakan investor telah lupa dan menyepelekan pengecekan maupun legalitas dari perusahaan atau pihak yang mengelola dananya itu. Gara-gara pertimbangan tergesa-gesa itu maka tidak sedikit investor yang terperangkap dalam investasi bodong yang terindikasi menipu. Yang mana umumnya yang dialami yaitu pihak pengelola dana lari sementara investor tak bisa melakukan tindakan apapun. Meskipun, sesungguhnya resiko itu bisa diminimalisir dengan lebih dulu mengecek keabsahan manajer investasi sebelum menanamkan investasi di reksa dana.

Cara Memilih Manajer Investasi

alokasi investasi reksa dana

Langkah-langkah dan tips memilih manajer investasi sebenarnya tidak sulit asal investor tahu poin-poin penting yang harus diperhatikan. Agar terhindar dari penipuan, penting bagi investor mengenali berbagai aspek penting berikut ini:

1. Cek Legalitas

Poin yang terpenting yang harus dimiliki manajer investasi sebelum dapat mengelola kekayaan reksa dana dari investor. Pihak manajer investasi wajib mengantongi ijin dari OJK selaku regulator. Berikutnya, untuk mengecek manajer investasi memang sudah memiliki ijin resmi dari OJK, yaitu dengan mengeceknya dari prospektus reksa dana demi mengetahui adanya perijinan itu. Investor pun bisa melihatnya dari website resmi OJK.

2. Cari Tahu Pengalaman

Manajer Investasi harus mempunyai pengalaman memadai ketika mengurusi uang dari para investor. Riwayat pengalaman itu bisa dilihat dari prospektus reksa dana yang dibuat manajer investasi itu. Dari sana ditampilkan dengan detil segala hal berkaitan dengan manajer investasi. Misalnya lama beroperasi, pengalaman mengelola reksa dana sampai kompetensi maupun pengalaman mengelola investasi.

3. Lakukan Recheck

Investor pun harus mengecek ke lembaga lain atau pihak independen, misalnya situs resmi OJK. Dari situ bisa diketahui data manajer investasi yang telah memiliki ijin, investor pun bisa mengecek silang untuk mencocokkan dari data yang tertera dalam prospektus dengan data yang dimiliki OJK. Lazimnya, di situs pun ditampilkan sejumlah manajer investasi yang memperoleh sanksi atau peringatan disebabkan melanggar regulasi yang ada. Cek lebih dulu bahwa manajer investasi yang akan mengelola reksa dana itu tak pernah atau mendapatkan sanksi dari regulator.

4. Uji Reputasi

Ciri performa yang memuaskan dari manajer investasi terlihat dari pengalaman mengurusi uang dari investor. Pengalaman itu terlihat dari reputasi selama beroperasi. Manajer investasi harus punya rekam jejak memuaskan dan telah lama berjalan paling tidak 5 tahun.

5. Pastikan Kinerja stabil

Manajer investasi ketika menjalankan uang investor mesti benar-benar profesional. Apabila performanya naik turun, normal jika banyak orang meragukan. Oleh karena itu bila suatu saat ada tawaran dari manajer investasi yang pernah  menghasilkan imbal hasil yang besar namun pada waktu yang lain jeblok, tentu sebaiknya mencari pilihan manajer investasi lain.

6. Pahami Gaya Pengelolaan

Tiap investasi tentu membawa risikonya. Lebih-lebih untuk investasi ini ada kaidah high risk, high return. Oleh karena itu, memahami gaya mengelola manajer investasi itu perlu sehingga tak melenceng jauh dari profil risiko investor. Manajer investasi yang bisa memberikan imbal hasil tinggi, namun gemar dengan pilihan instrumen risiko tinggi tidak serta merta akan diminati investor. Menyelaraskan profil risiko ke gaya manajer investasi itu harus.

7. Pastikan Biaya Transparan

Setiap manajer investasi akan memberlakukan fee yang beragam untuk biaya pembelian, pengelolaan, ataupun penarikan reksa dana. Harus dipahami jika fee tinggi tidak serta merta sebagai garansi keahliannya dalam penempatan investasi. Oleh karena itu penting bagi investor untuk memilih manajer investasi yang terbuka untuk fee yang dikenakan.

Setelah mulai paham cara memilih manajer investasi reksa dana, para calon investor sudah mulai bisa berinvestasi. Tak disarankan untuk menempatkan seluruh dana ke reksa dana. Coba dulu dalam jumlah kecil sebagai bentuk latihan. Bila sudah cukup paham, dan cocok, silahkan dana investasi ditambah secara bertahap. Baik, selamat berinvestasi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *